Rabu, 01 Januari 2020

[Wrap Up] Fiksimetropop Reading Challenge 2019

0



Alhamdulillah, dalam satu tahun ini saya bisa menyelesaikan tantangan baca yang saya ikuti. Yah, walau kurang maksimal di akhir karena ada hal tidak terduga atau sudah diduga yang menghambat aktivitas baca saya. Tapi harus saya akui bahwa saya agak terlalu niat mengikuti tantangan baca ini. Saya sampai mencari novel metropop pemenang lomba Metropop - be a Writer 2006 di semua toko buku daring langganan demi menggenapi tantangan ini. He he he
Ada 39 novel metropop yang sudah saya baca dalam setahun ini. Ada yang sudah saya review dan ada satu yang tertinggal kelupaan. xD

10. If
39. Runaway Run


Dan dengan rincian sebagai berikut : 
#novelMetropop bersetting di kota luar Jakarta
Alita @First ; Blind Date ; If ; Life in Flux ; Mission D'Amor ; Rainbow and Ocean ; That Summer ; Say No To Me ; Ti Amo, Tia Amoria

baca ulang #novelMetropop terfavorit
Blind Date ; Winter In Tokyo ; Miss Pesimis ; The Devil In Black Jeans

#novelMetropop ditulis pengarang laki-laki
Kepada Gema ; Sweetly Broken ; Thy Will Be Done

#novelMetropop dengan karakter tokoh dari kalangan selebritis
Rainbow and Ocean ; The Wanker ; The Devil In Black Jeans ; Celebrity Wedding ; Runaway Run

#novelMetropop terbit tahun 2019
90 Hari Mencari Suami ; Mencari Simetri ; You Really Got Me

#novelMetropop yang sudah/akan diadaptasi menjadi film/TV Series
Winter In Tokyo

#novelMetropop berupa kumpulan cerita/novela
Pagi Ini, Di Seberang Jalan Ini

#novelMetropop dengan judul Bahasa Indonesia
Disonansi ; Pasangan (Jadi) Jadian ; Langit Penuh Daya

#novelMetropop ditulis lebih dari satu pengarang
Teater Boneka ; Wonder Woman

#novelMetropop dengan nama tokoh pada judulnya
Alita @First ; That Summer ; Langit Penuh Daya ; Kepada Gema

#novelMetropop dengan kover terdapat gambar aksesori fesyen (tas, topi, sepatu dan sebagainya)
Crash Into You ; Dimi is Married ; Sweetly Broken ; Dangerous Love ; My Partner ; It Takes Two To Love ; Ti Amo, Tia Amoria ; Love, Hate & Hocus-Pocus ; 90 Hari Mencari Suami ; Mencari Simetri

#novelMetropop terbit sebelum 2010
Bellamore ; Pink Project ; Say No To Me ; Pasangan (Jadi) Jadian ; Langit Penuh Daya

#novelMetropop dengan judul satu kata
Disonansi ; If

#novelMetropop debutan (termasuk dari pengarang yang telah menerbitkan novel dari genre lain)
Just The Three of Us ; Say No To Me ; Soulmate.com ; That Summer

#novelMetropop dengan tokoh utama telah memiliki anak
I Hate Rich Man ; Ti Amo, Tia Amoria

#novelMetropop dengan kover warna merah, kuning, hijau atau biru
Alita @First ; Mission D'Amor ; My Partner ; Rainbow and Ocean ; The Devil In Black Jeans ; Thy Will Be Done ; Crash Into You

#novelMetropop dengan judul dimulai dengan huruf "S"
Soulmate.com ; Sweetly Broken

#novelMetropop dari pengarang yang hanya menerbitkan satu novel metropop itu saja
Life in Flux ; Just The Three of Us ; Soulmate.com 

#novelMetropop dari pemenang dan juara harapan Lomba Metropop Be a Writer 2006
Metamorfosa Oase

Selasa, 31 Desember 2019

[Review] Wander Women

0



Wander Woman
Nina Addison, Irene Dyah, Fina Thorpe-Willett, dan Silvia Iskandar
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tebal 360 Halaman
Tahun Terbit 2016
@iPusnas


Blurb

"Tolkien mengatakan,“Not all those who wander are lost.” Tidak semua orang yang berkelana kehilangan arah. Tanyakan saja pada Arumi, Cilla, Sabai, dan Sofia—empat sahabat yang terpencar di berbagai negara. Dalam cerita mereka yang terinspirasi dari kisah nyata ini, “tersesat” punya makna berbeda. For them, home is never a place, but people—and sometimes even suitcases.

Kisah mereka bergulir dengan menarik dan membuat saya sebagai pembaca tak sabar untuk membalik setiap lembarnya. Inspiratif dan membuka wawasan! —Rina Suryakusuma, penulis novel Gravity dan Falling The best mother is the mother who adapts.

