Sabtu, 01 Juni 2019

[Teaser] Novel Terbaru Ika Natassa : Heartbreak Motel

2



Judul : Heartbreak Motel
Penulis : Ika Natassa
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co


Ok, saya tahu kalau ini sekadar teaser. Teaser yang berisi satu bab. Yang belum atau tidak akan ada lanjutannya hingga nanti cerita ini akan diterbitkan. Ok, teaser. Teaser yang membuat saya menyiksa diri bahwa setelah membaca satu bab ini akan dilanda rasa penasaran akut. Ok, jika kamu memang pembaca masokis seperti saya mari kita bersama menyiksa diri dengan membaca teaser cerita terbaru Ika Natassa yang, semoga, tidak akan lama lagi terbitnya.
Kekerasan dalam rumah tangga. Abuse relationship. Itulah tema yang kali ini penulis angkat. Bukan tema kesukaan karena ujungnya bakal membuat saya depresi karena nelangsa mengikuti takdir sang tokoh yang selalu disiksa tapi enggan untuk melepas pasangan sakitnya itu. Ya, menurut saya para pelaku kekerasan domestik juga butuh perawatan jika ingin sembuh.

“Mereka bukan aku dan aku bukan mereka tapi kami sama, perempuan yang percaya punya kemampuan untuk mengubah lelaki yang mereka cintai. Iya, aku masih mencintainya. Tidak ada yang sempurna. Aku tidak, dia juga tidak. Kita semua punya monster yang hidup di dalam diri kita dan kekurangannya adalah dia tidak punya kemampuan mengendalikan itu.” (Raisa – Bab 1)

Dari satu bab ini saya bisa menyimpulkan bahwa Raisa yang sudah menikah dengan suaminya selama 3 tahun bertahan dari kekerasan yang diterimanya dengan alasan akan ada masanya dia bisa menyelamatkan sang suami. Mengubah monster yang ada di dalam diri sang suami. Lelaki yang dicintainya akan berubah dan tidak akan melakukan kekerasan, lagi, pada dirinya. Walau ternyata harapan itu semu mengingat sang suami belum juga berubah tentunya. Yang ada di pikiran saya nantinya bab-bab cerita Raisa akan berisi pengulangan-pengulangan Raisa yang disiksa. Kenyataan pahit yang harus diikuti oleh pembaca. Flashback antara masa lalu Raisa yang membahagiakan, sampai moster yang ada di dalam diri suami Raisa terbangun.
Namun, saya salah. Akhir teaser ini Raisa berani melawan suaminya. Dan, sumpah saya penasaran sekali dengan bab selanjutnya. Akan seperti apa kehidupan Raisa selanjutnya.
Saya sempat membaca status penulis yang mengatakan bahwa tidak akan lama lagi novel terbarunya terbit. Semoga. Semoga. Semoga dalam waktu dekat. 
Sebagai pembaca saya hanya bisa menunggu, dan menanti dan berharap semoga cerita Raisa ini melebihi ekspektasi yang terlanjur ketinggian mengingat rasa penasaran setelah saya membaca teaser Heartbreak Motel. Novel terbaru Ika Natassa yang layak dinanti!

[Review] Love 90 Days

0




Judul : Love 90 Days
Penulis : Sandra Bianca
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co


"Gue nggak mau mati!"
Siapa pun akan berteriak seperti Ara jika baru saja mendapat ramalan bahwa dirinya akan mati saat ulang tahunnya yang ke-17. Wah, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, bukan?
Siapa pula yang ingin diramal. Tiba-tiba ada yang memanggil dan tanpa diminta meramal nasib kita? Ugh, lelucon macam apa, coba?
Ara berusaha melupakan ramalan sialan itu, berusaha tapi gagal, apalagi ditambah malamnya Ara mimpi buruk. Ara nggak bisa diam saja. Dengan bantuan kedua sahabatnya maka dimulailah misi perburuan cinta Ara. Semua demi satu, ramalan kematiannya harus ditangkal sesegera mungkin. Namun, takdir seakan tidak pernah berhenti membuat lelucon dalam hidup Ara. Iago, pangeran SMA Nusantara, tiba-tiba meminta dirinya menjadi pacar sementaranya. Seakan Ara punya waktu untuk meladeni kesintingan Iago. Tik-tok-tik-tok … waktu Ara di dunia ini pun semakin berkurang setiap harinya.

