Tampilkan postingan dengan label domestic romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label domestic romance. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2016

[Review] Just Another Birthday

0


Judul : Just Another Birthday
Pengarang : Rina Suryakusuma
Tahun Terbit : Cetakan I, November 2013
Penerbit : GPU
Jumlah Halaman : 248 hal
Kategori : Teenlit, Romance
ISBN : 978-979-22-9948-9
Rating : 2/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim



Menjadi ibu muda dan single parent bukanlah hal mudah bagi Sarah. Sarah harus pandai membagi waktu antara bekerja dan mengasuh putrinya yang masih berumur 4 tahun.
Bukan keinganan Sarah ketika dirinya harus menjadi seorang ibu ketika berumur 20 tahun. Keadaan yang memaksa dirinya. Seandainya Sarah tidak mendapat dukungan penuh dari ibunya, ada kemungkinan Sarah akan bertindak nekat. Seperti aborsi misalnya. Untungnya Sarah tidak memenuhi keinginan pacarnya. Sarah lebih memilih untuk melahirkan Cassie. Malaikat kecilnya yang memberi warna indah di kehidupannya.

*****

Well, salut pastinya dengan Sarah. Memilih melahirkan sang buah hati ketika sang pacar lebih memilih untuk meninggalkan dirinya. Bukan hal mudah bagi Sarah. Apa lagi gunjingan dari orang luar. Baiklah mari kita kesampingkan dulu urusan moral. Tindakan yang dilakukan Sarah jelas suatu kesalahan. Sarah terlalu percaya kepada pacarnya hingga nasi sudah menjadi bubur. Mau bagaimana.
Kebetulan peristiwa yang dialami Sarah sering terjadi belakangan ini. Hamil diluar nikah. Digunjingi orang lain. Bla bla bla. 
Karena kesalahan masa lalunya juga lah Sarah mulai menutup diri dari kehidupan cintanya. Sarah lebih mengutamakan kebahagiaan Cassie. Urusan hati dirinya belakangan. Hingga perhatian tak terduga oleh atasannya tak luput dari perhatian Sarah. Sarah tidak pernah menduga Jeremy, atasannya, diam-diam mulai mendekatinya.
Proses hubungan mereka berdua tergolong cepat. Tak banyak rintangan akhirnya mereka berdua memadu kasih. Jeremy adalah pria yang sangat perhatian. Bahkan Jeremy sudah mendapat restu dari Cassie dan calon mertuanya. Well, terasa mulus hubungan mereka berdua.
Hingga kemunculan ayah biologis Cassie dalam hubungan mereka berdua. Jeremy merasa jengah ketika Cassie sedang berduaan dengan Ayahnya. Jeremy merasa kalah sebelum bertanding.
Bisa dikatakan perasaan saya ketika menamatkan novel ini adalah biasa-biasa saja. Di awal saya sempat menikmati ketika Sarah mulai dekat dengan Jeremy. Bagaimana tidak?
Saya pun mau dong punya atasan yang super perhatian seperti Jeremy. Begitu lihat bawahannya sakit kok perhatian banget. Ada udang di balik batu tuh. Irinya jadi Sarah yang dapat perhatian dari sang Bos. lol
Menurut saya konflik yang dihadirkan penulis terlalu lama. Kemunculan sang mantan pacar kenapa harus di akhir. Saya pribadi terlalu bosan menunggu kehadirannya. Cerita Sarah menjadi membosankan. Walau begitu saya menyukai penyelesaian yang diberikan penulis. Terasa natural dan semakin memantapkan saya bahwa membenci mantan pacar Sarah tidaklah salah.
Dari novel ini kita akan belajar bagaimana berdamai dengan kesalahan kita. Yang namanya manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan. Yang membedakan adalah bagaimana cara kita bertanggung jawab ketika membuat kesalahan. Apakah kita lebih memilih lari seperti mantan pacar Sarah? Atau seperti Sarah yang berani bertanggung jawab atas semua kesalahannya.

