Kamis, 30 Juni 2016

[Review] Smash!


Judul : Smash!
Pengarang : Nonier
Tahun Terbit : Cetakan III, Mei 2015
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 248 hal
Kategori : Teenlit, Romance,
Harga : Rp. 46.000,-
ISBN : 978-602-03-1567-6
Rating : 3/5


            Dalam pertandingan voli ataupun naklukin cewek, Aryo pantang menyerah. Gelar pemain andalan sekaligus playboy melekat erat dalam dirinya. Kalau macarin cewek, Aryo paling cuma tahan dua bulan. Setelah itu...bosen dan cari lagi yang baru! Tapi di rumah Aryo kalah dari Ardi. Masnya ini ulet berbisnis dan selalu macarin cewek-cewek cakep. Makanya Aryo bingung juga waktu Ardi mau aja dijodohin sama Rayana, anak kelas 3 SMA yang cakepnya sedeng-sedeng aja. Aryo merasa Rayana nggak selevel dengan Ardi. Aryo juga curiga Rayana cewek matre. Aryo berniat menguji kesetiaan sang calon kakak ipar yang ternyata adik kelasnya waktu di SMA itu. Dia sengaja menggoda Rayana supaya cewek itu jatuh cinta padanya. Rayana yang pendiam namun bukan cewek melempem ternyata membuat dunia Aryo jungkir-balik. Dan... kali ini Aryo kena batunya!

********

            Dari kover buku ini kukira novel ini bercerita tentang cowok yang jago basket. Kuper banget deh saya nggak bisa bedain bola basket dan bola voli. xD
            Dari blurb novel ini sudah terlihat bahwa Aryo sangat menentang ide abangnya yang dijodihin oleh kedua orangtuanya. Aryo sangat memuja abangnya. Baginya hanya cewek yang setara dengan abangnya yang akan dia restui. Maka dimulailah misi Aryo playboy untuk menggaet Rayana. Aryo ingin tahu seperti apa calon kakak iparnya. Aryo harus memastikan bahwa Rayana adalah cewek sempurna yang mampu bersanding dengan abangnya.
            Aryo pantang menyerah. Walau Rayana jelas-jelas menolak keras usaha pendekatan Aryo. Ada saja tingkah nyebelin Aryo yang tidak bisa dilawan oleh Rayana. Apalagi sahabat Rayana sendiri malah menjadi fans Aryo. Reputasi playboy Aryo tidak membuat dirinya kehilangan fans di mana pun. Menurut Aryo, Rayana sangat tidak pantas untuk abangnya. Rayana gadis biasa saja yang tidak menarik sedikitpun. Dan, di mata Rayana cowok playboy seperti Aryo tidak pantas mendapat perhatiannya.
            Saya sangat menikmati usaha Aryo untuk mendekati Rayana. Walau dengan segala situasi yang terjadi secara kebetulan ada saja tingkah Aryo yang walau nyebelin tapi bikin saya senyum-senyum sendiri. Sudah bisa ditebak sih Aryo yang awalnya tidak tulus mendekati Rayana tiba-tiba berubah menjadi serius. Dengan segala keseriusan seorang playboy cap kakap! lol
            Tema benci jadi cinta memang tidak pernah membuat saya bosan. Karena ya memang selalu di bagian awal cerita selalu menarik. Aksi debat mereka berdua pun saya tak membuat saya bosan. Cukup menikmati lah. Hanya saja saya kurang menyukai sikap abang Aryo. Dari awal Aryo selalu memuja-muja abangnya. Dan, ketika hal itu terjadi saya merasa miris. Seakan-akan tokoh abang Aryo ini dipaksa dibuat seperti itu demi cerita yang lebih menarik. Jujur, saya tidak menyukai pilihan penulis ini.
            Overall, novel ini masih enak untuk dibaca. Dan, bagi yang menyukai novel teenlit, novel ini bisa menjadi pilihan. Selamat membaca.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)