Tampilkan postingan dengan label gagasmedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gagasmedia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Januari 2016

[Review] Good Fight

0



Judul : Good Fight (Ada yang salah dengan cinta)
Pengarang : Christian Simamora
Editor : Gita Romadhona
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 356 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, 2012
Kategori : Dewasa, Romance,
Harga : Rp. 57.000,-
ISBN : 978-979-780-545-6
Ratingku : 4/5


“Sehari-harinya, mereka berdua sudah kayak Tom dan Jerry. Saling hina, saling ngejatuhin mental satu sama lain. And one day—one unpredictible day, that is—Tere dan Jet jujur soal kehidupan cinta masing-masing. Which is personal, bahkan Lisa yang jelas-jelas dilabeli ‘best friend’-nya Tere pun nggak tahu apa-apa tentnang Indra” (p.86)

Jethro Liem dan Teresia sama-sama bekerja di kantor yang sama, yaitu di The Tiara Group. Tere sebagai fashion editor majalah Mascara dan Jet sebagai fotografer majalah Manner dan Mascara. Karena mereka berdua bekerja di gedung yang sama dan hanya beda lantai keduanya memang sering bertemu dan saling bekerja sama dalam pekerjaan mereka berdua. Namun sayangnya semua itu menjadi bencana bagi Tere. Karena Jet adalah si musuh bagi Tere. Entah sejak kapan hubungan keduanya seperti anjing dan kucing. Setiap ketemu pasti bawaanya langsung saling ejek dan bertengkar. Baik Tere maupun Jet sudah lupa apa tepatnya alasan yang membuat mereka berdua saling cek-cok. Yang Jet tahu mengusili Tere menjadi hal yang menyenangkan karena Tere cepat sekali tersulut emosinya.
Hingga suatu hari entah bagaimana ceritanya Tere dan Jet saling curhat mengenai kehidupan percintaan mereka berdua. Kehidupan percintaan mereka yang berada pada posisi dimana mereka berdua disalahkan sebagai orang ketiga. Yap, Tere dan Jet menjalani peran sebagai selingkuhan. Tere yang pacaran dengan lelaki yang mempunyai tunangan. Dan Jet berpacaran dengan seorang wanita bersuami yang sedang koma. Kehidupan percintaan mereka berdua memang super complicated. Tere tidak mau menambah runyam semua itu ketika Tere sadar bahwa Jet tidak seperti yang diduga sebelumnya. Masa sih Jet orangnya begitu perhatian?

***************

Novel ini adalah buku pertama yang saya baca dari tulisan Christian Simamora. Buku yang pertama kali saya baca pada tahun 2012 dan dibaca ulang ketika awal 2016 ini. Saat itu saya belum membuat review buku ini tentunya saya sedikit kesulitan ketika jarak yang begitu jauh membuat saya agak-agak lupa dengan cerita buku ini. Dan perasaan saya masih sama seperti pertama kali membaca buku penulis, bikin nagih!
Cover baru yang oh, so sexy! xD
Awalnya, sama seperti kebanyakan pembaca pertama novel Christian Simamora saya belum terbiasa dengan gaya bahasa yang dipakai penulis. Ugh, ketika narasi menggunakan kata tidak baku itu berasa baca novel tak layak aja! Habis mau bagaimana lagi, saya sudah terbiasa dengan narasi yang menggunakan bahasa baku dan penulis dengan seenaknya menggunakan bahasa bebas dan malah terlalu gahul. Sampai-sampai bahasa Inggris pun dibikin bahasa slank-nya. Kalau belum terbiasa dengan bahasa Inggris pastinya bakal agak kurang ngerti baca novel ini ditambah lagi bahasa Inggris yang dialay-alayain macam puh leez. Namun, entah lagi beruntung atau apa syukurnya saya ngerti dengan semua kata-kata aneh yang diplesetin penulis.