Rabu, 31 Agustus 2016

[Review] You Had Me at "Hello"

0

Judul : You Had Me at “Hello”
Pengarang : Indah Hanaco
Penerbit : PT Elex Media Komputindo 
Tebal : Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, Agustus 2015
Kategori : Fiksi, Romance
Harga : Rp. 63.800,-
ISBN : 978-602-02-7005-0
Ratingku : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta

           
Inanna mungkin masih terlalu muda untuk membuka pintu yang membawanya pada pernikahan. Namun berbagai kecerobohan membuat gadis itu tidak punya pilihan. Inanna memilih menghabiskan sisa hidupnya bersama Alistair.
Cinta berhadir begitu dia menantang mata sewarna biru es itu. Harapan dilambungkan ke langit, sutau saat nanti inanna bisa bukankah mereka terikat sumpah di depan tuhan?
Tapi apa jadinya saat inanna tahu kalau Alistair cuma menganggapnya wujud kepingan masa lalu? Percayalah, cinta takkan pernah semenyenangkan itu.

***************

            Saya cukup menikmati kisah antara Alistair dan Innana. Walau pertemuan awal mereka yang super mainstream yaitu kecelakaan. Yang membedakan adalah pasca kecelakaan mereka berdua dijodohkan. Konyol, menurutku. Bisa-bisanya Innana dipaksa menikah dengan Alistair. Padahal Ina sangat membenci perjodohan. Hanya karena ingin menyembunyikan insiden kecelakaan dari ayahnya, Ina terpaksa mau menerima usulan menikah dengan Alistair. Ina terbujuk rayuan orangtua Alistair yang mengatakan bahwa hidup Alistair hanya tinggal menghitung hari karena penyakit tumor otak yang dideritanya.
            Saya sangat menikmati ketika sampai pada bagian kehidupan pernikahan Alistair dan Ina. Berasa natural banget dan tidak dibuat-buat. Mereka saling terbuka bahwa menikah tidak dengan dilandasi rasa cinta. Betapa mereka berdua canggung dan selayaknya pasangan yang dijodohkan belum saling mengenal. Yang membuat terharu adalah mereka berdua saling terbuka mengatakan ingin mengenal masing-masing dan belajar saling mencintai dan mencoba untuk membuat pernikahan mereka berhasil. Sweet, kan?
            Saya pribadi bukan penentang menikah karena dijodohkan. Walau mungkin banyak kendala karena alasan tidak saling mengenal. Tapi, menurutku menikah karena dijodohkan tidak ada salahnya. Karena masalah datangnya jodoh tidak ada yang tahu, kan?
            Yang membuat saya sebel mungkin keputusan penulis yang terlalu cepat menghadirkan konflik di dalam rumah tangga Ina. Maksudku, mereka kan baru saja sebentar lagi dalam mode lovey dovey eh tiba-tiba kedatangan tamu masa lalu Alistair. Jelas saja membuat Ina marah. Apalagi masa lalu Alistair menjadi alasan utama Alistair mau dijodohkan dengan Ina. Semakin membuat Ina sedih dan marah.
            Bisa dikatakan novel ini sangat berhasil untuk saya. Mengingat saya sangat menikmati kisah Alistair dan Ina. Jelas, genre domestic romance masih menjadi genre novel yang tidak saya sukai. Selamat membaca kisah rumah tangga Ina dan Alistair.



[Review] Love Bites

0

Judul : Love Bites
Pengarang : Edith PS
Tahun Terbit : Cetakan I, Oktober 2014
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 200 hal
Kategori : Romance, Metropop
Harga : Rp. 44.000,-
ISBN : 978-602-03-0944-6
Rating : 2/5
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi @iYogya

           
Vania:
Percayalah, kalau diizinkan memilih, aku ingin menghabiskan sepanjang hariku di sofa, menonton dvd komedi keluarga Modern Family sambil menikmati sundae dan bercengkerama dengan Cherish. Sayangnya...

