Selasa, 31 Mei 2016

[Review] The Chronicles of Audy : 21



Judul : 21 [ The Chronicles of Audy #2]
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan II, September 2014
Penerbit : Penerbit Haru
Jumlah Halaman : 308 hal
Kategori : Remaja, Romance, Young Adult, Family Drama
Harga : Rp. 59.000,-
ISBN : 978-602-77423-7-6
Rating : 4/5

Hai. Namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R. Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga". Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.  Aku tidak tahu harus bagaimana! Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun. Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet. Kronik dari seorang Audy.


********

            Setelah 3 tahun dari buku pertama yang saya baca, akhirnya berjodoh juga bisa membaca buku kedua seri kronik Audy ini. Sebenarnya alasan utama, saya ingin menunda sampai seri terakhirnya terbit. Tapi, karena bulan depan pun sudah terbit sudah saja lah langsung saya baca.
            Novel ini masih bercerita tentang Audy dan skripsinya. Malah ada beberapa pembaca yang super sebal melihat Audy yang bertindak seperti ABG menelantarkan skripsinya. Fokus Audy hanya pada kegalauan karena ditembak oleh salah satu R bersaudara. Jadi, yang ada di pikiran Audy ya penembakan, lagi dan lagi. Hingga sempat melupakan Rafael.
Karena buku kedua ini sudah terbit 3 tahun lalu, terserang badai spoiler tak terelakkan lagi. Secara garis besar saya jadi tahu siapa yang menembak Audy.
            Kekuatan buku ini adalah hubungan Audy dengan 4R: Regan, Romeo, Rex dan Rafael, semakin berkembang. Karena dari awal Audy dipekerjakan Regan untuk mengasuh Rafael, hubungan yang mengalami kemajuan pesat adalah Rafael semakin sayang pada Audy. Saya selalu lupa bahwa Rafael itu hanya bocah umur 5 tahun. Karena kejeniusan dan kekurangajaran Rafael pada Audy. Betapa memang Rafael adalah anak kecil yang manja dan masih butuh perhatian.
            Yang paling seru adalah ketika Rafael diharuskan menyanyikan lagu anak-anak. Rafael yang sama sekali tidak mengenal satu pun lagu anak-anak membuat saya pun treyuh. Dan, Audy dengan percaya diri mengajarkan Rafael. Walau ujungnya gagal dan malah disemprto Rafael. xD
            Selain insiden penembakan ada lagi kabar gembira dan menyedihkan bagi Audy. Di akhir buku ini sangat menguras emosi pembaca. Dan, Rafael yang begitu membela dan menyayangi Audy sangat membuat saya terharu. Good job, Orizuka. Selalu menyukai semua tulisan yang dibuatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)