Tampilkan postingan dengan label KPG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2016

[Review] Wonderful Life

4



Judul : Wonderful Life
Pengarang : Amalia Prabowo
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2015
Penerbit : POP (KPG)
Tebal  : 169 halaman
Kategori : Nonfiksi, pengembangan diri
ISBN : 978-979-91-0854-8
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta


Sinopsis:

“Sen… dok, Qil.”
“Nes… dok.”
“Sendok....”
“Nesdok....”
Jalan hidup Amalia Prabowo terasa runtuh ketika tahu Aqil, putra sulungnya, menyandang disleksia. Perempuan dengan pendidikan dan karir cemerlang ini harus berlapang dada putranya divonis tak akan mampu meraih prestasi akademis. Aqil tidak hanya kesulitan dalam melafal kata dan merangkai kalimat, tapi juga membaca, menulis, dan berhitung.
Tak mau menyerah pada nasib, Amalia berusaha masuk ke dunia Aqil. Berbekal kesabaran, kemauan untuk mendengar dan memahami, Amalia menemukan dunia yang penuh warna, imajinasi, dan kegembiraan. Dunia yang mengubah secara total kehidupan pribadi dan keluarganya.

Review:

"Lukisan Aqil"


"Namaku Amalia, putri bungsu keluarga ningrat Jawa yang berpendidikan tinggi dan berkecukupan materi. Inilah kisah petualanganku, petualangan hidup jatuh-bangun, petualangan yang indah, petulangan yang "sempurna"." (p.2 - Amalia)


Sejak kecil Amalia diajarkan oleh Ayahnya untuk hidup secara teratur dan terencana. Bagi Amalia semua akan terkendali dengan baik dan sempurna jika segalanya sudah dilakukan secara teratur dan terencana. Tidak ada dalam kamus Amalia yang namanya panik, terburu-buru dalam melakukan apa pun. Semuanya dikerjakan secara rapi dan terkendali.

Begitupun dengan rencana masa depannya. Masuk ke perguruan tinggi pilihan sendiri dengan modal PMDK, begitu lulus menikah dengan seseorang yang dulu pernah dikaguminya. Dan memulai kehidupan keluarga kecilnya di Jakarta.

Semuanya terasa sempurna walau kendala tentu saja ada. Amalia dan suaminya divonis akan kesulitan mendapatkan momongan. Dalam kamus Amalia tidak ada kata menyerah. Amalia muda tidak beranggapan hal itu sebagai kendala. Mereka masih tetap bersama hingga 10 tahun kebersamaan tidak membuat mereka semakin bahagia. Akhirnya Amalia memutuskan untuk berpisah dengan suaminya.

Lantas apa Amalia terpuruk setelah perpisahan dengan suaminya? Tidak. Bagi Amalia hidup tidak berhenti begitu saja bahkan ketika kita sedang bersedih. Amalia semakin memantapkan kakinya di dunia kerja yang digelutinya. 

Setelah 2 tahun fokus dalam karirnya. Dalam kesendiriannya Amalia bertemu dengan pria yang mengenalkan pada dirinya apa sebenarnya arti cinta. Pria yang kemudian menjadi suami keduanya. Pria yang sangat dicintainya. Dari perkawinannya yang kedua ini Amalia dikarunia dua malaikat buah cintanya, Aqil dan Satria.

Kehadiran mereka bertiga menjadikan Amalia sadar bahwa hidupnya selama ini kering-kerontang. Kehadiran mereka menjadi pelangi yang menjadi sumber daya baru bagi Amalia.

Semua rencana sudah ada di kepala Amalia. Kedua putranya harus mendapat pendidikan yang sama seperti dirinya dulu. Namun, rencana manusia hanyalah tinggal rencana ketika berhadapan dengan rencana Sang Kuasa.

