Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2016

[Review] Love In The Blue City

4


Judul : Love in Blue City
Pengarang : Irene Dyah
Tahun Terbit : Cetakan I, Mei 2016
Penerbit : GPU
Jumlah Halaman : 240 hal
Kategori : Romance
ISBN : 978-602-03-2865-2
Harga : Rp. 59.000,-
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Sebagai pencinta warna biru, mengunjungi Chefchaouen—Blue City negeri Maroko—adalah impian bagi Nada Aleema Shahrir. Pucuk dicinta ulam tiba, abangnya berencana berbulan madu ke Maroko dan menawarinya ikut serta.
Tentu saja Nada girang. Di kota cantik itu dia berharap bertemu kembali dengan Haykal Baztar Malik, pria yang sekian lama diam-diam sulit diusir dari hatinya.
Tak dinyana, setiba di sana, sebuah paket istimewa menunggu Paket istimewa itu bernama Noemie Anderson.
Seorang model sekaligus pengusaha. Lahir dari rahim seorang wanita Maroko yang menikahi pria berdarah Eropa.
Berpenampilan ala Kendall Jenner versi Timur Tengah, plus baik hati, cerdas, dan lucu. Noemie mendatangi Nada lantaran ingin kembali mengenal Islam. Mana mungkin Nada menolaknya?
Masalahnya, Noemie melekat pada Haykal seperti lintah.
Mereka adalah partner kerja sekaligus kawan lama. Mau tak mau, kehadiran Noemie adalah ganjalan bagi Nada yang menyimpan asa pada Haykal, yang menurut Rania, sahabatnya, adalah buaya darat/playboy cap tikus busuk/serigala berkedok hamster.
Dihujani perhatian Haykal yang memabukkan, dikepung Kota Biru yang romantis, apakah Nada masih cukup waras untuk menentukan keputusan?

******

Tidak ada yang salah pada diri Nada ketika dirinya kecewa pada Haikal. Bagaimana tidak? Nada sudah menantikan sekian lama untuk bertemu dengan Haikal. Di Kota Biru impiannya, ketika Haikal memilih untuk selalu bersama Noemie.
Nada yang memiliki gengsi besar tentunya tidak secara terang-terangan membenci Noemie. Apa lagi Noemie ingin mengenal Islam dari dirinya. Noemie ingin mengenal Islam secara mendalam lewat Nada yang dirasanya religius tidak seperti Haikal. 
Nada harus menata hatinya jika tidak ingin patah hati. Apa lagi sikap Haikal yang sangat tidak berperasaan yang selalu menggoda Nada. Membuat emosi Nada terkadang tidak stabil.
Perjalanan Nada di Kota Impiaannya seakan hancur sudah. Keinganan Nada hanya satu, lebih baik dia pulang ke tanag air daripada harus patah hati.

******

Saya masih meraba-meraba apakah memang sudah direncanakan sejak awala semua tokoh utamanya muslim. Keterbatasan bacaan saya dalam seri Around The World belum mampu menjawab pertanyaan saya. Karena unsur Islamnya kuat buku ini bisa dikatakan novel religius, tapi dibilang novel religius pun bukan. Karena saya berani taruhan pembaca nonmuslim pun tidak akan terganggu dengan kenyataan tokoh utamanya seorang muslim.
Saya langsung menyukai Love In The Blue City semenjak membacanya. Dan dibuat penasaran dengan pertemuan awal Nada dan Haikal. Inilah yang saya benci tentang novel berseri. Selalu ada yang hilang ketika saya membacanya dengan tidak berurutan. Walau begitu tidak terlalu masalah memang. Hanya pertemuan pertama mereka berdua yang hilang.
Di awal saya benci sekali denga Haikal. Tega sekali dia bercentil ria dengan Noemie di saat ada Nada. Saya pun ikut merasa cemburu sama seperti Nada. Namun, lambat laun saya mulai menyukai Haikal. Ternyata Haikal tidak seburuk itu. Bisa juga dirinya bersikap manis. Ah, saya pun mulai jatuh cinta dengannya. xD
Well, semoga saya diberi kesempatan untuk bisa mencicipi seri lainnya. Karena saya beneran mulai jatuh cinta dengan setiap tokohnya. Dan penasaran dengan tokoh-tokoh lainnya. Dan kunjungan ke negara mana lagi. Semoga. 

