Selasa, 27 September 2016

[Review] Best Friends Forever : High School Paradise Golden Goal

0


Judul : Best Friends Forever : High School Paradise Golden Goal
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  Juni 2012
Penerbit : Puspa Populer
Jumlah Halaman : 168 hal
Kategori : Romance, Remaja
ISBN :978-602-828-776-0
Harga : Rp. 28.000,-
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Siapa yang tidak kenal dengan empat cowok keren di SMP Athens? Jago bola, super tampan, plus punya otak alias pintar? Yeah, tebakan kalian benar. Sid, Cokie, Rama, dan Lando. Apa yang kira-kira terjadi pada mereka kali ini ya?
Dihukum guru? Menang tanding bola? Atau dikejar cewek-cewek cantik? Hmmm... mereka pengen cerita awal persahabatn mereka yang ternyata dimulai dari berkelahi.
Nah, di sini, Sid, Cokie, Rama, dan Lando akan membuka rahasia-rahasia yang selama ini off the record. Padahal, kisah mereka sangat berwarna kayak pelangi, penuh canda tawa, juga tangisan mengharu-biru.
Shhhsssttt....ada cowok keren baru juga di sini.

******

Novel ini adalah buku ke-3 series High School Paradise. Karena sudah membaca dua buku sebelumnya, saya dengan berani membaca buku ke-3 ini. Sejujurnya saya hampir 100% lupa jalan cerita dari seri High School. Saya hanya ingat inti ceritanya saja. Persahabatan 4 cowok ganteng dan populer yang sama-sama sangat menggemari sepak bola. Sid, Cokie, Lando, dan Rama.
Dan, surpise ketika membaca novel ini saya malah kepengin baca ulang dari seri pertama.
Buku ke-3 ini bisa dibilang hanya berisi cerita-cerita spesial. Orizuka sendiri lebih memutuskan bahwa seri ini berakhir di buku ke-2. Di buku ini berisi prekuel dan sekuel tentang persahabatan ke-4 cowok keren Athens.
Yang paling membuat saya tertarik membaca dari seri pertama adalah saya penasaran dengan cerita Rama dan Lara. Saya dibuat deg-degan ketika membaca bagaimana awal mula mereka berdua kenal dan jadian. Mungkin karena perbedaan usia keduanya yang membuat saya tertarik. Saya kepengin tahun gimana hubungan mereka selanjutannya.
Seandainya ada yang ingin memulai membaca seri ini dari belakang, tidak ada salahnya. Karena bagi saya sendiri saya lebih menikmati membaca buku seri ke-3 ini. Entahlah bagaimana perasaan saya dulu waktu membaca seri ke-1 dan ke-2 karena biasanya saya ada ingat sedikit jika menyukai suatu novel. Sepertinya bagi saya seri ini biasa saja. Makanya saya lupa total ceritanya.
Walaupun buku ini adalah buku terakhir, masih bisa dinikmati walau tidak membaca buku pertamanya. Pastinya tulisan Orizuka tidak usah dipertanyakan lagi. Penulis selalu bisa merangkai kalimat yang menyenangkan untuk dibaca. Selamat membaca.

Sabtu, 24 September 2016

[Review] Me and My Prince Charming

0


Judul : Me and My Prince Charming
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : Puspa Swara
Jumlah Halaman : 188 hal
Kategori : Romance, Remaja
Harga : Rp. 55.000,-
ISBN : 978-602-216-002-1
Rating : 2/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Andromeda Arastya adalah cowok yarig baru saja dinobatkan sebagai The Most Wanted Male di sekolahku.
Selain superimut, dia juga keren, jago main basket, populer; pokoknya segalanya yang membuatnya berhak atastitel itu.
Lalu, suatu hari, keajaiban terjadi. Aku, Cherry Danisha, berhasil pacaran dengannya!
Kupikir aku beruntung, tapi nyatanya, pacarku itu adalah cowok yang sama sekali tidak romantis. Dia tak pernah mau berduaan denganku. Dia bahkan tidak pernah duduk denganku di kantin!
Karenanya, kabar kalau aku pacaran dengannya dianggap akal-akalanku belaka. Tidak ada seorang pun yang percaya kalau kami berpacaran. Aku pun jadi bingung. Sebenarnya, bagaimana perasaannya terhadapku?
Apa yang harus kulakukan untuk mengetahuinya?