“Sumpah, ramalan mengenai hidupnya saja sudah membuat hari-harinya kacau. Belum lagi dia harus mencari cowok yang dimaksud agar bisa terus hidup. Sekarang, cowok yang sama sekali tidak diprediksi mendadak hadir dalam hidupnya, muncul begitu saja dan meminta tolong padanya.” (Arabella – Bab 6)

Sejak awal baca cerita Ara, saya sudah suka gaya tulisan penulis. Nyaman banget bacanya. Kalimat yang dibuat tertata rapi, enak dibaca, tanpa banyak typo. Biasanya penulis model seperti ini jam terbangnya sudah panjang. Nggak susah menikmati membaca tiap bab cerita Arabella. Mengalir tanpa hambatan. 
Ide cerita yang dipakai penulis memang agak pasaran. Tentang ramalan yang ujungnya bakal kematian kalau ramalannya tidak dipercaya. Tapi, tetap saja berapa kali pun tema ini diangkat sejujurnya saya nggak pernah bosan. Iya saya suka dunia ramal-meramal. Walau agama saya sendiri tidak memperbolehkan percaya pada ramalan tapi tetap saja, daya tarik ramalan itu terlalu menggoda.
Dari awal sampai akhir saya lumayan menikmati sepak terjang Ara demi menangkal ramalan kematiannya. Kemunculan Iago pun menambah 'keseruan' hidup Ara. Padahal tanpa diganggu Iago, hidup Ara sudah kacau. Yah, lagi-lagi karena takdir mau tidak mau Ara harus terlibat dengan hidup Iago. Hubungan mereka berdua ini yang kadang bikin saya senyum-senyum sendiri. 
Tapi, bukan berarti tidak ada kekurangan dalam cerita ini. Ada yang mengganjal di hati ini. Saya di awal terlanjur antusias kepengin tahu bagaimana cara Ara menghadapi ramalannya itu. Perburuan cinta Ara terlalu biasa dan terkesan tempelan. Saya sih kepenginnya usaha Ara agak dramatis. Mengingat ini ada kaitannya dengan hidup dan matinya Ara. Kok ya Ara terkesan tidak niat begitu. Seakan Ara tidak percaya ramalannya dari awal. Ara kurang niat. Apalagi fokus cerita malah bergeser pada masalah Iago. Semakin terlupakan masalah ramalan Ara.
Dan, pemberian nama Iago. Please, maafkan saya yang tidak bisa menyukai nama pemberian penulis. Nama Iago terlalu aneh untuk dibaca. Yang sejujurnya saya pribadi tidak tahu bagaimana ejaan cara baca yang benarnya. Selama membaca ya cara bacaku biasa saja I-A-G-O. Sumpah, ini nama tokoh cerita yang paling aneh yang pernah saya temui. :')
Untuk akhir cerita Ara mudah tertebak sebenarnya. Tapi, saya suka sekali kejutan manis yang diberikan penulis. Tentang alasan di balik ramalan Ara yang menghebohkan itu.
Overall, karena saya menikmati cara penulis bercerita, saya kepengin baca cerita penulis lainnya. Yang lebih matang dan rapi plot ceritanya. Semangat buat Kakak penulis! Semoga beruntung!

Senin, 27 Mei 2019

[Review] Chemistrick

0




Judul : Chemistrick
Penulis : Indah Hanaco
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca secara gratis di Storial.co



Membaca cerita yang dibuat oleh penulis favorit memang tidak usah diragukan lagi. Rasanya sangat menyenangkan. Tidak ada keluhan selama membaca, lancar sekali tiap membaca kalimat demi kalimat. Niat hati hanya ingin mencicipi beberapa bab, eh malah keterusan baca sampai bab terbaru.
Jika ada penulis yang terlalu nyaman memakai profesi yang sama untuk para tokoh karyanya, Indah Hanaco termasuk penulis yang gemar sekali mengeksplor macam-macam profesi pada setiap tokoh di cerita-cerita yang dibuatnya. Bukan dalam konotasi negatif, tapi ini sangat bagus karena selain menambah pengetahuan pembaca bahwa ada banyak sekali jenis pekerjaan di dunia ini, menghindari kebosanan yang paling utama.
Seperti tokoh utama dalam cerita Chemistrick ini memiliki pekerjaan yang lumayan unik. Robin sendiri mengambil jurusan ilmu forensik ketika kuliah tapi malah berakhir menjadi perancang cincin. Banting setir yang lumayan tajam, menurutku. Sempat membuat rasa penasaran ini muncul, ada masa lalu apa di balik perubahan jalur profesi Robin ini.
Profesi tokoh utama wanitanya malah tak kalah nyentrik, seorang penipu. Yah, bukan seperti penipu dalam film-film yang merampas uang. Tapi Vivian punya pekerjaan sebagai “pengganti” artis. Tugas Vivian sederhana, hanya menghadiri acara-acara yang kebetulan sang artis tidak bisa menghadiri. Cocok bukan kalau Vivian disebut penipu?
Profesi ini juga yang mempertemukan Robin dan Vivian. Yah, walau setelah pertemuan dramatis itu Vivian dipaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya.

