Selasa, 28 Juli 2015

[Review] Beautiful Player





Judul : Beautiful Player (Beautiful Bastard #3)
Pengarang : Christina Lauren  
Penerbit : Gallery Books
Tebal : 345 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2013
Kategori : Fiksi, Dewasa, Contemporer Romance, Eritoca
Format : e-book
Ratingku : 4/5


“... If she knew Saturdays had been my nights with Kristy, then she may also know Tuesdays were usually reserved for Kitty. May as well be up front with her about how meddling my friends could be ....”

Sepertinya saya terlalu menelantarkan seri ini karena jarak review seri ke-3 ini cukup jauh dari review seri sebelumnya. Karena review saya untuk seri ini lumayan populer dan, ehm, kali ada yang menunggu review seri ke-3 ini (super PD) akhirnya saya memutuskan untuk segera mempostingnya. Emang beneran ada yang nunggu, ya? ( 〃▽〃)
Diantara ketiga buku yang sudah kubaca menurutku buku ke-3 ini yang paling bagus. Setelah menulis beberapa judul sepertinya duo penulis mulai lebih memperhatikan karakter tokoh dibanding bed scene-nya. Maksudku adegan ranjang dalam buku ini tidak langsung disuguhkan dalam bab awal. Bagus, menurutku. Yah, bosan juga kan kalau polanya persis mulu. Namun jangan salah karena lumayan lama sampai pada bed scene, tensinya yang paling panas, hubungan antara William dan Hanna ini. (˶ˊ ˋ˶)
Sejak awal dikenalkan dengan Hanna, saya langsung jatuh cinta akan kepolosan dan gaya ceplas ceplos Hanna. Siapa juga sih yang pakai gaya formal dengan teman kakak sendiri, yang hampir dikenal Hanna seumur hidupnya. Kakak Hanna yang merasa khawatir dengan kehidupan percintaan adiknya meminta bantuan William, sahabat Jensen untuk membuat Hanna lebih banyak bergaul ketimbang mengurung diri di laboratorium. Dengan alasan William lebih gaul dan popular makanya William yang ditunjuk. Hanna sempat ragu dan deg-degan dengan ide kakaknya ini. William gitu, playboy kelas kakap, hampir setiap wanita yang pernah dijumpainya berakhir di ranjangnya. Apalagi William sendiri mempunyai sikap yang terlalu terbuka akan kebutuhannya ini. Dia tidak menginginkan sebuah hubungan serius. Kasarnya, kalau lagi kepengen ya tinggal comot siapa pun yang ada. Bagi William ganti perempuan itu seperti ganti baju, sifat William inilah yang membuat Hanna sanksi. Apa bener William bisa berubah? Walau semakin bertambahnya usia mungkin saja William bisa berubah, William yang dulu dikenal Hanna hanyalah bocah playboy, kini menjelma sebagai businessmen. Bisa dibilang mungkin seri ini yang paling mirip dengan Wallbanger. Kalau Simon memiliki tiga sex buddy, lain dengan William yang mempunyai Kitty untuk Sabtu malam dan Kristy untuk Selasa malam. Sama seperti Caroline yang merasa jengah dengan sifat Simon, Hanna juga merasa bahwa William itu susah dijangkau selama masih ada harem di sekeliling William. (Fyi, semisal penasaran dengan novel Wallbanger bisa dibaca review saya di sini #promosicolongan **)
Hanna selalu memuja Will sejak dia masih berumur 12 tahun. Will Sumner saat berumur 19 tahun yang diingat Hanna adalah pemuda bermata biru yang selalu menjadi objek fantasi pria sempurna di mata Hanna. Hanna kecil selalu mencuri-curi kesempatan untuk melihat Will yang selalu menghabiskan setiap liburan di rumahnya. Hanna yang kebetulan selalu mencuri dengar pembicaraan Will dengan Jensen tahu bahwa Will adalah masternya tentang para gadis. Bagi Hanna tidak akan ada pernah pria sesempurna Will, Hanna kecil sungguh telah terjampi-jampi pesona Will.

