Senin, 10 Juni 2013
Kamis, 07 Februari 2013
'Les Miserables'

Selasa, 08 Januari 2013
'Dr. Jekyll & Mr. Hyde'


Senin, 09 Juli 2012
'Pengantin Surga'

Judul : Pengantin Surga [The Story of Layla and Majnun]
Pengarang : Nizami Ganzavi
Penerjemah : Ali Nur Zaman
Penyunting : Salahuddien Gz
Penerbit : Dolphin
Halaman : 250 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, Juli 2012
Kategori : Klasik, Romance
ISBN : 978-979-17998-3-6
Harga : Rp. 45.000,-
Layla dan Qays, remaja yang baru mengenal cinta yang memabukkan bagi mereka. Namun takdir berkata lain. Kedekatan mereka tak pernah disetujui banyak pihak. Qays yang begitu memuja Layla menjadikannya budak cinta dan kehilangan akal sehatnya, melupakan sekitar dan menjadikan dirinya lebih dikenal dengan nama ‘Majnun—orang gila’. Hidupnya yang tak lain dihabiskan untuk memuja sang kekasih hati, melantunkan syair-syair indah, meninggalkan segala yang dipunya hingga menjadikannya sang penguasa binatang buas.
Layla yang trepisah jauh dengan sang kekasih hati tidak luntur sedikit pu kesetiaannya. Walau seorang gagah perkasa Ibnu Salam memperistrinya. Dengan kukuh dia mempertahankan kesuciannya. Inilah kisah tentang kisah cinta sejati.
Dua kali berturut-turut aku membaca buku yang tokoh utamanya terjebak dalam cintanya masing-masing. Mencintai begitu besar pasangannya dan rela mengorbankan segala sesuatu demi pujaan hati. Dari dulu sekali sebenarnya aku penasaran sekali dengan kisah Layla Majnun ini. Waktu SMA aku mempunyai teman yang bernama Laila, dan ada seorang teman yang suka usil bilang Laila majnun. Aku yang awalnya tidak tahu sama sekali arti majnun hanya ikut tertawa saja. Tambah kaget ketika tahu bahwa majnun artinya gila. Temanku Laila ini bercerita bahwa kisah Layla Majnun adalah kisah seseorang yang mencintai begitu dalam dan besar sehingga menjandikannya gila.
Finally, aku diberi kesempatan untuk bisa membaca kisah yang sangat terkenal ini, terima kasih untuk Mbak Truly dan Penerbit Dolphin yang sudah berbaik hati memberikan buku ini secara cuma-cuma kepadaku :D.
Buku ini termasuk buku klasik, jadi wajar saja kalau bahasa yang digunakan pun menggunakan kata-kata yang kalau anak muda sekarang bilang ‘lebay’ percakapan yang intinya menanyakan kabarpun bisa mencapai setengah halaman sendiri. Tapi wajar saja kan memang disitulah keindahan karya sasra, kata-kata indah memabukkan kita yang membaca. Plot yang ada sebenarnya hanya berkisah tentang bagaimana perasaan Majnun kepada Layla. Bisa dibilang alurnya lambat dan kadang diselingi dengan hal-hal yang mungkin agak tidak berhubungan dengan inti cerita. Namun aku menangkap disinilah letak istimewa buku ini, tidak melulu menceritakan kegilaan Qays/Majnun yang akan membuat cerita ini membosankan. Aku pribadi ketika sampai pada bagian Manjnun menjadi raja binatang buas malah berpikiran ‘Loh, ko jadi cerita tarzan gini’. Tapi justru bagian ini yang paling aku sukai ketika penulis memaparkan tentang binatang yang tahu balas budi dibandingkan dengan manusia. Aku jadi ikutan mikir, memang benar manusia terkadang selalu lupa kebaikan seseorang ketika sengaja/tidak melihat kejelekannya. Ikutan tertampar juga nih, dan sekarang pun aku lagi belajar ketika membenci seseorang, ingatlah kebaikan yang sudah diperbuatnya.
Aku sangat menikmati kisah Majnun dan Layla ini, dan baru sadar maksud judul dan arti cover buku ini ketika selesai membaca buku ini. Cinta yang suci begitulah kira-kira kesan yang kudapat. Tidak seperti zaman sekarang yang kadang-kadang hanya mengikuti nafsu. Disini kita belajar banyak dari Majnun, lebih baik gila daripada mengikuti nafsu. Tokoh yang paling kusukai dan paling kukasihani adalah Ibnu Salam, sebagai seseorang yang mencintai dan suami Layla aku salut kepadanya yang tidak memaksa Layla. Merasa kasihan ketika sampai kematiannya belum juga mendapatkan hati sang istri. Buku ini sangat direkomendasikan untuk semua yang ingin tahu bagaimana kisah Majnun dalam versi Nizam, cocok dibaca untuk siapapun.
Kelebihan dan kelemahan yang kurasa pada buku ini adalah pada gaya bahasa. Aku yang belum terbiasa pada gaya bahasa seperti yang ada dibuku ini menjadikanku membaca buku ini super lambat karena mau tidak mau ketika membaca syair Majnun aku menirunya bak pujangga mahsyur hahaha :D
Untuk Majnun yang mempunyai cinta luar biasa aku kasih nilai 3,5 :)
Tentang Penulis

