Senin, 31 Oktober 2016

[Review] Bersamamu



Judul : Bersamamu
Penulis : Sienta Sasika Novel
Penerbit : Grasindo
Genre : Romance
Terbit : 2014
Halaman : 240
ISBN : 978-602-251-774-0


“Cintailah dia dengan cara yang sempurna, meski dia yang kamu cintai tak lagi sempurna.”

“Mas takut akan melupakan kamu...,” ucapnya menahan napas di tenggorokan, terasa sesak dan mencekik. Laki-laki itu bukan menangis karena takdirnya, tapi menangis karena takut akan melupakan istrinya. Di saat seperti ini pun Rama masih saja memikirkannya. Hana dan Rama saling jatuh cinta lalu menikah dan bersama selamanya-IN THE END?
Tidak!
Pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan cinta.
Pernikahan adalah awal dari pembuktian cinta yang sesungguhnya.

*******

Sejak tidak pernah memenangkan loba yang diadakan penulis, saya lumayan penasaran ingin membaca tulisan penulis. Dan agak sedikit lega ketika akhirnya rasa penasaran saya terobati.
Kehidupan Hana dan Rama layaknya pengatin baru, mereka merasakan kebahagian setiap harinya. Hari-hari yang mereka lalui terasa begitu manis ketika hanya kebahagiaan yang terasa. Rama yang sukses menjalankan perusahaan sesuai bidangnya, arsitektur. Dan, Hana sebagai desainer muda yang mulai merintis karirnya.
Semuanya berjalan dengan baik dan sempurna. Sampai-sampai saya sedikit bosan karena cerita seputar itu-itu saja. Walau ada masa lalu kelam mereka sedikit disinggung tapi toh pasangan pengantin baru itu sangat bahagia.
Hingga kebiasaan-kebiasaan Rama yang suka melupakan hal ketika membuat saya curiga. Kejutan apa yang diberikan penulis? Ugh, walau saya sudah sedikit mengantisipasi saya pun sama seperti Hana yang terluka ketika diberi tahu suaminya terkena penyakit Alzaimer. Takut. Itulab perasaan yang dirasakan Hana.
Saya pun tidak tahu akan bersikap seperti apa seandainya berada di posisi. Naudzubillah, jangan sampai.
Cinta Hana di sini benar-benar sangat diuji. Hana yang sedang mengandung harus menerima kenyataan pahit mengenai kondisi suaminya. Dan di saat itu Daniel, lelaki yang dulu sangat dicintai Hana kembali hadir. Menawarkan kembali cinta yang sempat terputus.
Saya tidak pernah menyangka penulisan akan memberikan kejutan besar tentang penyakit Rama. Maksudku Alzaimer. Penyakit yang membuat lupa. Siapa yang akan tahan ketika dilupakan orang yang kita sayangi. Melupakan semua kenangan yang ada dan malah mengingat orang lain?
Sampai akhir saya malah tidak kuat tidak menitikkan air mata. Penulis jago sekali menggambarkan perasaan kedua pasangan ini. Kesetiaan cinta mereka benar-benar sangat diuji.
Ah, bacaan yang menyengkan walau sedih. Membuat saya berpikir ulang apa arti cinta dan kesetiaan. Rama, kamu memang sangat mencintai istrimu. :'(

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)