“Ya, mau gimana juga, Re. Posisi orang ketiga kan emang selalu dianggep miring. Lo dan gue emang nggak ngarep dibela, cuman kalau makin dipojokkan pula sama orang-orang setelah semua rasa bersalah yang menumpuk di dada, ah, nggak sanggup aja gue ngadepinnya.” (Jethro Liem – p.101)
Seakan belum selesai dengan pemakaian gaya bahasa seperti itu peran tokoh utama yang dipakai adalah selingkuhan! Oh-my-God! Aseli, novel ini bener-bener ngeselin banget kan? Masa ngambil tema selingkuhan sih. Bikin esmosi jiwa aja kalau saya denger kata selingkuhan itu. Tapi dan tapi dari novel ini pun saya belajar untuk lebih mengerti perasaan pihak yang menjadi selingkuhan. Ugh, satu hal yang mustahil banget di kamusku.
Untungnya novel ini terselamatkan karena Tere dan Jet sama-sama yang menjadi selingkuhan. Saya suka sekali dengan usaha mereka berdua untuk ­move-on. Kebersamaan mereka berdua perlahan tapi pasti saling mengisi kekosongan dan membuat mereka berdua semakin sadar bahwa ngapain harus jadi yang kedua seandainya bisa menjadi nomor satu.
“... ugh, falling in love sucks. Lo nggak pernah tahu orang yang lo cintai bakal tulus membalas perasaan lo atau malah memanipulasi keadaan dan perasaan lo.”
(Teresia – p. 373)
Suka, walaupun novel ini banyak drama tapi saya suka bagaimana interaksi Tere dan Jet yang awalnya ogah-ogahan untuk bisa bersama, manisnya hubungan mereka berdua. Dan dramatisirnya ketika masing-masing pacar mereka tahu hubungan antara Tere dan Jet.
Hanya saja ending-nya yang agak biasa aka terlalu mainstream banget rada bikin saya kecewa sih. Cuman, saya suka sekali ada cerita tambahan setelah bagian yang mainstream itu!
Semoga saya bisa berjodoh untuk bisa membaca tulisan Christian Simamora lagi karena ya memang masih penasaran juga sih. Secara baru baca satu buku ini. Hehehe
 

Jumat, 03 Juli 2015

[Contest] Kado Untuk Blogger dari GagasMedia

3






Selamat Siang ....
Finally, saya bisa mengikuti “Kado untuk blogger” dari Penerbit GagasMedia. Karena satu dan hal lain saya selalu ketinggalan event GagasMedia ini. Dan sebelum memulai kontes ini saya ingin mengucapkan, 'Happy b-day GagasMedia!' Angka 12 merupakan pencapaian tersendiri bagi GagasMedia. Patut dibanggakan bahwa selama 12 tahun GagasMedia mampu bertahan dan menjadi Penerbit yang bergengsi di Indonesia. Semoga GagasMedia selalu eksis untuk tahun-tahun ke depannya. Sukses untuk GagasMedia! \(^_^)/
Untuk kali ini GagasMedia mewajibkan para blogger untuk menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan.

Selasa, 19 Maret 2013

'I For You'

3

Sumber Gambar : disini


Judul :  I For You
Pengarang : ORIZUKA
Tahun Terbit : Cetakan I, 2012
Penerbit : Gagasmedia
Jumlah Halaman : 380 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 47.000,-
ISBN : 979-780-554-9

Perbedaan Penulis favorit/bukan adalah kita akan membaca karyanya sampai selesai walau se-absurb apapun cerita yang ada. Itulah yang terjadi pada saya ketika membaca novel ini. Setelah saya membaca karya Orizuka yang berjudul Our Story, Orizuka masuk jejeran Penulis yang ku sukai walau bukan yang terfavorit. Apakah aku bosan dengan cerita di dalam novel ini? Jawabannya adalah antara iya dan tidak. Sudah jelas aku menyukai gaya Orizuka bercerita, terasa pas dan tidak kaku maka dari itulah Orizuka adalah Penulis favoritku. Dari awal cerita aku sudah menyukai cerita buku ini, aku dibuat takjub dengan kenaifan Cessa yang berani-beraninya menyapa Surya dengan kepolosannya bahwa dia tidak mau duduk dekat dengan orang miskin. Selain ikut merasakan keki seperti Surya aku pun ngakak dengan tingkah laku (sok) putri seperti Cessa. Jelas Cessa adalah seorang Putri kalau merujuk kepada namanya Princessa Setiawan dan tingkah laku yang sadar bahwa dirinya adalah orang kaya. Kalau masih kurang disamping Cessa selalu ada seorang Pangeran berkuda putih nan baik nan setia selalu mendampinginya kemanapun Cessa berada, Benjamin Andrews. Hingga pertemuan awal Cessa dengan seorang murid jenius tapi miskin yang membuat Cessa mempunyai pandangan lain tentang orang miskin dan arti hidup. Cerita pun berlanjut dengan perlahan-lahan Cessa merasa nyaman dengan Surya, begitupun sebaliknya.