*********

Membaca cerita Cherry dan Andros memang bukan pengalaman yang mengasyikkan. Pasalnya saya kesal dengan kesabaran Cherry yang mau berpacaran dengan Andros yang cuek. Cherry hanya sibuk dengan perasaannya sendiri. Dia tidak peduli seandainya Andros tidak mencintainya. Yang penting Andros yang cute mau jadi pacarnya.
Yah, cinta memang buta kan? Di lihat pun sudah jelas nggak capek apa punya pacar yang lebih peduli main PS ketimbang ngobrol dengan sang pujaan hati.
Sepanjang cerita saya dihadapkan dengan ketidakpedulian Andros. Andros seakan lupa bahwa dirinya punya pacar. Apa sebebal itu kah?
Sikap Cherry yang serba menerima dan serba maafin semua ketidakpedulian Andros membuat saya pengin berhenti baca. Ada saja alasan Cherry untuk lagi-lagi luluh dengan pesona Andros.
Demi menambah keramaian kisah pelik Cherry, muncul lah Alfa. Sosok misterius yang tiba-tiba selalu hadir dalam hidup Cherry. Selalu membantu Cherry menghadapi dilema hidupnya.
Hingga masa lalu menguak semua alasan Andros kurang peduli sama Cherry.
Karena Orizuka adalah penulis favorit saya, tetap saja saya menikmati membaca cerita Cherry dan Andros. Walau sambil marah-marah tentunya. Karena ini novel debut penulis, wajarlah kalau ceritanya masih labil. Kesan yang saya dapatkan setelah membaca novel ini biasa-biasa saja.
Well, jika penasaran tidak ada salahnya untuk mencoba mencicipi novel debut penulis. Selamat membaca.

[Review] 17 Years Of Love Song

0



Judul : 17 Years of Love Song
Pengarang : Orizuka
Tahun Terbit : Cetakan II,  2015
Penerbit : Puspa Populer
Jumlah Halaman : 268 hal
Kategori : Romance, Tragedy
ISBN : 978-979-214-007-8
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


Saat itu, aku hanya berumur tujuh belas tahu. Orangtuaku memutuskan untuk bercerai, dan aku harus memilih satu di antara mereka.
Aku memilih Mama karena dia sudah tidak memiliki siapa pun lagi. Kakek dan Nenek sudah meninggal, dan rumah ini adalah warisan mereka.
Aku tak pernah menyesal memilih Mama. Yang aku sesalkan, kenapa rumah ini harus berada di kampung seperti ini.
Saat itu, aku tidak benar-benar menyangka kalau kampung ini adalah tempat semua kehidupanku dimulai.

********

Baru kali ini saya membaca novel dengan gaya bahasa yang lambat dan suram. Entahlah, itu kesan yang saya rasakan. Lambat sekali. Tapi bukan dalam arti jelek.
Ceritanya sendiri dibuka ketika Leo dan ibunya harus pindah ke kampung halaman ibu Leo. Leo lebih memilih bersama ibunya ketika perceraian itu harus terjadi. Padahal Leo sama sekali tidak ingin pindah ke Purwakarta. Leo masih mencintai Jakarta. Karena di Jakarta impian Leo yang ingin menjadi pemain baseball profesional dapat diwujudkan.
Leo yang merasa belum siap pun merasa ogah-ogahan untuk berangkat sekolah. Apa lagi jarak sekolah dari rumahnya sangat jauh. Leo terpaksa menerima tawaran ibunya untuk bersepeda tiap berangkat sekolah.
Leo yang tidak bersemangat berangkat sekolah menutup diri dari teman-teman barunya. Hingga Leo bertemu dengan Nana. Gadis yang tidak sengaja ditemui Leo saat bermain baseball menghabiskan waktu istirahat.
Ada yang istimewa tentang tokoh Nana ini. Tidak seperti kebanyakan tokoh utama yang serba sempuran, Nana tidak. Nana gadis berkursi roda. Nana mengalami kelumpuhan ketika menolong seorang anak yang tidak bisa turus dari pohon. Kecelakaan yang dianggap konyol bagi saya dan Leo.
Hubungan Nana dan Leo terkesan seperti instalove, tapi tidak. Hari demi hari hubungan mereka semakin dekat. Baik Leo maupun Nana merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa di antara mereka berdua. Walau keterbatasan Nana menjadi penghalang besar. Apa lagi Leo pun bilang bahwa impiannya tidak akan tercapai jika dia tinggal di Purwakarta.
Saya sangat sangat menikmati membaca tiap kalimat yang ditulis Orizuka. Terasa sekali semua emosi tiap tokohnya. Membuat saya pun sangat larut. Kadang saya tersenyum. Kadang saya malah merasa hancur. Sangat campur aduk.
Akhir yang diberikan penulis sama sekali bukan tipe kesukaan saya. Saya selalu menduga-duga dan berdoa jangan seperti itu, karena di prolog pun saya sudah tahu akan seperti apa akhirnya nanti. Kalau bukan Orizuka yang menulis  novel ini sudah dari prolog saya langsung berhenti membaca.
Namun, saya bersyukur bisa membaca novel ini. Dari Leo dan Nana saya belajar bahwa tidak ada yang namanya kesempurnaan. Saya pribadi tidak tahu akan bersikap seperti apa ketika memiliki kekasih ataupun teman yang cacat seperti Nana. Satu kata yang pasti memang canggung. Cinta Leo pada Nana begitu membuat saya iri. Leo sangat tulus mencintai Nana.
Ah, novel yang bagus. Berharap semua orang bisa tahu bahwa ada tulisan Orizuka yang mengaharu-biru. Selamat membaca.