Nizami Ganjavi (1141-1209) adalah pujangga terbesar dalam khazanah sastra Persia, dianggap sebagai penulis yang membawa gaya tutur realistis ke dalam kisah epik di Persia. Lahir di Ganja, salah satu kota besar di Azerbaijin, bagian Kesultanan Seljuk, ia menghabiskan seluruh masa hidupnya di sana. Karya-karyanya tak hanya dipengaruhi oleh sastra Arab dan Persia, baik tradisi lisan maupun tulisan, melainkan juga oleh matematika, astrologi, kimia, farmasi, ilmu tafsir, teori dan hukum Islam, sejarah, filsafat, mistisisme, musik, dan seni visual. Jejak-jejak Nizami sangat terasa dalam kesustraan Islam. Karya tulisnya mempengaruhi perkembangan sastra Persia, Arab, Turki, Urdu, juga Nusantara. Pengantin Surga adalah karyanya yang paling tersohor. Karyanya yang lain adalah Makhzan Al-Asrar (Gudang Rahasia), Haft Peykar (Tujuh Bidadari), dan Eskandarnameh (Kitab Iskandar).
Sabtu, 28 Januari 2012
'Black Beauty'

Pengarang : Anna Sewell
Penerjemah: Nadiah Abidin
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2010
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House (Kelompok Mizan)
Jumlah Halaman : 388 hal
Kategori : Fiction, Novel Klasik
Harga : Rp. 49.000,
Rumah pertamaku. Sebuah padang rumput yang indah dengan segala yang menghiasnya. Aku hidup bersama Ibuku, Duchess—biasa dipanggil Pet—dan enam kuda jantan lainnya. Aku dibesarkan dengan dangat baik oleh Tuan-ku. Sehingga aku menjadi kuda yang tumbuh kuat dan beradab—tidak pernah menggigit dan menendang.
Aku diberi nama Black Beauty karena tubuhku yang hitam pekat dan terlihat menawan serta cerdas. Setelah cukup umur aku tinggal dengan Tuan-ku yang baru, yaitu Hakim Gordon. Aku hidup bahagia bersama Tuan-ku karena aku diperlakukan sanat baik. Sampai takdir berkata lain memisahkan-ku dengan Tuan-ku yang sangat baik. Kemalangan yang menimpa Nyonya kami.
Perubahan dari rumah pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.
Pertemuan dengan teman-teman baru yang baik. Yang menambah wawasanku akan dunia luar yang terkadang berubah menjadi sangat kejam.
Membaca novel ini sangat menyenangkan bagiku. Awalnya aku sempat mengerutkan kening dan berfikir ‘Loh tokoh utamanya seekor kuda gitu?’ Dan memang benar adanya tokoh utama dari novel ini memang seekor kuda yang sangat tampan, menawan dan berperilaku sangat santun sehingga dicintai oleh semua orang. Cerita di novel ini memang sangat sederhana dan hanya berkisar kehidupan Black Beauty tapi sungguh sang penulis mampu menggambarkan cerita ini dengan indah sekali. Membuatku mau tak mau jatuh cinta pada sang Darkie yang manis. Dan jujur aku tidak pernah merasa bosan sejak pertama kali membaca bab-bab awal. Sudut pandang dari Darkie tidak membuatku kesulitan dalam mencerna isi cerita. Penggambaran yang detail oleh sang penulis membuat kita merasa seolah-seolah berada di padang rumput yang luas dan seolah-olah ikut bermain bersama Darkie seperti yang diceritakan di dalam novel. Dan hebatnya lagi, pembaca yang tidak mengerti selaku beluk kuda—seperti aku—tidak bakalan merasa susah mencerna pengetahuan-pengetahuan yang baru tentang dunia kuda. Karena pemaparan Darkie akan sangat membantu pembeca. Banyak sekali amanat yag bisa kita ambil dari novel ini. Aku pun jadi sadar bahwa semua makhluk hidup yang ada di dunia—termasuk binatang—patut kita hormati. Di novel ini kita diajak untuk menyelami kehidupan yang dirasakan oleh Darkie. Bagaimana ketika seekor kuda merasa bahagia, ketakutan, malu, bersemangat yang semua itu tergantung kita sang pemilik. Terkadang kita hanya menganggap karena yang kita hadapi hanya seekor binatang, kita dengan santainya bertindak semena-mena sekehendak hati. Kita seenaknya memecut kuda yang padahal tidak perlu kita lakukan. Disini kita diberi tahu bagaimana memerlakukan seekor binantang dengan baik agar binatang peliharaan kita pun akan patuh dan merasa dicintai.
