Rabu, 25 Juli 2012

'Wishful Wednesday [1]'

Wishful-wednesday3
Ini adalah pertama kalinya aku mengikuti Wishful Wednesday, meme ini dibuat oleh Mba Astrid di blog Book to Share. Ikut-ikutan sebenarnya karena ada pengen nyoba dan sekalian ikutan giveaway—ketauan alasan aslinya :b

Ok, langsung aja buku yang kali ini pengen aku punya adalah

Npb
Yup, Judulnya adalah Negeri Para Bedebah oleh Tere Liye. Buku ini adalah buku terbarunya. Judul dan cover-nya sangat ga biasa kan? Makanya aku penasaran. Lebih penasaran lagi pas uda baca beberapa bab di blog penulis. Yup, novel ini memang dibagikan secara gratis oleh penulis. Tetapi berbeda judul, kalau di blog judulnya lebih sangar lagi Bangsat-bangsat Berkelas. Awalnya aku sama sekali ga tertarik baca tulisan Bang Tere ini, tapi setelah baca beberapa bab eh malah jadi keterusan dan makin penasaran karena diblog sendiri post-an bab-bab terakhir sudah dihapus karena alasan mau diterbitkan. Terlepas ada tidaknya post-an bab-bab terakhir aku sudah meniatkan untuk membeli buku ini. Karena buku ini menrutku wajib dikoleksi. Apalagi karya ini berbeda dengan genre yang ditulis penulis sebelumnya—Another First.

Buku ini bisa di dapat di sini :)

Semoga aku beruntung :) Dan buat teman-taman yang lain mau ikutan silahkan berkunjung ke Book to Share buat infonya :)

Minggu, 15 Juli 2012

'Hujan dan Teduh'

Hujan_dan_teduh

Judul : Hujan dan Teduh

Pengarang : Wulan Dewatra

Tahun Terbit : Cetakan IV, 2011

Penerbit : Gagasmedia

Jumlah Halaman : 250 hal

Kategori : Romance, Fiction

ISBN : 979-780-498-4

Harga : Rp. 43.000,-

 

Bintang dan Kaila adalah dua remaja yang memulai persahabatannya ketika menginjak kelas III SMA. Sejak perjumpaan pertama Bintang sudah tertarik dengan gadis berponi pagar—Kaila. Namun kedekatan mereka berdampak negatif pada sekitarnya.

Bintang yang memulai kehidupan barunya dengan kuliah di Jakarta, demi melupakan masa lalunya bersama Kaila. Di kampus barunya Bintang mencoba berhubungan dengan teman satu jurusannya yaitu Noval. Hubungannya dengan Noval yang terlampau jauh mengakibatkan banyak hal terjadi pada Bintang. Terlebih lagi sikap Noval yang perlahan berubah menjadi kasar membuat Bintang harus mengambil keputusan tentang kelanjutan hubungan mereka.

 

Menurutku pribadi aku menyukai novel ini walau sama sekali tidak menimbulkan bekas ketika selesai membaca novel ini. Awalnya aku terkecoh dengan isi cerita novel ini, kukira hanya kehidupan kampus biasa yang akhirnya jatuh cinta dan memulai pacaran. Setelah membaca beberapa lembar halaman yang ku baca, aku dikagetkan ketika berada pada halaman 26.

Aku sayang kamu. Aku nggak pernah ngerasain ini sebelumnya. Ke cowok aku juga rasanya nggak kayak gini, ujar Kaila lirih. Bintang yang tak menyangka Kaila akan mengatakan itu terdiam sejenak sebelum euforia yang bagaikan gebyar kembang api berpindah ke hatinya. Dengan lembut, dikecupnya bibir Kaila yang mungil sebagai jawaban

