Senin, 10 Juni 2019

[Review] Me and Him

0



Judul : Me and Him
Penulis : Eni Lestari
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co


Amanda merasa hidupnya sempurna karena memiliki pacar seperti Paundra. Walau selama ini menjalin LDR karena pekerjaan Paundra, Amanda sangat mencintai pacarnya. Sayangnya sang ayah tidak mau memberi restu pada Amanda. Ayah Amanda malah meributkan Amanda yang tidak mau segera menikah. Amanda mau menikah asal dengan Paundra. Sudah pasti hal itu yang menjadi keinganan Amanda.
Namun, ayahnya malah mempunyai rencana berbeda dengan menjodohkan Amanda dengan anak rekan bisnisnya. Amanda harus menelan kenyataan pahit bahwa perjodohan yang dilakukan ayahnya murni demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang sedang kritis.
Amanda berencana menggagalkan rencana perjodohan yang dibuat oleh ayahnya. Tapi calon suami Amanda, Johan, pria yang tidak mau diajak kerja sama. Johan malah tidak peduli Amanda setuju atau tidak dengan perjodan mereka. Bagi Johan pernikahan mereka berdua nantinya hanya pernikahan di atas kertas. Rencana Amanda terancam gagal gara-gara pria blasteran-Jepang itu.
Seakan belum lengkap masalah Amanda, kehadiran Ray, sahabat Johan, semakin menambah keriuhan hidup Amanda. Ray yang jauh-jauh dating dari Jepang untuk mengejar Johan menimbulkan tanda besar pada Amanda. Sebenarnya sedekat apa sih hubungan mereka berdua? Lalu, apa rencana Amanda selanjutnya demi menggagalkan perjodohan ayahnya?

“Jujur saja aku benar-benar ingin menjadi putri durhaka pada orangtua. Aku tidak peduli dikutuk menjadi kaktus dan dilempar ke gurun Sahar. Menurutku malah asyik tinggal di sana, tanpa khawatir bertemu dengan Jason. Firasatku mengatakan akan ada hal buruk kalau aku berdekatan dengannya … “ (Amanda – bab 7)

Me and Him mengambil tema cerita yang sudah pasaran tetapi tidak pernah membosankan, yaitu perjodohan. Perjodohan antara Amanda dan Johan yang dipaksakan. Sudah bisa dipastikan hubungan Johan dan Amanda akan seperti apa. Baru pertemuan awal saja Amanda sudah jengkel dengan sifat arogan Johan. Seandainya Amanda belum punya pacar pun Amanda tidak akan pernah mau menikah dengan pria senarsis Johan.
Harus saya akui membaca cerita Amanda dan Johan sangat menyenangkan. Penulis mengambil alur cepat yang membuat cerita tidak bertele-tele. Sampai-sampai saya agak tidak sadar kok cerita mereka sudah selesai saja. Saya harus jujur bahwa penulis terlalu terburu-buru dalam pemilihan akhir cerita. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Hal ini juga dikarenakan minimnya konflik yang dimunculkan penulis. 
Saya menyayangkan penulis yang terlalu fokus pada hubungan Johan dan Ray. Saya paham maksud penulis hanya untuk seru-seruan karena Amanda menyangka Ray adalah pacar Johan. Kedekatan mereka berdua ini memang sangat berlebiha. Apalagi Ray digambarkan sebagai pria dengan wajah cantik dan baby face. Hal ini semakin membuat imajinasi pembaca Amanda semakin liar. lol
Karena sudah disinggung masalah isu LGBT dalam cerita ini saya agak ingin membahasnya. Isu ini menjadi isu nasional yang sangat sensitif. Pemberitaan juga berperan andil ketika ada kasus kriminal yang menghubungkan LGBT dengan anak-anak. LGBT sendiri menjadi pembicaraan dunia sampai-sampai masyarakat terbagi menjadi dua kubu, antara pro dan kontra. Saya sendiri termasuk pihak yang tidak mendukung. Alasan sederhana karena agama yang saya anut. Johan digambarkan begitu perhatian pada Ray, sentuhan-sentuhan Johan pada Ray yang membuat Amanda curiga. Walau tentu saja Amanda menjadi pihak yang tidak peduli karena tujuan awal Amanda menggagalkan rencana perjodohannya. Karena terlalu fokus pada Ray dan Johan inilah, hubungan kedua tokoh utamanya tidak terlalu berkembang. Padahal saya sangat menantikan ada perubahan besar pada perasaan masing-masing tokohnya.
Saya pertama mengenal karya penulis dari cerpen yang pernah dibuatnya. Kemungkinan penulis terlalu terbiasa menulis cerpen hingga ketika menulis cerita yang lebih panjang agak kesulitan mengembangkan plot. Karena saya sendiri pernah menemukan beberapa penulis yang jago membuat cerpen malah jatuhnya membosankan ketika mmembaca versi novelnya. Ini murni pendapat pembaca sok tahu yang tidak ada niat menggurui. lol
Well, tulisan kamu sudah bagus, Eni-chan! Tinggal dikembangkan saja. Aku tetap penggemar tulisan kamu kok! xD