Senin, 26 November 2012

'Remember When'

0

Remember-when
Judul : Remember When

Judul Asli : Kenangan Abu-abu

Pengarang : Winna Efendi

Tahun Terbit : Cetakan II, 2011

Penerbit : Gagasmedia

Jumlah Halaman : 252 hal

Kategori : Romance, Remaja

Harga : Rp. 43.000,-

ISBN : 979-780-487-9

 

Adrian, Moses, Freya dan Gia adalah empat sahabat yang memulai persahabatan mereka ketika menginjak masa SMU. Jadian secara bersamaan, mengahabiskan double date dan menjalani masa-masa yang tidak akan mereka lupakan ketika masih mengenakan seragam abu-abu.

Hingga kecelakaan yang menimpa keluarga Adrian mengubah segalanya. Perubahan besar yang melibatkan mereka berempat.

 

Wow,,,,wow,,, dan wow!

Ini pertama kalinya aku mencicipi karya Winna Efendi dan pertama kalinya aku memiliki perasaan yang harusnya ga pernah aku miliki. Yah, aku untuk pertama kalinya mendukung perselingkuhan! Oh My God! Aku pribadi rasa-rasanya masih sangat tidak percaya! Dan untungnya hanya di novel dan berharap ga bakal kejadian lagi. Ini bener-bener bukan sepertiku baik di kehidupan nyata/pun di dunia per-novel-an ga pernah sekali pun aku suka! Benci banget malah. Tapi aku malah mendukung dengan pasti hubungan Freya dan Adrian. Alasan awalnya hanya sepele karena aku lebih menyukai nama Adrian daripada Moses. Harus aku akui lagi aku benci dengan segala hal yang berbau PERSELINGKUHAN dalam bentuk apapun! Yang terbayang pertama kali ketika aku membaca adegan Freya, Gia, Adrian, dan Moses adalah lagu Sherina. Dimana sang Pria bermesraan dengan sang pacar tapi tanpa malu-malu menggemgam tangan sang sahabat. Huwaaaaa..... rasanya pengen aku remes-remes itu pasangan yang selingkuh! Ok, aku terlalu naif ataupun sok suci tapi plis deh siapa sih yang suka disakiti? Ga ada kan?

Tapi entah mantra apa yang diberikan oleh Penulis yang membuatku jatuh cinta dengan cerita di buku ini dan merasa seolah-olah aku mengerti dan sangat paham perasaan mereka yang selingkuh! Ugh! Jangan sampai deh amit-amit dalam hidup aku menjalani dua hal itu korban/pun tersangka. Moses, Freya, Adrian, dan Gia, diceritakan bahwa mereka sahabatan sejak mereka kelas 1 SMU terlebih Freya yang dari dulu ga pernah punya sahabat finally dengan kehadiran Gia dia akhirnya punya sahabat perempuan. Memang bukan berarti Freya ga punya sahabat, ada Erik yang selalu menemaninya dari kecil tapi mempunyai sahabat perempuan terkadang lebih menyenangkan daripada sahabat laki-laki kan? Cerita berlanjut ketika masing-masing pasangan yang jadian secara bersamaan yaitu Moses dengan Freya dan Adrian dengan Gia menginjak tahun ke-2 dalam menjalin hubungan per-pacar-an mereka. Nah ini juga yang jadi pikiranku baru beberapa lembar ajang penembakan dan penerimaan berlangsung tanpa ragu-ragu Penulis mempercepat alur waktu menjadi dua tahun kemudian. Dan setelah menjalin hubungan yang cukup lama selama dua tahun kenapa mulai terjadi pepecahan diantara mereka? Aku berpikir kenapa tiba-tiba sudah menjalin hubungan selama itu baru terjadi dan kenapa ga disetting setahun hubungan kek, ya suka-suka penulis juga sih. Tapi mungkin justru poin 2 tahun itulah yang coba disampaikan oleh Penulis. Layaknya kutub magnet yang sejenis yang sampai dunia kiamat pun ga bakalan mau bertemu itulah mereka berempat. Freya dan Moses mempunyai sifat yang sama-sama pendiam kemudian Adrian dan Gia yang sama-sama punya sifat periang sepertinya waktu 2 tahun membuktikan segalanya.