Kamis, 22 September 2016

[Review] Mamma Mia! Mualaf

0


Judul : Mamma Mia! Mualaf
Pengarang : Indah Hanaco
Tahun Terbit : Cetakan I,  2013
Penerbit : GPU
Jumlah Halaman : 148 hal
Kategori : Non Fiksi, Kisah Inspiratif, 
ISBN : 978-979-22-9448-4
Rating : 4/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta

Kisah-kisah unik, mengharukan, dan menggetarkan indra ini merupakan catatan pengalaman sepuluh mualaf yang menemukan jalan-Nya dengan berbagai cara. Umumnya, terjadi tanpa sengaja atau tak terduga. Ada kisah seorang ibu yang mendapat hidayah setelah kematian putra tersayangnya. Remaja belia yang memutuskan memeluk Islam tatkala duduk di bangku SMP. Seorang lelaki berdarah Inggris yang memilih menjadi ateis sejak muda, namun tak kuasa menghalau pesona zikir yang didengarnya. Masih ada 7 catatan indah lainnya yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Simak semua kisah mereka di sini, Mamma Mia! Mualaf. Dipersembahkan khusus untuk Anda, para pencinta kisah luar biasa. Semoga kita bisa memetik hikmah dari perjalanan hidup mereka.
“Sepuluh tahun bekerja di dunia perbukuan, ini adalah buku pertama yang benar-benar membuat saya menangis.” —Tilarama, editor
“Subhanallah! Buku ini membuat saya deg-degan dan menitikkan air mata. Berbahagialah mereka yang telah mendapatkan hidayah dari Allah Swt.” —Ayu Syaefudin, ibu rumah tangga
“Jalinan kisah para mualaf ini sungguh menyentuh hati. Membuat saya yang terlahirmuslim berkaca: Sudahkah saya bersungguh-sungguh dalam menjalankan dan menegakkan Islam?”—Sastrapertala, penerjemah.


*********

"Begitu aku mengucapkan kalimat syahadat, semua kesulitan hidup ini rasanya tidak ada artinya lagi. Aku sudah memasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Aku hanya perlu berusaha sekuat tenaga. Hasil akhirnya ada di tangan Dia." (Dennis - p.118)

Ah, rasanya sangat indah sekali bisa membaca 10, cerita pengalaman religius seseorang dalam mendapatkan hidayah dari Allah. Ada berbagai cara, misteri, yang kadang akan sulit diterima nalar. Dan, terasa sangat mustahil sekali seandainya kita belum merasakannya sendiri.
Buku ini memiliki 10 kisah seseorang yang akhirnya menjadi mualaf. Banyak kisah yang tersebar, mulai dari tuntutan pindah agama karena pernikahan, seorang ibu yang mendapat hidayah setelah kematian putranya, gadis muda yang benci mendengar suara azan sampai penganut ateis yang selalu mempertanyakan kebenaran tentang Tuhan.
Pemberian hidayah dari Allah memang tidak serta merta dirasakan oleh setiap orang. Sungguh beruntung ketika seseorang diberikan hidayah oleh Allah. Ketika membaca kisah mereka yang akhirnya memeluk agama Islam ada perasaan hangat di hati ini. Sungguh suatu hal yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata. Proses hidayah yang terjadi tanpa paksaan dari pihak manapun sampai akhirnya Allah membelokkan hatinya untuk memeluk agama Islam.
Suatu hari saya lupa kapan tepatnya, ada yang pernah mengatakan pada saya bahwa sepertinya akan lebih baik kualitas agama kita sendainya kita tidak menganut agama hanya karena mengikuti orangtua. Kita yang Islam keturunan terkadang malas-malasan dakam beribadah. Para mualaf kebih getol dalam beribadah. Tidak seperti kita yang hanya Islam KTP.
Namun, pendapat tersebut dibantah dengan keras. Saya lagi-lagi lupa siapa yang membantah pendapat tersebut. Yang saya ingat bantahan itu berisi, iya kalau seandainya kita diberi hidayah oleh Allah, iya seandainya kita suka rela dipertemukan dengan agama Islam, iya kalau kita bakalan jadi mualaf. Kalau tidak? Na'uzdubillah, sampai mati kita tidak mengenal Islam.
Lewat pandangan itu semakin menegaskan saya untuk selalu bersyukur. Bersyukur karena orangtua saya Islam. Bersyukur saya sudah mengenal Islam semenjak kecil. Kunci hidup ini hanya satu bukan? Selalu bersyukur.
Buku ini memang sangat menginspirasi. Baik untuk yang sudah memeluk agama Islam dari lahir, maupun baru menjadi mualaf.
Selalu belajar dari orang-orang yang berpengalaman tidak ada salahnya. Selamat membaca.

