Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2016

[Review] After Sunset

0

Judul : After Sunset
Pengarang : Indah Hanaco
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2014
Penerbit : Elexmedia 
Tebal : 288 hal
Kategori : Romance, Remaja 
ISBN : 9786020237916
Harga : Rp. 44.800,-
Rating : 3/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta


Leah bertemu dengan Liam di Bali saat liburan. Liam membenturkan kepalanya ke meja. Ternyata sifat Liam cukup buruk yang memicu pertengkaran di antara mereka.
Tak disangka-sangka ada perasaan yang indah menghampiri hubungan mereka yang unik itu.
Di saat Leah sudah jatuh cinta, Liam menghilang. Leah merasakan sakit yang luar biasa di hatinya. Leah terluka, tapi ternyata luka yang lebih dalam dirasakan juga oleh Liam.


******

Sejujurnya bagi saya novel ini tidak mendapat kesan mendalam di hati saya. Biasa-biasa saja. Yang saya ingat adalah pertemuan antara Leah dan Liam di Bali.
Dua tokoh novel ini sama-sama suram. Sama-sama berusia 21 tahun. Sama-sama masih berduka sejak kehilangan orang yang disayangi. Mereka berdua sama-sama terpuruk di dalam kesedihan. Walau mereka berdua menghadapi kesedihan dengan cara berbeda. Pertemuan mereka menjadi istimewa ketika mereka mulai saling terbuka satu sama lain.
Saya tidak menyukai Liam. Dia terlalu menganggap dirinya yang paling menderita hingga bisa bersikap seenaknya. Walau saya hanya seperti kebanyakan orang yang seenaknya menuduh tanpa tahu alasan di baliknya.
Setelah saya mulai mengenal Liam. Saya semakin bersimpati padanya. Bagaimana pun hubungan Liam yang tidak terlalu baik dengan orangtuanya menjadi wajar alasan di balik sikap Liam. Setelah orang yang paling disayanginya meninggal wajar saja ketika Liam kehilangan semangat hidupnya. Liam menjadi kehilangan arah. Cobaan itu terlalu besar bagi Liam. Hingga Liam berhenti menjadi pembalap. Padahal hanya ketika ikut balapan semangat Liam meluap-luap. Kakeknya telah tiada. Liam merasa bahwa dirinya sudah selesai untuk berjuang. Tidak ada lagi yang akan melihatnya.
Lalu muncul Leah. Gadis aneh yang suka sekali ikut campur. Liam merasa jengkel dengan Leah. Tapi begitu mengenal Leah lebih dekat Liam merasa terselamtkan. Leah berbeda. Mungkin kali ini Liam bertemu dengan seseorang yang melihat dirinya. Bukan karena ada apa-apanya. Tapi dirinya sendirinya.
Alur cerita yang digunakan memang lambat. Bagian liburan mereka di Bali terlalu panjang. Ada sekitar 3/4 isi buku. Walau begitu saya tidak merasa bosan. Saya cukup menikmati kelambatan cerita mereka berdua. Hanya saja tiba-tiba di akhir cerita terlalu banyak muncul masalah. Yang membuat saya merasa aneh dengan ceritanya. Kesannya terlalu buru-buru dan dipaksakan. 
Well, sebagai bacaan ringan tidak ada salahnya untuk mencicipi novel ini. Bagaimana pun saya selalu suka cara bercerita yang digunakan penulis. Menjadikan novel ini tidak terlalu membosankan. Selamat membaca.

[Review] Stand By Me

0


Judul : Stand By Me
Pengarang : Indah Hanaco
Tahun Terbit : Cetakan I, Juli 2014
Penerbit : Elexmedia 
Tebal : 340 hal
Kategori : Romance, Remaja 
ISBN : 978-602-02-4576-8
Harga : Rp. 56.800,-
Rating : 3/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta


Selama bertahun-tahun, Ralph menyaksikan bagaimana Mya tumbuh menjadi gadis kepala batu dan cenderung judes. Selama itu pula hubungan mereka tetap berada pada dua sisi yang berpunggungan. Hingga suatu malam Mya yang patah hati bersumpah akan menikahi teman kakaknya. Tentu saja yang dimaksudnya bukan Ralph, karena hati Mya sudah telanjur takluk pada pesona Chris. Tapi, cinta tetaplah salah satu misteri terbesar semesta. Hingga suatu ketika Mya menyadari bahwa hatinya kini menghendaki sosok lain untuk menjadi tempat penitipan hatinya. Ralph.
Namun, masa lalu Ralph dengan sederet panjang para mantan, tidak mudah untuk diabaikan. Belum lagi perbedaan usia yang terentang jauh di antara keduanya. Juga keraguan yang kerap menyudutkan Ralph dan Mya ke tempat asing.
Namun keduanya kian menyadari bahwa perasaan istimewa sudah membenamkan mereka terlalu jauh. Nyaris tidak ada kesempatan untuk membebaskan diri tanpa tersakiti. Pertanyaannya, cukupkah cinta mereka menjawab semua rintangan yang siap melukai?