Semangat dan semoga beruntung ikut lombanya.

Minggu, 09 Juni 2019

[Review] Heat a Storm

1




Judul : Heat a Storm
Penulis : Annie Green
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co



“Selamat datang di SMA. Kau butuh lebih banyak panduan untuk menghindari masalah di gudang masalah.” (Brendan – Bab 1)

Brendan Storm memulai kehidupan barunya di SMA. Selama ini Bren kesulitan ketika bersekolah. Pasalnya Bren terlalu pemalu untuk memulai percakapan dengan orang lain. Mungkin kepopularan kedua orangtuanya agak mengintimidasi dan mempengaruhi sifat Bren. Terbiasa menjadi sorotan lantas membuat Bren risih.
Kalau bisa Bren lebih senang sekolah di rumah, tentu saja hal itu tidak dikabulkan oleh kedua orangtuanya. Mereka tidak menginginkan Bren menjadi pemuda yang lebih pendiam.
Bren sudah merencanakan kehidupannya di SMA nanti. Menjadi tidak terlihat selama tiga tahun ke depan. Hingga peristiwa heroik Heather Brew menghancurkan mimpi indah Bren. Selain kakak perempuan dan sepupu-sepupunya ada satu lagi orang yang tidak tahu malu merecoki hidupnya. Heath sudah jelas mencari mati. Bren gusar dengan kehadiran Heath. Namun, mengapa kehadiran Heath memunculkan emosi-emosi baru dalam diri Bren? Bisakah Bren menghabiskan 3 tahun masa SMA-nya dengan damai?
Yang tidak diduga, Bren menyukai perubahan dalam hidupnya sejak kemunculan Heather Lily Brew.

“Aku bahkan berharap ia tidak hadir lagi dalam hidupku. Memangnya tidak cukup aku punya Starr, Lean, dan Keith yang selalu berusaha melindungi?” (Brendan – Bab 3)

Begitu membaca bab 1 sumpah, saya berasa sedang memba├ža novel terjemahan. Suasana kehidupan Bren yang digambarkan penulis mirip banget seperti Serial TV Barat yang suka kutonton. Poin plus bagi saya, mengingat cerita ini mengambil latar di Amerika Serikat. Kebanyakan dari cerita yang kubaca, khususnya penulis lokal, terkadang penulis tidak bisa memunculkan suasana yang benar seakan-akan tidak ada perbedaan latar baik itu di Indonesia maupun di luar negeri.
Penggambaran latarnya seperti yang sudah kubilang, keren banget. Baru kali ini menemukan penulis lokal yang bisa menggambarkan suasana AS dengan jelas dan detail. Saya memang belum pernah ke AS, tapi saya lumayan sering menonton serial tv remaja AS. Dan, sumpah, baca cerita Bren tuh kaya lagi nonton, saya bisa ngebayangin suasana sekolah Bren, kota kecil tempat tinggal Bren, keriuhan keluarga besar Bren, pokoknya keren pas banget. Feel-nya itu lho, dapat banget!