Wow, jadi ini cerita sesama jenis gitu? Aku yang agak merasa bosan ketika membaca lembar-lembar awal, mulai agak semangat ketika mengetahui bahwa ceritanya lumayan tidak biasa hehe. Tapi ya menurutku penulis kurang begitu mengeksplor tentang kisah cinta Bintang dan Kaila. Karena kalaupun memang Bintang lesbian tapi kok dengan mudah Bintang menjalin hubungan dan menyukai Noval, atau mungkin Bintang memang penyuka laki-laki dan perempuan? Yah itu sih hanya pikiran pribadi saja :D

Aku benci Bintang yang lemah, yang terlalu mencintai Noval yang membuat dia selalu saja menuruti kemauan Noval. Lagi dan lagi aku disuguhkan novel yang dengan  tokoh utama yang terlalu mencintai pasangannya sehingga berdampak negatif pada dirinya sendiri.

Hampir tidak ada adegan yang berkesan buatku, semuanya datar-datar saja. Namun entah sihir apa yang terdapat pada buku ini yang membuatku ingin segera menamatkan dan buru-buru ingin mengetahui akhir kisah Bintang.

Well, buku ini cukup menghibur dan bisa dijadikan buku selingan ketika kita bosan. Untuk Bintang yang lemah dan kuat aku kasih nilai 3 :)

 

Tentang Penulis

Wulandari Putri, yang memodifikasi namanya menjadi Wulan Dewatra, lahir 21 Juli 1990 di Ciamis dan besar di Bandung. Kegiatan sehari-harinya yang merupakan mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia ini adalah menuntut ilmu dengan baik serta mencuri-curi mengajar privat Bahasa Inggris dan Matematika. Selain itu, di sela-sela waktunya yang tidak sibuk, ia bersama kelompok Rumah Semut-nya sering berjualan hampir semua jenis barang dengan jargon “Anda Cari Kami Ada”. Novel ini merupakan novel pertama yang diterbitkan.sekarang, Wulan sedang menulis novel berikutnya yang belum diberi judul. [Diambil dari sampul belakang buku]

Sabtu, 14 Juli 2012

'A Long Long Sleep'

Buku_a-long-long-sleep

Judul : A Long Long Sleep
Pengarang : Anna Sheehan
Penerjemah : Barokah Ruziati
Penyunting : Ida Wajdi
Penerbit : Atria
Halaman : 398 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, Juni 2012
Kategori : Romance, Fantasy, Fiction
ISBN : 978-979-024-499-3
Harga : Rp. 53.000,-
Bisa dibeli di bukupediacom


Aku yang sedang terbuai dalam mimpi indah staseku tiba-tiba dibangunkan oleh sentuhan rasa bibir pada bibirku, aku terkejut. Aku menarik napas melalui hidungku dan terduduk tegak, kepalaku membentur kepala seseorang yang kemungkinan adalah penolongku.
Adalah Bren—Brendan Sabah, yang menolongku dan memberi tahu bahwa aku sudah berada dalam keadaan statis selama 62 tahun. Aku yang tidak begitu bisa mencerna akibat keletihan stase dan kehilangan kesadaranku.
Aku berada di rumah sakit ketika aku sadar. Oleh keluarga Sabah aku diberi penjelasan tentang 62 tahun yang sudah aku lewatkan. Tidak ada lagi Mom dan Dad—mereka bilang meninggal karena kecelakaan helicopter. Tidak ada lagi Asa—pengurusku. Tidak ada lagi Xavier-ku. Tidak ada lagi satu orang pun yang kukenal pada zamanku.
Namaku adalah Rose—Rosalinda Samantha Fitzroy. Usiaku enam belas tahun jalan enam puluh dua tahun. Aku merasa salah dengan tidak hidup pada zamanku. Aku yang kesepian diharuskan menjadi pewaris tunggal kerajaan bisnis antarplanet milik keluargaku—UniCorp. Kenyataan pahit lainnya pun mulai berdatangan. Rasanya aku ingin kembali ke keadaan statisku saja.

