Judul : Mencuri Hati Sang Laird
Judul Asli : Never Seduce a Scott
Pengarang : Maya Bank
Penerjemah : Eka Budiarti
Tahun Terbit : Cetakan I, 2015
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 496 hal
Kategori : Dewasa, Historical Romance,
Harga : Rp. 75. 000,-
ISBN : 978-60203-1467-9
Rating : 2/5
“Aku tidak tahu apakah dia bisa menjadi istri yang layak bagimu, jangan paksakan masalah itu. Aku tidak ingin dia terluka atau diperlakukan dengan buruk. Dia kesayangan kami semua. Kau menerima hadiah, Laird. Entah kau percaya atau tidak, kau menerima sesuatu yang jauh lebih berharga dibandingkan emas.”
Pengalaman
saya membaca hisrom tentang bangsawan Scotlandia memang bisa dihitung dengan jari.
Kebanyakan yang kubaca tentu saja para bangsawan Inggris. Oleh karena itu saya
lumayan penasaran dan mempunyai ekspektasi besar pada buku ini. Dengan cover
manis seorang wanita mungil berambut pirang madu—yang saya yakin adalah
gambaran Eveline, dan komentar positif dari teman fb, saya menetapkan hati untuk
membeli novel ini.
Saya
langsung jatuh cinta dengan tulisan Maya Banks begitu membaca awal cerita buku
ini. MB begitu ahli dalam menggambarkan kekalutan kedua klan terkuat di Highland, klan Amstrong dan klan
Montgomery, dalam penyatuan secara paksa lewat ikatan perkawinan. Masing-masing
klan yang sudah berperang selama puluhan tahun dihadapkan pilihan perdamaian
yang dipilih oleh sang Raja. Keputusan Raja yang begitu sulit dikabulkan oleh
kedua klan tersebut terpaksa dilaksanakan demi tidak melanggar titah Raja. Bagi
mereka melanggar titah Raja berarti kehancuran masing-masing klan.
Klan
Amstrong diharuskan menyerahkan putri Laird mereka untuk dinikahkan dengan
Laird klan Montgomery. Laird klan Montgomery sendiri harus menerima kenyataan
bahwa wanita yang akan menjadi istrinya adalah wanita dungu dan tidak berakal
sehat. Mereka berdua memendam protes dan tetap melaksanakannya. Akad pernikahan
yang seharusnya menjadi hal yang paling membahagiakan berubah menjadi suram
karena kebencian masing-masing klan.
Awal
yang bagus, menurutku. Graeme dan Eveline yang pasrah pada keputusan Raja
berusaha menjalani prosesi pernikahan dengan baik. Graeme berjanji kepada klan
Amstrongs akan menjaga Eveline dan Eveline yang tertarik pada Graeme berjanji
pada dirinya sendiri akan menjadi istri yang baik. Eveline bukanlah gadis
dungu, apalagi gila seperti anggapan klannya. Eveline hanya tuli, dia menutupi
kecacatannya demi suatu hal yang membuatnya ketakutan. Eveline juga berjanji
akan lebih terbuka pada suaminya demi membuka lembaran baru. Hal ini dibuktikan
Eveline dengan memaksa Graeme bahwa suami istri diharuskan untuk tidur di satu
kamar yang sama. Gagasan yang membuat saya takjub sebenarnya. Mengingat Eveline
baru saja selesai mengikrarkan janji pernikahan langsung dibawa menuju tanah
klan Montgomery. Saya takjub dengan keberanian Eveline. Eveline sadar bahwa
dirinya sebagai musuh akan menerima perlakuan yang tidak menyenangkan di tanah
Montgomery. Namun, tekad Eveline begitu kuat. Dia berusaha melalui semua
penderitaan demi diterima oleh klan Montgomery.
Sebenarnya
saya sempat melupakan bahwa tema buku ini adalah tema yang paling saya benci.
Kehidupan setelah pernikahan atau lebih dikenal sebagai romance domestic, #semoga bener xD.
Entah karena memang MB sangat bagus dalam bercerita membuat saya lupa dan
sangat menikmati buku ini. Dan sayangnya hal itu tidak berselang lama. Ada
sesuatu dalam buku ini yang membuat saya merasa kesal. Kesal ketika membaca
dialog para tokohnya. Padahal bagian dialog antar tokoh yang paling saya suka,
ketimbang narasi yang panjang lebar sampai banyak paragraf. Saya masih
melanjutkan membaca dan sering mengerutkan dahi dan tetap bertanya-tanya.
Apakah kata-kata mereka yang terlalu cheesy
atau dipanjang-panjangkan? Tapi pikirku itulah ciri dari novel hisrom.
Barulah saya sadar bahwa hal yang membuat saya jengkel adalah terjemahan GPU yang
mulai kacau. Entahlah saya merasa baik-baik saja diawal begitu pertengahan saya
merasakan kebosanan dan ingin sekali melempar buku ini. #tapi sayang dong buku baru! xD
Banyak
sekali dialog-dialog yang diterjemahkan secara kaku oleh sang penerjemah dan
saya menjadi gatal ingin mengedit semua kalimat-kalimat panjang yang sudah bisa
dipastikan mengurangi kenikmatan saya dalam membaca. Saya ingin sekali
memberikan komentar positif dalam buku ini. Sayangnya saya tidak menyukai
terjemahan GPU. Oleh karena itu saya tidak mendapat kesan mendalam pada buku
ini. Saya kembali teringat dengan novel karangan Lisa Keyplas yang pernah saya
baca. Saya merasa gagal paham dengan kehebohan semua pencinta hisrom yang
menganggap seri Wallflower begitu
fenomenal dan menjadikan buku-bukunya langka di kalangan olshop. Dan lagi-lagi saya kecewa dengan tulisan LK gegara
terjemahannya jelek—menurutku.
Padahal
saya di awal-awal rasanya saya bakal menyukai buku ini tapi makin belakang saya
sulit sekali menikmatinya. Bagian yang seharusnya mengharu-biru saya yang
membacanya malah merasa datar saja. Lumayan sangat dikecewakan. Satu-satunya
yang saya sukai dari buku ini adalah kavernya. Juara sekali. Rasanya adem
sekali lihat kaver buku ini. Yang ada dipikiran saya adalah boneka-boneka
berbie yang langsing! 8(> v <)8
Overall, bagi yang menyukai para Highlander
dan penggemar MB buku ini wajib dikolesi tentunya. Bagi saya sendiri cukup
mengoleksi satu buku saja karena buku ini belum membuat saya jatuh cinta dengan
tulisan MB.
Dari dulu aku penasaran sama bukunya Maya Banks. Btw aku g ada masalah sama terjemahannya seri Wallflowers, hahahahaha, mungkin g cocok aja :D
BalasHapusSamaaa
BalasHapusAku juga penasaran makanya beli :3