*******

Jujur saja saya terkecoh dengan kover buku ini. Saya mengira novel ini akan berisi tentang kisah kasih remaja SMA. Karena siapa yang akan tidak menduga dari kover yang manis ini?
Bisa dibilang novel ini adalah paket komplit buat saya. Perbedaan usia. Jatuh cinta dengan sahabat kakak. Benci jadi cinta. Ah, kombinasi yang sangat saya syukai.
Mya jatuh cinta dengan sahabat kakaknya. Walau cinta Mya tidak berbalas saya salut ketika dia masih tetap percaya diri untuk bertahan bahwa suatu hari Mya akan mendapat cintanya. Masih ada waktu. Sampai Chris sadar bahwa pacarnya bukan yang terbaik untuknya. Hanya Mya yang pantas untuk Chris. Pemikiran yang begitu maksa menurutku. Sampai akhirnya Chris mengumumkan berita pertunangannya. 
Membuat pertahanan Mya runtuh. Dan, sungguh sial ketika Ralph tidak sengaja memergoki adik sahabatnya ini patah hati. Ralph yang pada dasarnya berhati lembut menawarkan dirinya untuk mengobati sakit hati Mya. Ralph rela menuruti semua keinginan Mya. Asalkan Mya tidak bersedih lagi. Maka dimulailah hubungan aneh mereka berdua. Hubungan yang tidak akan disangka menjadi begitu dekat. Padahal dari dulu Mya tidak pernah mau dekat-dekat Ralph. Mya kecil merasa dirinya harus menjaga jarak dari Ralph yang playboy.
Aaaaaggghhh.....
Jatuh cinta banget sama Ralph. Salut sama Ralph yang bisa tahan dengan segala keegoisan Mya. Dan, tokoh Mya ini walau sifatnya nyebelin saya tidak bisa tidak jatuh cinta dengannya. Tipe-tipe tsundere seperti Mya ini memang tidak akan pernah gagal untuk disukai.
Ralph dan Mya memiliki beda usia sekitar 10 tahun. Sudah jelas ketika Mya selalu bertingkah seperti anak kecil. Wajar ketika Mya selalu mendapat curahan kasih sayang yang besar dari kakak dan para sahabat kakaknya. Mya menjadi manja dan terlena. 
Layaknya seperti adik sendiri, Ralph juga menyayangi Mya. Apa pun akan dilakukan Ralph. Mengingat hampir seumur hidupnya Ralph sudah mengenal Mya.
Kedekatannya dengan Mya tak mampu membuatnya bisa menjaga hatinya. Ralph selalu merasa nyaman ketika bersama Mya. Ralph sudah mewanti-wanti dirinya bahwa Mya adalah adik sahabatnya. Tapi hati yang sudah dicuri akan susah untuk mengambilnya. Yang Ralph coba lakukan adalah berusaha untuk menahan dorongan tidak menyatakan perasaannya. Karena Ralph tahu Mya masih patah hati.
Saya suka sekali kedekatan Ralph dan Mya. Walau sebenarnya agak jomplang. Mengingat Mya terlalu kekanak-kanakan. Akibatnya terlalu berkesan Ralph lebih banyak mengalah. Namun justru karena Mya bersikap kekanak-kanakan jugalah menular pada Ralph. Membuat mereka seimbang. Yah, namanya juga sedang jatuh cinta.
Sampai akhir saya sangat menikmati cerita Ralph dan Mya. Saya malah belum rela untuk berpisah dengan mereka. Novel ini sangat direkomendasikan. Cerita yang sangat manis dan menghibur. Selamat membaca.

[Review] The Chronicles of Audy : O2

0


Judul : O2 [The Chronicles of Audy #4]
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  Juni 2016
Penerbit : Haru
Tebal : 268 hal
Kategori : Romance, Remaja, Keluarga
ISBN : 9786027742864
Harga : Rp. 71.000,-
Rating : 4/5




Hai. Namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai cowok yang kusukai memutuskan untuk meneruskan sekolah ke luar negeri.
Ketika aku sedang berpikir tentang nasib hubungan kami, dia memintaku menunggu.
Namun ternyata, tidak cuma itu. Dia juga memberikan pernyataan yang membuatku ketakutan setengah mati!
Di saat aku sedang kena galau tingkat tinggi, masalah baru (lagi-lagi) muncul. Seseorang yang tak pernah kulirik sebelumnya,sekarang meminta perhatianku!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang sepertinya selalu ribet.
Kronik dari seorang Audy.

******

Sejak membaca buku pertama, saya sudah punya feeling Audy akan dipasangkan dengan Rex. Memang keinginan pribadi karena pasangan beda usia selalu lebih menarik. Ditambah entah kenapa saya keingetan Orizuka yang menyukai manga akan lebih condong memilih Rex sebagai pasangan Audy.
Dan, setelah akhirnya Rex benar-benar menjadi pasangan Audy tentunya saya sangat bahagia. OTP saya untuk Audy memang Rex, tentunya jelas saya akan selalu mendukung mereka berdua. Selama perjalanan kisah cinta mereka perasaan saya super campur aduk. Apa lagi Rex yang tidak pandai berbasa basi membuat saya seperti Audy ikut deg-degan sekaligus dibuat kesel. Buku ke-3 yang membuat saya super kesal pada Rex. Padahal saya sadar 100% Rex hanya berusaha untuk jujur, tapi kok ya apa pun yang keluar dari mulut kamu menyayat hati, Nak. Penulis sungguh keterlaluan membuat kami para pembaca blingsatan. Campur aduk yang ada di hati.
Seakan masih kurang tiba-tiba perkataan Rex di buku terakhir ini membuat saya syok luar biasa. Dengan polosnya Rex bilang ada perubahan rencana di masa depannya. Yaitu ada Audy di sana. Lagi-lagi hati saya Audy dibuat galau. Lagi dan lagi.
Seperti yang saya bilang, O2 adalah buku seri kronik Audy terakhir. Sangat disayangkan memang. Mengingat saya masih belum rela berpisah dengan 4R1A. Dan, karena buku terakhir juga lah cerita di buku ini sangat padat. Banyak sekali penyelesaian yang ditulis penulis. Memang tidak ada kesan terburu-buru, semua masalah Audy diselesaikan dengan baik di buku ini. Hanya saja karena saya belum rela, masih sangat kurang buku ini tamat begitu saja.
Banyak pembaca yang merasa skripsi Audy seakan terlupakan begitu saja. Dan, tiba-tiba beres saja tuh skripsi. Saya pribadi memang merasa terlalu cepat Audy bisa menyelesaikan skripsinya. Seakan ada deadline harus selesai sebelum Rex terbang meninggalkan Indonesia. Karena beda, jurusan saya pun kurang paham, mungkin bagi mahasiswa jurusan HI memang sudah sewajarnya bisa menyelesaikan skripsi secepat Audy. Tapi, kalau dipikir lagi memang terasa kurang realistis. Mengingat Audy selalu menunda-nunda eh dalam sekejab selesai.
Yah, terlepas dari semua itu saya sangat menikmati membaca seri kronik Audy. Saya pastinya akan selalu kangen denga  mereka. Dan akan bertanya-tanya bagaimana nantinya keadaan mereka semua. Saya sangat berharap Orizuka mau membuat cerita spesial tentang Audy di masa depan. Saya kepengin lihat bagaimana hebohnya kelak semisal Audy menikah dan punya anak sendiri. Akan menjadi saat-saat yang mengharukan dan bikin senyum-senyum. Mengingat Audy kadang suka sekali bersikap konyol.