Tapi aku, hanya Brendan–yang sedang naik bus sekolah.” Heather kelihatan kehilangan kata-kata. Sepertinya ia terkejut dengan fakta itu, seperti semua orang lainnya ketika mengetahui aku tidak seperti sepupu-sepupuku yang lain. Aku tidak mencolok, aku tidak istimewa, aku tidak terkenal.” (Brendan – Bab 5)

Fokus cerita yang diambil penulis adalah perubahan diri Bren dari yang pemalu dan pendiam mulai membuka diri pada dunia. Bren ini seperti kehilangan jati diri. Bren terlahir dalam keluarga besar dan kedua orangtuanya adalah selebritas. Bren merasa dirinya biasa-biasa saja dan merasa tidak seharusnya lahir dalam keluarga besar Beverly. Walau tentu saja Bren sangat menyayangi keluarga besarnya itu.
Memasuki babak baru di SMA, Bren mulai merasakan cinta pertama, cinta monyet yang sama sekali tidak diduga Bren akan dia rasakan. Karena maklum saja Bren tidak pernah berekspektasi apa pun dalam kehidupan sekolahnya. Yang ada di pikiran Bren adalah jalani masa SMA dengan tenang, hindari masalah, dan lulus tanpa menarik perhatian orang-orang. Iya, sesuram itu hidup yang dicita-citakan Bren. Tidak heran seluruh keluarganya sangat mengkhawatirkannya dan merasa bahagia ketika Bren mengaku mendapat teman pertamanya di SMA.
Dari awal sampai tamat cerita memang hanya berputar pada Bren dan keluarganya dan momen-momen cinta monyet yang dilalui Bren. Sekilas memang ceritanya sangat membosankan. Tapi jujur saya sangat menikmati membaca tiap babnya. Bren dan Heath sangat manis. Kebersamaan mereka berdua mampu membuat saya merasa terharu. Karena jujur saja saya pun sama seperti keluaga Bren yang ikut-ikutan menyemangati Bren untuk berubah. Berasa melepas anak sendiri pada kejamnya dunia. lol
Kekuatan tulisan penulis juga yang mempunyai andil besar. Sudah saya katakan di awal bahwa penulis begitu mahir dalam menggambarkan latar cerita yang dipilih. Jempolan, deh. Sepanjang baca bab demi bab saya semakin kagum ada penulis lokal yang mampu menggambarkan detail  latar di luar negeri sebagus dan serapi ini. Biasanya nih andalan penulis lokal menggambarkan suasana luar negeri hanya penambahan percakapan bahasa asing. Nah, hampir tidak ada satupun percakapan menggunakan bahasa asing yang saya temukan ketika membaca cerita Bren. Tanpa percakapan bahasa asing pun saya bisa merasakannya, ini yang membuat saya begitu memuja penulis.
Untuk akhir yang dipilih penulis memang terkesan buru-buru. Karena saya sendiri merasa cerita Bren masih belum selesai. Cerita masih jauh dari tamat mengingat Bren masih 15 tahun. Baru 1/3 kehidupan Bren yang diceritakan penulis. Masih jauh dan saya masih dilanda rasa penasaran bagaimana kelanjutan kisah Bren dan Heath nantinya. Kalau kepengin cinta mereka sampai menikah itu sudah jelas, tapi Demi Tuhan, mereka baru 15 tahun. Perjalanan mereka masih sangat jauh.
Saya baru mengenal karya penulis, sudah cek akun penulis lainnya juga, dan menyimpulkan belum ada satu pun karya penulis yang dibukukan. Ini sih kebangetan karena tulisan sekeren ini kok belum ada yang dibukukan, ya? Karena begitu penasaran akhirnya saya menanyakan langsung pada penulis. Dan mendapat jawaban bahwa dalam waktu dekat ada tulisannya yang bakal dibukukan! Yeay … !! Saya berharap banget bisa menemukan buku-buku yang ada nama penulis di toko buku. Karena tulisan sekeren ini harus dibaca oleh semua orang.
Semoga, semangat selalu dan semoga menang dengan lombanya, Kak Annie!

