Sabtu, 29 Oktober 2016

[Review] Evergreen



Judul Buku : Evergreen
Penulis : Prisca Prismasari
Penerbit : PT. Grasindo
Terbit : 2013
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta

Konichiwa! Selamat datang di EVERGREEN, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu� Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel! Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku, itu bagus!
Apa enaknya sih kerja jadi editor? Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?

*******

Rachel menjadi depresi ketika dirinya dipecat. Padahal selama ini Rachel selalu membanggakan dirinya sebagai seorang editor handal. Bagaimana bisa dirinya dipeca? Rachel yang tidak bisa menerima kenyataan hanya marah. Marah pada semuanya.
Rachel semakin depresi ketika sahabat-sahabatnya pun ikut menjauhinya. Tidak ada seorang pun sahabatnya yang mau mendengar keluh kesahnya. Tidak ada satupun yang bisa menjadi tempat keluh kesah Rachel, membuat dirinya mencoba untuk melamar disemua penerbitan yang ada. Namun sayang kabar bahwa dirinya dipecat secara tidak terhormat, membuat tak satupun penerbitan yang mau menerima dirinya. 
Dalam perjalanan pulang Rachel tidak sengaja mengunjungi sebuah kafe. Kafe yang akan mengubah hidup Rachel. 

******

Awalnya saya bertanya-tanya ada hubungan apa kafe Evergreen dengan Rachel. Cerita akan terlihat sangat sederhana sekali ketika Rachel hanya berakhir menjadi pelayan kafe. Saya penasaran bakal ada kejutan apa yang diberikan penulis. Karena setelah membaca French Pink, saya sangat menantikan kisah-kisah unik yang akan diceritakan oleh penulis.
Evergreen masih mengambil Negara Jepang sebagai setting cerita. Suasana Jepang yang digambarkan penulis sangat terasa sekali. Itulah yang selalu saya sukai.
Banyak sekali tokoh yang dimunculkan dalam cerita ini. Saya sempat bertanya-tanya siapa sebenarnya sang tokoh utama. Banyak sekali tokoh penting dalam cerita Rachel. Hampir semua tokoh berperan penting dalam mengubah sikap Rachel. Perubahan sikap Rachel setelah menjadi pelayan di Evergreen sangat natural. Lambat laun Rachel menyadari betapa penting orang di sekitarnya. Rachel tidak melulu memedulikan dirinya sendiri.
Dan, seperti yang sudah diduga twist yang diberikan penulis di akhir cerita membuat kejutan besar bagi saya. Dan saya pun mulai mengerti semuanya. Dari awal sampai akhir, hubungan Rachel dan Evergreen bukan kebetulan semata. Melainkan takdir.
Ah, pokoknya membaca novel Evergreen sangat menyenangkan. Saya dibuat bahagia seperti Rachel. Kehangatan yang diberikan para penghuni Evergreen sangat terasa sekali. Good job. Bacaan yang wajib dibaca. Selamat membaca.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)