Well, sampai jumpa 4R1A. Semoga di lain waktu bisa bertemu lagi. Kami, para pembaca, sudah pasti akan selalu merindukan kalian. :')

Kamis, 29 September 2016

[Review] Fight For Love

0


Judul : Fight For Love
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 228 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 50.000,-
ISBN : 978-602-216-003-8
Rating : 5/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Sekolah yang klub basketnya vakum bagi Starlet Annabelle seperti padang pasir tanpa oasis.
Eh ...,Omong-omong Starlet Annabelle itu aku.
Basket adalah hidupku dan aku ingin berprestasi melalui olahraga itu, tapi apa daya, klub basketku bubar setelah pelatih kami menikah dan pindah ke Jepang.
Aku sudah mengusahakan nyaris semuanya, tapi rasanya sia-sia. Aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membangkitkan klub basket ini kembali.
Dan seolah semuanya belum cukup menyebalkan, rumahku terkena invasi dua turis Jepang: Ryuuichi dan Hikari.
Apa lagi yang lebih buruk dari ini?

*****

Membaca Figh For Love, seakan-akan diingatkan kalau dulu saya pun sama-sama menggemari Negara Jepang seperti Orizuka. Dulu pun saya mempunyai keinginan untuk bisa memiliki suami orang Jepang asli. Ah, keinginan itu pun masih ada sampai sekarang walau tidak semenggebu-gebu dulu.
Membaca kisah Starlet yang bertemu cowok Jepang keren pun tak luput membuat saya iri. Kepengin sekali mempunyai kisah seperti Starlet yang bertemu Ryuu. Hubungan Starlet dan Ryuu di awal cerita memang tidak terlalu baik. Starlet selalu merasa Ryuu menginvasi rumahnya. Bagaimana tidak? Keadaan rumahnya menjadi gila sejak kedatangan Ryuu. Orangtua Starlet memaksa dirinya untuk bertingkah seperti orang Jepang. Demi menghormati Ryuu dan adiknya, Hikari.
Cara Orizuka dalam bercerita sangat menghibur. Saya dibuat senyum-senyum sendiri dengan segala tingkah konyol keluarga Starlet. Ditambah Starlet yang selalu ketus menanggapi semua tingkah konyol keluarganya. Saya nggak bisa bisa nggak mengamini sikap ketus Starlet. Karena memang terkadang keluarga Starlet terlalu berlebihan hanya demi memuaskan tamu mereka. Pokoknya ada saja tingkah mereka yang membuat saya ngakak.
Saya tidak pernah gagal menyukai tulisan Orizuka. Novel ini pun sama. Saya nggak menyesal membaca bacaan yang begitu menghibur. Pastikan untuk menyempatkan membaca novel ini. Dijamin seru. Selamat membaca.

Selasa, 27 September 2016

[Review] Best Friends Forever : High School Paradise Golden Goal

0


Judul : Best Friends Forever : High School Paradise Golden Goal
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  Juni 2012
Penerbit : Puspa Populer
Jumlah Halaman : 168 hal
Kategori : Romance, Remaja
ISBN :978-602-828-776-0
Harga : Rp. 28.000,-
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Siapa yang tidak kenal dengan empat cowok keren di SMP Athens? Jago bola, super tampan, plus punya otak alias pintar? Yeah, tebakan kalian benar. Sid, Cokie, Rama, dan Lando. Apa yang kira-kira terjadi pada mereka kali ini ya?
Dihukum guru? Menang tanding bola? Atau dikejar cewek-cewek cantik? Hmmm... mereka pengen cerita awal persahabatn mereka yang ternyata dimulai dari berkelahi.
Nah, di sini, Sid, Cokie, Rama, dan Lando akan membuka rahasia-rahasia yang selama ini off the record. Padahal, kisah mereka sangat berwarna kayak pelangi, penuh canda tawa, juga tangisan mengharu-biru.
Shhhsssttt....ada cowok keren baru juga di sini.

