Kamis, 31 Maret 2016

[Review] French Pink

Judul : French Pink
Pengarang : Prisca Primasari
Tahun Terbit : Cetakan I, 2014
Penerbit : PT Grasindo
Jumlah Halaman : 84 hal
Kategori : Romance, Fantasi, Novela
Harga : Rp. 47.000,-
ISBN : 978-602-251-687-3
Rating : 4/5

            Hitomi Murakami merasa bahwa mengakhiri hidupnya adalah jalan satu-satunya yang harus ditempuh. Hitomi menganggap untuk apa lagi menjalani rutinitas sama sedangkan dia selalu merasa kesepian. Hitomi sudah kehilangan semangat hidupnya semenjak ditinggal pergi oleh seseorang yang sangat dicintainya. Hitomi merasa semua mimpi-mimpinya pun ikut pergi. Hitomi yang dulu yang selalu ceria melayani pelanggan di took pitanya sudah tidak ada lagi. Kini hanya ada Hitomi yang muram. Hitomi bahkan membuat khawatir beberapa pelanggan dan pegawai tokonya.
            Tiba-tiba ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya, Hitomi ditegur oleh seorang laki-laki aneh. Laki-laki berpenampilan hitam yang mempunyai aura gelap. Dan keanehan itu semakin diperparah dengan pertanyaannya mengenai kematian. Dan setelah itu dengan seenaknya lelaki itu meminta bantuan Hitomi untuk menemukan pita English Lavender? Lelaki tersebut mengaku bernama Hane. Padahal Hitomi sendiri tidak mengenali identitas laki-laki itu.


************

            Awalnya yang bikin takjub adalah jumlah halaman buku ini. Sangat tipis, tidak sampai 100 halaman. Dan banyak bertebaran ilustrasi-ilustrasi yang semakin menegaskan ketipisan buku ini. Mungkin novel ini seperti cerpen atau novela. Yah, yang manapun sama saja intinya buku ini tipis sekali.
            Saya menyukai ide penulis. Sangat aneh tapi nyenengin pas bacanya. Kita dibuat bertanya-tanya siapa sebenarnya lelaki yang meminta bantuan bertubi-tubi pada Hitomi. Dimulai dari pita warna English Lavender, lalu berlanjut pada syal warna French Pink, terakhir pita warna hitam. Sama seperti Hitomi, saya pun merasa aneh dengan permintaan-permintaan lelaki itu. Buat apa coba barang-barang seperti itu? Apalagi biasanya lelaki selalu anti dengan warna pink, tumben-tumbenan keukeuh.
            Saya sangat menyukai cara penulis bercerita, enak sekali. Alurnya tidak cepat atau lambat. Pas. Masing-masing misi yang dilaksanakan Hitomi sangat baik ditulis sehingga saya benar-benar terhanyut dan mendalami setiap langkah pencarian Hitomi.
Bagian yang paling saya suka adalah misi pencarian syal warna French Pink. Ketika mereka berdua menemukan syal yang dicari rasanya saya ikutan lega dan merasa hangat ketika Hane sangat bersyukur bisa menemukannya. Oh iya, dari novel ini pun saya belajar mengenai berbagai macam jenis warna. Ternyata di dunia ini memang banyak sekali warna. Saya pun ikut bertanya-tanya warna seperti apa sih English Lavender dan French Pink itu. Dan sangat bersyukur bisa tahu.
Ah, pokoknya novel ini sangat bagus. Segalanya ditulis dengan baik. Dan dengan ending yang hangat tanpa diduga-duga membuat saya merasa kecolongan. Sama sekali tidak pernah menyangka akan dijadikan seperti itu ketika permintaan Hane sudah terlaksana dengan baik. Buku ini wajib untuk dibaca. Selain sebagai bacaan, buku ini bisa membuat kita bisa bersemangat seandainya kita sedang dirundung masalah hidup. Jangan pernah menyerah. Memang sangat klise. Tapi itulah hidup.


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)