Sabtu, 30 April 2016

[Review] Bridget

Judul : Bridget Si Ratu Sekolah
Pengarang : Paige Harbison
Penerjemah : Inosensus Rotorua
Tahun Terbit : Cetakan I, 2016
Penerbit : Esensi
Jumlah Halaman : 238 hal
Kategori : Teenlit, Romance,
Harga : Rp. 80.000,-
ISBN : 978-602-6847-01-0
Rating : 3/5

            Dulu Bridget Jane Duke bukanlah gadis populer yang selalu mendapat sanjungan dari teman-teman sekolahnya. Bridget hanyalah gadis manis biasa yang berperilaku seperti remaja kebanyakan. Sampai akhirnya Bridget salah dalam memilih teman. Bridget mulai berubah. Dan, puncaknya ketika Bridget memasuki masa SMA. Bridget menjadi gadis populer yang selalu mendapat sanjungan dari teman-temannya. Banyak yang segan kepada Bridget. Banyak yang mengganggap apa pun yang dilakukan oleh Bridget adalah sesuatu yang keren. Tidak ada yang berani melawan Bridget. Apa pun yang diinginkan Bridget hampir semua teman-temannya selalu menuruti keinginan Bridget. Hal itu juga yang membuat Bridget menjadi gadis yang sombong, egois dan berperilaku seenaknya sendiri dan tidak mau menghargai orang lain.
            Namun, kepopuleran Bridget terancam ketika datang murid pindahan yang bernama Anna Judge. Semua teman-teman di sekolahnya selalu membicarakan Anna. Hampir tidak ada yang ingat bahwa Bridget adalah gadis populer. Mereka semua hanya peduli pada keramahan sang murid baru. Tentunya Bridget kesal dengan kehadiran Anna. Bridget harus melakukan sesuatu agar dirinya tetap menjadi gadis paling populer di sekolahnya. Dan, Liam mantan pacarnya, tidak perpaling pada Anna.


*********

            Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Esensi yang memilih saya untuk mereview kedua buku terjemahan keluaran terbaru dari penerbit. Saya termasuk dari 10 Blogger beruntung. Terima kasih.
            Dari sinopsis di novel ini tokoh Bridget adalah tipe-tipe gadis populer yang paling dibenci. Tipe-tipe gadis penindas. Awalnya saya sendiri ragu akankah tokoh Bridget dapat saya sukai. Mengingat, yah, Bridget memang sangat menyebalkan. Bridget ini sebenernya punya pengaruh besar di sekolahnya. Sayangnya, dia memilih untuk menjadi seseorang yang menyebalkan. Seandainya saja Bridget memilih untuk menjadi gadis manis yang ramah sudah tentu dia akan menjadi semakin populer di sekolahnya.
            Siapapun akan tahu bahwa yang mau menjadi teman Bridget tentu saja seseorang yang takut pada dirinya. Bukan pertemanan loyal dari hati, kan? Siapa juga yang akan mau menjadi teman seseorang yang menyebalkan seperti Bridget. Saya sih awalnya salut juga ketika Bridget diceritakan mempunyai teman dekat. Atau paling tidak anggapan Bridget seperti itu.
            Dan, lambat laun semakin membaca lembaran demi lembaran saya mulai paham isi hati Bridget. Remaja seperti apa Bridget. Dan apa alasan yang membuat Bridget menjadi semenyebalkan itu. Yah, khas para remaja ababil, memang. Mengingat novel ini juga bertema teenlit. Tema pencarian jati diri belum bosan dipakai oleh para penulis.
            Nah, yang jadi masalah adalah jika novel ini hanya tentang Bridget yang menyebalkan, rasanya semua pembaca akan merasa kesal. Kehadiran tokoh Anna yang menjadi kunci pada kehidupan Bridget membuat novel ini lebih menarik. Tokoh Anna yang sangat bertolak belakang dengan Bridget memporak-porandakan kehidupan Bridget. Dan, mulai terkuaklah semua hal yang membuat Bridget menjadi gadis menyebalkan. Perubahan-perubahan sikap Bridget pun menurut saya cukup masuk akal. Yah, kalau Bridget belum berubah setelah melalui hal itu bersama Anna rasanya Bridget bisa dibilang sangat bebal.
            Saya cukup puas dengan akhir buku ini. Klimaks yang diberikan penulis tentang hubungan Bridget dan Anna pun sangat pas dan cukup masuk akal. Dan, hubungan percintaan Bridget dengan Liam berakhir dengan cukup memuaskan sampai-sampai membuat saya kepikiran kepengin sekali buku ini ada sekuelnya.
Karena buku ini adalah buku terjemahan, saya berani jamin bahwa terjemahan penerbit sangat mulus. Hampir seperti bukan membaca buku terjemahan. Saya yang membaca pun merasa sangat nyaman dengan terjemahan buku ini. Semua terasa mengalir dan pas. Dan, kover buku ini sangat manis. Khas remaja dan perpaduan warna yang kalem membuat buku ini sangat eye-catching.
Overall, buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca. Bagi yang menyukai bacaan ringan dan walaupun genre buku ini teenlit siapapun bisa membaca buku ini. Karena menurutku membaca genre teenlit sangat menyengkan. Seperti nostalgia zaman-zaman masih remaja. Ah, berasa sekarang saya super tua saja! xD

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)