Kamis, 01 Januari 2015

[Non Review] Welcome ....



To me and 2015!


Sepertinya sudah waktunya saya menghidupkan kembali blog yang sudah lama ditelantarkan ini. Sungguh tidak etis mengaku sebagai anggota blogger buku Indonesia tapi selama hampir satu tahun tidak pernah memposting apa pun untuk blog buku saya ini. Tahun 2014 merupakan tahun dimana saya mengalami kebosanan dalam membaca novel. Bisa dibilang saya hanya malas membaca bukannya saya sibuk dengan real life. Aktifitas sehari-hari saya masih seperti rutinitas-rutinitas yang saya sukai. Berangkat di pagi hari, pulang siang hari, pulang sore hari ketika ada pertemuan yang harus dihadiri kalau pun tidak biasanya siang hari saya habiskan dengan tidur siang. Dengan kehidupan saya yang seperti itu mau tidak mau membuat badan saya semakin gemukan :’) #penting #duniaharustahu
Apakah saya tidak mempunyai waktu untuk membaca buku? Atau saya kehabisan bacaan? Tentu saja tidak, kalau saya merasa kesibukan membuat saya tidak mempunyai waktu untuk membaca, hal itu hanya akan terasa sebagai lame excuse. Hanya sekadar sebagai pengingat, di tahun 2014 saya ditawari oleh seorang teman untuk menjadi asisten editor. Tentu saja saya menyanggupi dong, apalagi saya cukup penasaran dengan pekerjaan sebagai editor. Yah, walau bukan mengedit buku dari penerbit besar saya cukup merasa puas dan bangga, saya sudah bisa mencoba pekerjaan mengedit sebuah naskah, membuat saya banyak belajar tentang proses pembuatan buku. Nah ironisnya, pekerjaan baru ini juga lah yang membuat saya menjadi malas membaca novel. Entah mengapa setiap saya membaca novel, apa pun, saya tidak pernah bisa menikmati bacaan saya seperti dulu lagi. Yang ada tiap kalimat selalu saja saya komentari. Lebih-lebih ketika bahasa atau alur yang dipakai penulis sangat lemah dan berakhir membuat saya menutup buku dan punya pikiran, kenapa juga novel seperti ini harus terbit?
Bukan, bukannya saya sok tahu atau apa hanya memang seperti itulah adanya. Saya tidak pernah bisa menikmati membaca novel seperti dulu lagi. Sudah beberapa buku yang tidak sanggup saya habiskan. Lewat pekerjaan ini saya juga belajar susahnya menjadi editor, ketika buku yang memang sudah ditetapkan untuk terbit tapi kita sebagai editor merasa tidak sreg, yang ada kita hanya bisa pasrah pada buku tersebut, ya di edit seadanya dan memang mau gimana lagi, sekeras apapun kita menolak, toh bukunya memang akan diterbitkan.
Terlalu dini memang tulisan saya ini, toh buku-buku yang pernah saya edit hanyalah terbitan penerbit kecil. Mungkin berbeda kasus semisal saya mengedit buku-buku dari penerbit besar. Hanya saja saya menjadi punya gambaran bahwa memang akan seperti ini lah walau mungkin yang kita edit adalah buku-buku dari penerbit besar maupun dari penulis terkenal. Kalaupun tulisannya kurang memuaskan seandainya sang penulis sudah mempunyai nama, buku yang akan diterbitkan pasti laku terjual. Yah, apa boleh buat pasaran untuk penulis yang sudah dikenal memang lebih menjanjikan. Contohnya saya sendiri, semenyesal apa pun ketika membaca buku dari tulisan penulis yang disukai pada akhirnya saya selalu menanti karya-karya berikutnya :’)
Tahun 2015 ini saya ingin mencoba kembali menulis review tentang buku-buku yang sudah saya baca. Apalagi masih ada beberapa buku yang menjadi hutang saya. Sungguh saya sebenarnya merasa malu dan ingin sekali minta maaf. Mudah-mudahan saya segera bisa menyelesaikan hutang saya.
Beberapa waktu lalu sebelum liburan natal, saya sempat membuka olshop yang menjual buku-buku Dastan. Tidak ada alasan khusus sebenarnya, saya hanya tertarik karena ada kata “Obral Dastan Segel @10RB” Ugh, siapa juga yang tidak tertarik untuk mengintip buku-buku obralan. Niat hati memang hanya untuk melihat-lihat, hanya saja ketika sampai pada foto salah satu buku yang sudah lama saya incar saya merasa bimbang dan penasaran. Apalagi bukunya hanya dijual @7000, God, semakin membuat saya kepikiran! Saya sudah mewanti-wanti diri sudah lah tidak usah tergoda untuk membeli, namun saya ini tipe orang yang mudah penasaran, makanya tiap hari saya selalu kepikiran dengan obralan buku Dastan itu. Bolak/lik membuka akun FB hanya untuk mengintip album-album obralan. Dan sampailah pada titik, daripada saya kepikiran terus sampai tidak bisa tidur  Ok lah mending bukunya saya beli saja. Sungguh sial nasib mempermainkan saya buku yang diincar tidak komplit 6 buku. Akhirnya saya merasakan dilema kembali. Seharian yang saya lakukan adalah mencari obralan Dastan di google. Akhirnya saya dapatkan juga sih, tapi dengan harga yang lebih mahal. Sudahlah, daripada saya kepikiran terus lebih baik saya selesaikan semuanya. Saya membeli di dua olshop yang berbeda.