******

Novel ini adalah buku ke-3 series High School Paradise. Karena sudah membaca dua buku sebelumnya, saya dengan berani membaca buku ke-3 ini. Sejujurnya saya hampir 100% lupa jalan cerita dari seri High School. Saya hanya ingat inti ceritanya saja. Persahabatan 4 cowok ganteng dan populer yang sama-sama sangat menggemari sepak bola. Sid, Cokie, Lando, dan Rama.
Dan, surpise ketika membaca novel ini saya malah kepengin baca ulang dari seri pertama.
Buku ke-3 ini bisa dibilang hanya berisi cerita-cerita spesial. Orizuka sendiri lebih memutuskan bahwa seri ini berakhir di buku ke-2. Di buku ini berisi prekuel dan sekuel tentang persahabatan ke-4 cowok keren Athens.
Yang paling membuat saya tertarik membaca dari seri pertama adalah saya penasaran dengan cerita Rama dan Lara. Saya dibuat deg-degan ketika membaca bagaimana awal mula mereka berdua kenal dan jadian. Mungkin karena perbedaan usia keduanya yang membuat saya tertarik. Saya kepengin tahun gimana hubungan mereka selanjutannya.
Seandainya ada yang ingin memulai membaca seri ini dari belakang, tidak ada salahnya. Karena bagi saya sendiri saya lebih menikmati membaca buku seri ke-3 ini. Entahlah bagaimana perasaan saya dulu waktu membaca seri ke-1 dan ke-2 karena biasanya saya ada ingat sedikit jika menyukai suatu novel. Sepertinya bagi saya seri ini biasa saja. Makanya saya lupa total ceritanya.
Walaupun buku ini adalah buku terakhir, masih bisa dinikmati walau tidak membaca buku pertamanya. Pastinya tulisan Orizuka tidak usah dipertanyakan lagi. Penulis selalu bisa merangkai kalimat yang menyenangkan untuk dibaca. Selamat membaca.

Sabtu, 24 September 2016

[Review] Me and My Prince Charming

0


Judul : Me and My Prince Charming
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 188 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 55.000,-
ISBN : 978-602-216-002-1
Rating : 2/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Andromeda Arastya adalah cowok yarig baru saja dinobatkan sebagai The Most Wanted Male di sekolahku.
Selain superimut, dia juga keren, jago main basket, populer; pokoknya segalanya yang membuatnya berhak atastitel itu.
Lalu, suatu hari, keajaiban terjadi. Aku, Cherry Danisha, berhasil pacaran dengannya!
Kupikir aku beruntung, tapi nyatanya, pacarku itu adalah cowok yang sama sekali tidak romantis. Dia tak pernah mau berduaan denganku. Dia bahkan tidak pernah duduk denganku di kantin!
Karenanya, kabar kalau aku pacaran dengannya dianggap akal-akalanku belaka. Tidak ada seorang pun yang percaya kalau kami berpacaran. Aku pun jadi bingung. Sebenarnya, bagaimana perasaannya terhadapku?
Apa yang harus kulakukan untuk mengetahuinya?

*********

Membaca cerita Cherry dan Andros memang bukan pengalaman yang mengasyikkan. Pasalnya saya kesal dengan kesabaran Cherry yang mau berpacaran dengan Andros yang cuek. Cherry hanya sibuk dengan perasaannya sendiri. Dia tidak peduli seandainya Andros tidak mencintainya. Yang penting Andros yang cute mau jadi pacarnya.
Yah, cinta memang buta kan? Di lihat pun sudah jelas nggak capek apa punya pacar yang lebih peduli main PS ketimbang ngobrol dengan sang pujaan hati.
Sepanjang cerita saya dihadapkan dengan ketidakpedulian Andros. Andros seakan lupa bahwa dirinya punya pacar. Apa sebebal itu kah?
Sikap Cherry yang serba menerima dan serba maafin semua ketidakpedulian Andros membuat saya pengin berhenti baca. Ada saja alasan Cherry untuk lagi-lagi luluh dengan pesona Andros.
Demi menambah keramaian kisah pelik Cherry, muncul lah Alfa. Sosok misterius yang tiba-tiba selalu hadir dalam hidup Cherry. Selalu membantu Cherry menghadapi dilema hidupnya.
Hingga masa lalu menguak semua alasan Andros kurang peduli sama Cherry.
Karena Orizuka adalah penulis favorit saya, tetap saja saya menikmati membaca cerita Cherry dan Andros. Walau sambil marah-marah tentunya. Karena ini novel debut penulis, wajarlah kalau ceritanya masih labil. Kesan yang saya dapatkan setelah membaca novel ini biasa-biasa saja.
Well, jika penasaran tidak ada salahnya untuk mencoba mencicipi novel debut penulis. Selamat membaca.

[Review] 17 Years Of Love Song

0



Judul : 17 Years of Love Song
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan II,  2015
Penerbit : Puspa Populer
Jumlah Halaman : 268 hal
Kategori : Romance, Tragedy
ISBN : 978-979-214-007-8
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Saat itu, aku hanya berumur tujuh belas tahu. Orangtuaku memutuskan untuk bercerai, dan aku harus memilih satu di antara mereka.
Aku memilih Mama karena dia sudah tidak memiliki siapa pun lagi. Kakek dan Nenek sudah meninggal, dan rumah ini adalah warisan mereka.
Aku tak pernah menyesal memilih Mama. Yang aku sesalkan, kenapa rumah ini harus berada di kampung seperti ini.
Saat itu, aku tidak benar-benar menyangka kalau kampung ini adalah tempat semua kehidupanku dimulai.