Menyedihkan............
Dalam beberapa arti novel ini benar-benar menguras emosiku. Dan perlu diketahui sesedih apapun novel yang kubaca tidak pernah akhirnya menititikkan air mataku. Tapi tanpa bisa dicegah aku menangis karena Rose.
Well, dari awal membaca novel ini aku sellau penasaran kenapa Rose selalu dalam keadaan statisnya, apa memang dia punya penyakit dan mengharuskan dia tidur dalam tabung stasenya. Cerita berjalan begitu lambat bagiku, selambat kepribadian Rose. Aku akan berusaha untuk tidak memberi spoiler, walaupun sangat sulit karena hampir bagian terseru dalam buku ini mengakibatkan spoiler. Akan kucoba. Setelah Rose terbangun atau lebih tepatnya dipaksa bangun oleh Bren setelah tidur panjangnya Rose—sesuai dengan judulnya. Rose yang memang bisa dikatakan orang masa lalu belum bisa atau tepatnya mencoba beradaptasi dengan zaman yang baru baginya ditambah lagi tidak ada satupun orang yang dikenalnya. Cerita berjalan dengan begitu lambat walau memang tidak bisa disalahkan karena Rose yang tertinggal selam 62 tahun harus mengetahui apa saja yang berbeda dengan zamannya. Yah Rose memang terkena culture shock, Rose yang dari dulu tidak pandai bergaul akhirnya mendapat kesulitan di sekolah barunya. Tetapi dengan bantuan Bren sang pangeran tampan yang membangunkan tidurnya bak dongeng The Sleeping Beauty, Rose mampu bertahan dan tanpa disadari mulai tumbuh benih-benih cinta Rose kepada Bren. Rose pun berkenalan atau lebih tepatnya diperkenalkan dengan aggota geng Bren yaitu Otto, Nabiki, Molly, Anastasia, Jamal, Wihelm. Hanya Otto yang menjadi teman dekat Rose setelah Xavier dan Bren. Aku suka sekali hubungan Rose dengan Otto. Yah Otto ini tidak bisa berbicara, Otto bisa dibilang hasil ekperimen yang dilakukan oleh UniCorp—hasil modifikasi DNA alien dengan manusia. Siapapun yang mendengar hal ini pasti akan kaget, terutama Rose yang merasa bersalah karena dia sendiri adalah bagian UniCorp. Pertemanan Rose dan Otto sangat menarik buatku, entah kenapa aku paling suka tokoh yang melakukan percakapan melalui tulisan, yang menurutku terasa manis dan lebih romantis hehe. Dalam bentuk sms, email maupun seperti Rose yang menggunakan layarcatatnya. Aku akan menjelaskan sedikit tentang layarcatat yang ada dibuku ini. Menurutku layarcatat ini seperti iPad karena ya selain digunakan dengan cara disentuh fungsinya tidak beda jauh dengan iPad. Kisah Rose ini memulai titik serunya dengan kedatangan seseorang yang mencoba membunuh Rose yang awalnya disangka sebagai salah satu mimpi buruk Rose. Dan kenyataan pahit tentang orang tua Rose, siapa yang mengincar nyawa Rose. Kenyataan tentang kekasihnya Xavier.
Rose ini menurutku terlalu pasif—tidak dapat disalahkan memang karena kesalahan masa lalu juga. Rose yang terkenal karena siapa dirinya tidak menjadikan dirinya sombong ataupu segala macam sifat menyebalkan dari seorang Putri karena pada dasarnya Rose gadis yang baik dan penurut. Aku sekali lagi mengatakan kehidupan Rose sangat membosankan, penjelasan tentang kecanggihan teknologi di zaman baru Rose pun yang membuatku terpesona tapi tetap saja membuatku bosan. Alur pada buku ini yang maju mundur menjelaskan dengan baik kehidupan masa lalu Rose dan sudut pandang Rose pun menambah poin plus dari sederatan kisah masa lalu Rose. Dari awal sudah kukatakan bagian awal buku ini sangat membosankan tapi entah kenapa menjadi candu tersendiri buatku. Aku malah selalu menanti kisah manis antara Rose dan Xavier—di masa lalu tentu saja. Dan kenyataan yang terjadi antara Rose dan Xavier lah yang membuatku menangis—benar-benar menangis. Aku begitu sedih karena kisah cinta Rose harus berakhir dengan sangat menyedihkan. Aku salut sekali kepada penulis yang bisa-bisanya membuat kisah cinta Rose dan Xavier seperti itu. Aku sama sekali tidak pernah menduga. Aku hanya seperti Rose yang ikut kalut dengan mengetahui kenyaatan yang ada. Pokoknya buku ini bener-bener menguras emosiku dan aku sangat menyukainya.
Akhir dari kisah Rose ini hanya ingin membuatku teriak. Yah memang happy ending, tapi kenapa mesti berakhir seperti itu.huhuhu. Pengen banget deh ngamuk sama penulisnya hehe. Tapi oh tapi setelah googling ada kemungkinan novel ini dibuat sekuelnya! Yes!!! Beneran seneng banget deh aku. Pokoknya wajib baca kalau ada sekuelnya :D
Seperti ide awalnya dari cerita The Sleeping Beauty, novel ini direkomendasikan untuk semua yang ingin tahu cerita lain dari Putri Tidur setelah dibangunkan oleh kecupan sang pangeran tampan. Semua usia bisa membaca novel ini walau novel ini dikategorikan sebagai novel young adult. Wajib baca! :D
Untuk kisah cinta abadi Rose dan Xavier aku kasih nilai 5 :)

