Selasa, 31 Mei 2016

[Review] Slammed



Judul : Slammed [Slammed #1]
Pengarang : Colleen Hoover
Penerjemah : Shandy Tan
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2013
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 336 hal
Kategori : Young Adult, Romance
Harga : Rp. 55.000,-
ISBN : 978-979-22-9518-4
Rating : 4/5

            Layken harus kuat demi ibu dan adiknya. Kematian mendadak sang ayah, memaksa mereka untuk pindah ke kota lain. Bayangan harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru sungguh menakutkan Layken. Namun semua berubah, begitu ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya. Will memang menarik. Dengan ketampanan dan senyum memikat, pemuda itu menularkan kecintaannya pada slams––pertunjukan puisi. Perkenalan pertama menjadi serangkaian hubungan intens yang membuat mereka semakin dekat, hingga keduanya bertemu lagi di sekolah...
Sayangnya, hubungan mereka harus berakhir. Perasaan yang mulai tumbuh antara Will dan Layken harus dihentikan. Pertemuan rutin mereka di kelas tak membantu meniadakan perasaan itu. Dan puisi-puisi menjadi sarana untuk menyampaikan suara hati. Tentang sukacita, kecemasan, harapan, dan cinta terlarang mereka.

************

Slammed ini satu-satunya series yang ditulis Collen Hoover yang belum dan ogah-ogahan saya baca. Padahal dari series Slammed ini saya tahu Collen Hoover. Karena saya berjanji pada diri sendiri untuk membaca semua tulisan CoHo, akhirnya kesempatannya datang juga.
            Dulu, saya sempet ragu dengan judul novel ini. Karena keterbatasan kosakata Bahasa Inggris, saya sempat menerjemahkan kata slammed sebagai tamparan. Dan semakin bingung ketika GPU memberi sub judul Cinta Terlarang. Banyak yang protes dengan keputusan sub judul ini. Semua orang pastinya akan bertanya-tanya terlarang dalam hal apa. Yah, mungkin hal itu direncanakan sebagai penarik juga sih. Walau sebenarnya agak gegabah. Mengingat novel ini tidak melulu menceritakan hubungan Will dan Layken yang tabu.
            Layken yang pindah ke Michigan bertemu pemuda yang menarik perhatiannya. Pemuda itu tinggal di seberang rumah baru Layken. Layken yang merasa Will sangat menarik menuruti ajakan kencan Will walau mereka belum kenal lama. Will mengajak Layken ke pertunjukan Slams. Sama seperti Layken saya juga penasaran apa itu Slams. Pertunjukan puisi. Begitulah yang dijelaskan Will. Semenjak itulah Layken merasa bahwa hubungannya dengan Will akan berbeda. Layken tidak sekadar jatuh cinta pada Will. Sayangnya semuanya itu kandas ketika Layken bertemu Will di koridor sekolah baru Layken. Layken dikejutkan bahwa Will adalah seorang guru.
            Membaca buku ini mengubah pandangan saya mengenai puisi selama ini. Saya tidak pernah menyangka membuat puisi akan semenyenangkan itu ketika Will yang menjadi gurunya. Duh, sudah jadi rahasia umum saya selalu tidak pernah menyukai puisi. Alasan sepele karena tidakmampuan saya dalam membuat puisi. xD
            Walau sikap defensif Will super menyebalkan, baru pertama kali ini saya menikmati buku yang sedikit membahas kisah cinta antar tokoh utamanya. Saya begitu terpesona dengan hubungan keluarga Layken. Ibu Layken yang kuat dan adik Layken, Kel, yang super aneh. Walau banyak cobaan yang terjadi setelah kematian ayah Layken, saya merasa bahwa hubungan keluarga Layken semakin kuat. Keluarga mereka sangat menginspirasi.
            Akhir kata, bagi penggemar CoHo seperti saya, buku ini wajib dibaca. Tulisan CoHo tidak pernah mengecewakan. Ditambah terjemahan GPU yang super mulus menambah poin plus buku ini.


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)