[Review] Love In Edinburgh

0


Judul : Love in Edinburgh
Pengarang : Indah Hanaco
Tahun Terbit : Cetakan I,  2015
Penerbit : GPU
Jumlah Halaman : 240 hal
Kategori : Romance
ISBN : 978-602-03-0930-9
Harga : Rp. 58.000,-
Rating : 3/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim




Katya adalah karyawati toko kue di Edinburgh yang aktif sebagai relawan di beberapa badan amal. Sementara Sebastian adalah pemilik perusahaan parfum yang sedang menyiapkan masa depan bersama kekasihnya.
Lewat sebuah reality show berjudul Underground Magnate, keduanya bertemu. Sejak awal, mereka punya banyak perbedaan. Katya, muslimah yang menemukan Tuhan justru saat berada jauh dari kota kelahirannya, Jakarta. Sebastian, pria Yahudi yang cenderung menjadi islamophobia usai ibunya menjadi salah satu korban runtuhnya gedung WTC.
Namun, ada terlalu banyak hal tak terduga yang terjadi.
Reaksi kimia di antara mereka terlalu kuat untuk diabaikan.
Ketika akhirnya Katya dan Sebastian punya kans untuk bersama, dosa masa lalu menghantui keduanya, menuntut penyelesaian. Bisakah cinta membuat mereka tetap bertahan?

******

Sejak mendengar kabar mendengar kabar bahwa GPU akan menerbitkan novel romens seri Around The World saya lumayan penasaran. Tetapi belum cukup penasaran untuk segera membacanya. Dan ketika akhirnya ada kesempatan, saya tidak menyia-nyiakannya.
Hidup Katya Nefertiti berubah total ketika dia memutuskan untuk meninggalkan tanah air. Katya mencoba melarikan diri dari masa lalu yang membelenggunya. Yang Katya inginkan dia harus segera pergi secepatnya. Sebelum keberaniannya hilang. Katya tidak sengaja memilih Edinburgh sebagai destininya.
Di Edinburgh Katya menemukan kehidupan yang lebih baik. Tidak terkekang seseorang yang menyakitinya. Dan juga menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Tuhan. 
Novel ini memiliki kisah tentang Katya yang berjuang melawan masa lalunya. Dan Sebastian yang berusaha mencari arti sebenarnya sebuah pernikahan.
Saya tidak pernah menyangka bahwa penulis akan menonjolkan agama di dalam kisah Katya. Katya digambarkan sebagai seorang muslim. Diceritakan juga bagaimana sulitnya seorang muslim beribadah. Mengingat bagi kalangan luar Islam identik dengan teroris. Kebencian sekitar pada Katya pun ditonjolkan dengan jelas. Seperti ketika pertemuan awal Sebastian dengan Katya. Sebastian merasa benci setelah melihat Katya salat. Yang ada di pikiran Sebastian orang Islam adalah yang membunuh ibunya. Sikap sinis yang terang-terangan pun tidak dianggap permusuhan oleh Katya. Penulis begitu baik menyelipkan sikap moral dengan tidak melawan kesinisan dengan kesinisan. Katya sendiri maklum dengan sikap Sebastian. Dan dia masih bersikap ramah walau Sebastian bersikap sinis.
Tanpa paksaan Sebastian pun akhirnya luluh pada Katya. Siapa pula yang akan tahan bersikap sinis ketika tahu Katya adalah orang yang paling baik dan ramah.
Dimulailah kedekatan mereka berdua. Walau Sebastian masih menyangkal ketertarikannya. Sebastian sendiri saat itu masih bertunangan. Dan dirinya yang beragama Yahudi tahu Katya tidak akan mau bersama dirinya karena perbedaan agama.
Saya cukup menikmati segala hal yang ada di buku ini. Bisa dibilang alurnya lambat. Kedekatan antara Sebastian dan Katya terasa natural dan tidak terburu-buru. Lambat laun perasaan mereka berdua mulai tidak dapat dibohongi satu sama lain. Sampai akhirnya mereka berdua sadar bahwa saling peduli satu sama lain.
Yang mengganjal di hati adalah terlalu banyak konflik di akhir buku. Seakan-akan masih kurang cukup masalah masa lalu Katya yang belum selesai ditambah masa lalu Sebastian. Saya merasa bagian ini yang terlalu drama. Banyak sekali masalah yang dimunculkan yang pada akhirnya selesai begitu saja tanpa adanya penyelesaian yang berarti. Seakan-akan masalah yang muncul hanya pemanis dan biar cerita tambah rame.
Overall, tulisan penulis yang selalu saya sukai membuat saya menikmati membaca cerita Katya dan Sebastian. Dan menjadi permulaan bagi saya untuk penasaran membaca seri lainnya.

Kamis, 29 September 2016

[Review] Fight For Love

0


Judul : Fight For Love
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 228 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 50.000,-
ISBN : 978-602-216-003-8
Rating : 5/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Sekolah yang klub basketnya vakum bagi Starlet Annabelle seperti padang pasir tanpa oasis.
Eh ...,Omong-omong Starlet Annabelle itu aku.
Basket adalah hidupku dan aku ingin berprestasi melalui olahraga itu, tapi apa daya, klub basketku bubar setelah pelatih kami menikah dan pindah ke Jepang.
Aku sudah mengusahakan nyaris semuanya, tapi rasanya sia-sia. Aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membangkitkan klub basket ini kembali.
Dan seolah semuanya belum cukup menyebalkan, rumahku terkena invasi dua turis Jepang: Ryuuichi dan Hikari.
Apa lagi yang lebih buruk dari ini?

