Kamis, 29 September 2016

[Review] Fight For Love

0


Judul : Fight For Love
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 228 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 50.000,-
ISBN : 978-602-216-003-8
Rating : 5/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Sekolah yang klub basketnya vakum bagi Starlet Annabelle seperti padang pasir tanpa oasis.
Eh ...,Omong-omong Starlet Annabelle itu aku.
Basket adalah hidupku dan aku ingin berprestasi melalui olahraga itu, tapi apa daya, klub basketku bubar setelah pelatih kami menikah dan pindah ke Jepang.
Aku sudah mengusahakan nyaris semuanya, tapi rasanya sia-sia. Aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membangkitkan klub basket ini kembali.
Dan seolah semuanya belum cukup menyebalkan, rumahku terkena invasi dua turis Jepang: Ryuuichi dan Hikari.
Apa lagi yang lebih buruk dari ini?

*****

Membaca Figh For Love, seakan-akan diingatkan kalau dulu saya pun sama-sama menggemari Negara Jepang seperti Orizuka. Dulu pun saya mempunyai keinginan untuk bisa memiliki suami orang Jepang asli. Ah, keinginan itu pun masih ada sampai sekarang walau tidak semenggebu-gebu dulu.
Membaca kisah Starlet yang bertemu cowok Jepang keren pun tak luput membuat saya iri. Kepengin sekali mempunyai kisah seperti Starlet yang bertemu Ryuu. Hubungan Starlet dan Ryuu di awal cerita memang tidak terlalu baik. Starlet selalu merasa Ryuu menginvasi rumahnya. Bagaimana tidak? Keadaan rumahnya menjadi gila sejak kedatangan Ryuu. Orangtua Starlet memaksa dirinya untuk bertingkah seperti orang Jepang. Demi menghormati Ryuu dan adiknya, Hikari.
Cara Orizuka dalam bercerita sangat menghibur. Saya dibuat senyum-senyum sendiri dengan segala tingkah konyol keluarga Starlet. Ditambah Starlet yang selalu ketus menanggapi semua tingkah konyol keluarganya. Saya nggak bisa bisa nggak mengamini sikap ketus Starlet. Karena memang terkadang keluarga Starlet terlalu berlebihan hanya demi memuaskan tamu mereka. Pokoknya ada saja tingkah mereka yang membuat saya ngakak.
Saya tidak pernah gagal menyukai tulisan Orizuka. Novel ini pun sama. Saya nggak menyesal membaca bacaan yang begitu menghibur. Pastikan untuk menyempatkan membaca novel ini. Dijamin seru. Selamat membaca.

[Review] Pulang

0



Judul : Pulang
Pengarang : Leila S. Chudori
Tahun Terbit : 2013
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Kategori : Fiksi Sejarah, Romance
Tebal : 464 halaman
ISBN : 9789799105158
Harga : Rp. 70.00,-
Rating : 4/5
Dapat dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim

Paris, Mei 1968.
Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto
Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana.
Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.
Mei  1998.
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, menyatakan keinginannya untuk ke Indonesia dan merekam pengalaman keluarga korban tragedi September 30 sebagai tugas akhir kuliah. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan Ayah dan kawan-kawan ayahnya. Bersama Segara Alam, putera Hananto Prawiro, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.
Pulang adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.