Tentang Penulis
188194_194709707210798_7558154_n
As Walt Whitman said, "I am large, I contain multitudes!" The epigraph of every writer, really.
I was conceived in northern Alaska, and was born to a bohemian veterinarian mother in a hospital on the shores of Lake Michigan. I endured numerous hellish years of school, and I can say with reasonable veracity that I have forgiven all my teachers and even the poor children who had to figure out how to deal with me.
Instead of a social life, I swam in books. I became a devoted follower of Diana Wynne Jones and Douglas Adams. I studied acting and Shakespeare with the Young Shakespeare Players of Madison, Wisconsin, and it deeply impacted my direction in life. I then discovered historical re-enactment, where I hung about in velvet, idly strumming a harp while men in plastic armor hit each other with sticks. That too was most enlightening.
Despite collecting a technical degree in commercial goldsmithing, I instead pursued writing as my primary means of unemployment. I moved with my family to a tiny ranch in rural Oregon, where I still live with my daughter, my mother, and assorted Irish Wolfhounds [diambil dari akun GR Penulis]

Another Cover
1133934551xmjjizzl13256468A-long-long-sleep-by-anna-sheehan
Beberapa cover buku ini dalam edisi lainnya, tapi tetap saja cover dari penerbit atria yang kusukai. Karena warna biru kesukaanku dan juga tampilan manis dari Rose dalam tabung stasenya :)

Selasa, 10 Juli 2012

'Yey.... Buku pinjaman baru :D'

Asyikkkkk ......

Skripsi yang bikin lelah jiwa raga tingkat dewa ini akhirnya selesai juga. Dan segala urusan tentang berkas-berkas skripsi yang tidak kalah bikin pusingnya karena ternyata banyak juga yang mesti di urus hehe

Kelar dengan itu semua aku dengan kebaikan hati Teh Annisa yang tanpa malu-malu aku pinjem bukunya lagi hehe.