[Review] Buku Harian Gadis Jagung

0





Judul : Buku Harian Gadis Jagung
Penulis : Nisa Rahmah
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co


Zea Mays, atau yang biasa dipanggil Zeze sudah terbiasa dianggap aneh oleh teman-temannya. Tak heran kalau di sekolah Zeze tidak pernah mempunyai teman. Tapi Zeze yang memiliki pemikiran praktis tidak peduli dirinya mempunyai teman atau tidak. Prioritas saat ini yang terpenting bagi Zeze adalah belajar yang rajin hingga lulus SMA. Diabaikan oleh teman sebangkunya tidak membuat Zeze berlama-lama dalam sakit hati. Pasalnya belajar Fisika dan Matematika lebih menarik bagi Zeze, bersosialisai bisa dilakukan Zeze pada tulisannya. Ya, daripada sakit hati di kehidupan nyata Zeze lebih memilih membuat dunia khayalannya sendiri.
Sama halnya ketika Zeze mulai jatuh cinta pada Rein. Zeze tidak butuh mengungkapkan cintanya pada Rein. Zeze merasa cukup cintanya berbalas di dunia khayalan yang dibuat olehnya. Tidak ada sakit hati dan tidak akan mengganggu konsentrasinya dalam belajar.

“Jika orang lain bisa jatuh cinta pada pandangan pertama, perhatian pertama, atau jurus jitu pedekate pertama, sepertinya aku jatuh cinta hanya dari mengetahui bahwa cowok urakan yang terkenal madesu di kelasku, Rein, memiliki tanggal lahir yang sama dengan sosok cinta pertamaku sejak kelas delapan SMP. (Zeze – Prolog)

Gadis jagung. Bisa-bisanya penulis punya ide sekeren ini dengan menggunakan nama ilmiah tanaman jagung sebagai nama tokohnya. Zea Mays, nama yang manis omong-omong.
Zeze sama seperti remaja kebanyakan yang rajin belajar dan mulai merasakan apa itu jatuh cinta. Yang membuat Zeze aneh dan berbeda, Zeze lebih memilih untuk membentuk kebahagiannya sendiri lewat dunia khayalan yang ditulis olehnya. Aneh, bukan?
Zeze seakan-akan takut dunia berbalik memusuhinya dan hanya berani mengkhayalkan hal-hal yang dirasa baik untuknya. Ini merupakan misteri yang belum sepenuhnya dibeberkan oleh penulis. Tentu saja, karena cerita gadis jagung baru masuk bab 5, demi Tuhan. lol
Saya yang kelewat jatuh cinta dengan cerita Zeze sudah berharap macam-macam untuk bab-bab selanjutnya. Ok, saya sama seperti Zeze yang mulai berkhayal bagaimana kisah Zeze dan Rein selanjutnya.

“Kata orang-orang, jatuh cinta bisa membuat hidup berubah drastis, logika seseorang bakal tergerus habis hingga merka bakal memunculkan hal-hal bodoh yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.” (Zeze – Bab 1)

Selain pemilihan nama yang unik, saya super excited karena cerita Zeze berhubungan dengan sains! Bukan sains yang rumit, tentu saja. Seperti nih Zeze punya akun di forum astronomi yang diikutinya. Nama yang dipakai Zeze adalah Ikeya Seki. Nah, cupu banget deh baru tahu kalau nama akun yang dipakai Zeze itu nama komet. Paling semangat baca fiksi model gini yang nyerempet-rempet tentang sains. Dapat pengetahuan baru tapi nggak ngebosenin. Paling takjub kalau nemu penulis fiksi yang bisa menghubungkan hal-hal sains dengan ceritanya! Keren!
Sayangnya karena cerita baru 5 bab yang ditulis, 1 dengan prolog. Saya menanti banget bakalan ada istilah sains apalagi yang akan muncul, secara Zeze ini cinta mati sama fisika. Dan, harapan besar saya nih, semoga bakalan ada cerita cinta yang manis antara Zeze dan Rein. Saya sendiri agak sanksi mengingat penulis jarang banget menonjolkan sisi romens karyanya. Pengalaman dari beberapa karyanya yang sudah kubaca saya hanya bisa baper ketika harus menyadari cerita yang kubaca sudah tamat. Berharap banget kali ini unsur romens-nya lebih dominan! Tak ada salahnya untuk berharap. Harapan yang membuat kita hidup, bukan? Semangat buat penulis! Sangat menanti kelanjutan cerita si aneh Zeze. :’)