Ivan:
Ini bukan tentang gue mengerti atau tidak soal pekerjaannya, tapi tentang bagaimana seorang suami menjadi sandaran bagi istrinya yang butuh pendengar. Gue ingin bisa diandalkan olehnya.

Apa yang terbayang saat mendengar fenomena Alpha Wife dan Beta Husband? Tentang bagaimana pernikahan diusahakan ketika terjadi pertukaran peran antara suami dan istri. Tentang dominasi istri? Dari segi finansial dan pengambilan keputusan dan peran baru laki-laki sebagai stay-at-home husband.Selamat datang di kehidupan Ivan dan Vania. Pasangan muda dengan satu anak perempuan berusia lima tahun, yang dipenuhi beragam dinamika pernikahan kaum urban di era modern: gaya hidup, stigma sosial, kodrat, idealisme, skala prioritas, inferioritas, pelarian... Sampai akhirnya keduanya yang semula mempermasalahkan perbedaan, yang awalnya diyakini menyatukan mereka, mulai saling menyalahkan.
In fact, love is not that blind. It even bites!

********

            Novel ini mengambil tema Alpha Wife and Beta Husband, istilah akhir-akhir ini sedang populer. Karena saat ini saya belum berkeluarga istilah tersebut masih menjadi istilah yang dibaca sambil lalu saja. Saya pun tidak terlalu peduli dan ambil pusing. Toh, saya belum pernah merasakan apa juga yang bisa saya pahami. xD
            Membaca novel ini membuat saya memahami bagaimana kuatnya seorang Alpha Wife. Seandainya dalam berumah tangga yang kebetulan sang istri menjadi Alpha Wife, sebagai suami pilihan yang harus diambil adalaah legowo.
            Sudah kodrat alam bahwa yang menjadi kepala rumah tangga adalah sang suami. Dalam Islam sendiri saya diajarkan seperti itu. Ketika karakter Vania terlalu kuat membuat sang suami Ivan, tidak memiliki andil dalam rumah tangganya. Vania selalu puas dengan segala keputusan yang diambilnya, secara sepihak. Ivan hanya harus menuruti segala kemauan Vania. Vania pun memilih Ivan sebagai suami karena Ivan selalu mengalah. Ah, keputusan yang salah menurutku. Kalau ingin seseorang yang selalu menuruti dan mengalah pada diri kita tidak akan pernah ada. Egois sekali si Vania ini.
            Bagaimana pun Ivan hanya manusia biasa yang juga memiliki ego. Lama-kelamaan Ivan pun akan berontak juga, kan? Hubungan Ivan dan Vania ini sangat rentan ketika Vania masih dengan egonya. Walaupun mereka berdua sama-sama saling mencintai. Ah, entah kenapa saya sebal sekali dengan sifat Vania ini.
            Hanya di awal sih saya sebal dengan Vania, begitu lembar demi lembar saya menjadi memahami alasan setiap tindakan Vania. Bagaimana cara Vania mempertahan rumah tangganya. Dan, Ivan pun punya cara tersendiri.
            Karena buku ini terlalu tipis saya merasa akhir buku ini terlalu kentang. Padahal masih bisa digalih lebih dalam. Saya cukup menikmati kisah mereka berdua. Selamat membaca.


Minggu, 31 Juli 2016

[Review] X-Kenangan yang berpulang

0

Judul : X-Kenangan yang berpulang
Pengarang : Devania Annesya
Tahun Terbit : Cetakan I, Februari 2014
Penerbit : PT Grasindo
Jumlah Halaman : 240 hal
Kategori : Romance Dewasa
Harga : Rp. 45.000,-
ISBN : 978-602-251-465-7
Rating : 3.5/5
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi @iJakarta

            Andra menengadah dan ia menggunakan tatapan mata teduhnya untuk melunakkan hati Ariel.
"Aku hanya baru sadar kalau aku begitu mencintaimu dan tidak bisa melepaskanmu."
"Kau tahu kan aku tidak percaya cinta? Jadi jangan gunakan alasan itu." balas Ariel ketus.
"Aku membutuhkanmu."
Ariel mengatupkan rahangnya erat-erat.
"Lalu kau di mana saat aku membutuhkanmu?"
***