Melalui keseharian empat sahabat ini, kita diajak mengingat salah satu kunci utama menjalankan peran seorang ibu: adaptasi. —Prameshwari Sugiri, Pemimpin Redaksi & Pemimpin Komunitas Ayahbunda & Parenting Indonesia

Kisah para istri yang “dipaksa” hidup nomaden ini membuka mata mengenai budaya dan gaya hidup di luar Indonesia, dilihat dari kacamata orang-orang Indonesia. —Susan Poskitt @pergidulu, travel writer"

Review

Sejujurnya saya agak kurang paham termasuk jenis apa buku yang saya baca ini. lol
Dikatakan novel juga bukan, dikatakan cerpen iya mungkin. Tapi di bukunya sendiri tidak dikatakan dengan jelas siapa yang menceritakan siapa. Satu hal yang saya bisa dikatakan membaca buku ini sangat menyenangkan. Karena yah jujur saja saya termasuk yang penasaran bagaimana rasanya bisa tinggal di luar negeri.
Membaca Wander Woman juga membuka wawasan saya bahwa tinggal di luar negeri memang tidak semudah itu. Apalagi kita yang sudah terbiasa tinggal di Negara 2 musim dan perbedaan budaya yang sangat berbeda. Intinya sih di manapun kita tinggal syukuri saja dan kita harus siap-siap untuk bisa beradaptasi.
Bacaan menarik. Selamat membaca.

[Review] Teater Boneka

0




Teater Boneka
Emilya Kusnaidi, Orinthia Lee, Ayu Rianna
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tebal 320 Halaman
Tahun Terbit 2014
@iPusnas

Blurb
Teater Boneka Poppenkast terancam tutup!
Jumlah penonton yang semakin menyusut membuat Erin berjuang keras membuat cerita-cerita baru untuk dimainkan di teater boneka yang ia warisi dari sang kakek. Tapi ini bukan pekerjaan mudah. Erin merasa tak ada yang memahami cita-citanya, termasuk Robert, kekasihnya.
Hingga Erin bertemu Awan, lelaki dengan latar belakang misterius yang memaksa bekerja di Poppenkast tanpa meminta bayaran. Dukungan lelaki itu terhadap kelangsungan teater boneka membuat Erin jatuh hati.
Namun Awan ternyata menyimpan rahasia masa lalu yang membuatnya harus bersembunyi di Poppenkast. Saat rahasia lelaki itu terungkap, ternyata dia bukan orang yang selama ini dikira Erin. Hingga Awan akhirnya harus memilih antara menyelesaikan persoalan masa lalunya atau terus bersama Erin.

Review

Teater Boneka menceritakan tentang Erin yang mewarisi Teater Boneka Poppenkast dari sang Kakek. Masa kecil Erin dihabiskan di Teater Boneka Poppenkast oleh karena hal itulah Erin merasa warisan yang diberikan sang Kakek sangat berharga. Erin sampai rela keluar dari pekerjaan dulu demi mengurus Teater Boneka Poppenkast yang terancam ditutup. Erin tidak mau hal itu terjadi, berusaha yang dia mampu adalah jalan satu-satunya agar Teater Boneka Poppenkast tetap bisa berdiri. Kenyaataannya memang tidak semudah itu disaat kepopuleran Teater Boneka Poppenkast mulai pudar tergerus oleh zaman. Hiburan gawai lebih dipilih oleh anak-anak yang seharusnya menonton pertunjukkan boneka.
Masa kecil saya sendiri tidak pernah dihabiskan dengan menonton pertunjukkan boneka seperti Erin. Hal ini agak membuat saya iri, sebenarnya. Sampai setua ini pun saya belum pernah melihat langsung pertunjukkan boneka. Semoga suatu hari nanti bisa diberi kesempatan. Membaca novel ini agak mengobati rasa penasaran saya bagaimana sih pertunjukkan boneka di teater boneka. Apalagi Erin sangat antusias dan menceritakan dengan detail tentang teater boneka yang dimilikinya. Walau hal ini malah membuat novel ini terasa lambat dan berbelit-belit.
Saya sendiri mulai merasakan antusias membaca novel ini adalah ketika kemunculan keluarga Awan. Pria muda yang tiba-tiba datang ke gedung teater boneka Erin. Dan dengan sedikit memaksa meminta Erin menyetujui permintaannya menjadi pegawai di gedung Teater Boneka Poppenkast. Cerita Erin terasa hidup dan membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Saya terlalu penasaran dengan sosok Awan yang sangat misterius.
Akhir cerita Erin sebenarnya sangat realistis walau entah lah, saya merasa akhir yang diberikan oleh para penulis terlalu terburu-buru. Saya cukup puas dengan keputusan yang diberikan tentang nasib Teater Boneka Poppenkast Erin. Tema yang baru yang cukup menarik untuk saya. Selamat membaca.

Rabu, 25 Desember 2019

[Review] Winter In Tokyo

0




Winter in Tokyo
Ilana Tan
Penerbit GPU
Tahun terbit 2016
Tebal 328 halaman
@iPusnas


Blurb
Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahanmungkin sejak malam Natal aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.