********

Baru kali ini saya membaca novel dengan gaya bahasa yang lambat dan suram. Entahlah, itu kesan yang saya rasakan. Lambat sekali. Tapi bukan dalam arti jelek.
Ceritanya sendiri dibuka ketika Leo dan ibunya harus pindah ke kampung halaman ibu Leo. Leo lebih memilih bersama ibunya ketika perceraian itu harus terjadi. Padahal Leo sama sekali tidak ingin pindah ke Purwakarta. Leo masih mencintai Jakarta. Karena di Jakarta impian Leo yang ingin menjadi pemain baseball profesional dapat diwujudkan.
Leo yang merasa belum siap pun merasa ogah-ogahan untuk berangkat sekolah. Apa lagi jarak sekolah dari rumahnya sangat jauh. Leo terpaksa menerima tawaran ibunya untuk bersepeda tiap berangkat sekolah.
Leo yang tidak bersemangat berangkat sekolah menutup diri dari teman-teman barunya. Hingga Leo bertemu dengan Nana. Gadis yang tidak sengaja ditemui Leo saat bermain baseball menghabiskan waktu istirahat.
Ada yang istimewa tentang tokoh Nana ini. Tidak seperti kebanyakan tokoh utama yang serba sempuran, Nana tidak. Nana gadis berkursi roda. Nana mengalami kelumpuhan ketika menolong seorang anak yang tidak bisa turus dari pohon. Kecelakaan yang dianggap konyol bagi saya dan Leo.
Hubungan Nana dan Leo terkesan seperti instalove, tapi tidak. Hari demi hari hubungan mereka semakin dekat. Baik Leo maupun Nana merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa di antara mereka berdua. Walau keterbatasan Nana menjadi penghalang besar. Apa lagi Leo pun bilang bahwa impiannya tidak akan tercapai jika dia tinggal di Purwakarta.
Saya sangat sangat menikmati membaca tiap kalimat yang ditulis Orizuka. Terasa sekali semua emosi tiap tokohnya. Membuat saya pun sangat larut. Kadang saya tersenyum. Kadang saya malah merasa hancur. Sangat campur aduk.
Akhir yang diberikan penulis sama sekali bukan tipe kesukaan saya. Saya selalu menduga-duga dan berdoa jangan seperti itu, karena di prolog pun saya sudah tahu akan seperti apa akhirnya nanti. Kalau bukan Orizuka yang menulis  novel ini sudah dari prolog saya langsung berhenti membaca.
Namun, saya bersyukur bisa membaca novel ini. Dari Leo dan Nana saya belajar bahwa tidak ada yang namanya kesempurnaan. Saya pribadi tidak tahu akan bersikap seperti apa ketika memiliki kekasih ataupun teman yang cacat seperti Nana. Satu kata yang pasti memang canggung. Cinta Leo pada Nana begitu membuat saya iri. Leo sangat tulus mencintai Nana.
Ah, novel yang bagus. Berharap semua orang bisa tahu bahwa ada tulisan Orizuka yang mengaharu-biru. Selamat membaca.

Rabu, 31 Agustus 2016

[Review] Scarlet

1



Judul : Scarlet (The Lunar Chronicles #2)
Pengarang : Marissa Meyer
Penerjemah : Dewi Sunarni
Tahun Terbit : Cetakan I, Februari 2016
Penerbit : Penerbit Spring
Jumlah Halaman : 444 hal
Kategori : Remaja, Romance, Young Adult, Fantasi, Sci-Fic
Harga : Rp. 81.500,-
ISBN : 978-602-71505-6-0
Rating : 5/5
           

            Nenek Scarlet Benoit menghilang. Bahkan kepolisian berhenti mencari sang nenek dan menganggap Michelle Benoit melarikan diri atau bunuh diri. Marah dengan perlakuan kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang menghilangnya sang nenek. Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan neneknya sampai sang nenek harus menghilang? Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan diseluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?