*****

Membaca Figh For Love, seakan-akan diingatkan kalau dulu saya pun sama-sama menggemari Negara Jepang seperti Orizuka. Dulu pun saya mempunyai keinginan untuk bisa memiliki suami orang Jepang asli. Ah, keinginan itu pun masih ada sampai sekarang walau tidak semenggebu-gebu dulu.
Membaca kisah Starlet yang bertemu cowok Jepang keren pun tak luput membuat saya iri. Kepengin sekali mempunyai kisah seperti Starlet yang bertemu Ryuu. Hubungan Starlet dan Ryuu di awal cerita memang tidak terlalu baik. Starlet selalu merasa Ryuu menginvasi rumahnya. Bagaimana tidak? Keadaan rumahnya menjadi gila sejak kedatangan Ryuu. Orangtua Starlet memaksa dirinya untuk bertingkah seperti orang Jepang. Demi menghormati Ryuu dan adiknya, Hikari.
Cara Orizuka dalam bercerita sangat menghibur. Saya dibuat senyum-senyum sendiri dengan segala tingkah konyol keluarga Starlet. Ditambah Starlet yang selalu ketus menanggapi semua tingkah konyol keluarganya. Saya nggak bisa bisa nggak mengamini sikap ketus Starlet. Karena memang terkadang keluarga Starlet terlalu berlebihan hanya demi memuaskan tamu mereka. Pokoknya ada saja tingkah mereka yang membuat saya ngakak.
Saya tidak pernah gagal menyukai tulisan Orizuka. Novel ini pun sama. Saya nggak menyesal membaca bacaan yang begitu menghibur. Pastikan untuk menyempatkan membaca novel ini. Dijamin seru. Selamat membaca.

[Review] Pulang

0



Judul : Pulang
Pengarang : Leila S. Chudori
Tahun Terbit : 2013
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Kategori : Fiksi Sejarah, Romance
Tebal : 464 halaman
ISBN : 9789799105158
Harga : Rp. 70.00,-
Rating : 4/5
Dapat dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim

Paris, Mei 1968.
Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto
Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana.
Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.
Mei  1998.
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, menyatakan keinginannya untuk ke Indonesia dan merekam pengalaman keluarga korban tragedi September 30 sebagai tugas akhir kuliah. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan Ayah dan kawan-kawan ayahnya. Bersama Segara Alam, putera Hananto Prawiro, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.
Pulang adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.

********

Membaca novel bergenre Historical Fiction memang jarang saya lakukan. Saya sendiri ragu ada tidak yang sudah dibaca. Makanya ketika ada tantangan membaca buku-buku fiksi sejarah saya sempat kebingungan. Untungnya ketika mencari saya diberitahu bahwa novel Pulang adalah bergenre fiksi sejarah.
Banyak sekali yang saya dapatkan dari membaca novel Pulang. Dari novel ini saya merasakan bagaimana suasana mencekam Indonesia dulu. Dan, sejarah Indonesia memang benar-benar sesuram yang sudah diceritakam buku-buku sejarah yang saya baca sewaktu masih di bangku sekolah.
Seperti blurp di belakang novel ini ada tiga setting yang digunakan Indonesia pada tahun 1968, Paris tahun 1968 dan Indonesia 1998. Suasana mencekam ketika isu kemunculan Partai Komunis di Indonesia.
Bagi beberapa orang mungkin peristiwa G30S hanya peristiwa yang dibaca dari buku sejarah. Berbeda dengan seseorang yang mengalami langsung imbas dari peristiwa tersebut. Contohnya para keluarga yang memiliki hubungan dengan para anggota PKI. Bukan sesuatu yang baik ketika setiap hari merupakan teror.
Seram. Itulah yang saya rasakan. Saya pribadi ragu apakah saya tidak akan menjadi tukang menuduh seperti kebanyakan orang. Para keluarga yang memiliki hubungan darah dengan PKI selalu masih dihubung-hubungkan. Walau aslinya mungkin mereka tidak tahu apa pun. Kesalahan mereka cuma satu. Memiliki hubungan darah. Tapi perlakuan masyarakat Indonesia sangat tidak adil. Saya merasakan kesedihan mereka. Saya sangat merasakan ketidakadilan yang dirasakan mereka. Mereka sama-sama warga Indonesia tapi diskriminasi masih selalu ada. Hal ini lah yang diangkat oleh penulis. Para korban yang tidak berdaya di hadapan para penguasa. Walau ironisnya zaman sekarang pun masih ada. 
Adalah Dimas, Risjaf, Nugroho dan Tjai. Empat pemuda yang berprofesi sebagai wartawan yang kebetulan sedang melakukan pertemuan di luar negeri ketika Indonesia sedang bergejolak. Entah dikatakan nasib baik atau buruk ketika mereka berempat terdampar di negeri orang daripada mati di negeri sendiri. Mereka berempat saling bahu-membahu dan menguatkan masing-masing untuk saling bertahan. Harapan mereka semua hanya satu, pulang di saat yang tepat ketika Indonesia dirasa aman. Namun, mereka tahu harapan itu sulit diwujudkan. Mereka harus menunggu puluhan tahun hanya untuk pulang. Mereka hanya bisa menggenggam harapan tipis itu. Dan, demi menutup rasa rindu mereka, didirikan lah restoran Tanah Air. Agar Paris tidak terasa sesak. Ketika rindu kampung halaman mendera.
Ah, membaca novel Pulang membuat saya terharu. Adakalanya saya tehibur dengan kelakuan 4 sekawan yang katakanlah nyeleneh. 
Yang membuat saya bingung dan merasa aneh mungkin dari sudut pandang yang digunakan penulis. Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Banyak sekali sudut pandang orang pertama yang dimunculkan. Yang menurut saya malah jatuhnya seperti dipaksakan. Terlalu banyak membaca dari banyak sudut pandang membuat saya seperti membaca jurnal. Apa lagi tiap pergantian sudut pandang, gaya bahasa yang digunakan pun juga berbeda. Entahlah, itu mungkin seninya sang penulis.
Bagian yang saya sukai ketika cerita sampai pada tahun 1998. Dimana menceritakan tentang generasi kedua para korban peristiwa G30S. Saya sangat menyukai ketika tokoh Lintang Utara, putri Dimas, dimunculkan. Mungkin di situlah baru konflik novel Pulang. Para 4 sekawan yang sangat merindukan Indonesia akhirnya bisa mengirim seseorang untuk menjadi mata mereka. 
Tokoh yang saya sukai entah kenapa adalah Segara Alam. Sejak kemunculan dia ketika berdebat dengan Lintang saya langsung jatuh cinta. Memakai istilah Dimas dan Lintang "Le Coup De Froudre". Sosok Alam langsung begitu saja mencuri hati saya.
Well, membaca novel Pulang sangat menarik bagi saya. Melihat bagaimana dulu Indonesia dari sudut pandang lain. Membuat saya lagi-lagi banyak belajar. Bahwa sejarah memang sangat penting. Bagi yang belum pernah membaca buku fiksi sejarah, novel pulang menjadi pilihan tepat untuk mencoba. Selamat membaca