“Barry menatap putrinya dengan kecemasan yang begitu kentara, “Papa nggak suka kalau kamu benci sama Mama.” “Aku nggak benci, Pa,” bantah Vivian buru-buru. “Tapi Papa tau sendiri hubungan kami kayak apa aku nggak bisa bermanja-manja sama Mama. Dulu, Mama yang bikin jarak, kan? Kalau sekarang mau diperbaiki, rasanya udah telat banget. Aku udah terbiasa ditolak. Kalau dekat Mama, ada rasa cemas Mama akan menolak dan marah-marah nggak keruan lagi.” (Vivian – Bab 10)

Sejauh ini cerita yang saya baca masih perkenalan para tokoh utamanya. Flashback masa lalu kedua tokoh utamanya yang suram membuat saya simpatik kepada mereka berdua. Entah kenapa sejak awal saya merasa tertarik sekali dengan kisah masa lalu Robin dan Vivian. Padahal biasanya saya lebih suka cerita manis kisah cinta para tokoh utamanya. Hampir selama membaca 26 bab sejauh ini masih berkutat dengan flashback masa lalu Vivian dan Robin. Jujur, seharusnya bagian flashback ini membosankan. Karena biasanya alur cepat lebih kusukai, tapi masa lalu mereka berdua itu sungguh menarik dan membuat saya penasaran. Malahan, fokus saya beralih pada masa lalu mereka.

“Robin bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Dia tidak pernnah bersikap sok pahlawan untuk membela seorang cewek yang sedang adu mulut dengan pacarnya. Namun dia paling tidak tahan jika ada laki-laki yang bersikap keterlaluan dan cenderung kurang ajar. Robin sudah pernah melihat pertengkaran yang awalnya tampak sepele malah berakhir dengan peristiwa fatal. Dia tidak mau lagi dihantui rasa penyesalan karena tidak mau melakukan apa-apa.” (Robin – Bab 3)

Banyak sekali isu yang diangkat dalam cerita ini. Salah satunya kekerasan yang terjadi pada pasangan. Pasangan yang suka memukul orang yang dicintainya? Hal itu terasa gila dan nggak masuk akal. Tapi, memang hal itu sering terjadi. Sang korban bukannya meminta pertolongan malah merasa bersalah, karena rasa cintanya pada pasangannya, menyebabkan pasangannya bersikap temperamental.
Saya merasa, kisah mereka berdua ini masih akan lama menuju kata akhir. Karena cerita masih berkutat pada masa lalu mereka berdua. Saya sendiri sudah deg-degan sekali menunggu apa hubungan masa lalu Robin dan Vivian. Ada rahasia besar apa yang nantinya menunggu masa depan mereka berdua. Harapan saya tentu saja akhir yang bahagia untuk mereka berdua.

Rombongan pendakian Robin cs (Pic from Google)
Selama menanti  konflik besar apa yang nantinya akan mereka lalui, saya suka sekali selingan perjalanan mendaki Annapura Base Camp di Nepal. Robin dan Vivian dipertemukan kembali oleh penulis ketika mereka sama-sama berlibur ke Nepal. Saya bukan tipe orang yang gemar olahraga, apa lagi mendaki. Pengalaman mereka berdua membuat saya tahu bagaimana rasanya mendaki gunung. Yang jelas sih pasti capek banget perjalanan mereka berdua. Hanya saja ketika mereka mengagumi betapa indahnya pemandangan yang mereka lalui selama pendakian, mau tidak mau membuat saya juga penasaran keindahan alam Nepal.
Seperti yang sudah saya singgung di awal, cerita mereka berdua masih jauh dari kata selesai. Saya sempat membaca postingan penulis bahwa cerita ini ditulis ketika penulis merasa kebuntuan ingin menulis apa. Wah ini sih berasa pamer banget, tulisan waktu buntu saja sebagus ini, apa lagi ketika dewa inspirasi sedang berbaik hati pada beliau. Semoga saja penulis tidak kehabisan ide dalam setiap pembuatan ceritnya, dan semoga berhasil menang lomba tulisan di storial ini! Good luck!
 