Buku_pinjaman

Judulnya adalah

1. Sunset bersama Rosie By Tere Liye

2. Hujan dan Teduh By Wulan Dewatra

3. Bidadari-Bidadari Surga By Tere Liye

4. I Am Number Four By Pittacus Lore

Sebenarnya aku sempet kopdar juga sam Teh Annisa, cuma dasar akunya kurang bener pake ada insiden telat dateng plus sempet nyasar juga di tempat ketemuan kita. Yah akhirnya cuma jadi ajang serah terima buku pinjaman dan melupakan seharusnya minimal narsis dulu gitu biar dipasang di blog. Tapi yasudah lah maybe nextime :D

 

Senin, 09 Juli 2012

'Pengantin Surga'

Pengantin-surga

Judul : Pengantin Surga [The Story of Layla and Majnun]

Pengarang : Nizami Ganzavi

Penerjemah : Ali Nur Zaman

Penyunting : Salahuddien Gz

Penerbit : Dolphin

Halaman : 250 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, Juli 2012

Kategori : Klasik, Romance

ISBN : 978-979-17998-3-6

Harga : Rp. 45.000,-

 

Layla dan Qays, remaja yang baru mengenal cinta yang memabukkan bagi mereka. Namun takdir berkata lain. Kedekatan mereka tak pernah disetujui banyak pihak. Qays yang begitu memuja Layla menjadikannya budak cinta dan kehilangan akal sehatnya, melupakan sekitar dan menjadikan dirinya lebih dikenal dengan nama ‘Majnun—orang gila’. Hidupnya yang tak lain dihabiskan untuk memuja sang kekasih hati, melantunkan syair-syair indah, meninggalkan segala yang dipunya hingga menjadikannya sang penguasa binatang buas.

Layla yang trepisah jauh dengan sang kekasih hati tidak luntur sedikit pu kesetiaannya. Walau seorang gagah perkasa Ibnu Salam memperistrinya. Dengan kukuh dia mempertahankan kesuciannya. Inilah kisah tentang kisah cinta sejati.

 

Dua kali berturut-turut aku membaca buku yang tokoh utamanya terjebak dalam cintanya masing-masing. Mencintai begitu besar pasangannya dan rela mengorbankan segala sesuatu demi pujaan hati. Dari dulu sekali sebenarnya aku penasaran sekali dengan kisah Layla Majnun ini. Waktu SMA aku mempunyai teman yang bernama Laila, dan ada seorang teman yang suka usil bilang Laila majnun. Aku yang awalnya tidak tahu sama sekali arti majnun hanya ikut tertawa saja. Tambah kaget ketika tahu bahwa majnun artinya gila. Temanku Laila ini bercerita bahwa kisah Layla Majnun adalah kisah seseorang yang mencintai begitu dalam dan besar sehingga menjandikannya gila.

Finally, aku diberi kesempatan untuk bisa membaca kisah yang sangat terkenal ini, terima kasih untuk Mbak Truly dan Penerbit Dolphin yang sudah berbaik hati memberikan buku ini secara cuma-cuma kepadaku :D.

Buku ini termasuk buku klasik, jadi wajar saja kalau bahasa yang digunakan pun menggunakan kata-kata yang kalau anak muda sekarang bilang ‘lebay’ percakapan yang intinya menanyakan kabarpun bisa mencapai setengah halaman sendiri. Tapi wajar saja kan memang disitulah keindahan karya sasra, kata-kata indah memabukkan kita yang membaca. Plot yang ada sebenarnya hanya berkisah tentang bagaimana perasaan Majnun kepada Layla. Bisa dibilang alurnya lambat dan kadang diselingi dengan hal-hal yang mungkin agak tidak berhubungan dengan inti cerita. Namun aku menangkap disinilah letak istimewa buku ini, tidak melulu menceritakan kegilaan Qays/Majnun yang akan membuat cerita ini membosankan. Aku pribadi ketika sampai pada bagian Manjnun menjadi raja binatang buas malah berpikiran ‘Loh, ko jadi cerita tarzan gini’. Tapi justru bagian ini yang paling aku sukai ketika penulis memaparkan tentang binatang yang tahu balas budi dibandingkan dengan manusia. Aku jadi ikutan mikir, memang benar manusia terkadang selalu lupa kebaikan seseorang ketika sengaja/tidak melihat kejelekannya. Ikutan tertampar juga nih, dan sekarang pun aku lagi belajar ketika membenci seseorang, ingatlah kebaikan yang sudah diperbuatnya.

