Jumat, 11 Maret 2016

[Review] The Awakening

Judul : The Awakening
Pengarang : Yoana Dianika
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2015
Penerbit : PT Grasindo
Jumlah Halaman : hal
Kategori : Romance, Fantasi
Harga : Rp. 39.000,-
ISBN : 978-602-22-51944-7
Rating : 2/5

            Tidur Ellen Rudner tidak pernah lelap karena selalu dihantui oleh mimpi-mimpi aneh. Mimpi-mimpi itu terasa nyata bagi Ellen. Ellen seperti melihat potongan kisah hidup seseorang yang disodorkan langsung pada dirinya. Keanehan semakin parah ketika setiap kali bangun dari mimpi ada tanda aneh muncul di tangan kirinya. Tanda itu semakin lama membentuk pola. Tanda tersebut membentuk pola E+. Pola aneh yang sama sekali tidak diketahui Ellen apa itu.
            Walaupun dihantu oleh sederatan mimpi aneh, kehidupan Ellen harus terus berputar. Tugas-tugas sekolah Ellen semakin banyak dan menyita semua waktunya. Apalagi ada satu mata pelajaran yang mengharuskan dirinya satu kelompok dengan mantan pacarnya beserta pengganti posisi dirinya. Sungguh kesialan yang bertubi-tubi mengingat Ellen belum bisa melupakan Jeremy McFee.
            Kehadiran siswa baru di kelasnya mampu membuat Ellen melupakan sosok Jim dan Ellen yang mencoba menata hatinya dikejutkan kembali ketika mengetahui kedua orangtuanya menghilang.

************

            Yoana Dianika bukanlah penulis favorit saya. Membaca satu bukunya dan membuat saya tidak terpuaskan mampu mencukupkan diri saya untuk tidak akan membaca tulisannya lagi. Sayangnya saya begitu tergoda dengan cover novel ini yang begitu misterius membuat saya memutuskan untuk, ok lah mari kit abaca dulu saja.
            Saya suka ide penulis. Walau mungkin bukan cerita baru. Saya sih salut ada yang berani memasukkan unsure Yahudi dalam suatu karyanya. Bukan apa-apa sih, kalau sudah menyangkut agama biasanya akan terkesan unsur religious pada suatu buku. Kadang, saya lebih menyukai seandainya tiap tokoh dibuat samar saja apa agama yang dianut mereka. Yah, bukan berarti tokoh di buku ini menganut agama Yahudi sih. Hanya mengambil sedikit cerita versi Yahudi.
            Novel ini mengambil sudut pandang campuran. Dan dari novel ini saya sadar bahwa penulis lebih bagus menggunakan pov ke-3 daripada pov ke-1 dari pov Ellen. Ketika menceritakan mimpi-mimpi Ellen rasanya saya benar-benar terlena akan dongeng yang diceritakan penulis. Penulis begitu detail dan enak dalam menceritakan mimpi Ellen. Dan, sayangnya ketika balik lagi menceritkan tentang kehidupan Ellen kok terasa membosankan, ya? Pov Ellen ini bener-bener mengganggu.
            Ide bahwa Ellen adalah keturunan darah istimewa sebenarnya menarik. Karena Ellen ini akan menjadi kunci bagi segala ras. Karena di dunia Ellen terdapat dua ras yaitu keturun Adam-Eve dan keturunan Samuel-Lilith. Darah terkutuk Samuel-Lilith inilah yang selalu dikejar demi kelangsungan umat Adam-Eve. Perburuan keturunan Samuel-Lilith sudah dilakukan selama beberapa generasi. Dan, Ellen berada di tengah perburuan itu.
            Yah, bisa dibilang hanya awalnya saja buku ini menarik. Semakin ke belakang buku ini seakan kehilangan arah akan dibawa ke mana. Dan malah menuju ending yang dirasa diburu-buru. Mengingat saya tidak pernah percaya buku fantasi cuman ada 1 buku. Buku fantasi akan susah sekali ditamatkan ketika hanya dikasih jatah 1 buku. Karena jelas, masih banyak yang perlu digalih mengenai cerita Ellen ini. Dan, musuh Ellen yang awalnya dirasa kuat sekali, tiba-tiba kenapa terlihat begitu lemah?
            Akhir kata, buku ini belum bisa memuaskan saya. Dan silakan bagi yang penasaran dengan novel fantasi local novel ini patut dicoba. Penggambaran penulis sebenarnya sangat detail. Dengan menggunakan setting Negara Inggris pun semakin membuat novel ini menjanjikan. Selamat membaca. :)


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)