*************

            Ketika tahu bahwa setiap seri The Lunar Chronicles mempunyai tokoh berbeda dalam setiap bukunya saya agak kecewa. Bagaimana pun saya sudah kadung mencintai Cinder. Saya masih ingin bertemu lagi dengan Cinder. Dan, kekecewaan saya pun pupus ketika membaca buku ke-2 seri The Lunar Chronicles yang berjudul Scarlet ini.
Buku kedua ini memang kedatangan tokoh baru yang bernama Scarlet. Tokoh Scarlet sendiri mengambil dari dongeng si Kerudung Merah yang sudah sangat popular. Si Kerudung Merah yang pergi mencari neneknya di hutan dan bertemu Serigala dalam perjalanannya. Dan, memang seperti itulah kisah Scarlet dalam seri The Lunar Chronicles ini.
Nenek Scarlet sudah hilang selama berminggu-minggu. Scarlet sendiri menduga bahwa neneknya diculik, namun polisi tidak ada yang percaya. Orang-orang terdekat Scarlet pun tidak ada yang percaya, mereka malah lebih memilih percaya bahwa nenek Scarlet itu gila dan sudah sewajarnya menghilang. Scarlet sungguh merasa ironis ketika yang mempercayai bahwa neneknya diculik adalah orang asing yang baru sehari Scarlet kenal. Karena Scarlet tidak memiliki petunjuk apa pun, dia menyetujui saran Wolf untuk menemani dirinya. Dimulailah petualangan Scarlet.
Selain bercerita tentang nenek Scarlet yang hilang, saya sangat menyetujui keputusan penulis yang tidak mengesampingkan sang tokoh utama, Cinder. Penulis tidak kehilangan jati diri walau ada penambahan tokoh, Cinder tetap menjadi tokoh utama seri The Lunar Chronicles. Saya sangat suka sekali pembagian porsi antara cerita pencarian Scarlet dan pelarian Cinder. Masing-masing ditulis dengan baik tanpa ada kekurangan apa pun. Dan ketika pada saatnya mereka berdua bertemu, boom, cerita menjadi semakin seru. Rombongan pelarian yang bertambah pun semakin ramai.
Saya tahu bahwa akan susah sekali mengalahkan Ratu Levana ketika Cinder sendirian. Diperlukan beberapa rombongan yang mendukung Cinder demi menggulingkan sang Ratu. Yah, bisa apa Cinder walau dirinya ternyata adalah Sang Putri Bulan yang hilang. Cinder masih terlalu lemah. Dan masih terlalu kebingungan dengan identitas barunya.
Bagi saya sendiri buku ke-2 ini semua tokoh masih dalam tahap penerimaan indentitas baru. Cinder dengan identitas barunya sebagai Putri Selene yang hilang dan Kai sebagai Kaisar baru menggantikan ayahnya.
Ah, ngomong-ngomong tentang Kai. Saya masih lebih menyukai Kai daripada Wolf. Walau banyak yang menyukai Wolf karena kedekatannya dengan Scarlet. Saya lebih memilih kisah canggung dan manis antara Cinder dan Kai. Walau tentunya minim sekali hal-hal romantis antara Cinder dan Kai ini. Saya menginginkan lebih. Semoga saja buku ke-3 dan ke-4 nanti tidak mengecewakan. 
Terjemahan Spring masih bagus seperti buku terdahulunya. Malah yang ke-2 ini lebih enakan menurutku. Saya paham dengan keputusan penerbit yang memakai penerjemah berbeda dengan adanya deadline. Sayangnya hal itu juga menjadi kelemahan karena feel tiap buku berbeda karena memakai banyak penerjemah. Saya sih setujunya seandainya Spring memilih satu penerjemah saja untuk satu series buku. Feel yang didapat akan lebih terasa dan tidak ada peraasaan down karena tiap penerjemah mempunyai cara tersendiri dalam setiap penerjemahan mereka.
Pastinya menamatkan buke ke-2 ini membuat saya super penasaran dengan buku selanjutnya. Saya sendiri saat menulis review ini sudah mengoleksi hingga buku ke-3, tinggal menggenapi buku ke-4 yang belum saya miliki. Semoga dalam waktu dekat buku ke-4 bisa saya miliki. Aamiin.
Akhir kata, novel ini sangat bagus dan wajib dibaca. Nggak akan nyesel seandainya sudah memasuki dunia The Lunar Chronicles. Selamat membaca.
           



The Lunar Chronicles series :

  1. Glitches (The Lunar Chronicles, #0.5)
  2. The Little Android (The Lunar Chronicles, #0.6)
  3. Cinder (The Lunar Chronicles, #1)
  4. The Queen's Army (The Lunar Chronicles, #1.5)
  5. Scarlet (The Lunar Chronicles, #2)
  6. Cress (The Lunar Chronicles, #3)
  7. Carswell's Guide to Being Lucky (The Lunar Chronicles, #3.1)
  8. Fairest (The Lunar Chronicles, #3.5)
  9. Winter (The Lunar Chronicles, #4)
  10. Stars Above (The Lunar Chronicles, #4.5)

Minggu, 24 Januari 2016

[Review] Gerimis Bumi

0



Judul : Gerimis Bumi
Pengarang : Cat Link Tristan
Penerbit : PT Elex Media Komputindo 
Tebal : 282 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, 2014
Kategori : Fiksi, remaja, romance
Harga : Rp.48.800,-
ISBN : 978-602-02-5263-6
Ratingku : 1/5
 Bisa dibeli di bukupediacom



"Gerimis memang singgah di Bumiku. Hanya saja, dia turun untuk menyejukkan pepohonan, bukan aku"


            Demi menghindari masalah yang diakibatkan kesalahan fatal yang diperbuatnya Bumi memilih untuk pergi ke tempat guru SMK-nya berada, Parepare. Pak Abdullah Madeng adalah guru sekaligus penyelamat Bumi. Bumi yang sedang mencari tempat pelarian merasa sangat tepat ketika memilih kampung halaman Guru SMK-nya itu untuk meredakan segala masalah yang ada.
            Untungnya Pak Abdullah mau menerima dirinya dan tanpa menanyakan perihal kedatangan dirinya yang tiba-tiba itu. Di tanah Parepare Bumi sambil membantu usaha bengkel Pak Abdullah, Bumi juga melamar bekerja sebagai guru SMK. Selama berada di Parepare Bumi mulai bisa melupakan semua permasalahan yang dia tinggalkan di Semarang. Bumi pun bertemu dengan seorang gadis aneh yang dinamainya Gerimis. Gadis aneh yang terkadang menjadi galak di depannya, namun tiba-tiba mengeluarkan air mata dengan begitu mudahnya. Tanpa sadar Gerimis membuat perubahan pada diri Bumi yang tandus.