Sabtu, 24 September 2016

[Review] Me and My Prince Charming

0


Judul : Me and My Prince Charming
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 188 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 55.000,-
ISBN : 978-602-216-002-1
Rating : 2/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Andromeda Arastya adalah cowok yarig baru saja dinobatkan sebagai The Most Wanted Male di sekolahku.
Selain superimut, dia juga keren, jago main basket, populer; pokoknya segalanya yang membuatnya berhak atastitel itu.
Lalu, suatu hari, keajaiban terjadi. Aku, Cherry Danisha, berhasil pacaran dengannya!
Kupikir aku beruntung, tapi nyatanya, pacarku itu adalah cowok yang sama sekali tidak romantis. Dia tak pernah mau berduaan denganku. Dia bahkan tidak pernah duduk denganku di kantin!
Karenanya, kabar kalau aku pacaran dengannya dianggap akal-akalanku belaka. Tidak ada seorang pun yang percaya kalau kami berpacaran. Aku pun jadi bingung. Sebenarnya, bagaimana perasaannya terhadapku?
Apa yang harus kulakukan untuk mengetahuinya?

*********

Membaca cerita Cherry dan Andros memang bukan pengalaman yang mengasyikkan. Pasalnya saya kesal dengan kesabaran Cherry yang mau berpacaran dengan Andros yang cuek. Cherry hanya sibuk dengan perasaannya sendiri. Dia tidak peduli seandainya Andros tidak mencintainya. Yang penting Andros yang cute mau jadi pacarnya.
Yah, cinta memang buta kan? Di lihat pun sudah jelas nggak capek apa punya pacar yang lebih peduli main PS ketimbang ngobrol dengan sang pujaan hati.
Sepanjang cerita saya dihadapkan dengan ketidakpedulian Andros. Andros seakan lupa bahwa dirinya punya pacar. Apa sebebal itu kah?
Sikap Cherry yang serba menerima dan serba maafin semua ketidakpedulian Andros membuat saya pengin berhenti baca. Ada saja alasan Cherry untuk lagi-lagi luluh dengan pesona Andros.
Demi menambah keramaian kisah pelik Cherry, muncul lah Alfa. Sosok misterius yang tiba-tiba selalu hadir dalam hidup Cherry. Selalu membantu Cherry menghadapi dilema hidupnya.
Hingga masa lalu menguak semua alasan Andros kurang peduli sama Cherry.
Karena Orizuka adalah penulis favorit saya, tetap saja saya menikmati membaca cerita Cherry dan Andros. Walau sambil marah-marah tentunya. Karena ini novel debut penulis, wajarlah kalau ceritanya masih labil. Kesan yang saya dapatkan setelah membaca novel ini biasa-biasa saja.
Well, jika penasaran tidak ada salahnya untuk mencoba mencicipi novel debut penulis. Selamat membaca.