Senin, 20 Mei 2019

[Review] Just You and Me

0


Judul : Just You And Me
Penulis : Titi Sanaria
Tahun Terbit : 2019
Bisa dibaca gratis via Storial.co



Sejak pertama kali berkenalan dengan tulisan Titi Sanaria, saya langsung memutuskan untuk menjadi salah satu fans beratnya. Bagaimana tidak, begitu menamatkan novel penulis saya seakan kehausan akan karya-karya lain beliau. Dan, sampai saat ini sudah ada sekitar 8 karya yang sudah saya baca, baik karya yang sudah diterbitkan maupun yang bisa dibaca gratis di akun penulis.
Sejujurnya saya jarang membuat ulasan dari buku yang belum tamat saya baca, terasa arogan sekali apa lagi cerita Keyra ini baru 13 bab! Perjalanan yang masih sangat jauh! Tapi, demi mendapat THR apa pun mau kulakukan! Hehe
Masih khas penulis dengan tokoh utama wanitanya yang tangguh, demi harga dirinya Keyra memilih keluar dari segala kemewahan yang diberikan oleh ayahnya. Ya, Keyra kabur dari rumah karena berseteru dengan ibu tirinya. Sudah tentu hidup Keyra tidak sama lagi karena harus mandiri. Dan, selamat datang kemiskinan.

“Aneh bagaimana rasa kecewa dan sakit hati bisa menyulut keberanian, karena biasanya aku tidak pernah meninggalkan rumah tanpa dompet dan tumpukan kartu di dalamnya. Seumur hidup, baru kali aku benar-benar menghargai nilai uang. Setelah mengetahui bahwa mencari uang sendiri ternyata tidak mudah.” (Key – Bab 6)

Keyra berusaha tegar dan memilih pergi jauh ke Jakarta dan tinggal bersama sahabatnya. Tinggal lebih lama di Surabaya sangat beresiko tertangkap radar ayahnya. Hidup di Jakarta tidak mengubah sedikitpun nasib Keyra. Pasalnya sahabat Keyra sedang dikejar-kejar penagih utang!
Urusan Keyra semakin ruyam ketika dirinya disangka sebagai penari striptis oleh pria sombong yang baru dikenalnya. Sayangnya pertemuan Keyra dengan pria sombong itu harus terus berlanjut karena sepertinya takdir mengejek Keyra dengan menjadikan pria itu sebagai penolong Keyra dari jerat utang sahabatnya.

“Harga diri macam apa yang dimiliki perempuan yang pekerjaannya melepas satu demi satu pakaiannya di depan banyak laki-laki yang menyorakinya?” (Ian – Bab 2)

Salah satu alasan saya menyukai tulisan penulis adalah cara bercerita yang tidak membosankan dan karakter lucu pada setiap tulisannya.
Baca tiap bab cerita Keyra itu rasanya bentar banget karena saking asyiknya, tiba-tiba kok sudah selesai saja. Karena sepertinya sudah keahlian penulis yang suka bikin pembaca greget ketika membaca tiap akhir bab. Alhasil, sekarang saya sangat penasaran ingin cepat-cepat membaca bab lanjutannya!
Saya suka alur cepat yang dipakai penulis. Semua terjadi begitu cepat dan tidak bertele-tele. Pertemuan ajaib Keyra dengan Ian pun sangat menarik mengingat kesalahpahaman Ian. 
Dan sama seperti Keyra di awal saya rasanya benci banget sama sikap songong Ian, bisa-bisanya ada pria senyinyir Ian.
Tapi ajaibnya semakin banyak bab yang kubaca kok ya tiba-tiba kujadi jatuh cinta sama Ian. Kekeliruan Ian tentang pekerjaan Keyra membuat saya merasa lucu dengan segala kekonyolan Ian.
Ego Ian ini sepertinya terlalu besar karena sulit menerima wanita secantik Keyra bisa-bisanya punya pekerjaan seperti itu. Taruhan bab ke depannya bakal semakin konyol dengan segala penyangkalan Ian. Lelaki, dengan segala egonya!
Ini masih baru bagi saya ketika penulis memutuskan mengambil 2 sudut pandang. Dan, walaupun saya juga menyukai Keyra entah kenapa saya lebih menyukai sudut pandang Ian. Ian lebih ekspresis daripada Keyra. Yah, mengingat Keyra dalam masa sulit hidupnya. Rasanya nelangsa banget hidup Keyra ini yang bacanya pun jadi ikutan sedih. Pemakaian sudat pandang Ian ini sangat menyegarkan, mengingat saya pun suka penasaran dengan segala pikiran tokoh pria dari novel yang kubaca.
Lagi-lagi karena cerita ini belum tamat, saya belum bisa mengatakan apa-apa. Tapi tentunya masih sangat menantikan kegalauan Ian yang akan memulai babak penyangkalannya.
Ada beberapa hal dalam novel ini yang agak mengganggu buatku. Biasanya saya tidak pernah peduli profesi tokoh novel dari yang kubaca. Tapi, untuk kali ini izinkan saya mengeluh. Saya bosan dengan profesi dokter yang dipilih penulis. Sudah lebih dari 4, dengan cerita ini, lagi-lagi tokoh utamanya dokter. Please, seperti nggak ada profesi lain, gitu. Kemungkinan penulis terlalu nyaman dengan kondisi ini. Tapi saya menginginkan penulis lebih berani untuk mengangkat profesi-profesi lain di karya selanjutnya.
Berikutnya adalah typo. Ya, mungkin komentar ini agak basi. Cuman selama mengikuti cerita penulis yang dibaca gratisan, sering banget deh saya menemukan typo. Salah ketik sedikit mungkin tidak apa-apa, terkadang yang bikin bingung itu kalau posisi katanya tertukar. Membuat saya nggak nyaman karena harus membaca ulang, dan menerka-nerka apa sebenarnya maksud penulis.
But, overall saya sangat menikmati cerita Ian dan keyra ini. Sifat Ian yang agak kekanak-kanakan ini memang sangat menyegarkan dan membuat saya betah baca bagian cerita ini. Saya salut dengan kaver cerita ini yang asli bagus banget. Pihak Storial dan penulis niat banget memberikan kenyamanan untuk pembaca dengan memberikan kaver yang enak dipandang! Salut!
Bagi yang belum membaca cerita ini jangan ragu untuk mulai membaca. Mumpung masih bisa dibaca gratis, gitu. Tapi benaran ceritanya bagus banget jangan sampai terlewatkan.