[Review] A Little Dangerous Thing Called Love

0



Judul : A Little Dangerous Thing Called Love
Penulis : Handi Namire
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co


Sandra sama sekali tidak pernah menduga pernikahannya harus kandas karena orang ke-3. Sandra yang sakit hati karena suaminya berselingkuh memilih untuk bercerai. Selama 1 tahun proses perceraian mereka akhirnya Sandra merasa bebas. Sandra tidak mau lagi berada pada posisi seperti di neraka ketika menghadapi kenyataan bahwa suaminya sudah menikah lagi dengan wanita yang lebih muda.
Harapan Sandra untuk terbebas pupus sudah ketika mendapat pesan dari pengurus arisan para istri komunitas pengusaha elit yang Sandra pernah ikuti ketika masih menikah. Demi Tuhan, Sandra sudah bercerai. Tidak ada lagi alasan yang mengharuskan Sandra untuk mengikuti arisan tersebut. Jauh di dalam lubuk hati, Sandra tahu alasan sebenarnya dirinya tidak mau menghadiri arisan itu tidak lain karena Meyna, istri baru mantan suaminya. Sandra masih belum menyiapkan hati untuk bertemu sang istri baru itu.
Sandra tidak ingin menjadi wanita terpuruk hanya karena bercerai. Sandra wanita mapan yang mampu berdiri sendiri tanpa sokongan suami. Keputusannya menghadiri acara arisan itu malah mempertemukan dirinya dengan Revan, mantan pacar Meyna. Seakan masalahnya belum cukup rumit, Sandra malah mendapat kecaman dari Revan. Tega-teganya Revan menuduh Sandra sebagai istri yang tidak bisa menjaga suaminya agar tidak selingkuh.
Emosi Sandra memuncak karena tuduhan yang diberikan Revan. Berani-beraninya ada lelaki bodoh yang membuat tuduhan seperti itu.
Takdir lagi-lagi mengejek Sandra ketika tahu siapa sebenarnya idetintas pria itu dan sialnya karena Sandra butuh uang untuk bertahan hidup. Sandra terpaksa menerima usulan Revan. Usulan Revan yang mencalonkan diri sebagai teman berbagi apartemen ketika Sandra dililit masalah keuangan setelah bercerai.