"Bukankah jika rencana dijalankan dengan disiplin, seluruh hidup kita bisa sesuai dengan yang diinginkan?" (p.15 - Amalia)

"Aqil"
Sesungguhnya saya baru kali ini membaca buku nonfiksi dengan begitu banyak ilustrasi. Awalnya saya sangat kebingungan tujuan sebenarnya penulis/penerbit menyelipkan ilustrasi-ilustrasi yang begitu unik. Lembar demi lembar saya mulai berprasangka apakah ilustrasi ini bertujuan untuk menguatkan isi tulisan yang disampaikan penulis. Karena jujur saya merasakan emosi yang kuat dari setiap kalimat yan saya baca. Emosi penulis semakin terasa ketika saya memperhatikan tiap ilustrasi yang ada.
Hingga saya dikejutkan pada kenyataan bahwa ilustrasi itu adalah ciptaan Aqil, anak sulung Amalia. Wow, sungguh sangat kreatif. Bocah sekecil itu bisa menciptakan dunia yang sangat unik dan keren. Walau jujur ilustrasi yang dibuat Aqil sangat aneh. Semuanya seperti gambar Alien dan abstrak. Tapi entah mengapa dengan semua ekspresi senyuman di tiap wajah yang diciptakan Aqil, saya merasakan kebahagiaan.

Apa yang ingin disampaikan Amalia dalam buku ini adalah bahwa setiap orang akan menemukan hidupnya sempurna jika mau berdamai dengan kehidupannya. Sebuah pesan sedehana yang terkadang hampir dilupakan oleh semua orang.

Setelah mengetahui Aqil mengidap disleksia, Amalia merasa segala rencana-rencana kecilnya tentang masa depan Aqil hancur sudah. Tidak ada lagi rencana yang sempurna ketika Aqil tidak bisa mengikuti pendidikan dengan baik. Karena disleksia Aqil tidak seperti kebanyakan anak seusianya. Aqil kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung.
Amalia hanya terlalu fokus dengan ketidakbisaan Aqil dalam mengikuti seluruh pelajaran yang ada di sekolah. Puncaknya ketika Aqil disuruh untuk homeschooling daripada sekolah di sekolah konvensional.

Saya pribadi mungkin akan bereaksi sama seperti Amalia. Orangtua mana yang tidak ingin anaknya tumbuh dengan baik. Bisa mengikuti semua pelajaran selayaknya anak-anak normal seusia Aqil. Butuh perjuangan bagi Amalia untuk menyakinkan dirinya.  Menerima kenyataan anaknya mengidap disleksia. Hingga percakapan kecilnya dengan Aqil mengubah seluruh pandangan Amalia.

"Apa yang membuatku melangkah dengan ringan dan penuh cinta? Perubahan cara pandang." (p.121 - Amalia)

Banyak sekali yang akan kita dapatkan setelah membaca buku ini. Dari keluarga kecil Amalia kita akan tahu apa itu sebuah perjuangan, hidup yang sempurna dan normal dan cara pandang kita dalam menjalani kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan YME.
Buku yang sangat bagus dan menginspirasi. Membuat kita tidak akan pernah menyerah.

"When you have a lot of problems to deal with. It is easy to convince yourself that you are the unhappiest person in the world." (Anonim)
"Keluarga Kecil Amalia"

Kamis, 29 September 2016

[Review] Pulang

0



Judul : Pulang
Pengarang : Leila S. Chudori
Tahun Terbit : 2013
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Kategori : Fiksi Sejarah, Romance
Tebal : 464 halaman
ISBN : 9789799105158
Harga : Rp. 70.00,-
Rating : 4/5
Dapat dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim

Paris, Mei 1968.
Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto
Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana.
Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.
Mei  1998.
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, menyatakan keinginannya untuk ke Indonesia dan merekam pengalaman keluarga korban tragedi September 30 sebagai tugas akhir kuliah. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan Ayah dan kawan-kawan ayahnya. Bersama Segara Alam, putera Hananto Prawiro, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.
Pulang adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.

