Rabu, 04 Desember 2019

[Review] Disonansi

0



Disonansi
Edith PS
Penerbit GPU
Tahun terbit 2015
Tebal 248 halaman
@iPusnas


Rinjani sangat mencintai suaminya. Kehilangan bukan suatu hal yang mudah diterima. Kenangan bersama Andre tentunya akan selalu membekas di hatinya. Hidup Rinjani setahun terakhir tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Satu kesimpulan yang jelas, Rinjani belum menerima kehilangan. Fase melepaskan belum juga bisa Rinjani gapai. Proses pelepasan yang sedang dijalani Rinjani akan gagal ketika surat misterius diterimanya. Surat yang tidak tertera nama pengirimnya yang berisi dengan jelas indikasi bahwa suami yang sangat dicintainya ada kemungkinan berselingkuh.

Karena sang tokoh utama sedang mengalami proses move-on membaca cerita Rinjani sangat lambat. Alur maju mundut yang bercerita bagaimana bahagianya dulu Rinjani bersama suaminya. Sebelum kecelakaan merenggut kebahagiaan Rinjani.
Saya sangat menyukai bagaimana penulis dapat banget ketika menceritakan kesedihan Rinjani. Jelas, perasaan sedih tidak serta merta mudah ditinggalkan. Rinjani sendiri pasti sudah berusaha keras. Tapi ketika hatinya belum bisa menerima akan terasa sulit. Rinjani selalu melamun dihantui mimpi-mimpi yang selalu ada Andre di dalamnya.
Beruntung Rinjani mempunyai sahabat pengertian seperti Abbas. Walau agak berlebihan memang Abbas punya andil besar dalam melepas kesedihan Rinjani. Apa lagi selama 4 tahun menjalani pernikahan, Rinjani belum diberi amanah anak. Kata orang-orang biasanya jika ada ada anak bisa sebagai pelipur lara ketika kehilangan.
Penyaluran kesedihan yang diusulkan oleh Abbas adalah Lari. Dalam arti sebenarnya. Olahraga lari. Dengan mulai berlari Rinjani sedikit demi sedikit bisa hidup kembali normal. Kalau bisa dikatakan normal ketika berlari kebanyakan Rinjani habiskan sambil melamunkan Andre.
Rinjani juga mulai membuka hatinya pada pria lain. Selain berkenalan dengan olahraga lari, Rinjani juga berkenalan dengan Okto. Perlahan Rinjanj mulai merasa nyaman bersama Okto. Pertemuan mereka tidak melulu ketika berhubungan dengan hobi berlari Rinjani.
Hubungan Rinjani dan Okto ini bisa dibilang lambat. Tidak terburu-buru, tidak ada kata insta-love. Padahal kalau boleh jujur saya mengharapkan momen-momen manis mereka berdua. Tetapi memang tidak bisa disalahkan ketika fokus utama adalah bagaimana Rinjani bisa melepas almarhum suaminya terlebih dahulu. Rahasia Andre yang masih tertutup rapat. Saya sempat bertanya-tanya apa fungsinya surat misterius yang diterima Rinjani. Seperti tempelan yang tidak ada gunanya. Tapi entah kenapa porsinya pas banget. Walau inti cerita buku ini adalah tentang kesedihan Rinjani, entah kenapa saya tidak merasa bosan. Sampai akhir malah saya merasa kurang karena masih tidak ingin berpisah dengan Rinjani dan Okto.
Tapi, pemilihan akhir penulis sudah tepat. Hanya saya saja yang masih egois tidak ingin berpisah.

Well, bacaan menyenangkan yang membuka pandangan saya bahwa olahraga berlari memang keren. Tidak salah saya menyukai olahraga berlari. Walau harus jujur kuakui rasa suka ini hanya sebatas suka, karena seumur hidup saya tidak pernah melakukan lari. lol

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com