Novel ini memang direncanakan dikonsumsi para remaja karena tokoh-tokohnya juga masih SMU jadi yah wajar sekali kalau para tokohnya berjiwa ababil dan penyelesaian mereka pun dilakukan secara ababil juga terutama Adrian yang emosinya masih sangat labil tapi menurutku apa yang dilakukan oleh Adrian memang sudah seharusnya dia lakukan. Walaupun berdampak sangat besar. Harus kuakui entah kenapa aku ga begitu suka dengan tokoh Freya yang sifatnya ngambang dan terlalu dibuat-dibuat menurutku.

Untuk alur setelah waktu 2tahun yang mereka lewati alurnya begitu cepat sampai-sampai aku dibuat kaget dengan semua perubahan yang terjadi. Sudut pandang yang digunakan dengan sudut pandang utama mereka berempat. Dan berbicara mengenai sudut pandang ada suatu kejanggalan menurutku karena dipertengahan Penulis tiba-tiba memasukkan sudut pandang Erik. Hal ini menurutku sangat tidak konsisten karena kemuculan sudut pandang Erik yang tiba-tiba ini bisa aja dong tiba-tiba muncul secara tiba-tiba lagi sudut pandang Mama nya Adrian atau Mamanya Gia. Harusnya agar lebih konsisten Penulis memunculkan sudut pandang Erik dari awal. Toh memang tokoh Erik penting. Dan penggunaan istilah SMU daripada SMA yang menurutku baiknya memakai SMA saja. Karena untuk sekarang yang digunakan adalah SMA memang dulu sempat ganti-ganti karena kelabilan Depdiknas kita tapi menurutku Penulis harusnya lebih menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Aku ga pernah baca novel ini waktu masih berjudul Kenangan Abu-Abu setidaknya karena buku ini adalah edisi revisi lebih baik SMU juga diganti menjadi SMA biar ga terkesan jadul.

Untuk suatu karya debut aku benar-benar dibuat jatuh cinta dengan buku ini. Beberapa waktu lalu aku dikecewakan dengan beberapa novel debut yang kubaca dan syukurlah tidak untuk buku ini. Hal terkuat yang dimiliki Penulis adalah cara Penulis bercerita! Penuturan yang membuatku terbuai bagai terkena Moj
u, Juju, Hocus-Pocus, Booga-booga apapun itu namanya yang jelas buku ini sangat menguras emosiku dan layak sekali untuk dibaca dan dimiliki bagi penggemar romance tentu saja. :D

Untuk 2 tahun dan 2 tahun aku kasih nilai 4 :)

 

Tentang Penulis

Winna2
Winna Efendi adalah Penulis kelahiran 1986 yang berzodiak Capricorn. Penulis gemar menulis dan membaca, Penulis juga menyukai lagu-lagu mellow, makanan manis dan warna putih. Walaupun menghabiskan sebagian masa kecil di Kuala Lumpur dan Brisbane, sekarang Penulis menetap di Jakarta.

Novel-novel lainnya Ai, Refrain, Glam Girls: Unbelievable, The Journey, Unforgettable, Truth or Dare, Draft 1- Taktik Menulis Fiksi Pertamamu

Penulis bisa dihubungi di:

Email/Fb: winna.efendi@gmail.com

Twitter: @WinnaEfendi

Blog: winna-efendi.blogspot.com

 

Karena novel ini adalah edisi revisi jadi ada pergantian covel yang dilakukan penerbit gagas yang tentu saja dengan cover yang lebih baik. Berikut ini cover novel edisi sebelumnya.

Kenanganabuabu-cover-02

Selasa, 18 September 2012

'Infinitely Yours'

0

Dsc09889
Judul : Infinitely Yours
Pengarang : ORIZUKA
Tahun Terbit : Cetakan III, 2011
Penerbit : Gagasmedia
Jumlah Halaman : 292 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 47.000,-
ISBN : 979-780-508-5

Narayan Sadewa, seorang prinsipal dan arsitektur dari PT NSDezign tak pernah menyangka bahwa perjalanannya ke Korea Selatan guna mencari ketegasan hubungan dengan mantan pacarnya—Mariska. Bertemu dengan seseorang yang sangat-sangat menyebalkan dan secerewet bernama Jingga. Mereka bedua menjadi pasangan dalam tour yang mereka ikuti yaitu dalam jasa Together Tour. Rayan yang ingin perjalanannya ke Korea Selatan biasa-biasa saja menjadi luar biasa dengan campur tangan makhluk ajaib teman satu perjalanannya ini. Bagaimanakah serunya perjalanannya Rayan dengan campu tangan Jingga? Apakah Rayan mendapat jawaban yang selama ni dicarinya bahkan sampai mengunjungi Korea Selatan. Semuanya akan dijawab tuntas dan tentu saja menjadi perjalanan paling ajaib yang pernah dilakukan oleh Rayan.