Aku sangat menikmati kisah Majnun dan Layla ini, dan baru sadar maksud judul dan arti cover buku ini ketika selesai membaca buku ini. Cinta yang suci begitulah kira-kira kesan yang kudapat. Tidak seperti zaman sekarang yang kadang-kadang hanya mengikuti nafsu. Disini kita belajar banyak dari Majnun, lebih baik gila daripada mengikuti nafsu. Tokoh yang paling kusukai dan paling kukasihani adalah Ibnu Salam, sebagai seseorang yang mencintai dan suami Layla aku salut kepadanya yang tidak memaksa Layla. Merasa kasihan ketika sampai kematiannya belum juga mendapatkan hati sang istri. Buku ini sangat direkomendasikan untuk semua yang ingin tahu bagaimana kisah Majnun dalam versi Nizam, cocok dibaca untuk siapapun.

Kelebihan dan kelemahan yang kurasa pada buku ini adalah pada gaya bahasa. Aku yang belum terbiasa pada gaya bahasa seperti yang ada dibuku ini menjadikanku membaca buku ini super lambat karena mau tidak mau ketika membaca syair Majnun aku menirunya bak pujangga mahsyur hahaha :D

Untuk Majnun yang mempunyai cinta luar biasa aku kasih nilai 3,5 :)

 

Tentang Penulis

Nizami_3

Nizami Ganjavi (1141-1209) adalah pujangga terbesar dalam khazanah sastra Persia, dianggap sebagai penulis yang membawa gaya tutur realistis ke dalam kisah epik di Persia. Lahir di Ganja, salah satu kota besar di Azerbaijin, bagian Kesultanan Seljuk, ia menghabiskan seluruh masa hidupnya di sana. Karya-karyanya tak hanya dipengaruhi oleh sastra Arab dan Persia, baik tradisi lisan maupun tulisan, melainkan juga oleh matematika, astrologi, kimia, farmasi, ilmu tafsir, teori dan hukum Islam, sejarah, filsafat, mistisisme, musik, dan seni visual. Jejak-jejak Nizami sangat terasa dalam kesustraan Islam. Karya tulisnya mempengaruhi perkembangan sastra Persia, Arab, Turki, Urdu, juga Nusantara. Pengantin Surga adalah karyanya yang paling tersohor. Karyanya yang lain adalah Makhzan Al-Asrar (Gudang Rahasia), Haft Peykar (Tujuh Bidadari), dan Eskandarnameh (Kitab Iskandar).

'Sunset Bersama Rosie'

Sunset_bersama_rosie
Judul : Sunset Bersama Rosie
Pengarang : Tere Liye
Tahun Terbit : Cetakan II, Desember 2011
Penerbit : Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit)
Jumlah Halaman : 426 hal
Kategori : Romance, Fiction
ISBN : 978-602-98883-6-2
Harga : Rp. 60.000,-