********

Membaca novel bergenre Historical Fiction memang jarang saya lakukan. Saya sendiri ragu ada tidak yang sudah dibaca. Makanya ketika ada tantangan membaca buku-buku fiksi sejarah saya sempat kebingungan. Untungnya ketika mencari saya diberitahu bahwa novel Pulang adalah bergenre fiksi sejarah.
Banyak sekali yang saya dapatkan dari membaca novel Pulang. Dari novel ini saya merasakan bagaimana suasana mencekam Indonesia dulu. Dan, sejarah Indonesia memang benar-benar sesuram yang sudah diceritakam buku-buku sejarah yang saya baca sewaktu masih di bangku sekolah.
Seperti blurp di belakang novel ini ada tiga setting yang digunakan Indonesia pada tahun 1968, Paris tahun 1968 dan Indonesia 1998. Suasana mencekam ketika isu kemunculan Partai Komunis di Indonesia.
Bagi beberapa orang mungkin peristiwa G30S hanya peristiwa yang dibaca dari buku sejarah. Berbeda dengan seseorang yang mengalami langsung imbas dari peristiwa tersebut. Contohnya para keluarga yang memiliki hubungan dengan para anggota PKI. Bukan sesuatu yang baik ketika setiap hari merupakan teror.
Seram. Itulah yang saya rasakan. Saya pribadi ragu apakah saya tidak akan menjadi tukang menuduh seperti kebanyakan orang. Para keluarga yang memiliki hubungan darah dengan PKI selalu masih dihubung-hubungkan. Walau aslinya mungkin mereka tidak tahu apa pun. Kesalahan mereka cuma satu. Memiliki hubungan darah. Tapi perlakuan masyarakat Indonesia sangat tidak adil. Saya merasakan kesedihan mereka. Saya sangat merasakan ketidakadilan yang dirasakan mereka. Mereka sama-sama warga Indonesia tapi diskriminasi masih selalu ada. Hal ini lah yang diangkat oleh penulis. Para korban yang tidak berdaya di hadapan para penguasa. Walau ironisnya zaman sekarang pun masih ada. 
Adalah Dimas, Risjaf, Nugroho dan Tjai. Empat pemuda yang berprofesi sebagai wartawan yang kebetulan sedang melakukan pertemuan di luar negeri ketika Indonesia sedang bergejolak. Entah dikatakan nasib baik atau buruk ketika mereka berempat terdampar di negeri orang daripada mati di negeri sendiri. Mereka berempat saling bahu-membahu dan menguatkan masing-masing untuk saling bertahan. Harapan mereka semua hanya satu, pulang di saat yang tepat ketika Indonesia dirasa aman. Namun, mereka tahu harapan itu sulit diwujudkan. Mereka harus menunggu puluhan tahun hanya untuk pulang. Mereka hanya bisa menggenggam harapan tipis itu. Dan, demi menutup rasa rindu mereka, didirikan lah restoran Tanah Air. Agar Paris tidak terasa sesak. Ketika rindu kampung halaman mendera.
Ah, membaca novel Pulang membuat saya terharu. Adakalanya saya tehibur dengan kelakuan 4 sekawan yang katakanlah nyeleneh. 
Yang membuat saya bingung dan merasa aneh mungkin dari sudut pandang yang digunakan penulis. Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Banyak sekali sudut pandang orang pertama yang dimunculkan. Yang menurut saya malah jatuhnya seperti dipaksakan. Terlalu banyak membaca dari banyak sudut pandang membuat saya seperti membaca jurnal. Apa lagi tiap pergantian sudut pandang, gaya bahasa yang digunakan pun juga berbeda. Entahlah, itu mungkin seninya sang penulis.
Bagian yang saya sukai ketika cerita sampai pada tahun 1998. Dimana menceritakan tentang generasi kedua para korban peristiwa G30S. Saya sangat menyukai ketika tokoh Lintang Utara, putri Dimas, dimunculkan. Mungkin di situlah baru konflik novel Pulang. Para 4 sekawan yang sangat merindukan Indonesia akhirnya bisa mengirim seseorang untuk menjadi mata mereka. 
Tokoh yang saya sukai entah kenapa adalah Segara Alam. Sejak kemunculan dia ketika berdebat dengan Lintang saya langsung jatuh cinta. Memakai istilah Dimas dan Lintang "Le Coup De Froudre". Sosok Alam langsung begitu saja mencuri hati saya.
Well, membaca novel Pulang sangat menarik bagi saya. Melihat bagaimana dulu Indonesia dari sudut pandang lain. Membuat saya lagi-lagi banyak belajar. Bahwa sejarah memang sangat penting. Bagi yang belum pernah membaca buku fiksi sejarah, novel pulang menjadi pilihan tepat untuk mencoba. Selamat membaca

Selasa, 27 September 2016

[Review] Best Friends Forever : High School Paradise Golden Goal

0


Judul : Best Friends Forever : High School Paradise Golden Goal
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  Juni 2012
Penerbit : Puspa Populer
Jumlah Halaman : 168 hal
Kategori : Romance, Remaja
ISBN :978-602-828-776-0
Harga : Rp. 28.000,-
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Siapa yang tidak kenal dengan empat cowok keren di SMP Athens? Jago bola, super tampan, plus punya otak alias pintar? Yeah, tebakan kalian benar. Sid, Cokie, Rama, dan Lando. Apa yang kira-kira terjadi pada mereka kali ini ya?
Dihukum guru? Menang tanding bola? Atau dikejar cewek-cewek cantik? Hmmm... mereka pengen cerita awal persahabatn mereka yang ternyata dimulai dari berkelahi.
Nah, di sini, Sid, Cokie, Rama, dan Lando akan membuka rahasia-rahasia yang selama ini off the record. Padahal, kisah mereka sangat berwarna kayak pelangi, penuh canda tawa, juga tangisan mengharu-biru.
Shhhsssttt....ada cowok keren baru juga di sini.