*****************


Satu-satunya hal yang membuat saya bertahan dengan novel ini adalah kaver biru. Jadi, sesuai tantangan membaca yang sedang saya ikuti dan mengharuskan saya membaca semua buku berkaver biru saya memilih buku ini. Nama penulis sendiri pernah saya dengar beberapa kali. Harapan saya sih setidaknya saya bisa menikmati novel ini.
Bumi adalah pria dewasa, berumur 30 tahun. Melarikan diri dari keluarganya. Dan berharap masalah yang diperbuatnya segera selesai ketika adiknya dan gadis yang tidak sengaja ditidurinya menikah. Hanya itu keinginan Bumi ketika memutuskan pergi ke Parepare. Yang didapat Bumi malah sebaliknya. Masalah yang mengharuskannya mengingat segala kenangan masa lalu yang ingin dilupakannya. Bumi bertemu Sinta. Terlibat dengan segala masalah remaja yang seharusnya Bumi tidak ikut campur. Tapi keikutcampuran Bumi terhadap masalah remaja itu mengharuskannya untuk tidak pernah bisa jauh dari Gerimisnya.
Hal yang sangat fatal dari novel ini adalah saya tidak bisa menyukai cara penulis bercerita. Kalimat-kalimat yang ditulis penulis terlalu kaku dan kurang enak dinikmati. Ada beberapa kalimat yang selalu gatal untuk saya koreksi sehingga makin membuat saya dongkol ketika membacanya. Ditambah lagi penulis menyelipkan percakapan dengan menggunakan logat bahasa bugis di setiap percakapan. Maaf, bukannya saya menghina logat bugis tapi terbiasa membaca buku terjemahan itu menjadi sulit untuk menyukai kalimat-kalimat tidak baku yang suka dipakai penulis lokal.
Saat tahu novel ini tokoh utamanya masih remaja, saya sempat kaget. Saya sangka tokoh utamanya akan lebih dewasa. Mengingat Bumi sendiri memang digambarkan sudah tidak berusia muda lagi. Tidak ada masalah sebenarnya. Hanya saja saat ini sebenarnya genre teenlit bukan favorit saya saat ini. Dan khas remaja buku ini mengisahkan tentang pencarian jati diri, rasa cinta dengan teman SMA, rasa cemburu, dan fase rebel seorang anak terhadap keputusan yang dipilih orangtuanya. Semuanya komplit ada di dalam buku ini.
Karena Bumi sebagai guru SMK mereka kerasa sekali bahwa Bumi ini seperti orang dewasa yang mengurusi segala kegalauan anak-anak sekolahan. Makanya saya pun kurang bisa menikmati cerita bahwa nantinya akan ada sesuatu antara Bumi dan Sinta ini.
Dan, akhir kata saya sih sangat bersyukur bisa menamatkan buku ini. Lega karena saya berhasil dalam mengikuti tantangan baca saya ini. Walau buku ini bukan seleraku bukan berarti menjadikan buku ini buku jelek. Hanya tidak sesuai selera saja. Seandainya ada yang sudah menjadi penggemar penulis dan siapa pun yang penasaran dengan cerita buku ini, coba rasakan sendiri buku ini dengan membacanya sendiri. :)

Jumat, 15 Januari 2016

[Review] Bulan

0


Judul : Bulan [Bumi #2]
Pengarang : Tere Liye 
Penerbit : GPU
Tebal : 424 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan kesatu, Maret 2015
Kategori : Teenlit, Adventure, Fantasi
ISBN : 978-602-03-1411-2
Harga : Rp. 88.000,-
Status Buku : Pinjam @iJak
Ratingku : 5/5
 Bisa dibeli di bukupediacom

Raib, Seli, dan Ali menjalani kehidupan sehari-hari mereka kembali setelah 6 bulan berlalu sejak pertempuran yang terjadi di Perpustakaan Sentral yang ada di dunia Bulan. Walaupun banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran mereka, semua itu harus mereka tahan. Miss Selena guru matematika sekaligus prajurit dari klan bulan memberi instruksi kepada mereka untuk menunggu. Miss Selena berjanji akan menjawab segala pertanyaan mereka bertiga ketika segala kekacauan di klan bulan diselesaikan. Banyak sekali yang harus Miss Selena urus. Mereka bertiga hanya bisa bersabar menanti.
Lumayan, walau absurb! lol
Setelah akhirnya Miss Selena muncul ketika Ali mulai berulah, lagi, yang mengakibatkan mereka bertiga berakhir di ruang BP. Mereka beritiga merasa lega karena sebentar lagi semua pertanyaan yang berkecamuk akan segera terjawab. Namun, sayang Miss Selena sendiri juga belum mengetahui banyak hal. Berita baiknya kemunculan Miss Selena adalah untuk mengajak mereka bertiga berdiplomasi dengan klan Matahari. Leluhur Seli. Tamus, si hitam, musuh mereka sewaktu terjadi peperangan di dunia Bulan memang sudah terkurung bersama Tanpa Mahkota di petak penjara Bayangan di Bawah Bayangan. Tapi hal itu masih tetap mengkhawatirkan seandainya Tamus bisa lolos dari penjara tersebut. Untuk itu klan Bulan berencana untuk menjalin kerja sama dengan Klan Matahari.
Perjalanan mereka bertiga ke Klan Matahari tanpa diduga menjadi suatu petualangan berbahaya. Mereka tidak pernah menyangka akan diikutsertakan dalam kompetensi Festival Bunga Matahari Klan Matahari. Festival yang diadakan tiap tahun oleh Klan Matahari untuk menemukan Bunga Matahari pertama yang mekar di dunia Matahari.