Demi mengikuti prosesi indahnya perayaaan ulang tahun pernikahan kedua sahabatku—Rosie dan Nathan—yang ke-13. Kami bertujuh aku, Rosie, Nathan dan ke-4 kuntum bunga mereka—Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili menikmati indahnya sunset di pantai Jimbaran, Bali walau aku terpisah jauh di Jakarta dengan kemajuan teknologi aku tidak ketinggalan setitik pun momen terindah ini.
Hanya saja kami semua tidak pernah mengetahui bahwa takdir berkata lain. Kesakralan acara kami direngut sekejap dengan sebuah bom yang tanpa diduga meledakkan restoran dimana keluarga Rosie berada. Aku yang panik berusaha menghubungi Rosie—yang sayangnya tidak ada jawaban karena memang HP Rosie sengaja dinonaktifkan. Aku tanpa memikir ulang langsung menuju Bali tanpa menghiraukan atau lebih tepatnya melupakan janji masa depanku yang besok akan ku ukir bersama Sekar.
Bom yang meledakkan Bali, meninggalkan sisa-sisa kesedihan pada setiap korban—termasuk Rosie. Nathan telah pergi, meninggalkan Rosie dan keempat kuntum bunga mereka. Ya Tuhan, aku hanya bisa berharap kesedihan ini berkurang—walau sedikit. Tapi kesedihan ini tidak berkurang sejengkal pun. Rosie yang mengalami intensitas kebahagiaan selama 13 tahun tidak sanggup menghadapi kesedihan dihatinya. Rosie depresi, dia berusaha untuk bunuh diri dan tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak nyata. Dan dia harus menjalani terapi. Entah akan sembuh besok, lusa, bulan depan, tahun depan, bahkan bertahun-tahun.
Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan? Bagaimana dengan ke-4 kuntum bunga ini yang telah ditinggal pergi ayahnya, kemudian disusul ibunya? Demi keluarga ini aku meninggalkan segalanya. Meninggalkan semua hal yang kubangun di Jakarta sana selama 6 tahun terakhir dan meninggalkan Sekar. Dan janji-janji kehidupan dengannya.