******

Novel ini adalah buku ke-3 series High School Paradise. Karena sudah membaca dua buku sebelumnya, saya dengan berani membaca buku ke-3 ini. Sejujurnya saya hampir 100% lupa jalan cerita dari seri High School. Saya hanya ingat inti ceritanya saja. Persahabatan 4 cowok ganteng dan populer yang sama-sama sangat menggemari sepak bola. Sid, Cokie, Lando, dan Rama.
Dan, surpise ketika membaca novel ini saya malah kepengin baca ulang dari seri pertama.
Buku ke-3 ini bisa dibilang hanya berisi cerita-cerita spesial. Orizuka sendiri lebih memutuskan bahwa seri ini berakhir di buku ke-2. Di buku ini berisi prekuel dan sekuel tentang persahabatan ke-4 cowok keren Athens.
Yang paling membuat saya tertarik membaca dari seri pertama adalah saya penasaran dengan cerita Rama dan Lara. Saya dibuat deg-degan ketika membaca bagaimana awal mula mereka berdua kenal dan jadian. Mungkin karena perbedaan usia keduanya yang membuat saya tertarik. Saya kepengin tahun gimana hubungan mereka selanjutannya.
Seandainya ada yang ingin memulai membaca seri ini dari belakang, tidak ada salahnya. Karena bagi saya sendiri saya lebih menikmati membaca buku seri ke-3 ini. Entahlah bagaimana perasaan saya dulu waktu membaca seri ke-1 dan ke-2 karena biasanya saya ada ingat sedikit jika menyukai suatu novel. Sepertinya bagi saya seri ini biasa saja. Makanya saya lupa total ceritanya.
Walaupun buku ini adalah buku terakhir, masih bisa dinikmati walau tidak membaca buku pertamanya. Pastinya tulisan Orizuka tidak usah dipertanyakan lagi. Penulis selalu bisa merangkai kalimat yang menyenangkan untuk dibaca. Selamat membaca.

Sabtu, 24 September 2016

[Review] Me and My Prince Charming

0


Judul : Me and My Prince Charming
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 188 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 55.000,-
ISBN : 978-602-216-002-1
Rating : 2/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Andromeda Arastya adalah cowok yarig baru saja dinobatkan sebagai The Most Wanted Male di sekolahku.
Selain superimut, dia juga keren, jago main basket, populer; pokoknya segalanya yang membuatnya berhak atastitel itu.
Lalu, suatu hari, keajaiban terjadi. Aku, Cherry Danisha, berhasil pacaran dengannya!
Kupikir aku beruntung, tapi nyatanya, pacarku itu adalah cowok yang sama sekali tidak romantis. Dia tak pernah mau berduaan denganku. Dia bahkan tidak pernah duduk denganku di kantin!
Karenanya, kabar kalau aku pacaran dengannya dianggap akal-akalanku belaka. Tidak ada seorang pun yang percaya kalau kami berpacaran. Aku pun jadi bingung. Sebenarnya, bagaimana perasaannya terhadapku?
Apa yang harus kulakukan untuk mengetahuinya?

*********

Membaca cerita Cherry dan Andros memang bukan pengalaman yang mengasyikkan. Pasalnya saya kesal dengan kesabaran Cherry yang mau berpacaran dengan Andros yang cuek. Cherry hanya sibuk dengan perasaannya sendiri. Dia tidak peduli seandainya Andros tidak mencintainya. Yang penting Andros yang cute mau jadi pacarnya.
Yah, cinta memang buta kan? Di lihat pun sudah jelas nggak capek apa punya pacar yang lebih peduli main PS ketimbang ngobrol dengan sang pujaan hati.
Sepanjang cerita saya dihadapkan dengan ketidakpedulian Andros. Andros seakan lupa bahwa dirinya punya pacar. Apa sebebal itu kah?
Sikap Cherry yang serba menerima dan serba maafin semua ketidakpedulian Andros membuat saya pengin berhenti baca. Ada saja alasan Cherry untuk lagi-lagi luluh dengan pesona Andros.
Demi menambah keramaian kisah pelik Cherry, muncul lah Alfa. Sosok misterius yang tiba-tiba selalu hadir dalam hidup Cherry. Selalu membantu Cherry menghadapi dilema hidupnya.
Hingga masa lalu menguak semua alasan Andros kurang peduli sama Cherry.
Karena Orizuka adalah penulis favorit saya, tetap saja saya menikmati membaca cerita Cherry dan Andros. Walau sambil marah-marah tentunya. Karena ini novel debut penulis, wajarlah kalau ceritanya masih labil. Kesan yang saya dapatkan setelah membaca novel ini biasa-biasa saja.
Well, jika penasaran tidak ada salahnya untuk mencoba mencicipi novel debut penulis. Selamat membaca.