Suka sekali dengan buku ini!
Rayan itu tipe-tipe cowok yang cuek tapi sebenernya perhatian banget. Ya memang uda banyak sekali peran utama cowok seperyi Rayan, tapi aku ga pernah bosen dan selalu dibikin melting! Hehehe
Ceritanya memang sederhana sekali tentang Rayan yang sama sekali tidak mengetahui alasan Mariska yang memutuskannya padahal mereka sudah menjalin hubungan selama 10 tahun yang Rayan sangka baik-baik saja malah berakhir dengan minta putusnya Mariska. Dan dengan adanya tokoh Jingga tertebak sudah arah yang diinginkan penulis. Misi Rayan untuk mengetahui alasan Mariska memutuskannya terlaksana dengan bantuan ‘paksa’ dari Jingga. Dan mereka mengadakan tour romantis ala Korea karena misi Rayan. Dan ditambah kehadiran Yun Jae, tour guide yang menjadi alasan Jingga jalan-jalan ke Korea. Pokoknya seru dan rame karena kecerewetan Jingga :D.
Poin plus tersendiri dari novel ini adalah dijabarkannya dengan sangat detail tentang tempat-tempat pariwisata yang ada di Korea Selatan sampai tentu saja tidak ketinggalan gembok cinta untuk pasangan yang sudah sangat populer sekali baik di dalam maupun di luar Korea Selatan. Tapi hal ini juga menjadi kelemahan tersendiri dengan sudah pasarannya bahasan tentang tempat-tempat pariwisata yang sudah banyak sekali dibahas dimedia manapun mengingat deman Korea sedang melanda di Indonesia.
Sama seperti Rayan, aku super duper sebel sama sifat Jingga yang kelewat ceria, positif, ikut campur urusan orang dan sangat tidak mencerminkan sekali umurnya yang sudah 25 tahun. Di awal perjalanan saat di pesawat terbang aku ikutan pusing dengan tingkah Jingga yang ga mau diem sama sekali. Heh! Bisa ga sih diem sebentar aja! Saya ini ke Korea bukan untuk bersosialisasi dengan makhluk ajaib kaya kamu!’ Mungkin itu kali suara hati yang terdalam tentang Jingga oleh Rayan. Haha :D
Aku juga suka sebel ketika lagi di Bus yang padahal aku pingin sekali istirahat tidur malah ada yang ngajak ngobrol. Memang sih sopan santun basa basi dengan teman satu kursi. Tapi plis deh saya mau istirahat ga mau diganggu! Haha padahal asalinya ga pernah sefrontal itu xD. Tapi oh tapi aku salut banget sama penulis, ketika Jingga jadi pendiam ga secerewet seperti di awal seperti terbawa arus aku pun seperti Rayan yang merasa kehilangan. Good job sekali! Penulis memang sepertinya sudah merencanakan bahwa pembaca harus terkena virus Jingga seperti Rayan! :D
Alur yang diambil adalah maju dan mengambil sudut pandang orang ke-3. Pilihan yang sangat tepat menurutku karena tidak membuat ceritanya aneh. Untuk masalah typo tetap ada walau tidka begitu menggangu dan karena biru adalah warna favoritku aku sangat menyukai cover buku ini :D
Untuk yang ingin tahu ending buku ini sangat unik menurutku dimana Jingga balas dendam pada Rayan karena di awal pertemuan mereka, Rayan merusak PSP Jingga xD
Untuk Rayan yang cuek aku kasih nilai 4 :)

Tentang Penulis
Dieng-04
Bernama lengkap Okke Riska Septiani. Gadia penggemar thriller yang senang mempelajari berbagai bahasa asing ini lahir di Pelmbang dan besar di Cirebon. Selain menulis, di waktu luang ia gemar membaca, menonton, mendengarkan musik serta fangirling bersama para Kpoppers. Orizuka juga saat ini selain menjadi penulis bekerja sebagai guru di lembaga kursus B. Inggris.