[Review] 17 Years Of Love Song

0



Judul : 17 Years of Love Song
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan II,  2015
Penerbit : Puspa Populer
Jumlah Halaman : 268 hal
Kategori : Romance, Tragedy
ISBN : 978-979-214-007-8
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Saat itu, aku hanya berumur tujuh belas tahu. Orangtuaku memutuskan untuk bercerai, dan aku harus memilih satu di antara mereka.
Aku memilih Mama karena dia sudah tidak memiliki siapa pun lagi. Kakek dan Nenek sudah meninggal, dan rumah ini adalah warisan mereka.
Aku tak pernah menyesal memilih Mama. Yang aku sesalkan, kenapa rumah ini harus berada di kampung seperti ini.
Saat itu, aku tidak benar-benar menyangka kalau kampung ini adalah tempat semua kehidupanku dimulai.

********

Baru kali ini saya membaca novel dengan gaya bahasa yang lambat dan suram. Entahlah, itu kesan yang saya rasakan. Lambat sekali. Tapi bukan dalam arti jelek.
Ceritanya sendiri dibuka ketika Leo dan ibunya harus pindah ke kampung halaman ibu Leo. Leo lebih memilih bersama ibunya ketika perceraian itu harus terjadi. Padahal Leo sama sekali tidak ingin pindah ke Purwakarta. Leo masih mencintai Jakarta. Karena di Jakarta impian Leo yang ingin menjadi pemain baseball profesional dapat diwujudkan.
Leo yang merasa belum siap pun merasa ogah-ogahan untuk berangkat sekolah. Apa lagi jarak sekolah dari rumahnya sangat jauh. Leo terpaksa menerima tawaran ibunya untuk bersepeda tiap berangkat sekolah.
Leo yang tidak bersemangat berangkat sekolah menutup diri dari teman-teman barunya. Hingga Leo bertemu dengan Nana. Gadis yang tidak sengaja ditemui Leo saat bermain baseball menghabiskan waktu istirahat.
Ada yang istimewa tentang tokoh Nana ini. Tidak seperti kebanyakan tokoh utama yang serba sempuran, Nana tidak. Nana gadis berkursi roda. Nana mengalami kelumpuhan ketika menolong seorang anak yang tidak bisa turus dari pohon. Kecelakaan yang dianggap konyol bagi saya dan Leo.
Hubungan Nana dan Leo terkesan seperti instalove, tapi tidak. Hari demi hari hubungan mereka semakin dekat. Baik Leo maupun Nana merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa di antara mereka berdua. Walau keterbatasan Nana menjadi penghalang besar. Apa lagi Leo pun bilang bahwa impiannya tidak akan tercapai jika dia tinggal di Purwakarta.
Saya sangat sangat menikmati membaca tiap kalimat yang ditulis Orizuka. Terasa sekali semua emosi tiap tokohnya. Membuat saya pun sangat larut. Kadang saya tersenyum. Kadang saya malah merasa hancur. Sangat campur aduk.
Akhir yang diberikan penulis sama sekali bukan tipe kesukaan saya. Saya selalu menduga-duga dan berdoa jangan seperti itu, karena di prolog pun saya sudah tahu akan seperti apa akhirnya nanti. Kalau bukan Orizuka yang menulis  novel ini sudah dari prolog saya langsung berhenti membaca.
Namun, saya bersyukur bisa membaca novel ini. Dari Leo dan Nana saya belajar bahwa tidak ada yang namanya kesempurnaan. Saya pribadi tidak tahu akan bersikap seperti apa ketika memiliki kekasih ataupun teman yang cacat seperti Nana. Satu kata yang pasti memang canggung. Cinta Leo pada Nana begitu membuat saya iri. Leo sangat tulus mencintai Nana.
Ah, novel yang bagus. Berharap semua orang bisa tahu bahwa ada tulisan Orizuka yang mengaharu-biru. Selamat membaca.

Minggu, 18 September 2016

[Review] Jodoh Terakhir

0

Judul : Jodoh Terakhir 
Pengarang : Netty Virgiantini
Tahun Terbit : Cetakan I Juli 2010
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman :192 hal
Kategori : Romance, Dewasa
Harga : Rp. 30.000,-
ISBN : 978-979-22-5969-8
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim



"Minggu depan kamu harus menikah! Kalau tidak, kamu boleh angkat kaki dari rumah ini!"
Neyna terkejut setengah mati ketika Bapak mengultimatumnya seperti itu. Umurnya memang sudah kepala empat dan status masih lajang, tapi itu kan nggak berarti kiamat! Namun entah kenapa hari-hari ini seolah seluruh dunia berkonspirasi melawannya hanya karena statusnya. Mulai dari dianggap aib keluarga, dikejar mantan pacar yang sudah menikah, sampai dituduh mengganggu rumah tangga orang! Uhhh.
Neyna percaya jodoh ada di tangan Tuhan. Tadinya ia mau menolak perjodohan yang disodorkan begitu saja ke hadapannya. Namun ia kemudian sadar, orangtuanya hanya bermaksud baik. Dan mungkin, mungkin, sudah saatnya ia patuh pada keinginan orangtuanya demi membahagiakan mereka.
Tapi siapa sih sebetulnya laki-laki misterius yang berniat menikahinya? Kenapa Bapak dan Ibu begitu percaya pada ketulusan laki-laki ini tapi tidak mau memberitahukan jati diri laki-laki itu padanya? Hmm... Asli, Neyna betul-betul
penasaran!

**************

Aw, novel ini beneran bikin baper sebaper-bapernya. Bikin perasaan saya berbunga-bunga juga. Dan membuat saya semakin percaya kalau urusan jodoh memang hanya Tuhan yang tahu.
Neyna selama ini merasa hidupnya bahagia, walau umurnya yang sudah 40 tahun tapi belum juga menikah. Neyna tidak pernah sekalipun mempermasalahkan statusnya sebagai perawan tua. Usut punya usut ternyata 10 tahun yang lalu hubungan Neyna dengan pacarnya kandas karena perbedaan keyakinan. Selama ini Neyna patah hati. Walau Neyna saat ini memang merasa bahagia, tapi kesedihan selalu menghampiri ketika teringat masa lalu. Selama 10 tahun terakhir pun keluarga Neyna tidak hentinya menyuruh Neyna untuk melupakan masa lalu. Bapaknya selalu berusaha untuk menjodohkan Neyna. Dan selalu berakhir dengan kegagalan. Sampai akhirnya orangtua Neyna mengultimatum Neyna untuk memilih menikah atau diusir dari rumah dan putus hubungan keluarga.
Neyna tidak bisa memilih. Kalau sekadar diusir dari rumah, Neyna masih sanggup. Ada kios persewaan bukunya yang siap menampung. Lain halnya tidak dianggap anak lagi. Neyna tidak mau hidupnya kesepian. Sudah menjadi perawan tua dan tidak mempunyai keluarga.
Orangtua Neyna hanya memberi waktu selama 2 hari dalam mengambil keputusan. Di saat genting bagi Neyna, Damar, sahabat satu-satunya malah menjauh. Hidup Neyna semakin ruwet ketika Deni, mantan pacar Neyna sekaligus Kakak Damar, tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya ingin kembali menjalin kasih dengan Neyna seperti dulu.
Saya mengerti betul perasaan Neyna, karena orangtua saya pun selalu menyuruh untuk segera menikah. Usia saya yang dikatakan cukup membuat ibu saya selalu mengulang-ulang kalimat untuk segera menikah tiap ada kesempatan. Walau belum sampai seperti orangtua Neyna yang menjodoh-jodohkan anaknya.
Awalnya, saya seperti Neyna yang bertanya-tanya siapa lelaki yang melamar Neyna. Dan ikut menyalahkan orantua Neyna yang main rahasia. Tapi seiring lembar demi lembar penulis menuntun pembaca untuk dapat menebak siapa lelaki yang akan menikahi Neyna. 
Alur cerita yang diberikan penulis tidak lambat atau cepat. Semuanya berjalan dengan baik walau deretan masalah yag harus dihadapi Neyna terlalu banyak. Kayaknya terlalu berlebihan ketika hanya dalam 1 minggu sebelum dirinya menikah banyak sekali cobaan yang menghadang. Yah, walau begitu saya cukup menikmati setiap reaksi Neyna menghadapi semua masalahnya.
Penulis sangat baik sekali dalam bercerita, sangat menghibur. Sifat Neyna yang memang easy going pun membuat pembaca tidak bosan mengikuti perjalanan kegalauan Neyna sebelum menikah. Ada saja kelauan dan omongan Neyna yang membuat saya mesem-mesem sendiri. Apa lagi gaya bicara Neyna yang ceplas-ceplos membuat saya nagih, kepengin halaman novel nggak bakalan habis.
Sayangnya, cerita Neyna terlalu tipis. Saya kesal karena keburu tamat dulu. Saya masih berharap ceritanya masih berlanjut. Saya kepengin tahu kehidupan Neyna setelah menikah nanti. Bagaimana seandainya dia punya anak, walau usianya terlalu rawan. Pasti menyenangkan seandainya penulis mau membuat sekuel cerita Neyna. Apa lagi masa lalu Neyna baru disinggung sedikit. Belum ada konfrontrasi langsung dengan masa lalu Neyna.
Yah, semoga saja bakalan ada sekuelnya. Saya terlalu penasaran dan tidak terima seandainya berakhir begitu saja. Membaca novel ini pun membuat saya penasaran dengan novel lain yang sudah ditulis penulis, semoga saja ada kesempatan untuk bisa mencicipi karya lain penulis.
Sangat direkomendasikan sebagai bacaan yang bikin super baper. Selamat membaca.