Tujuh tahun sejak terakhir Ariel Narinta bertemu dengan Andra Anggara-pria cinta pertamanya. Ariel sudah "hampir" bisa menjalani hidupnya dengan normal. Ia sudah baik-baik saja.
Namun laki-laki itu kembali muncul dalam hidup Ariel, sebagai atasannya. Ia muncul dan memaksanya kembali menoleh ke belakang. Kembali menatap kenangan yang sangat ingin ia lupakan. Bagi Ariel, Andra adalah pelajaran terpahit dalam hidupnya. Darinya, Ariel belajar untuk tidak pernah mempercayai siapa pun.
Tuhan sekalipun.

************

            Alasan saya ingin membaca novel ini adalah karena dulu pernah membaca review teman sesama BBI yang bilang kalau novel ini bagus. Akhirnya saya memutuskan untuk baca. Walau jujur saya sangat tidak menyukai kover ini. saya tidak pernah bisa menyukai kover-kover novel terbitan Grasindo yang terkadang aneh-aneh. Walau ada beberapa yang bilang kover buku ini cantik. Yang bisa saya bilang hanya, seriously?
            Ok, mari kita bahas isi novelnya.
            Buku ini menceritakan tentang Ariel yang dipaksa bekerja menjadi legal advisor di perusahaan Andra Anggara. Yang tak lain dan bukan mantan kekasih yang sangat ingin dilupakan oleh Ariel. Bagi Ariel, Andra adalah masa lalu yang kelam. Dari sini saya super penasaran dengan masa lalu Ariel dan Andra. Bisa-bisanya pasangan yang digaungkan sebagai pasangan sempurna ketika SMA harus berakhir. Akhir yang tidak baik pula. Melalui alur maju-mundur akhirnya saya pun bisa tahu apa sebenarnya masa lalu mereka berdua.
            Seandainya novel ini hanya berkisah tentang pengungkapan masa lalu Ariel dan Andra, saya nggak akan sanggup menamatkan buku ini. Ada hal lain yang membuat saya lebih penasaran. Sudah tahu mereka berdua ini saling benci dan tidak ada tanda untuk berbaikan, tiba-tiba Ariel menerima lamaran Andra. Sinting, kan?
            Makanya saya harus jujur, sampai akhir membaca kisah Ariel dan Andra sangat memuaskan. Ada bagian-bagian tertentu yang membuat saya emosional. Dan, puncaknya akhir yang dipilih penulis.
            Walau begitu gaya penulisan buku ini sangat mengganggu bagi saya. Terkadang saya merasa bahwa tulisan penulis begitu enak untuk dibaca, tapi ada kalanya tidak. Saya tidak pernah ada masalah dengan gaya bercerita yang memakai bahasa semi-formal. Asal nyaman untuk dibaca, sah-sah saja. Sayangnya tidak untuk novel ini. Saya benci sekali dengan kalimat-kalimat yang dirangkai penulis yang begitu tidak teratur. Saya gatal sekali ingin mengedit semuanya. Hampir sepanjang novel ini bisa dikatakan ditulis dengan gaya bahasa yang berantakan. Contohnya saja dalam pemakaian kata kau-kamu. Please, kayaknya lebih enak kalau dalam suatu kalimat memilih antara kamu atau kau. Rasanya penulis sulit sekali memutuskan untuk memilih kata kau atau kamu ini. Setidaknya saya ingin kekonsistenan. Sangat disayangkan. Padahal novel ini harusnya bisa lebih baik lagi.
            Yah, walau sebenarnya gaya bahasa model begini sangat anti saya baca, entah kenapa pada akhirnya saya sangat menyukai novel ini. Dan, sudah dipastikan saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Ada sesuatu yang manis dan mengejutkan di akhir buku ini yang (mungkin) membuat saya bertahan membaca novel ini. Selamat membaca.

Kamis, 30 Juni 2016

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com