Minggu, 15 Juli 2012

'Hujan dan Teduh'

0

Hujan_dan_teduh

Judul : Hujan dan Teduh

Pengarang : Wulan Dewatra

Tahun Terbit : Cetakan IV, 2011

Penerbit : Gagasmedia

Jumlah Halaman : 250 hal

Kategori : Romance, Fiction

ISBN : 979-780-498-4

Harga : Rp. 43.000,-

 

Bintang dan Kaila adalah dua remaja yang memulai persahabatannya ketika menginjak kelas III SMA. Sejak perjumpaan pertama Bintang sudah tertarik dengan gadis berponi pagar—Kaila. Namun kedekatan mereka berdampak negatif pada sekitarnya.

Bintang yang memulai kehidupan barunya dengan kuliah di Jakarta, demi melupakan masa lalunya bersama Kaila. Di kampus barunya Bintang mencoba berhubungan dengan teman satu jurusannya yaitu Noval. Hubungannya dengan Noval yang terlampau jauh mengakibatkan banyak hal terjadi pada Bintang. Terlebih lagi sikap Noval yang perlahan berubah menjadi kasar membuat Bintang harus mengambil keputusan tentang kelanjutan hubungan mereka.

 

Menurutku pribadi aku menyukai novel ini walau sama sekali tidak menimbulkan bekas ketika selesai membaca novel ini. Awalnya aku terkecoh dengan isi cerita novel ini, kukira hanya kehidupan kampus biasa yang akhirnya jatuh cinta dan memulai pacaran. Setelah membaca beberapa lembar halaman yang ku baca, aku dikagetkan ketika berada pada halaman 26.

Aku sayang kamu. Aku nggak pernah ngerasain ini sebelumnya. Ke cowok aku juga rasanya nggak kayak gini, ujar Kaila lirih. Bintang yang tak menyangka Kaila akan mengatakan itu terdiam sejenak sebelum euforia yang bagaikan gebyar kembang api berpindah ke hatinya. Dengan lembut, dikecupnya bibir Kaila yang mungil sebagai jawaban

Wow, jadi ini cerita sesama jenis gitu? Aku yang agak merasa bosan ketika membaca lembar-lembar awal, mulai agak semangat ketika mengetahui bahwa ceritanya lumayan tidak biasa hehe. Tapi ya menurutku penulis kurang begitu mengeksplor tentang kisah cinta Bintang dan Kaila. Karena kalaupun memang Bintang lesbian tapi kok dengan mudah Bintang menjalin hubungan dan menyukai Noval, atau mungkin Bintang memang penyuka laki-laki dan perempuan? Yah itu sih hanya pikiran pribadi saja :D

Aku benci Bintang yang lemah, yang terlalu mencintai Noval yang membuat dia selalu saja menuruti kemauan Noval. Lagi dan lagi aku disuguhkan novel yang dengan  tokoh utama yang terlalu mencintai pasangannya sehingga berdampak negatif pada dirinya sendiri.

Hampir tidak ada adegan yang berkesan buatku, semuanya datar-datar saja. Namun entah sihir apa yang terdapat pada buku ini yang membuatku ingin segera menamatkan dan buru-buru ingin mengetahui akhir kisah Bintang.

Well, buku ini cukup menghibur dan bisa dijadikan buku selingan ketika kita bosan. Untuk Bintang yang lemah dan kuat aku kasih nilai 3 :)

 

Tentang Penulis

Wulandari Putri, yang memodifikasi namanya menjadi Wulan Dewatra, lahir 21 Juli 1990 di Ciamis dan besar di Bandung. Kegiatan sehari-harinya yang merupakan mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia ini adalah menuntut ilmu dengan baik serta mencuri-curi mengajar privat Bahasa Inggris dan Matematika. Selain itu, di sela-sela waktunya yang tidak sibuk, ia bersama kelompok Rumah Semut-nya sering berjualan hampir semua jenis barang dengan jargon “Anda Cari Kami Ada”. Novel ini merupakan novel pertama yang diterbitkan.sekarang, Wulan sedang menulis novel berikutnya yang belum diberi judul. [Diambil dari sampul belakang buku]

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com