Minggu, 30 Oktober 2016

[Review] Honesty



Judul: Honesty
Penulis: Mitha Juniar dan Ari Keling
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: Juli 2014
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta

"Mereka bercerita dengan HATI yang paling JUJUR."
Ya, Mikhaela dan Azriel menceritakan satu sama lain dengan hati yang paling jujur, tapi ... dari belakang!
H O N E S T Y
"Mereka bercerita dengan HATI yang paling JUJUR."
Dadaku berdesir ketika tahu kau yang akan memilikiku. Dan dengan hati, aku ingin jujur. Aku menyukai rencana orang tua kita, seperti aku menyukaimu.
(Mikhaela)
"Jangan terlalu percaya diri! Kepada semua perempuan aku berbuat begitu. Jadi kamu bukanlah yang teristimewa," ucapku membatin.
(Azriel)
Novel yang dikisahkan dengan sudut pandang berbeda! Kamu boleh memulainya dari sudut pandang Mikhaela atau Azriel, yang jelas, lebih asyik dibaca secara bergantian.
Misal, dimulai dari bab satu Mikhaela, setelah itu baca bab satu Azriel. Begitu seterusnya.

*******

Perasaan saya setelah menamatkan buku ini adalah apa-apaan.
Karena novel ini dibuat oleh dua orang saya tidak tahu kalau novel ini memakai dua sudut pandang. Penulis perempuan sesuai jenis kelaminnya menceritakan bagian tokoh wanita, begitupun sebaliknya. Cerita saya mulai dari sudut pandang Mikhaela. Sama seperti Mikha saya ikut senang ketika dia dijodohkan dengan lelaki tampan pilihan kedua orangtuanya. Seakan jalan mereka berdua ini sangat mulus. Akhirnya kedua belah pihak diputuskan untuk saling bertunangan. Baik Mikha maupun Ziel tidak ada yang keberatan apa yang lagi ingin ditunggu. Begitulah pikiran kedua belah pihak. Kemunculan Sam sahabat Mikha pun semakin menambah konflik. Saya pun sudah menduga-duga kemungkinan nanti Sam akan menjadi bumbu-bumbu penghalang cinta Mikha dan Ziel.Well, begitulah yang saya pikirkan. Hingga menamatkan cerita bagian Mikha saya memikirkan ulang konsep perjodohan yang awalnya tidak pernah mengganggu bagi saya. Baca akhir cerita Mikha begitu membuat saya sedih. Dan saya benaran tidak bisa menerima akhir yang disuguhkan penulis.
Namun, ketika membaca bagian Ziel, lewat sudut pandangnya saya semakin mengerti mengapa tindakan-tindakan Ziel seperti itu. Walau tetap Ziel bukan lah tokoh favorit saya. Yang bisa saya sukai pada cerita ini adalah Sam. Sahabat Mikha yang menyayangi Mikha dengan tulus.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)