Minggu, 30 Oktober 2016

[Review] In The Lime Light



Judul : In The Lime Light
Penulis : Valerie Aurellia 
Penerbit : Grasindo 
ISBN : 9786023750627 
Rencana Terbit : Juli 2015
Halaman : 216
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta


Sejak kecil satu-satunya yang kutahu adalah berenang. Lebih tepatnya,mengikuti apa yang diinginkan oleh ayah dengan menjadi atlet renang. Belakangan ini aku merasa sangat lelah dengan kehidupanku yang selalu berada di dalam bayang-bayang nama besar ayah yang dikagumi banyak orang. Sampai akhirnya aku mengenal Ash. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menemukan sesuatu yang sangat ingin kulakukan : berakting bersama Ash di panggung yang sama. Meski itu berarti aku harus keluar dari zona nyamanku,serta membohongi semua orang di sekitarku. 

*******

Berenang adalah satu-satunya hal yang dipercaya Serena sebagai hal dia bisa. Dari kecil ayahnya selalu mengajarkan padanya untuk selalu fokus berlatih dan berlatih. Agar dirinya sama berhasil seperti kakaknya. Serena merasa perlakuan ayahnya sangat tidak adil. Seberusaha apa pun dirinya, di mata ayahnya hanya Tristan yang terhebat. Serena hanya akan selalu menjadi bayangan kakaknya. Ketika Serena cedera bahu, entah bisa dikatakan musibah atau keberuntungan. Serena akhirnya bisa lepas dari yang namanya kolam renang. Demi memuaskan kebebasannya Serena mencoba mengikuti ekskul drama. Ekskul yang baru-baru ini mencuri minatnya. Pertunjukan drama yang diperankan Ash membuat Serena tertarik untuk menjajal kemampuan aktingnya.

"Kadang orang tidak mengerti apa yang kita lalui meski sudah mendengar kisah kita. Bahkan ada yang keras kepala dan tidak mau menerima meski sudah mengetahui yang sebenarnya. Satu-satunya yang bisa mengerti perasaan kita hanyalah kita sendiri." (Serene - p.21)

Saya cukup menikmati kisah Serena dan Ash. Serena yang merasa tertekan bisa melepas stresnya begitu mengikuti klub drama. Walau saya merasa Serena begitu mudah mengikuti segala aktivitas klub drama. Yah, kemungkinan terbesar Serena punya bakat terpendam dalam akting selain jago berenang.
Saya diberitahu bahwa novel ini retelling dongeng Putri Duyung. Namun sayangnya saya hanya melihat kesamaan Serena yang suka berenang. Selain itu saya gagal paham kesamaan lainnya. Yah, mau bagaimana lagi Ash hanyalah remaja SMA biasa bukan pangeran dari negeri antah berantah.
Well, satu hal yang pasti saya sangat menikmati membaca novel ini. Silakan ikutan baca novel ini. Saya rekomendasikan untuk para remaja yang patah semangat mengejar mimpinya. Selamat membaca. 

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)