Kamis, 07 Januari 2016

[Review] Morning Breeze


Judul : Morning Breeze
Pengarang : Viera Fitani 
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 356 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, 2015
Kategori : Dewasa Muda, Romance
Harga : Rp. 47.800,- 
ISBN : 978-602-02-5983-3
Ratingku : 2/5
Bisa dibeli di bukupediacom

Dinasty Syafreena tidak pernah menyangka bahwa ia akan ditugaskan oleh Suster Kepala untuk menjadi asisten dokter Fabian. Yep, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Fabian Aganta Roeslan, Sp. PD., yang sangat digandrungi pasien-pasien dari segala umur. Dr. Fabian memang tampan, baik dan sederetan kata sempurna lainnya. Tapi semua pesona itu seakan tidak terlihat di mata Asty. Semua yang dirasakan Asty adalah perasaan sebal karena diberi tugas untuk menjadi asisten dr. Fabian. Asty mencoba sabar dengan segala keanehan pasien-pasien dr. Fabian yang datang berobat ketika hanya sedang terkena sariawan. Dan sudah tugas harian Asty untuk selalu mengusir semua pasien yang bandel dan tidak mau pulang. Asty tidak peduli jika ia mendapat julukan suster galak. Ia hanya ingin ketenangan bekerja di rumah sakit kembali didapatkannya. Namun, semuanya kandas ketika tiba-tiba dr. Fabian mencuri ciuman darinya.

*********************

Yang bisa saya katakan mengenai novel ini adalah too much drama. Serius, rasanya ingin sekali membeberkan semua unek-unek di hati ini mengenai novel yang baru saja saya tamatkan di tahun 2016 ini. Hanya saja semua itu akan terasa sekali sebagai spoiler. Walau dari sinopsis sampul belakang buku ini sudah menjabarkan akhir cerita, rasanya curang ketika saya harus menulis review yang memuat spoiler.
Kesan saya terhadap tokoh utama cewek novel ini adalah wow. Saya begitu terkesan dengan pemilihan nama penulis yang memakai kata dinasti. Yang ada di pikiran saya tentu saja dinasti ming. (Pasti dong kepikiran dinasti itu! xD) Dari pemilihan nama lumayan lah, walau namanya nggak umum tidak kerasa aneh. Pemilihan nama tokoh itu penting menurutku. Saya sih jujur nggak suka pemakaian nama yang aneh-aneh, walau pada bilang unik.
Tokoh Fabian sendiri dibuat apa adanya tidak terlalu dibuat misterius karena jelas-jelas dari awal kita tahu bahwa Fabian jatuh cinta pada Asty. Pendekatan mereka berdua bisa dikatakan lumayan. Walau banyak sekali adegan-adegan jayus, tapi entah kenapa bisa membuat saya senyum-senyum sendiri. Dialog mereka berdua memang enakan untuk diikuti. Hal ini dikarenakan memang cara penulis bercerita yang mudah diikuti dan enak untuk dibaca. Kalau gaya bahasa penulis sesuai dengan saya, paling tidak saya akan bertahan membaca isi novel sampai tamat.
Sebenernya tidak ada yang salah dengan Fabian, cuman entah kenapa saya tidak suka bahwa dari awal Fabian sudah jatuh cinta pada Asty. Kepenginnya agak misterius gitu. Saya sih lebih menyukai bagaimana Asty dan Dirga pertama kali jatuh cinta. Lebih romantis. Kemunculan Dirga kembali pun anehnya tidak bisa kutebak, jadi twist tersendiri sebenarnya. Karena dari awal saya bertanya-tanya bagaimana cara kemunculan Dirga untuk merusak hubungan Asty dan Fabian.
Dan, sebelnya sama ending yang dipilih penulis. Ugh, terlalu biasa sebenernya. Cuman yah bacaan ringan, novel ini lumayan lah. Patut dicoba bagi yang kepengin baca novel romance yang bisa dibaca sambil santai. Selamat berkenalan dengan dokter super tampan aka tajir! :3

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)