*************

Rasanya sungguh bahagia bisa membaca buku ini. Walau sayang sekali di iJak hanya ada buku kedua dari series Bumi ini. Saya pertama kali tahu novel series ini adalah dari fanpage penulis. Beberapa bab diposting secara gratis oleh penulis. Dan saya yang awalnya agak skeptis merujuk judul buku yang cuma satu kata yaitu Bumi hanya iseng mengisi waktu luang membaca tulisan baru Tere Liye. Dan tanpa disangka saya langsung jatuh cinta dengan tulisan penulis. Saya tahu ada beberapa cerita yang ditulis penulis agak menyerempet ke genre fantasi, tapi baru kali ini saya membaca tulisan penulis yang berbau fantasi. Penulis yang satu ini selalu membuat saya takjub. Hampir semua genre sudah pernah ditulis dan selalu menghasilkan karya yang bagus. Semakin salut ketika menurut pengakuan penulis bahwa beliau menulis ketika hanya ada waktu luang dan viola dalam beberapa bulan saja penulis bisa menghasilkan satu buku series ini. Hmm, hebat kali penulis produktif yang satu ini.
Dan, penamaan tokoh pada cerita ini yang membuat saya takjub di awal membaca series bumi ini adalah, Raib. Nama yang aneh. Hingga beberap bab diketahui bahwa sang tokoh utama mempunyai kekuatan bisa menghilang. Berasa tertipu sekali saya waktu itu karena jelas-jelas persamaan dari kata Raib sendiri kan hilang. Saya makin semangat membaca kisah-kisah Raib yang waktu itu dengan kekonyolan remaja Raib menghilangkan jerawat yang mucul di wajahnya. Konyol, kan?
Namun, sayangnya penulis memberi kabar bahwa novel Bumi akan segera naik cetak dan postingan di FB dihentikan oleh penulis. Saya pun rada kecewa mengingat sudah penasaran. Hingga akhirnya novel Bumi sudah terbit dan saya sempat melupakannya. Dan karena sampai saat ini saya belum berkesempatan membaca buku Bumi aka kere akhirnya saya nekat loncat membaca buku kedua series ini. Dengan berbekal nanya-nanya ke teman yang sudah membaca buku kesatu. Dan tentu saja saya harus berterima kasih kepada Irnari @Treasure Island yang sudah memberi spoiler. :3
Baiklah, kita bahas tentang buku kedua ini.
Di buku kedua ini beberapa rahasia terkuak bahwa Raib adalah keturunan Dunia Bulan, Seli keturuan Dunia matahari dan Ali, yah, dia keturunan dari bangsa paling rendah, Bumi. Mereka bertiga masih mempunyai banyak pertanyaan setelah apa yang terjadi pada mereka selama ini. Hanya saja walau bagaimana pun rasa penasaran memang masih menggerogoti mereka bertiga. Apa lagi Miss Seline yang menghilang.


“Ketahuilah, mau seberapa maju teknologi dunia ini, mau bagaimanapun mereka mengubah peraturan kompetensi, maka sejatinya kompetensi ini tetap tentang alam liar. Kamu tidak akan membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga pertama mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang paling penting, mendengarkan alam liar tersebut.” (Nenek Hana-p.147)


Setelah kedatangan Miss Seline, mereka tidak diberi pilihan untuk melontarkan kebingungan mereka karena harus mengikuti festival Bunga Matahari. Kompetensi yang terpaksa mereka ikuti demi kemulusan perjanjian yang akan dibuat dengan Dunia Matahari. Kompetensi yang akan diikuti mereka adalah menemukan bunga matahari mekar pertama. Mereka harus melawan 9 grup lain yang mengikuti kompetensi Bunga Matahari. Ada 4 tantangan yang harus mereka pecahkan dan saya harus mengakui bahwa petulangan mereka ini benar-benar seru. Seandainya dibuat movie pastinya keren!
Setelah mereka berdua sampai di Dunia Matahari di tengah hiruk pikuk kehebohan festival Bunga Matahari yang terlintas di benak saya adalah pertandingan Quiddick yang pernah didatangi Harry. Dan beberapa petualangan Ra dkk mengingatkan saya juga ketika Harry mengikuti kompetensi Piala Api dengan Cedric. Ah, mungkin penulis benar-benar terinspirasi dari novel Harry Potter, tapi entahlah.
Lagi-lagi penulis selalu memberi akhir yang membuat saya lemes. Ada satu kejadian yang membuat saya sedih dan hampir menangis saking tidak relanya. Jempolan banget deh penulis ini. Walau memang petualangan mereka berdua hampir selalu mulus, twist di akhir itu lho yang benar-benar jleb banget menghantam saya, Ra, Seli, dan Ali. Aargh .... kenapa pula harus dibuat seperti itu! Efek dramatisirnya memang dapet banget sih, tapi .... T_T



“Sungguh ada banyak sekali hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapinya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali : cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika.” (Raib-p.209)


Saya selalu menyukai tulisan penulis, cara penulis bercerita itu memang khas sekali. Selalu ada kalimat-kalimat khas penulis sekali di tiap bukunya. Seakan penulis tidak pernah kehilangan identitas dirinya. Contoh yang jelas adalah buku ini. Buku ini mengambil tema fantasi, dikhususkan untuk remaja tapi anehnya penulis tidak memakai gaya bahasa khas remaja. Penulis masih tetap menulis dengan gaya tulisannya yang tidak baku tapi tidak terlalu gaul. Anehnya tidak ada keanehan ketika saya membaca novel remaja tapi menggunakan bahasa resmi. Novelnya tetap asik saja dibaca. Selalu khas Tere Liye. Dan tidak terasa sebagai novel terjemahan walau genrenya fantasi. Tetap terasa bahwa setingnya adalah remaja Indonesia walau dengan segala hal-hal ajaib di dalamnya.
Satu hal yang membuat saya super kecewa adalah cover buku ini. Ampun, saya benar-benar gagal paham mengapa dibuat seperti itu. Boro-boro terlihat seperti novel fantasi, khas remaja pun tidak. Saya mikirnya seperti cover-cover novel romance! xD
Setelah membaca buku ini tentunya saya makin penasaran dengan buku selanjutnya. Yang katanya akan terbit pada tahun 2016 ini. Semoga saja saya bisa membaca buku kelanjutan bumi ini. :)


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com