Kamis, 08 September 2016

[Review] Fangirl

0




Judul : Fangirl
Pengarang : Rainbow Rowell
Penerjemah : Wisnu Wardhana
Tahun Terbit : Cetakan I, November 2014
Penerbit : Penerbit Spring
Jumlah Halaman : 456 hal
Kategori : Remaja, Romance, Young Adult,
Harga : Rp. 74.000,-
ISBN : 978-602-71505-0-8
Rating : 4/5
Bisa dibeli di Bukupedia



            Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!
Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.
Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simonn Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!
Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan FIksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.
Seolah dunianya belum terguncang, Cath masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil.
Sekarang pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

*************

Fangirl adalah novel pertama Rainbow Rowell yang saya baca. Begitu mengenal dunia Fangirl saya langsung memutuskan kalau saya pun jatuh cinta dengan tulisan Rainbow Rowell. Dan, semakin gencar keinginan saya untuk membaca karya lainnya.
Bagi saya, penulis selalu memunculkan tokoh yang unik. Saya tidak habis pikir bisa-bisanya ada tokoh seperti Cather Avery—Cath. Cath adalah gadis berusia 18 tahun. Saat ini Cath menjalani aktivitas sehari-harinya sebagai mahasiswa dan disela waktu luangnya Cath menulis fanfiksi mengenai Simon Snow. Terlihat biasa dan kemungkinan akan menjadi novel yang begitu membosankan seandainya hanya berputar seperti itu saja.
Lain halnya ketika Cath adalah gadis aneh yang bahkan lebih memilih untuk kelaparan daripada harus menanyakan letak kantin asramanya. See? Bagaimana tidak aneh? Saya pribadi pun sama seperti Cath yang susah beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi saya lebih memilih malu daripada bertindak ekstrim dan ujungnya kelaparan. Walau penyakit maag saya tidak kronis, ketika saya mengubah jadwal makan seenaknya, yang ada sepanjang hari saya akan dilanda sakit perut.
Kekuatan dalam novel ini mungkin dari tingkah aneh Cath. Saya pun walau merasa sebal dengan Cath yang serba ekstrim dalam hal apa pun, tanpa saya sadari saya mulai menyukai Cath. Sepertinya mudah bagi penulis untuk tidak memaksa pembaca menyukai tokoh Cath ini. Hari-hari yang dijalani Cath sesungguhnya sangat membosankan. Cath tidak punya teman selain teman sekamarnya, Cath tidak pernah nongkrong¸Cath hampir seharian selalu berada di kamar atau perpustakaan. Nah, apa juga yang menariknya dari hidup Cath ini?
Entahlah, semakin mengenal Cath saya semakin simpatik padanya. Saya pun semakin tahu sedikit banyak mengapa Cath menjadi pribadi aneh seperti itu. Kemungkinan yang membuat Cath seperti itu adalah masalah keluarganya. Cath dibesarkan oleh keluarga yang tidak utuh. Diusia 8 tahun ibunya meninggalkan dirinya. Cath dan Wren hanya hidup bersama ayahnya yang memiliki emosi labil. Nah, bisa apa 2 anak kecil ketika menghadapi orang dewasa yang bahkan tidak bisa mengurusi dirinya sendiri?
Banyak sekali menurutku pertanyaan-pertanyaan tentang Cath yang belum dijabarkan oleh penulis. Hanya sekadar tersirat dan pembaca diharuskan menyimpulkan sendiri. Saya sih sangat tidak menyukai model cerita seperti ini. Karena bagaimana pun saya butuh ketegasan. Saya tidak suka di-php. xD
Overall, saya sangat menyukai kisah Cath. Bagaimana Cath berdamai dengan seluruh kisah fanfiksinya, bagaimana Cath bertemu dengan seseorang yang benar-benar mencintainya, tanpa pamrih karena melihat kemampuan Cath dalam menulis fiksi. Walaupun sempat dikecewakan Cath yang aneh dan kuat berani untuk bangkit lagi. Buku yang bagus untuk dinikmati. Kisah remaja yang manis antara Cath dan pendengar cerita, Levi. :)

Rabu, 31 Agustus 2016

[Review] Dirty Little Secret

0



Judul : Dirty Little Secret
Pengarang : aliaZalea
Tahun Terbit : Cetakan I, Januari 2014
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 336 hal
Kategori : Romance, Metropop
Harga : Rp. 68.000,-
ISBN : 978-602-03-0146-4
Rating : 3/5
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi @iYogya


            MEET THE HERO
Ben Barata. Sukses dengan kariernya dan berkehidupan mapan, tapi masih merasakan kekosongan dalam hidupnya. Dan dia yakin kekosongan itu hanya bisa diisi oleh Jana, cewek yang menghilang tanpa jejak setelah hatinya dia injak-injak bertahun-tahun yang lalu. Dia bertekad untuk bertekuk lutut meminta maaf dan mendapatkan kesempatan kedua dengan Jana... Namun, bagaimana dia bisa melakukannya tanpa membuat Jana mengambil langkah seribu ketika melihatnya?