Rabu, 21 September 2016

[Review] Mamma Mia! Survivor

1


Judul : Mamma Mia! Survivor
Pengarang : Indah Hanaco
Tahun Terbit : Cetakan I,  2014
Penerbit : GPU
Jumlah Halaman :163 hal
Kategori : Non Fiksi, Kisah Inspiratif, 
ISBN : 978-602-03-0930-9
Rating : 3/5
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta


Orang-orang ini, luar biasa! Kegetiran hidup tidak mematikan semangat mereka. Kala sebagian orang bersembunyi dalam lara saat cobaan menerpa, survivor ini justru ikhlas menceritakan penderitaan, rasa sakit, atau penghinaan yang mereka alami pada dunia.
Dengan usaha dan doa, mereka bertahan sekaligus menaklukkan pengalaman mengerikan pada masa silam.
Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, kehilangan kasih ibu, dan pengkhianatan cinta yang dialami survivor ini membuktikan bahwa keajaiban bukan hanya terjadi dalam kisah para nabi. Saat kita bertekad untuk tetap berjuang. Tuhan pasti menghadiahi kita kemudahan. Karena sejatinya cobaan bukan melulu penderitaan, melainkan penempa jiwa agar menjadi lebih kuat.

*********

Dari judul bukunya sendiri sudah terlihat akan seperti apa nanti isi bukunya. Mamma Mia! Survivor. Buku ini berisi tentang para Pejuang yang nggak berhenti begitu saja ketika menghadapi kenyataan pahit. Yah, karena itu juga sudah terlihat jelas bahwa buku ini akan berisi kisah mengharu biru yang yang dialami oleh para Survivor. 
Buku ini memiliki 8 kisah Pejuang yang ditulis dengan sangat baik oleh Indah Hanaco. Penulis selalu tidak mengecewakan saya ketika menceritakan kisah-kisah inspiratif yang dialami. Dalam buku ini penulis memang tidak menyebutkan bahwa buku ini dikisahkan dari kisah nyata kehidupan seseorang, tapi mengingat buku ini masuk kategori nonfiksi, sepertinya jelas sudah.
Semua kisah di buku ini diceritakan seperti cerita pendek. Makanya hal itu tidak membuat pembaca akan merasa kebosanan. Ceritanya macam-macam dari mulai kisah perjuangan seorang istri sampai kisah seorang anak yang dicap sebagai anak PKI. Semuanya diceritakan dengan baik membuat saya bisa merasakan seandainya saya yang mengalami hal tersebut. Yang tentunya saya nggak bakalan ingin menjadi tokoh dari ke-8 kisah yang diceritakan oleh penulis. Walau hidup memang harus realibaahwa.
Kisah yang paling membuat saya terharu adalah kisah ke-4. Perjuangan Fiona yang melawan rasa takutnya mengahadapi masa lalunya. Fiona kecil menutup dirinya sendiri dari peristiwa pelecehan yang pernah terjadi padanya ketika masih kecil. Di usianya yang masih balita dan dilakukan oleh saudara angkatnya. Saya ikut merasa pilu. Bisa-bisanya seseorang tega. Kadang saya punya pikiran apa pelaku tidak punya hati? Bisa-bisanya melakukan itu semua tanpa rasa bersalah? Ada kejahatan seperti itulah yang selalu membuat saya khawatir. Selama ini keseharian saya bergaul dengan anak kecil. Saya selalu punya keinginan untuk mengajarkan pelajaran sex sejak dini. Walau asli saya sangat kesulitan. Saya ketakutan akan memberikan arahan salah. Saya hanya berani sedikit demi sedikit mencoba menerangkan bahwa ada area-area pribadi yang tidak boleh terlihat atau disentuh oleh orang lain. Yah, kelihatan sekali memang bahwa saya harus banyak belajar dan berusaha.
Secara garis besar saya menyukai semua ke-8 kisah pejuang yang ada di buku ini. Hanya saja ada yang mengganjal di hati. Mengapa tokoh kisah semua pejuang hanya perempuan? Tidak ada kah pejuang laki-laki? Hampir semua yang merasakan perjuangan begitu berat hanya perempuan seorang. Kisah Mamma Mia! Survivor akan terasa lengkap ketika penulis mengisahkan tokoh pejuang laki-laki. Atau memang buku ini hanya memfokuskan pejuang perempuan.
Selamat membaca dan mengharu biru :)
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com