Terlalu menyakitkan..........
Setelah belum lama ini aku membaca karya Tere Liye yang walau ada beberapa hal yang bikin sedih tetapi kebanyakan bikin tertawa Aku, Kau dan Sepucuk Angpao Merah. Sekarang lagi-lagi disuguhkan kisah yang begitu menyedihkan dan menyakitkan bagi tokoh maupun yang membacanya. Awalnya aku yang sedikit tahu bagaimana jalan cerita tentang novel ini—tentang insiden Bom Bali—yang pastinya banyak kesedihan-kesedihan mencoba untuk tidak mentitikkan air mata. Walau akhirnya sampai buku ini selesai dibaca hanya mataku yang berkaca-kaca—pada akhirnya. Aku jujur paling sebal dengan cerita dengan tema seperti ini. Dua orang bersahabat sejak kecil, tiba-tiba tumbuh rasa tetapi pada akhirnya tidak bisa bersatu dikarenakan munculnya seseorang yang lain. Menyedihkan. Hal itu lah yang dirasakan oleh Tegar—Tegar Karang. Dia bersahabat sejak kecil dengan Rosie. Selama 20 tahun memendam rasa dikalahkan oleh Nathan yang hanya mengenal Rosie selama 2 bulan. Tegar yang tidak bisa menerima kenyataan memutuskan untuk pergi. Dan selama 6 tahun baru bisa berdamai dengan perasaannya dan selama 6 tahun pula Tegar berusaha menerima. Tetapi nasib berkata lain insiden Bom Bali mengubah semuanya. Tegar yang begitu mencintai anak-anak Rosie tanpa ragu meninggalkan semua yang dimilikinya untuk menjaga dan mencurahkan segala kasih yang dimilikinya. Selama 2 tahun Tegar menjalankan peran Paman yang hebat, keren dan super. Selama 2 tahun pula Tegar lagi-lagi terjebak dengan masa lalunya—begitu yang dibilang Oma.
Sudut pandang yang diambil adalah sudut pandang orang pertama yaitu Tegar. Alur yang maju mundur menjadikan kita lebih mengetahui sebesar apa perasaan Tegar kepada Rosie. Walau penuh hal yang menyedihkan dan menyakitkan tidak kupungkiri bahwa aku menikmati membaca novel ini. Bagian tersedih dan menjadi favorit ku adalah ketika Om, Uncle, dan Paman Tegar menjelaskan makna pergi dengan penggambaran kunang-kunang dan lilin kepada ke-4 kuntum bunga Rosie. Aku ikut tergugu ketika membaca penggambaran yang indah yang diberikan oleh Tegar. Dengan pemahaman yang begitu sederhana. Tak elak membuat mataku berkaca-kaca—bahkan saat mengetik resensi ini. Memang benar apa yang kebanyakan orang bilang ditinggalkan lebih menyakitkan daripada meninggalkan—khusus kematian. Orang yang mati telah selesai urusan di dunia ini dan tidak bisa kembali lagi—tentu saja. Sebaliknya yang ditinggalkan merasa hidupnya paling hancur dan sengsara sama halnya seperti yang terjadi pada Rosie. Novel ini mengajarkan kita cara untuk bisa berdamai—bukan melupakan hal-hal yang menyedihkan. Sebelumnya aku menyinggung tentang Om, Uncle, dan Paman Tegar. Menarik bukan? Kenapa ada panggilan yang begitu banyak untuk Tegar. Om untuk panggilan Anggrek kepada Tegar, Uncle yang dipilih oleh Sakura, dan Paman yang lebih indah menurut Jasmine. Nah apa panggilan Lili untuk Tegar? Harus baca novelnya sampai selesai—tentu saja :D.
Akhir dari novel ini hanya mempunyai 2 pilihan. Tegar melanjutkan hidupnya dengan Rosie atau melanjutkan janji kehidupannya dengan Sekar. Pilihan sederhana tapi pilihan yang sama-sama menyakitkan banyak pihak. Inilah lagi-lagi hal yang kubenci, apapun pilihan yang diambil oleh Tegar berdambak besar bagi semuanya, Rosie dan ke-4 kuntum bunganya dan juga Sekar yang sudah menjalani semua dengan berpegang janji Tegar kepadanya. Aku yang sudah membaca pada bab-bab terakhir mulai menebak-nebak akhir dari cerita Tegar, berkali-kali menebak selalu salah bahkan sampai pada akhir cerita. Entah tiba-tiba aku malah berpikir cerita tentang Tegar, Rosie dan Nathan seperti film Bollywood yang terkenal pada zamannya—Kuch Kuch Ho ta Hai. Apalagi ketika ditanya oleh Anggrek, Tegar dan Rosie mendefinisikan bahwa ‘Cinta adalah Persahabatan’. Ya ampun langsung deh aku punya pikiran janga
n-jangan memang seperti film India yang menjadi favoritku juga—walau memang sama sekali tidak sama persis. Harus kuakui aku agak kecewa dengan pemikiranku ini, bukan, bukan karena aku membenci karya ini yang sedikit sekali  mirip. Entahlah, aku hanya menginginkan cerita Tegar ini berbeda.
Tokoh yang paling kusukai adalah Oma, tidak banyak bicara tetapi mempunyai peran yang sangat besar dalam novel ini. Jujur harus kuakui, aku sangat membenci Rosie—dengan semua jalinan perasaan yang terhubung dengan Tegar. Menyakitkan, sekali lagi aku mengulang. Segalanya terasa menyakitkan apabila kita memandang dari sudut masing-masing tokoh. Novel yang kubenci sekaligus yang kusuka. Oia ada hal yang sangat membuatku penasaran sekali karena sampai menamatkan buku ini aku sama sekali tidak tahu siapakah gerangan anak muda yang mengajarkan arti kata cukup pada Tegar yang padahal jelas-jelas Tegar pada halaman 403 mengatakan ‘esok lusa aku baru tahu siapa anak muda tersebut’. Sangat menyebalkan memang karena aku tidak mendapatkan penjelasan apapun lagi. So who are you kid?
Untuk Om, Uncle, Paman, dan (sebutan Lili) Tegar aku beri nilai 5 :)

Aku suka sekali sinopsis dibelakang buku ini.
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang
Begitulah waktu, waktu yang selalu akan menjawab semuanya. Sepahit dan semanis apapun yang terjadi dalam hidup kita :)