Minggu, 31 Juli 2016

[Review] LDR L’Eternita di Roma




Judul : LDR L’Eternita di Roma (LDR Series)
Pengarang : Cassandra Massardi dan Silvarani  
Tahun Terbit : Cetakan I, April 2015
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 256 hal
Kategori : Romance, Young Adult,
Harga : Rp. 55.000,-
ISBN : 978-602-03-1599-7
Rating : 3/5
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi @iJakarta

           
Dengan backpack belel, kalung berbandul kompas, dan tongsis, Carrie sangat berani dan percaya diri untuk bertualang seorang diri di kota penuh cinta, Roma. Mulai dari Colosseum, Spanish Steps, Ponte Sant’Angelo, dan tempat-tempat terkenal lainnya, semua ia kunjungi.
Semua tempat itu penuh cinta. Semua memancarkan energi cinta bahagia untuk turis yang datang.Namun, siapa sangka, di sana Carrie malah bertemu dengan seseorang yang justru tengah menagih janji kota Roma.
Janji apa?
Janji L’eternita di Roma….
Apakah janji itu benar-benar ada?
Atau hanya mitos yang melegenda?
Tentunya di bawah naungan langit Roma, Carrie akan menemukan jawabannya...

********

            Membaca novelisasi film memang jarang saya lakukan. Karena genre buku ini adalah young adult saya menyempatkan diri untuk membacanya.
            Impian Carrie adalah berkunjung ke Roma. Carrie berusaha mewujudkan mimpinya dengan berbagai cara. Bekerja part time, menghemat pengeluaran sehari-sehari demi menabung. Sampai akhirnya impian Carrie bisa tercapai. Akhirnya Carrie bisa terbang ke Roma.
            Carrie yang sampai di Roma tentunya merasa senang. Namun, kesenangan Carrie harus cepat berakhir ketika dia menyadari bahwa dompetnya hilang. Semua uang Carrie habis dicuri. Padahal Carrie sama sekali belum memesan kamar inap. Untungnya Carrie bertemu seseorang yang menyelamatkannya. Cowok yang seharusnya diselamatkan Carrie malah akhirnya menyelamatkan nasib jalan-jalan Carrie di Roma. Petualangan Carrie tidak lagi membosankan ketika Carrie bertemu Demas. Demas yang sedang putus asa setelah putus dengan pacarnya pun merasa terhibur dengan kehadiran Carrie.
            Sejujurnya saya kurang menikmati membaca buku ini. Terlalu banyak kebetulan. Carrie yang kehilangan dompetnya tiba-tiba bertemu malaikat baik hati dan akhirnya bisa berlibur dengan mewah ketika Demas yang menemaninya. Maksudku, kenapa harus ada insiden kemalingan? Rasanya terlalu mainstream banget. Terasa terlalu mengada-ada. Padahal pertemuan Carrie dengan Demas sudah terasa natural. Carrie yang tidak sengaja melihat percobaan bunuh diri Demas karena patah hati, tanpa ada insiden uang Carrie pun sudah pas.
            Saya rasa cerita Carrie ini tidak cocok dijadikan buku. Memang sepertinya lebih asyik langsung menonton filmnya. Melihat langsung keindahan kota Roma. Walau penggambaran buku ini begitu detail dan disertai foto-foto, memang lebih asyik melihat langsung keindahan Romanya. Sayang sampai saat ini saya belum sempat menonton film Carrie. Semoga dalam waktu dekat bisa.
            Bagi yang sudah menonton film Carrie, rasanya tidak ada salahnya untuk mencoba menikmati kisah Carrie dalam bentuk buku. Selamat membaca.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)