1.       Succubus Blues By Richelle Mead @10.000
2.       Succubus On Top By Richelle Mead @7000
3.       Succubus Dreams By Richelle Mead @10.000
4.       Succubus Heat By Richelle Mead @10.000
5.       Succubus Shadows By Richelle Mead @7000
6.       Succubus Revealed By Richelle Mead @7000

Buku yang menjadi incaran saya adalah Succubus Series oleh Richelle Mead. Dulu setelah saya menamatkan novel Vampire Academy saya begitu menyukai tulisan RM. Waktu itu saya mencari judul lain yang sudah ditulis oleh RM. Kebetulan saya pun menyukai seri Succubus ini. Saya membaca novel ini sekitar tahun 2010-2011, saya lupa tepatnya. Waktu itu saya tidak tahu kalau novel seri Succubus ini sudah diterjemahkan oleh Dastan. Fyi, saya menamatkan novel seri Succubus dengan membaca ebook-nya, begitu juga dengan novel Vampire Academy dan juga spin-off-nya Bloodlines. Bloodlines series ini sudah lama tidak saya ikuti, walau saya suka sekali dengan Adrian, setelah dua buku dan tidak ada kemajuan tentang Adrian, saya berhenti membaca Bloodlines. Untuk Vampire Academy-pun sudah lama menjadi buku incaran saya. Dulu sekitar tahun 2012 saat Matahati kolaps buku-buku Vampire Academy dijual hanya sekitar Rp. 5000,- sampai Rp. 10.000,-. Saya sih merelakan saja karena tidak komplit satu seri, ya sudahlah pasrah untuk tidak mengoleksinya.
Lain halnya dengan seri Succubus ini, begitu tahu saya bisa mengoleksi seluruh seri Succubus, saya menetapkan hati untuk membelinya. Walaupun ongkos kirimnya lebih mahal dari harga buku itu sendiri. Resiko hidup di pedesaan nih :’(

1.       Halfway to The Grave By Jeaniene Frost @15.000
2.       One Foot in The Grave By Jeaniene Frost @15.000
3.       At Grave’s End By Jeaniene Frost @15.000
4.       Destined For An Early Grave By Jeaniene Frost @15.000
5.       This Side of The Grave By Jeaniene Frost @15.000
6.       One Grave at a Time By Jeaniene Frost @15.000
7.       A Gentleman’s Honor By Stephanie Laurens @10.000

Untuk judul buku Dastan lain yang kubeli, aseli itu hanya karena laper mata saja. Begitu lihat obralan jadi kepengin beli. Beli buku itu memang guilty and pleasure. Saya tahu buku-buku yang saya beli tidak akan langsung saya baca, hanya akan berakhir di tumpukan buku-buku yang belum dibaca lemari buku. Tapi mau bagaimana lagi saya merasa senang ketika paket buku yang sudah saya pesan sampai di rumah. Apalagi bagian menyobek plastik pembungkusnya, suatu kebahagiaan tersendiri :3
Selain buku yang saya beli saya juga menyempatkan diri mengunjungi rental komik yang sudah lama sekali tidak saya kunjungi. Saya sampai mendapat sindiran, Mbak udah setahun ga ke sini, ya? Lagi sibuk banget, ya? Atau emang kerja atau sekolah di luar kota? Aduh, makin bertambah saja deretan hal-hal yang membuatku malu. Awalnya tidak akan meminjam komik lagi, tapi apa mau dikata saya sudah merasa tidak enak akhirnya saya pinjam saja deh. Kebanyakan saya hanya meminjam komik one shot, mungkin beberapa akan kubuat review-nya.


Well, akhir kata dari tulisan panjang saya ini, semoga saya bisa konsisten menulis lagi di blog. Semoga saya juga tidak semangat diawal saja. Semoga saya selalu terhindar dari kebosanan dalam menulis dan membaca. Salam buku dari saya :)

5 komentar:

  1. Wahhh komiknya menggoda.
    Ditunggu review komiknya :D

    Btw happy new year, mbak.

    BalasHapus
  2. Happy New Year jg ya :D

    Semoga bisa buat rivewnya ya, susah pisan kalau mau konsisten >,<

    BalasHapus
  3. Ditunggu review-reviewnya tahun ini kak, semoga bisa konsisten ya :D

    BalasHapus
  4. Mbak, dijual lg ga novel2 yg richelle mead nya?

    BalasHapus

Jangan segan buat ngasih komen ya :)