********

Membaca novel bergenre Historical Fiction memang jarang saya lakukan. Saya sendiri ragu ada tidak yang sudah dibaca. Makanya ketika ada tantangan membaca buku-buku fiksi sejarah saya sempat kebingungan. Untungnya ketika mencari saya diberitahu bahwa novel Pulang adalah bergenre fiksi sejarah.
Banyak sekali yang saya dapatkan dari membaca novel Pulang. Dari novel ini saya merasakan bagaimana suasana mencekam Indonesia dulu. Dan, sejarah Indonesia memang benar-benar sesuram yang sudah diceritakam buku-buku sejarah yang saya baca sewaktu masih di bangku sekolah.
Seperti blurp di belakang novel ini ada tiga setting yang digunakan Indonesia pada tahun 1968, Paris tahun 1968 dan Indonesia 1998. Suasana mencekam ketika isu kemunculan Partai Komunis di Indonesia.
Bagi beberapa orang mungkin peristiwa G30S hanya peristiwa yang dibaca dari buku sejarah. Berbeda dengan seseorang yang mengalami langsung imbas dari peristiwa tersebut. Contohnya para keluarga yang memiliki hubungan dengan para anggota PKI. Bukan sesuatu yang baik ketika setiap hari merupakan teror.
Seram. Itulah yang saya rasakan. Saya pribadi ragu apakah saya tidak akan menjadi tukang menuduh seperti kebanyakan orang. Para keluarga yang memiliki hubungan darah dengan PKI selalu masih dihubung-hubungkan. Walau aslinya mungkin mereka tidak tahu apa pun. Kesalahan mereka cuma satu. Memiliki hubungan darah. Tapi perlakuan masyarakat Indonesia sangat tidak adil. Saya merasakan kesedihan mereka. Saya sangat merasakan ketidakadilan yang dirasakan mereka. Mereka sama-sama warga Indonesia tapi diskriminasi masih selalu ada. Hal ini lah yang diangkat oleh penulis. Para korban yang tidak berdaya di hadapan para penguasa. Walau ironisnya zaman sekarang pun masih ada. 
Adalah Dimas, Risjaf, Nugroho dan Tjai. Empat pemuda yang berprofesi sebagai wartawan yang kebetulan sedang melakukan pertemuan di luar negeri ketika Indonesia sedang bergejolak. Entah dikatakan nasib baik atau buruk ketika mereka berempat terdampar di negeri orang daripada mati di negeri sendiri. Mereka berempat saling bahu-membahu dan menguatkan masing-masing untuk saling bertahan. Harapan mereka semua hanya satu, pulang di saat yang tepat ketika Indonesia dirasa aman. Namun, mereka tahu harapan itu sulit diwujudkan. Mereka harus menunggu puluhan tahun hanya untuk pulang. Mereka hanya bisa menggenggam harapan tipis itu. Dan, demi menutup rasa rindu mereka, didirikan lah restoran Tanah Air. Agar Paris tidak terasa sesak. Ketika rindu kampung halaman mendera.
Ah, membaca novel Pulang membuat saya terharu. Adakalanya saya tehibur dengan kelakuan 4 sekawan yang katakanlah nyeleneh. 
Yang membuat saya bingung dan merasa aneh mungkin dari sudut pandang yang digunakan penulis. Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Banyak sekali sudut pandang orang pertama yang dimunculkan. Yang menurut saya malah jatuhnya seperti dipaksakan. Terlalu banyak membaca dari banyak sudut pandang membuat saya seperti membaca jurnal. Apa lagi tiap pergantian sudut pandang, gaya bahasa yang digunakan pun juga berbeda. Entahlah, itu mungkin seninya sang penulis.
Bagian yang saya sukai ketika cerita sampai pada tahun 1998. Dimana menceritakan tentang generasi kedua para korban peristiwa G30S. Saya sangat menyukai ketika tokoh Lintang Utara, putri Dimas, dimunculkan. Mungkin di situlah baru konflik novel Pulang. Para 4 sekawan yang sangat merindukan Indonesia akhirnya bisa mengirim seseorang untuk menjadi mata mereka. 
Tokoh yang saya sukai entah kenapa adalah Segara Alam. Sejak kemunculan dia ketika berdebat dengan Lintang saya langsung jatuh cinta. Memakai istilah Dimas dan Lintang "Le Coup De Froudre". Sosok Alam langsung begitu saja mencuri hati saya.
Well, membaca novel Pulang sangat menarik bagi saya. Melihat bagaimana dulu Indonesia dari sudut pandang lain. Membuat saya lagi-lagi banyak belajar. Bahwa sejarah memang sangat penting. Bagi yang belum pernah membaca buku fiksi sejarah, novel pulang menjadi pilihan tepat untuk mencoba. Selamat membaca

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com