[Review] 17 Years Of Love Song

0



Judul : 17 Years of Love Song
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan II,  2015
Penerbit : Puspa Populer
Jumlah Halaman : 268 hal
Kategori : Romance, Tragedy
ISBN : 978-979-214-007-8
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Saat itu, aku hanya berumur tujuh belas tahu. Orangtuaku memutuskan untuk bercerai, dan aku harus memilih satu di antara mereka.
Aku memilih Mama karena dia sudah tidak memiliki siapa pun lagi. Kakek dan Nenek sudah meninggal, dan rumah ini adalah warisan mereka.
Aku tak pernah menyesal memilih Mama. Yang aku sesalkan, kenapa rumah ini harus berada di kampung seperti ini.
Saat itu, aku tidak benar-benar menyangka kalau kampung ini adalah tempat semua kehidupanku dimulai.

********

Baru kali ini saya membaca novel dengan gaya bahasa yang lambat dan suram. Entahlah, itu kesan yang saya rasakan. Lambat sekali. Tapi bukan dalam arti jelek.
Ceritanya sendiri dibuka ketika Leo dan ibunya harus pindah ke kampung halaman ibu Leo. Leo lebih memilih bersama ibunya ketika perceraian itu harus terjadi. Padahal Leo sama sekali tidak ingin pindah ke Purwakarta. Leo masih mencintai Jakarta. Karena di Jakarta impian Leo yang ingin menjadi pemain baseball profesional dapat diwujudkan.
Leo yang merasa belum siap pun merasa ogah-ogahan untuk berangkat sekolah. Apa lagi jarak sekolah dari rumahnya sangat jauh. Leo terpaksa menerima tawaran ibunya untuk bersepeda tiap berangkat sekolah.
Leo yang tidak bersemangat berangkat sekolah menutup diri dari teman-teman barunya. Hingga Leo bertemu dengan Nana. Gadis yang tidak sengaja ditemui Leo saat bermain baseball menghabiskan waktu istirahat.
Ada yang istimewa tentang tokoh Nana ini. Tidak seperti kebanyakan tokoh utama yang serba sempuran, Nana tidak. Nana gadis berkursi roda. Nana mengalami kelumpuhan ketika menolong seorang anak yang tidak bisa turus dari pohon. Kecelakaan yang dianggap konyol bagi saya dan Leo.
Hubungan Nana dan Leo terkesan seperti instalove, tapi tidak. Hari demi hari hubungan mereka semakin dekat. Baik Leo maupun Nana merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa di antara mereka berdua. Walau keterbatasan Nana menjadi penghalang besar. Apa lagi Leo pun bilang bahwa impiannya tidak akan tercapai jika dia tinggal di Purwakarta.
Saya sangat sangat menikmati membaca tiap kalimat yang ditulis Orizuka. Terasa sekali semua emosi tiap tokohnya. Membuat saya pun sangat larut. Kadang saya tersenyum. Kadang saya malah merasa hancur. Sangat campur aduk.
Akhir yang diberikan penulis sama sekali bukan tipe kesukaan saya. Saya selalu menduga-duga dan berdoa jangan seperti itu, karena di prolog pun saya sudah tahu akan seperti apa akhirnya nanti. Kalau bukan Orizuka yang menulis  novel ini sudah dari prolog saya langsung berhenti membaca.
Namun, saya bersyukur bisa membaca novel ini. Dari Leo dan Nana saya belajar bahwa tidak ada yang namanya kesempurnaan. Saya pribadi tidak tahu akan bersikap seperti apa ketika memiliki kekasih ataupun teman yang cacat seperti Nana. Satu kata yang pasti memang canggung. Cinta Leo pada Nana begitu membuat saya iri. Leo sangat tulus mencintai Nana.
Ah, novel yang bagus. Berharap semua orang bisa tahu bahwa ada tulisan Orizuka yang mengaharu-biru. Selamat membaca.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com