Jumat, 11 Maret 2016

[Review] She

Judul : She
Pengarang : Windhy Puspitadewi
Tahun Terbit : Cetakan I, 2007
                        Cetakan III, Juli 2015
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 248 hal
Kategori : Teenlit, Romance,
Harga : Rp. 52.000,-
ISBN : 978-602-03-1794-6
Rating : 2/5

            Dhinar Kusumaatmadja adalah sosok pelajar teladan dengan nilai-nilai cemerlang di sekolahnya. Hampir semua mata pelajaran dikuasai oleh Dhinar. Tapi, semua itu tidak membuat Dhinar merasa bahagia karena satu-satunya hal yang membuat dirinya bahagia ditolak keras oleh orangtua Dhinar. Dhinar sangat menyukai membaca manga—komik Jepang. Dhinar juga sudah berhati-hati agar tidak terbongkar hobinya ini dari pantauan ibunya.
            Namun, pada akhirnya Dhinar harus merelakan semua koleksi manganya yang berakhir menjadi abu. Dhinar hanya bisa pasrah menjalani nasibnya. Hingga pertemuannya dengan cewek berambut kuning yang mempunyai nama seperti dirinya, Dinar, mengubah hidup Dhinar. Dari pertemuan itu Dhinar mulai sedikit belajar mengeluarkan segala unek-une di hatinya. Dan, kemunculan murid pindahan dari Jakarta, Flemming Setiawan, ke sekolah Dhinar mampu mencairkan dinding es pada diri Dhinar.

***********

            Bisa dibilang saya menyukai tulisan penulis. Saya begitu terpesona ketika membaca novel penulis yang berjudul Incognito. Ide penulis bener-bener membuat saya jatuh cinta. Makanya saya memutuskan untuk membaca novel ini.
            Dan, sepertinya sayang sekali saya tidak bisa menikmati novel ini. Satu hal yang sangat saya kecewakan. Mengingat saya menaruh ekspektasi besar, minimal saya rada menikmati, gitu. Tapi, tidak sama sekali.
            Dari segi cerita sebenarnya tidak ada yang salah. Sangat khas remaja, masalah pencarian jati diri beserta problema ababil lainnya. Hal yang mungkin sangat saya sukai adalah focus cerita di buku ini ada 2. Cerita kehidupan tentang Dinar dan Dhinar. Masing-masing mempunyai porsi sama besar sehingga saya semakin buram sebenarnya siapa tokoh utama dari novel ini.
            Selain itu alur yang lambat. Buku ini terlalu lama menceritakan dua tokoh berbeda. Mereka berdua ini sampai halaman ratusan belum juga ketemu dan berinteraksi langsung. Masih berputar-putar masalah masing-masing saja. Saya sejujurnya kesel sekali dengan dua cerita ini. Kenapa pula tidak langsung saja duo Dinar ini dipertemukan. Biar lebih cepat dan tidak terasa aneh mengingat pada akhirnya mereka berdua harus ketemu, kan? Ok, saya tahu memang tidak sabaran! xD
            Seperti yang sudah diceritakan di awal tokoh Dhinar ini sangat menyukai manga. Dan bisa dipastikan novel ini menceritakan semua tentang manga dan anime. Bagi saya yang sangat menyukai segala hal berbau Jepang, novel ini sangat familier. Saking familiernya malah jatuhnya kok membosankan banget, ya? Seperti pengulangan dan pengulangan. Yah, maklum lah saat ini hobi baca manga sedang sangat saya kurangi, saya sedang mengalami kebosanan. Makanya bukan salah novel ini juga kalau jatuhnya malah jadi cerita yang membosankan.
            Well, terlepas dari semua keluhan saya, novel ini sebenarnya bagus. Banyak nilai-nilai positif yang bisa diambil. Khususnya para ababil yang selalu galau merasa hidupnya selalu ditentang oleh keinginan kedua orangtuanya. Yah, mau bagaimanapun yang tahu bahagia atau tidaknya seseorang adalah dirinya sendiri. Bahagia itu memang relatif. Seperti contohnya saya, ada yang ngasih satu novel wishlist bahagia setengah mati! xD
            Selamat membaca novel ini buat yang penasaran tentang tulisan Windhy Puspitadewi.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)