Jumat, 05 April 2019

[Review] Sweetly Broken

0




Sweetly Broken
Dadan Erlangga
Penerbit GPU
Tahun 2018
256 halaman
Via iPusnas


"Nggak ada cara yang lebih baik dari merelakan sesuatu yang bukan lagi milikku. Dan nggak ada cara yang lebih buruk dari meratapi sesuatu yang nggak lagi kamu miliki." ( Dias - p.157)

Sweetly Broken adalah novel pertama penulis yang saya baca. Karena pernah membaca beberapa review bagus, saya lumayan semangat dan berekspektasi ketika mempunyai niat membaca novel ini.
Sayangnya tidak berakhir baik. Saya kurang cocok dengan gaya bahasa penulis. Saya hanya bisa bilang bahwa meskipun ini adalah novel metropop tapi yang saya rasakan seperti membaca novel teenlit.
Novel ini memakai pov Lara. Digambarkan sebagai gadis yang tidak mudah jatuh cinta karena pernah mengalami patah hati. Walaupun bukan masalah bagi Lara menjalani hubungan dengan pria. Lara tidak peduli berada di pelukan pria manapun, selama dia tidak sendirian. Mungkin Lara kesepian, mendambakan pria yang tulus mencintainya.
Perkenalan awal Lara dengan Dias tidak dengan cara biasa. Kebencian lebih dominan dirasa Lara karena Dias memberi komentar buruk tentang WO miliknya. Tapi setelah mereka benar-benar bertemu, Lara tidak bisa membohongi ketertarikannya pada Dias. Begitu juga sebaliknya. Sudah bisa dipastikan mereka berdua memulai kencan. Hingga akhirnya masa lalu Lara datang, penyebab Lara patah hati dan tidak percaya cinta.
Kekanak-kanakan. Itulah sifat Lara. Yang membuat lelah membaca segala omong kosong Lara. Awal perseteruan Lara dan Dias lumayan membangkitkan semangat saya mengikuti cerita Lara dan Dias. Tapi, begitu ketertarikan fisik begitu dominan. Hancur sudah momen magis itu. 
Ditambah lagi momen-momen kencan mereka yang terasa palsu dan kemunculan sang masa lalu. Semakin terlihat segala keegoisan Lara.
Karena saya lumayan bersabar, dan membaca sampai akhir, twist yang diberikan penulis cukup menyelamatkan seluruh cerita yang ada. Walau sayangnya terlalu lamu dimunculkan. Tetap membuat saya sedikit memahami segala sifat Lara yang menyebalkan. 
Bukan novel kesukaan tapi tetap merekomendasikan novel ini untuk dibaca. Happy reading.


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com