Jumat, 05 April 2019

[Review] Sweetly Broken




Sweetly Broken
Dadan Erlangga
Penerbit GPU
Tahun 2018
256 halaman
Via iPusnas


"Nggak ada cara yang lebih baik dari merelakan sesuatu yang bukan lagi milikku. Dan nggak ada cara yang lebih buruk dari meratapi sesuatu yang nggak lagi kamu miliki." ( Dias - p.157)

Sweetly Broken adalah novel pertama penulis yang saya baca. Karena pernah membaca beberapa review bagus, saya lumayan semangat dan berekspektasi ketika mempunyai niat membaca novel ini.
Sayangnya tidak berakhir baik. Saya kurang cocok dengan gaya bahasa penulis. Saya hanya bisa bilang bahwa meskipun ini adalah novel metropop tapi yang saya rasakan seperti membaca novel teenlit.
Novel ini memakai pov Lara. Digambarkan sebagai gadis yang tidak mudah jatuh cinta karena pernah mengalami patah hati. Walaupun bukan masalah bagi Lara menjalani hubungan dengan pria. Lara tidak peduli berada di pelukan pria manapun, selama dia tidak sendirian. Mungkin Lara kesepian, mendambakan pria yang tulus mencintainya.
Perkenalan awal Lara dengan Dias tidak dengan cara biasa. Kebencian lebih dominan dirasa Lara karena Dias memberi komentar buruk tentang WO miliknya. Tapi setelah mereka benar-benar bertemu, Lara tidak bisa membohongi ketertarikannya pada Dias. Begitu juga sebaliknya. Sudah bisa dipastikan mereka berdua memulai kencan. Hingga akhirnya masa lalu Lara datang, penyebab Lara patah hati dan tidak percaya cinta.
Kekanak-kanakan. Itulah sifat Lara. Yang membuat lelah membaca segala omong kosong Lara. Awal perseteruan Lara dan Dias lumayan membangkitkan semangat saya mengikuti cerita Lara dan Dias. Tapi, begitu ketertarikan fisik begitu dominan. Hancur sudah momen magis itu. 
Ditambah lagi momen-momen kencan mereka yang terasa palsu dan kemunculan sang masa lalu. Semakin terlihat segala keegoisan Lara.
Karena saya lumayan bersabar, dan membaca sampai akhir, twist yang diberikan penulis cukup menyelamatkan seluruh cerita yang ada. Walau sayangnya terlalu lamu dimunculkan. Tetap membuat saya sedikit memahami segala sifat Lara yang menyebalkan. 
Bukan novel kesukaan tapi tetap merekomendasikan novel ini untuk dibaca. Happy reading.


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)