Sabtu, 30 April 2016

[Review] Insya Allah, sah!

Judul : Insya Allah, sah!
Pengarang : Achi TM
Tahun Terbit : Cetakan I, 2015
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 374 hal
Kategori : Romance, Dewasa, Novel Islami
Harga : Rp. 69.500,-
ISBN : 978-602-03-1465-5
Rating : 4/5

            Bisa dibilang mungkin novel ini adalah novel ke-2 terbaik setelah L yang saya baca di tahun 2016 ini. Awalnya saya sama sekali tidak menduga bahwa saya akan sesuka ini membaca cerita mengenai kehohan Silvi ketika mengurus segala tetek bengek pernikahannya. Ah, semakin banyak bacaan saya yang membuat baper kepengin nikah! xD

            Silvi sudah lama menunggu selama 4 tahun untuk segera dilamar oleh pacarnya, Dion. Dan, kesempatan itu datang ketika dirinya sedang menghadapi klien yang sangat menyulitkan dirinya. Alhasil janji temu dirinya dengan Dion terancam batal. Dan sudah bisa dipastikan lamaran yang diimpikan Silvi pun berakhir dengan kegagalan pula. Silvi yang tidak ingin hal itu menimpa dirinya, langsung pergi ke kantor pacarnya. Seakan semesta tidak mendukung banyak sekali gangguan ketika Silvi dalam perjalanan ke kantor Dion. Hingga ketika sampai di gedung tempat kerja Dion, Silvi harus terjebak di lift. Sunggu sial nasib Silvi. Dan, semakin sial ketika Silvi terjebak di lift dengan seseorang yang sangat menyebalkan.
            Silvi yang ingin segera keluar dari lift dan bertemu Dion, membuat nazar akan memakai kerudung selamanya seandainya dirinya bisa keluar dari lift. Akhirnya Silvi terbebas dari lift dan dilamar saat itu juga oleh Dion. Perasaan bahagia Silvi melupakan nazar yang telah dibuatnya.
            Silvi dan Dion yang memutuskan segera menikah mulai disibukkan akan persiapan mereka berdua. Dion yang kebetulan sedang ada proyek memilih untuk menyerahkan semua hal mengenai persiapan pernikahan pada Silvi. Silvi yang merasa keberatan meminta Dion untuk membantunya. Dan, apa jadinya ketika bantuan yang dikirim Dion adalah lelaki menyebalkan yang ditemui Silvi ketika terjebak lift di kantor Dion? Dan bagaimana kalau benar seperti yang Raka bilang segala kemudahakan akan diberikan Allah ketika Silvi mau menepati nazar yang sudah Silvi buat? Sanggupkah Silvi memenuhi nazarnya ketika tahu bahwa Dion tidak menyukai wanita berjilbab?

            Dari judulnya saja sudah jelas novel ini berbau religi. Walau begitu sebenarnya novel ini dikatakan novel Isalami iya, novel Isalami banget juga enggak. Porsinya pas deh menurutku. Banyak yang bilang akhir novel ini sangat tertebak dari awal. Silvi akan menikah dengan siapa pun saya rasa sudah sangat tertebak. Yah, walau begitu saya sangat menyukai lika-liku yang dihadapi oleh Silvi. Kesulitan Silvi dalam mengurus segala hal mengenai pernikahannya sangat ditulis dengan baik oleh penulis. Dan, walau berputar-putar pada Silvi yang mengalami kegagalan anehnya tidak membuat novel ini membosankan. Mungkin kehadiran tokoh Raka yang membuat angin segar. Raka ini pemuda Islami, yang sangat menjunjung nilai-nilai Islam. Tidak mau berdekatan dengan lawan jenis, berduaan, saling menyentuh apalagi saling memandang. Yah, seperti yang Raka bilang, jaga hati, jaga pandangan. xD
            Saya tahu bahwa memang benar dalam Islam harus seperti Raka tapi ketika Raka dihadapkan dengan Silvi kok jadinya mereka berdua ini terlihat konyol. Selalu saja ada hal-hal yang membuat saya tersenyum ketika membaca tingkah-tingkah yang terjadi ketika Raka menemani Silvi mengurus segala persiapan pernikahan. Walau memang bukan berduaan. Insiden yang juara banget itu ketika Raka mulai melakukan teror bersin ketika menemani Silvi mencari bunga segar untuk pernikahannya nanti. Ah, super konyol deh tingkah mereka.
            Selain konyol, saya suka sekali dengan sikap manis Raka ini. Raka yang suka curi-curi pandang kepada Silvi ini lah yang membuat saya merasa ternyata Raka bisa berbuat manis juga. Maklum lah saya ini pencinta romance. xD
            Walau ada beberapa scene Raka yang super cheesy tetap lah Raka favorit saya.
            Wajib dibaca untuk semua yang kepengin baca novel dengan rasa berbeda. Walau novel ini termasuk novel religi, novel ini tetap enak dibaca walaupun dibaca pembaca non muslim. Super rekomedasi. :D
           


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)