*********

Sejak membaca bab pertama saya langsung menyukai ide penulis yang membuka cerita dengan adegan mantan suami-istri yang memperebutkan hiasan dinding. Maksudku ada banyak barang yang lebih mahal untuk direbutkan, mengapa harus hiasan dinding konyol itu? Saya mendapat kesan itu hanya aksi berontak Sandra pada mantan suaminya. Siapa pun akan marah ketika diselingkuhi. Begitu pula Sandra.
Sandra mensugesti dirinya baik-baik saja setelah perceraian. Tapi pada kenyataannya tidak begitu. Karena tidak ada sokongan lagi dari sang suami Sandra harus mulai bekerja. Di sinilah kehidupan Sandra benar-benar diuji.
Kemunculan Revan yang begitu tiba-tiba menambah warna pada kehidupan Sandra. Karena mereka berdua pada akhirnya tinggal bersama dalam satu apartemen, sudah bisa ditebak cerita akan dibawa ke mana. Pertemuan mereka berdua yang diawali dengan perseteruan membuat mereka berdua belum bisa berdamai walau pada akhirnya keputusan tinggal bersama itu tidak terelakkan.
Saya awalnya tidak menyukai Revan. Lelaki arogan yang tidak punya rasa malu yang bisanya menyudutkan wanita. Baru kali ini bertemu tokoh seperti Revan yang ngotot mempertahankan sang mnatan yang jelas-jelas sudah meninggalkan dirinya demi lelaki yang lebih kaya. Apa yang Revan cari pada Meyna? Sepanjang bab, masa lalu Revan menjadi hal yang membuat saya penasaran. Bagaimana sebenarnya hubungan Meyna dan Revan ini? Bisa-bisanya membuat lelaki seperti Revan bertekuk lutut padanya.
Walau pada akhirnya Revan melupakan tujuan awalnya, kehidupan Revan dan Sandra mulai berubah total karena kedekatan mereka. Kedekatan yang tentu saja awalnya mereka tolak mentah-mentah.
Isu yang sempat muncul dalam cerita Sandra adalah tentang perselingkuhan. Sudah menjadi rahasia umum kebanyakan penyebab perceraian adalah karena munculnya orang ke-3. Namun, setiap terjadinya perselingkuhan pasti ada sebabnya, kita yang orang luar terkadang seenaknya sendiri membuat kesimpulan-kesimpulan yang terkadang menyakiti hati orang lain. Sama halnya yang terjadi pada Sandra. Sandra yang sedang dilanda masalah suaminya berselingkuh malah mendapat kecaman dari sekitar yang menyudutkan Sandra. Sandra seakan-akan bukan korban dan seenaknya mendapat sindiran tajam. Semua yang terjadi adalah kesalahan Sandra karena tidak bisa menjaga suaminya agar tidak selingkuh. Netizen, dengan segala komentar maha benarnya.
Selama membaca tidak ada masalah yang berarti ketika bab demi bab saya baca. Saya terlanjur menyukai cara penulis bercerita. Rasanya mengalir lancar dengan kalimat-kalimat yang susah untuk berhenti membaca. Walau begitu ada beberapa hal yang mengganjal di hati. Seperti judul cerita yang terlalu panjang dan agak tidak nyambung dengan isi ceritanya. Entahlah, judul pendek lebih saya sukai. Ini memang murni selera pribadi. Dan, yang sangat saya sayangkan lagi adalah saya sering menemukan beberapa kata tidak baku yang digunakan penulis dan penggunaan kalimat tidak efektif. Sedikit polesan lagi, saya yakin tulisan penulis akan lebih rapi dan enak dibaca.
Secara keseluruhan saya menikmati lika-liku cerita Sandra dan Revan. Tari ulur hubungan mereka berdua cukup menarik dan saya hanya bisa bilang akhir yang diberikan oleh penulis manis sekali. Pilihan tepat untuk kisah Sandra dan Revan. Dan membaca cerita Sandra membuat saya penasaran kisah Arina, sahabat Sandra. Yang omong-omong kisah Arini sudah diunggah di storial, saya super excited menanti kisah Arina!
Saya menikmati cerita penulis dari awal hingga akhir. Semoga saja banyak pembaca yang mengenal karya penulis. Semangat buat penulisnya, semoga menang ikut lombanya!

[Review] Strings Attached

0




Judul : Strings Attached
Penulis : Jia Effendie
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co


Strings Attached dibuka dengan pertemuan kedua tokoh utamanya yang dramatis. Gala menuduh Yarra mencuri laptop miliknya. Ini sungguh hal yang mustahil. Seandainya Yarra memang berniat mengambil laptop Gala untuk apa dia tetap berdiam diri di kafe. Pencuri profesional tentunya langsung kabur ketika sudah mendapat barang yang diincarnya.
Yarra tidak pernah mengharapkan bertemu Gala kembali. Siapa pula yang ingin bertemu dengan seseorang yang sudah mempermalukannya di depan umum. Sayangnya, itu menjadi angan Yarra saja. Karena Yarra harus bertemu kembali dengan Gala. Demi wawancara pekerjaan yang melibatkan Gala sebagai puppeter muda di Indonesia. Kalau bukan demi pekerjaannya, rasanya Yarra ingin membatalkan saja wawancara tentang renjana yang diusulkan Yarra ketika rapat di kantornya.
Yarra semakin membenci Gala saat dirinya mendapat respon dingin ketika dengan kasar Gala menolak untuk wawancara. Sungguh, Yarra tidak habis pikir ada seorang pria yang begitu arogan seperti Gala.