“I could admit that Will Sumner was the first boy I’d ever wanted to kiss, and the first boy who eventually drove me to slip my hand under the sheets, thinking of him in the darkness of my own room.”

Hanna selalu merasa dirinya tidak akan pernah dapat menarik perhatian Will. Tipe gadis yang disukai Will adalah cewek cantik dan seperti kakaknya, Liv. Mengetahui Will pernah berkencan dengan Liv membuat Hanna semakin merasa Will begitu jauh. Dan gagasan untuk meminta bantuan Will membuatnya agak ragu. Namun, akhirnya Hanna dengan berani menelepon Will dan bertemu untuk melakukan jogging bersama. Hati Hanna semakin mencelos ketika Will masih memanggilnya dengan sebutan Ziggy, panggilan sayang keluarga Hanna. Dimata Will Hanna masih seorang anak kecil, padahal setelah Hanna berusia 24 tahun dan sekarang Will 31 tahun, Hanna menginginkan Will melihatnya sebagai wanita dewasa.
Setelah saling menyetujui bahwa Will akan membantu Hanna hubungan mereka berdua semakin dekat. Walau terkadang Will sempat keki dengan gaya ceplas-ceplos Hanna yang menganggap dirinya penakluk wanita. Pria dengan segala keahlian yang dapat memuaskan segala jenis perempuan. Will tidak sepenuhnya menganggap Hanna sebagai adik kecil sahabatnya, apalagi dengan perubahan pada Hanna yang membuat Will tertarik. Fokus Will terkadang terganggu ketika Hanna yang seksi berada di dekatnya.
POV yang dipakai masih sama seperti buku-buku seri sebelumnya. Dengan menggunakan POV Will dan Hanna membuat cerita lebih dimengerti dan asyik karena saya memang selalu menyukai sudut pandang dari tokoh pria. Jalinan cerita antara Will dan Hanna memang mudah sekali ditebak, namun karena dari awal saya sudah jatuh cinta saya merasa senang ketika membaca novel ini. Bagian yang paling saya sukai adalah ketika Will dan Hanna berkunjung ke rumah keluarga Hanna. Dan epilog buku ini sungguh manis dengan percakapan lewat sms (yang selalu dan selalu saya sukai) antara Will dan Hanna ketika akan berangkat menghadiri pernikahan Chloe dan Bennet. Dan sukses membuat saya gagal move on dari cerita Hanna dan Will dengan belum ada keinginan melanjutkan membaca buku ke-4 tentang adik Max. Rasanya kepengin protes pada penulis yang sungguh pilih kasih tidak membuatkan novella yang berisi tentang Will. Padahal cerita tentang Max dan Bennet dibuat novella tersendiri.
Dan seperti yang saya bilang di awal bahwa saya berencana untuk membeli novel terjemahan Beautiful Bastard. Rencana tersebut belum juga terealisasi sampai saat ini. Tapi seandainya Beautiful Player sudah diterbitkan, sepertinya tanpa banyak mikir saya akan langsung membelinya. (--)
Tak lupa saya memberikan warning bahwa buku ini adalah novel dewasa, kelewat banyak adegan bed scenes yang super detail. Jadi, hanya untuk kalangan 21++ saja ya yang membaca buku ini. \(*˘˘*)/

Mine! Setelah bertahun-tahun 😚
=4-2-17=






 Seri Beatiful Bastard
1. Beautiful Bastard [Beautiful Bastard #1]
2. Beautiful Stranger [Beautiful Bastard #2]
3. Beautiful Player [Beautiful Bastrad #3]
4. Beautiful Secret [Beautiful Bastrad #4]

2 komentar:

  1. memang sudah ada versi cetaknya ya di indonesia ?

    BalasHapus
  2. @Dea yg baru diterjemahin elex baru buku ke-1 aja
    Mungkin dalam waktu dekat seri lainnya :)

    BalasHapus

Jangan segan buat ngasih komen ya :)