MEET THE HEROINE
Jana Oetomo. Ibu dari sepasang anak kembar yang bandelnya setengah mati dengan sebuah rahasia yang memberikan definisi baru pada ungkapan “skeletons in the closet”. Namun sepertinya rahasia itu tidak bisa tetap terkubur, terutama ketika Ben, orang terakhir yang dia inginkan mengetahui rahasia itu, tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Dan dia lebih baik mati daripada membiarkan Ben dekat-dekat dengannya lagi.

********

            Akhirnya ... Akhirnya .... Kesampaian juga baca buku ini. Sejak novel ini terbit 2014 silam, saya sudah sangat penasaran dengan dari penulis favorit saya ini. Dan, Alhamdulillah berkat aplikasi perpus gratis iYogya permohonan saya terkabul.
            Saya sudah mengikuti semua karya penulis yang sudah diterbitkan. Dan, saya tahu bahwa Dirty Little Secret adalah rangkaian cerita dengan tokoh yang saling berhubungan dari novel pertama penulis. Ugh, karena sudah lama saya hanya ingat garis besarnya saja. Bahwa tokoh Jana dalam novel Dirty Little Secret adalah sahabat Adri dan Nadia (Crash into You). Yah, pokoknya begitulah. Ingatan saya kurang begitu bagus. xD
            Semua pembaca novel aliaZalea pasti sangat penasaran dengan kisah Jana ini. Ketika Jana hanya mendapat peran sebagai sahabat tokoh utama, saya selalu bertanya-tanya mengapa suami Jana tidak pernah diceritakan. Padahal si kembar, kedua putra Jana, selalu disebut-sebut. Maka, ketika novel ini akhirnya terbit muncullah pemahaman pada diri saya pemilihan judul tersebut, Dirty Little Secret.
            Selain penasaran tentang bagaimana kisah cinta Jana. Sebenarnya saya lumayan tidak tertarik dengan kehidupan Jana seandainya benar-benar dijadikan buku tersendiri. Waktu itu saya lebih tertarik dengan kisah cinta Nadia. 
            Sesuai judulnya, ada rahasia yang disembunyikan oleh Jana. Rahasia yang menurut Jana nggak penting, mengingat sudah bertahun-tahun Jana hampir melupakan rahasia itu. Rahasia dari kebodohan masa mudanya. Namun, lain halnya ketika rahasia itu harus dimunculkan kembali setelah 8 tahun lamanya. Ketika Ben Barata muncul lagi dalam kehidupan Jana.
            Karena alasan masa lalu, Jana sangat membenci mantan pacarnya itu. Bagi Jana, Ben adalah masa lalu yang tidak ingin dimunculkan lagi. Kemunculan Ben yang tiba-tiba membuat Jana blingsatan. Jana harus menutupi kehadiran Ben dari semua keluarganya. Dan, harus membohongi dirinya sendiri bahwa perasaan cintanya pada Ben sudah hilang. Sayangnya Jana tidak bisa menolak pesona Ben.
            Sebenarnya kalau mengikuti semua tulisan aliaZalea maksud dari judul novel ini akan sangat spoiler sekali. Namun, bagi yang tidak mengenal Jana, akan bertanya-tanya rahasia apa yang sebenarnya dimiliki Jana. Saya sendiri cukup menikmati cerita Jana dan Ben. Bagaimana Ben berusaha mati-matian ketika mendekati Jana, dan di sisi lain Jana berusaha menolak mati-matian.
            Tokoh yang saya sukai adalah si kembar Raka dan Erga. Mereka berdua ini digambarkan sebagai anak kembar yang imut dan ganteng. Ah, saya jadi kepengin bertemu lanngsung dengan mereka. Tingkah mereka ketika di dekat Ben juga super ngegemesin. Ah, makin suka deh sama mereka berdua.
            Alur cerita yang digunakan memang sederhana. Tidak ada konflik mendalam selain masalah Jana dan Ben. Tidak melebar kemana-mana. Yah, agak datar sebenarnya. Dan, yang bikin kecewa lagi adalah tidak ada kemunculan teman-teman Jana. Paling tidak Adri atau Nadia dimunculkan, gitu. Jana yang super kacau dengan kehadiran masa lalunya seakan tidak ada satupun teman yang mendukung dirinya.
            Overall, saya puas rasa penasaran diri ini sudah hilang. Tinggal menunggu novel terbaru dari aliaZalea. Bagi yang penasaran ‘rahasia’ apa yang disimpan Jana, novel ini wajib dibaca. Selamat membaca.



luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com