Perpindahan Darkie dari satu rumah ke rumah lainnya dipaparkan dengan sangat pas dan pertemuan-pertemuan dengan teman baru menambah poin plus tersendiri. Tiap Kuda baru yang ditemui Darkie akan mempunyai masa lalu tersendiri. Cerita-cerita masa lalu yang diceritakan begitu indah oleh teman-teman baru Darkie. Memang tidak selalu cerita yang membahagiakan terkadang dengan cerita sedih yang membuat kita ikut terenyuh seperti Darkie.
Perjalanan yang ditempuh Darkie yang terkadang mulus dan berbelok ini membuatku langsung mencintai kuda ini. Dan membuatku berkeinginan untuk mencoba berkuda—minimal :D.
Banyak sekali istilah yang kudapat tentang kuda—tentu saja. Tentang breaking in, crupper, breeching, bit, check-rein yang dijelaskan sangat baik oleh Darkie. Satu hal yang membuat ku kecewa karena banyak sekali typo yang memang tidak terlalu parah tetapi sangat mengganggu karena cukup sering. Dan lagi-lagi cetak yang tintanya tipis dibeberapa halaman yang menggangu mataku. Dari segi cerita memang wajar sekali novel ini menjadi novel terlaris sepanjang masa :)
Dan apalagi dengan ending yang manis, walau terkesan klise mau ga mau membuatku tersenyum juga :)
Untuk Darkie yang manis dan selalu bersemangat aku kasih nilai 4,5 :)
Quotes yang aku sukai :)
Duchess/Pet Hal 22
'Semakin baik perangaimu, semakin baik perlakuan orang terhadapmu'
Grant Hal 327
'Karena sayang sekali kalau kita tidak bisa menjadi tuan dari diri kita sendiri'
Tentang Penulis

Black Beauty adalah novel pertama dan satu-satunya yang pernah diterbitkan. Ia menjual naskah tersebut kepada penerbit lokal pada 24 November 1877 seharga 40 poundsterling. Sayangnya, lima bulan setelah novel tersebut terbit, anna wafat pada usia 58 tahun setelah mengidap penyakit hepatitis/bronchitis. Ia tak sempat menyaksikan suksesnya Black Beauty, yang termasuk salah satu novel paling laris sepanjang masa.
Karena kesuksesan novel Black Beauty, cerita tentang Darkie juga sudah diangkat ke layar lebar pada tahun 1921, 1946, 1971, 1972 (TV series), 1978, dan tahun 1994.
Berikut beberapa cover awal novel ini



Sumber yang kudapat berasal dari novel Black Beauty sendiri dan Wikipedia
Yang lainnya
Fokus pagi adalah acara yang dibawakan oleh Tina Talisa setiap hari Senin-Sabtu pukul 06.00-07.00 di Indosiar. Program berita yang berisi ajang tribute dan apresiasi
bagi siswa dan pemuda berprestasi. Awalnya aku sendiri ga tau acara ini. Maklum aktivitas yang dimulai jam 7 pagi membuatku tidak sempat nonton TV dan dikala liburan tentu saja dihabiskan untuk bangun siang :b
Nah lalu apa hubungannya dengan novel ini? Sangat berhubungan sekali karena aku mendapatkan novel keren ini setelah mengikuti kuis buku yang diadakan fokus pagi. Dan ternyata menurut pengakuan fokus pagi hadiah-hadiah buku yang diberikan memang buku terbitan mizan populer. Salah satunya novel-novel klasik :)
Nah bagi temen-teman yang juga suka novel klasik dan ingin mendapat novelnya secara gratis, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan dengan mengikuti kuis di Twitter Fokus Pagi ini :)


