Selasa, 31 Mei 2016

[Review] The Summer I Turned Pretty




Judul : The Summer I Turned Pretty [Summer #1]
Pengarang : Jenny Han
Penerjemah : Chefira Indah P
Tahun Terbit : Cetakan I, Maret 2012
Penerbit : PT Grasindo
Jumlah Halaman : 286 hal
Kategori : Romance, Fantasi, Novela
Harga : Rp. 43.000,-
ISBN : 978-602-208-050-3
Rating : 3/5

Seorang Gadis.  Dua orang pemuda. Dan. Musim panas yang mengubah segalanya.    Setiap kali musim panas tiba, lsabel (Belly) dan keluarganya menghabiskan waktu bersama keluarga Conrad dan Jeremiah di rumah musim panas mereka di Cousins Beach-sejak mereka masih belia. Tahun demi tahun berlalu. Namun musim panas kali ini, Conrad dan Jeremiah telah menjadi pemuda-pemuda yang mencuri hati para gadis, sementara si anak bawang Belly telah menjelma menjadi seorang gadis remaja yang rupawan. Belly telah memuja Conrad semenjak ia dapat mengingat hal itu. Namun, Jeremiah lebih lugas dalam mengutarakan isi hatinya. Di antara keduanya, hadir Cam—seseorang yang muncul dengan perhatian mendalam di masa kecil mereka. Apakah musim panas kali ini akan menjadi musim panas berbeda yang akan mengubah segalanya?

************

            Buku ini menjadi wishlist saya dari dulu dan begitu buku ini dijual dengan harga obral, sudah menjadi kewajiban untuk membelinya. xD
            Buku ini bercerita tentang Isabel, Belle, yang selalu menghabiskan musim panasnya di rumah keluarga Fisher. Sejak kecil Belle selalu menantikan libur musim panasnya agar bisa bertemu dengan anak-anak sahabat ibunya, Susannah, yaitu Conrad dan Jeremiah. Belle selalu menyukai musim panas. Baginya musim panas adalah kesempatannya untuk bisa bertemu Conrad. Kesempatan untuk bisa mengenal Conrad lebih dekat.
            Sayangnya cinta pertama Belle harus kandas ketika Conrad hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Namun, musim panas kali ini berbeda. Karena Belle bukan lagi seorang anak kecil. Belle sudah menjelma sebagai gadis yang cantik.
            Judul buku ini sebenarnya membuat saya sebal. Ketika aku menjelma cantik. Saya membuat tebakan sendiri dengan alur cerita yang ketika Belle sudah beranjak remaja dan berubah menjadi cantik akhirnya Conrad dan Jeremiah jatuh cinta pada Belle. See, nyebelin kan seandainya seperti itu? Untungnya Jenny Han tidak membuat cerita seperti tebakan saya. Cerita buku ini lebih dalam dan emosional. Bukan hanya tentang cinta segitiga khas para ababil.
            Alur yang digunakan buku ini adalah maju-mundur dengan sudut pandang Belle. Agak membuat saya kebingungan ketika alur mundur menceritakan musim panas kehidupan Belle. Saya sampai harus membolak-balik halaman demi disadarkan bahwa bab tersebut menceritakan Belle ketika berumur 12 tahun. Yah, menurutku agak ribet sih.
            Hubungan cinta segitiga antara Belle-Conrad-Jeremiah pun belum terlalu terlihat. Walau cinta Belle pada Conrad tidak pernah pupus. Belle selalu mengangap Conrad sempurna. Konflik buku ini mulai terlihat ketika sikap Conrad yang semakin menyebalkan dan suka menyendiri. Saya awalnya menduga ada masalah pada orangtua Conrad dan Jeremiah. Perceraian, kah? Saya selalu menduga-duga di awal. Dan, ketika dipaparkan dengan jelas masalah apa yang menimpa keluarga Fisher membuat saya seperti Belle yang merasa bahwa musim panas berikutnya tidak akan pernah sama lagi. Musim panas yang selalu dinantikan Belle sepanjang hidupnya tidak akan pernah sama lagi.
            Membaca buku ini seperti membaca buku harian Belle. Agak membosankan kalau boleh jujur. Saya lebih ingin hubungan antara Belle dan Conrad diperjelas lagi. Yup, saya termasuk yang menginginkan Belle berakhir bersama Conrad. Saya sih berharapnya Conrad jatuh cinta pada Belle sejak kecil. Walau semua itu hanya angan sih.
            Overall, buku ini masuk kategori lumayan. Walau harus diakui buku series terbaru Jenny Han jauh lebih bagus. Tapi, bagi saya penggemar tulisan Jenny Han, buku ini tetap wajib untuk saya baca. So, bagi penggemar Jenny Han harus baca buku ini. :)

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)