Senin, 13 April 2015

[Review] When The Duke Return



Judul : Kembalinya Sang Duke
Judul Asli : When The Duke Return (Desperate Duchesses #4)
Pengarang : Eliosa James
Penerjemah : Layna Ariesianti
Penerbit : Dastan Books
Tebal : 452 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, September 2011
Kategori : Fiksi, Dewasa, Historical Romance
Status Buku : Punya (Beli Kolpri)
ISBN : 978-602-926721-1
Ratingku : 4/5


Akhirnya, setelah penasaran berhari-hari dan mencari-cari di google, untuk mendapatkan novel ini dengan harga murah, saya bisa mencicipinya juga. Seperti biasa ketika tidak mencari lagi, malah banyak sekali yang menawarkan buku ini dengan harga murah! orz
Nasip, kebiasaan sekali karena tidak sabaran. Hanya saja penyesalan saya pun terlupakan karena dengan membeli novel ini, saya bisa mencicipi novel EJ lain yang saya suka pake banget, judulnya Fool For Love :3
-------------------------------------------------
Ok, sejak menamatkan cerita tentang Herriet (Tokoh dalam Duchess By Night), saya dibuat penasaran dengan cerita Lady Isidore. Isidore digambarkan penulis sebagai wanita cantik luar biasa dan lebih memesona dari Herriet dan banyak sekali pria yang dibuat patah hati olehnya. Namun seperti judul seri ini, Isidore adalah seorang Duchesses yang depresi. Sama seperti Herriet, Isidore menghadiri pesta Lord Strange untuk membuat skandal. Walau berbeda alasan dengan Herriet, Isidore menginginkan agar suaminya segera pulang. Suami yang selama sebelas tahun tidak pernah ditemui oleh Isidore. Dan harapan Isidore pun terpenuhi dengan kedatangan sang suami. Isidore langsung dijemput dari rumah Lord Strange dan sang suami tanpa basa basi meminta Isidore untuk menyiapkan pesta pernikahan mereka berdua.
-----------------------------------------------------------
Aseli, saya super duper penasaran dengan buku ini. Cerita Isidore yang menggantung di buku sebelumnya membuat saya kelabakan dan hampir tidak bisa tidur memikirkan novel ini terus. Ok, saya memang agak lebay, tapi itulah adanya xd. Setiap hari yang saya lakukan hanyalah mencari-cari info tentang buku ini. Bolak-balik membuka akun goodreads yang hanya semakin membuat saya penasaran. Semakin penasaran karena mengetahui bahwa suami Isidore, Simeon Jermyn, Duke of Cosway masih VIRGIN! Alasan yang pantas untuk membuat saya semakin penasaran. Dengan banyaknya novel hisrom yang saya baca, jarang sekali pria yang masih perjaka seperti Simeon ini. Para pria selalu bangga dengan kepopuleran mereka. Dan itu juga yang ada di benak Isidore. Isidore bertanya-tanya kemampuan suaminya karena setua itu masih perjaka. Isidore terlalu mengharapkan seorang anak hingga mempertanyakan kemampuan suaminya. Padahal alasan Simeon mempertahankan keperjakaannya karena dia menyadari bahwa ketika pulang dia mempunyai seorang istri. Walau tentu saja Simeon berlebihan sekali memutuskan pulang ketika sudah sebelas tahun berlalu.
Sebelumnya saya membayangkan akan ada cerita menarik pertemuan antar suami istri yang telah lama terpisah. Cerita yang menggebu-gebu, menilik betapa Isidore digambarkan dengan kecantikan yang sungguh luar biasa dan kegenitan Isodore walaupun dia adalah istri yang setia. Hanya saja saya dibuat takjub dengan penulis alasan Simeon yang memilih untuk berpetualang ke Afrika daripada menjalankan tugasnya sebagai seorang duke. Bisa dianggap isi novel ini berbeda sekali dengan yang ada dalam bayangan saya. Penulis lebih memilih menceritakan kehidupan Simeon setelah menelantarkan gelar Duke-nya. Bisa dibilang buku ini berisi kegiatan-kegiatan membosankan Simeon dalam memebenahi warisan yang ditelantarkan semenjak ayahnya meninggal. Setiap hari yang dilakukan Simeon adalah mengurus tumpukan surat-surat utang yang tidak dibayar ayahnya selama bertahun-tahun. Keadaan rumah yang kacau membuat Simeon sibuk mengurus segala sesuatunya dan memilih untuk membatalkan pernikahannya dengan Isidore. Tentu saja Isidore tidak dapat menerima alasan Simeon, dia sudah sangat setia kepada suaminya tidak akan membiarkan Simeon untuk bertindak sesuka hatinya. Isidore menyusul ke pedesaan demi merayu sang suami. Bisa dibilang cerita di buku ini sungguh membosankan. Buku ini hanya sibuk menceritakan semua kegiatan Simeon dalam membenahi estatnya, mengurus kekayaannya, mengurus utang-utang yang tidak dibayarkan, dan membenahi hubungan Duke dengan masyarakat sekitar estat. Namun, anehnya saya tidak merasa bosan. Saya menyukai bagaimana Simeon mengurus estat dan melakukan segala tugasnya sebagai Duke. Bukan karena saya bias buku ini ditulis oleh penulis kesukaan, hanya saja saya merasa baru dan ingin tahu sebenarnya apa sih tugas seseorang yang mempunyai sebuah gelar. Terbayar sudah rasa ingin tahu saya dengan membaca buku ini. Walau tentu saja bagaian yang paling menarik adalah ketika Isidore campur tangan mengurus estatnya membantu sang suami. Tentu saja Simeon merasa marah, Simeon tidak pernah mengharapkan seorang istri yang terlalu aktif. Setelah dijejali kebohongan demi kebohongan tentang istrinya, yang Simeon tahu Isidore adalah seorang istri penurut dan manis. Alasan ini jugalah yang membuat Simeon menjauhi Isidore.
Seperti yang sudah saya katakan Simeon masih virgin begitu juga dengan Isidore. Malam pertama mereka walaupun tidak dapat dikatakan sukses saya lumaya menikmati interaksi mereka berdua. Walau tidak digambarkan dengan terlalu eksplisit namun jelas seperti buku-buku EJ, saya menyukai adegan bed scene mereka.
Yang sangat menganggu adalah cerita tentang Jemma. Banyak sekali pembaca yang mengeluhkan bahwa EJ selalu berlebihan dalam menceritakan secondary character dalam setiap bukunya. Dan sungguh menyebalkan sekali ketika saya sedang menikmati cerita tentang Simeon dan Isidore bab berikutnya malah menceritakan tentang Jemma yang tidak ada hubungannya dengan main character. Please … padahal jelas untuk buku berikutnya menceritakan tentang Jemma, kenapa tidak sabar dan menceritakan tentang Jemma di buku Isidore? Saya aseli membenci Jemma setelah melakukan interupsi-interupsi tidak jelas di buku Isidore ini. Dan langsung memutuskan untuk tidak membaca cerita tentang Jemma. Sama seperti Herriet, akhir cerita buku ini terlalu berlebihan dengan menyisipkan cerita yang sangat tidak penting demi memunculkan sifat heroik Simeon. Terlepas dari semua itu saya sangat puas membaca cerita tentang Isidore ini. Rasa penasaran saya terpuaskan dengan cerita yang bagus dari Simeon dan Isidore :)

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)