Kamis, 31 Maret 2016

[Review] The Golem and The Jinni


Judul : The Golem and The Jinni
Pengarang : Helena Wecker
Tahun Terbit : Cetakan I, 2015
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 664 hal
Kategori : Romance,
Harga : Rp. 110.000,-
ISBN : 978-602-03-1425-9
Rating : 4/5

            Golem dan Sang Jin adalah tokoh yang sama tapi tak serupa. Takdir yang mempertemukan mereka berdua. Mereka berdua sama-sama hidup di dunia yang baru. Dunia yang baru dikenal mereka berdua. Dunia yang dipaksa harus mereka kenal. Sang Jin tidak kesulitan untuk menyerap segala hal baru di sekitarnya. Berbeda dengan golem yang baru dilahirkan di kapal menuju Amerika dengan tanpa kehadiran sang master, membuat dirinya seakan kehilangan arah.
            Di tanah Amerika takdir mempertemukan mereka berdua. Di Amerika segalanya berubah bagi golem dan jin. Mereka berdua dipaksa takdir untuk mengurai benang kusut masa lalu mereka berdua.

*********

            Setelah menamatkan buku ini butuh berhari-hari bagi saya untuk bisa merelakan bahwa cerita mereka berdua sudah selesai. Dan, walau ditutup dengan akhir yang begitu manis saya sangat tidak rela pada akhir pilihan penulis. Dan saya pun sudah semangat ’45 untuk membaca sekuel buku ini dan sangat berharap ada sekuelnya. Dan, kabar gembira yang saya dapatkan adalah buku ini memang akan ada sekuelnya. Terbayar sudah berhari-hari saya kepikiran buku ini malah baru terbayar rasa penasaran saya. Sejujurnya, saya masih belum merelakan mereka berdua.
            Ok, mari kita ulas terlebih dahulu isi buku ini. Buku ini bercerita tentang Jin yang terkurung selama ribuan tahun dalam guci. Tanpa sengaja sang jin keluar ketika sang empunya guci berniat mereprasi guci turun-temurunnya. Sang Jin yang terbangun tidurnya otomatis kaget dan merasa marah pada penyihir yang berani-berani mengurungnya. Adalah Arbeely yang mengenalkan dunia pada Sang Jin dan memutuskan bahwa Ahmad nama yang dipakai Sang Jin, saat ini.
            Cerita berganti pada tokoh utama berikutnya Sang Golem. Sang Golem diciptakan untuk menjadi istri bagi masternya. Sayangnya sungguh sial bagi sang Master karena penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Sang Golem yang sendirian di jalanan merasa merana hingga bertemu seorang Rabi yang membantu kehidupannya. Sang Rabi juga memberi nama Chava, untuk dipakai Sang Golem.
            Hingga Sang Golem melihat sosok api Sang Jin yang menarik perhatiannya. Mereka berdua yang sama-sama terasing dan berbeda merasa kebersamaan mereka saling melengkapi. Pada dasarnya mereka berdua kesepian. Hubungan yang aneh antara keduanya pun dimulai.
            Saya jelas sangat menyukai buku ini. Cara penulis bercerita dan dengan terjemahan yang OKE, buku ini benar-benar enak dibaca. Padahal alur buku ini super lambat sekali. Dengan banyaknya kemunculan tokoh-tokoh yang dirasa kurang penting banget, masa lalu Ahmad, masa lalu pencipta Chava semuanya membuat saya bosan dan muak sebenarnya. Walaupun, pada akhirnya semuanya saling berhubungan di akhir nanti. Keren sih. Cuman capek nunggunya. lol
            Yah, dibilang capek juga tidak sih, saya sih kepenginnya lebih diperdalam lagi hubungan Chava dan Ahmad ini. Mereka berdua ini so sweet banget. Jarang-jarang kisah percintaan antara golem dan jin. Dan yang jadi golem dari pihak wanita lagi. makin membuat saya penasaran, kan? Sayangnya sepertinya penulis lebih memilih untuk membahas masa lalu Ahmad. Bagaimana Ahmad bisa terkurung dan sampai melupakan semua hal sebelum dirinya dikurung. Sangat epik cara penulis bercerita.
            Gara-gara ini juga yang membuat saya kepikiran terus hubungan Chava dan Ahmad. Untungnya ada sekuelnya sih, yah walau masih lama tapi ada harapan bagi saya untuk melanjutkan membaca kisah Chava dan Ahmad. Dan, semoga percintaan mereka berdua lebih menggebu-gebu. xD

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)