Keiko tentang Kazuto
Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.

Kazuto tentang Keiko
Mereka pertama kali bertemu pada awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun mulai terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya...

Review

Membaca novel yang sangat kita sukai rasanya sangat berbeda sekali. Saya tidak ingat kapan terakhir kali membaca Winter in Tokyo, mungkin 4-5 tahun lalu. Tapi rasa-rasanya baru kemarin saya baca. Rasanya hampir tiap lembar yang say abaca masih saya ingat dengan jelas, Keiko akan seperti ini, Kazuto akan seperti ini. Jarang terjadi bagi saya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa saya sering sekali mengulang-ulang membaca novel penulis kesayangan ini.
Sekitar tahun 2016 kemarin, novel ini sudah diangkat ke layar lebar. Walau berat harus saya akui bahwa sampai saat ini saya belum menonton film adaptasi novel ini. Alasan saya waktu itu karena saya kecewa dengan pilihan pemeran Kazuto. Tokoh favorit saya ini.
Karena itulah saya tidak bisa membandingkan bagaimana versi novel dan adaptasinya. Biarlah yang saya bahas hanya kesan setelah menamatkan kisah Keiko dan Kazuto.
Perasaan saya masih sama, saya masih jatuh cinta pada Kazuto. Sifat manis Kazuto pada Keiko masih membuat saya tergila-gila dan masih berharap punya tetangga sebaik Kazuto. Semoga ya segera dipertemukan seperti Keiko dan Kazuto. He he he.
Akhir kata, saya masih sanggup membaca ulang novel ini hingga kapan pun. Saya masih menyukai tulisan Ilana Tan yang sederhana dan manis ini. Semoga segera ada cerita baru dari penulis. Walau karya-karya baru beliau masih belum sesuai harapan tapi saya akan selalu menunggu.

[Review] Mencari Simetri

0




Mencari Simetri
Annisa Ihsani
Penerbit GPU
Tahun terbit 2019
Tebal 240 halaman
@GramediaDigital

Blurb
Menjelang usia kepala tiga, April merasa gamang dan kehilangan arah. Ia memiliki karier yang nyaman, tapi tidak bisa dibanggakan. Punya banyak teman, tapi mereka sibuk dengan keluarga masing-masing. Dekat dengan Armin, tapi tak pernah ada kejelasan. Belum lagi menghadapi keanehan Papa yang terus menerus melupakan hal sepele.
Enam tahun April terjebak dalam hubungan yang rumit dengan Armin. Entah salah satu dari mereka punya pacar, atau memang sudah terlalu nyaman berteman. April tetap tak mampu melepaskan Armin sebagai sosok pria ideal.
Saat menemani Papa melalui serangkaian tes medis, Lukman hadir. Pria itu menawarkan kehidupan yang mapan dan hubungan serius.
April berusaha mencari cara untuk menyeimbangkan hidupnya kembali. Dan cara untuk menemukan simetri hatinya. Memilih hidup bersama Lukman, atau menunggu Armin entah sampai kapan.


Review
Friendzone. Itulah yang dirasakan April. Bertahun-tahun setia di sisi Armin tidak juga menjadikannya sebagai gadis yang istimewa di mata Armin. Sangat disayangkan memang. Tapi mau bagaimana, itulah kejamnya cinta bertepuk sebelah tangan. April yang merasa gundah dengan perasaannya harus berurusan dengan penyakit ayahnya. Lengkap sudah hidup merana April. Yang disayangkan di sini juga adalah April tidak mempunyai teman berbagi segala kesengsaraannya. Kebanyakn April pendam sendiri. Saya sangat merasakan bagaimana perasaan April. Menemukan teman sejati yang mau mendengar keluh kesah kita sangatlah sulit.
Kesempatan April untuk melupakan Armin dating sebenarnya. Tapi, siapa yang bisa memaksa kehendak hati. Lagi-lagi hati April tidak bisa memuluskan proses melepaskan Armin.
Kegundahan April hamper dirasakan semua orang. Tekanan batin yang dirasakan April sangat baik digambarkan oleh penulis. Itu juga yang menjadi alasan saya menikmati membaca Mencari Simetri.
Novel ini adalah debut novel penulis di lini metropop dan juga novel ke-3 yang ditulis oleh penulis. Menjadi novel ke-3 pula yang saya baca dari karya penulis. Sejauh ini saya menyukai gaya tulisan yang digunakan penulis tetapi sampai saat ini saya tidak pernah menyukai cara penulis mengakhiri cerita yang ditulisnya. Akhir realistis yang dipilih penulis memang sudah sesuai dengan karakter April. Hanya saja tidak sesuai dengan saya pribadi.
Semoga saya masih berkesempatan untuk berjumpa dengan karya penulis lainnya dan diberi akhir memuaskan versi saya. Semoga. Selamat membaca.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com