Senin, 13 April 2015

[Review] Everything and The Moon


Judul : Janji Rembulan
Judul Asli : Everything and The Moon (Lyndon Sisters #1)
Pengarang : Julia Quinn
Penerjemah : Diba Aep Basar
Penerbit : Dastan Books
Tebal : 442 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, Januari 2011
Kategori : Fiksi, Dewasa, Historical Romance
Status Buku : Punya Sendiri
ISBN : 978-602-8723-60-2
Ratingku : 2.5/5


Ketika membaca novel ini, yang ada di pikiran saya bahwa seperti dongeng. Pertemuan dua orang manusia secara tidak sengaja di sebuah danau. Sang pemuda begitu tergila-gila pada gadis yang baru pertama kali dijumpainya. Sebuah cinta pada pandangan pertama. Tak lama untuk sang gadis jatuh cinta dan terjalin lah hubungan mereka berdua. Ditambah, mereka suka menghabiskan malam secara bersama dengan berlarian di lapangan dengan cahaya rembulan menerangi mereka.
Namun, perbedaan status antara keduanya pun menghalangi cinta monyet yang mulai berkembang. Masing-masing ayah mereka tidak menyetujui hubungan cinta mereka. Tanpa pikir panjang, pemuda menyatakan niatan untuk kawin lari. Walau ragu, sang gadis menyetujuinya. Naas, ketika malam yang dinanti tiba, sang gadis tak kunjung tiba. Begitu lelap tertidu, begitu pikir sang pemuda.
Hingga 7 tahun kemudian mereka bertemu kembali. Tentu saja mereka sudah berubah, bukan lagi seorang yang lugu dan polos. Sudah menjadi seorang pria dan wanita. Pikiran sang pria dipenuhi oleh satu hal yaitu, balas dendam. Sang pria begitu merana ketika sang wanita tidak memenuhi janji kawin lari mereka berdua.

“Kalau begitu beritahu aku apa yang perlu aku ketahui. Beritahu aku apa yang dibutuhkan untuk membuatmu bahagia” (p.229)

Kali pertama membaca tulisan Julia Quinn, tidak terlalu buruk. Sayangnya cerita cinta Robert dan Victoria tidak terlalu membekas pada diriku. Dua orang jatuh cinta, berpisah, bertemu dan menjalin kasih kembali, dan happily ever after. The End.
Setelah kegagalan rencana kawin lari mereka, Victoria memutuskan untuk menjadi seorang Guru Pribadi. Yah, saat tarik ulur mereka bedua memang lumayan walau sebenarnya biasa-biasa saja. Robert yang walau marah dengan Victoria, dia masih mencintai Victoria, begitu sebaliknya. Pertemuan mereka setelah 7 tahun kembali menurutku sangat natural dan tidak terkesan buru-buru. Victoria yang dijebak di labirin oleh muridnya sendiri, selama 8 jam tidak bisa keluar dari labirin. Hingga datanglah pasangan kasmaran, tamu majikan Victoria yang menyusup ke labirin tempat Victoria berada. Tanpa diduga adalah Robert. Robert yang tidak menduga akan bertemu Victoria di London merencanakan aksi balas dendam dengan mengganggunya agar Victoria dipecat dari pekerjaannya. Namun, Robert malah menikmati kebersamaan mereka kembali. Dan Victoria pun merasa tertolong ketika Robert membantunya dalam mendisiplinkan Neville, murid didiknya.
“Apakah kau tahu masalahmu dengan Neville? Kau tidak tahu cara bersikap tegas. Kau tidak pernah tahu bagaimana bersikap tegas yang benar, aku jelas-jelas mengingat apa yang kau lakukan dulu. Kau selalu mencoba memarahiku, tapi matamu selalu terlalu hangat. Dan bibirmu selalu tertarik ke atas di bagian sudut-sudutnya. Kurasa kau tidak tahu cara membuat wajah cemberut yang serius.”


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)