**********

Marionette atau boneka kayu adalah cerita yang diambil oleh penulis. Ini hal baru bagi saya sendiri. Saya hanya sekadar tahu tentang permainan boneka kayu itu. Melihat pertunjukkannya sudah bisa dipastikan belum pernah saya lakukan.
Tokoh utama pria dalam cerita ini adalah Manggala. Dia lebih memilih menjadi puppeter muda daripada mengurusi bisnis keluarga. Karena keputusannya itu membuat sang ayah marah dan mengusir Gala. Gala yang sama-sama keras kepala pergi dari rumah dan lebih memilih marionette. Gala yang kebetulan sedang tidak dalam mood menyenangkan bertemu dengan Yarra dan malah melampiaskan kekesalannya pada Yarra.

“Gala mencoba mengenyahkan peristiwa barusan dari ingatannya dan memesan makanan. Ia membuka laptopnya sambil berharap tidak akan pernah bertemu dengan gadis itu lagi. Gala tidak tahu di mana harus menaruh wajahnya jika itu terjadi.” (Manggala – Utas 2)

Pertemuan kembali dengan Yarra saat akan wawancara membuat Gala gugup. Gala yang tidak siap hanya bisa bersikap kasar pada Yarra. Padahal yang harus Gala lakukan adalah minta maaf atas kejadian memalukan di awal pertemuan mereka.
Saya lagi-lagi gemar sekali membaca cerita yang belum tamat. Alhasil untuk membuat ulasan pun sangat terbatas. Hanya ada 11 bab yang bisa saya baca. Sudah tentu cerita hanya baru seputar perkenalan para tokoh utamanya. Sejak awal saya penasaran alasan Gala lebih memilih meninggalkan segala kenyamanan yang diberikan oleh ayahnya hanya demi menjadi seorang puppeter. Alasan yang baru sekilas dibeberkan penulis, mengingat penulis belum mengunggah semua ceritanya di storial. 
Saya mulai menduga kesamaan Gala dan Yarra ini nantinya tentang renjana masing-masing tokohnya. Bersama Gala, Yarra akan diingatkan kembali apa renjana Yarra yang selama ini dirinya coba lupakan. Mereka berdua akan saling melengkapi dan mulai berdamai dengan masa lalu mereka. Ini, hanya opini pembaca sok tahu, lol.

”Saya menunda rencana saya untuk bekerja dan mulai menekuni marionette.” Wajah pilu Gala menghilang secepat kedatangannya. “Mengapa?” “Kamu tidak membutuhkan alasan jika kamu mencintai sesuatu.” ‘ (Manggala – Utas 8)

Saya suka sekali bagaimana perkembangan tiap tokoh yang dibuat oleh penulis. Terasa lambat tapi pas. Pada awalnya Yarra begitu membenci Gala. Tiba-tiba di bab berikutnya Yarra malah tersipu-sipu ketika bertemu Gala. Alasan Yarra masuk akal karena memang semudah itu jatuh cinta. Apa pun alasannya. Dalam kasus Yarra, Yarra mulai memiliki minat pada Gala karena tersentuh jawaban Gala pada wawancara yang pernah dilakukan bersamanya. Setelah pertemuan itu mulai muncul benih-benih rasa tertarik di antara mereka berdua.
Ini adalah cobaan untuk pembaca seperti saya. Yang seenaknya sendiri membaca tulisan yang belum tamat dan berujung uring-uringan karena rasa penasaran yang tidak tersalurkan. Ok, baiklah, silakan berpuas menyiksa diri. lol
Semoga saya segera bisa membaca lanjutan kisah Gala dan Yarra. Semangat selalu untuk Kakak Penulis!
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com