Minggu, 24 Januari 2016

[Review] Pasangan Labil


Judul : Pasangan Labil
Pengarang : Paramita Swasti Buwana
Penerbit : PT Elex Media Komputindo 
Tebal : 217 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, 2014
Kategori : Fiksi, Comedy/Domestic Romance
Harga : Rp.39.800,-
ISBN : 978-602-02-5607-8
Ratingku : 4/5
 Bisa dibeli di bukupediacom

            Nadira Dewanti dan Anggara Bayu Pratama tidak pernah menyangka bahwa takdir menjadikan mereka berdua sebagai pasangan suami istri. Seperti lelucon bagi Dira, ketika sedari kecil yang diingat Angga sebagai musuh bebuyutannya. Anak lelaki yang selalu mengajak dia ribut tiba-tiba harus menjadi suaminya. Sepertinya persekongkolan kedua orangtua mereka berhasil untuk menjodohkan mereka sedari kecil. Walau sebenarnya aksi jodoh menjodohkan ini belum kelihatan hasilnya, karena dulu mereka berdua masing senang membuat kedua orangtua mereka dipanggil sekolah demi mempertanggung jawabkan jejak-jejak kenakalan mereka. Ternyata benih-benih cinta mereka tumbuh ketika mereka sudah menginjak bangku kuliah.
            Tanpa ragu mereka langsung dinikahkan saat itu. Dan enam bulan sudah Dira menjalani pernikahan rahasianya. Sungguh berat bagi Dira yang harus menjalani peran ganda. Dira juga lelah ketika harus berbohong terus menerus pada kedua sahabatnya, Lea dan Niki. Tragedi pun menimpa Dira ketika dirinya hamil. Dira bingung harus menjelaskan bagaimana tentang kehamilannya ini. Boro-boro mau menceritakan berita bahagianya, berita pernikahannya pun harus dirahasiakannya. Masalah semakin mumet ketika Niki tiba-tiba menyarankan Dira untuk pedekate dengan sepupu Niki, Mas Bagas. Aduh, semakin super mumet ketika Angga tahu perihal Dira dijodohin dengan Mas Bagas. Apa yang harus dilakukan Dira? Sedangkan setahu Dira wanita hamil itu tidak boleh stres, belum apa-apa Dira sudah pusing duluan.


***************


            Setelah beberapa hari ini saya kecewa dengan semua buku yang telah dibaca, rasanya novel ini benar-benar bagai oase di tengah kekeringan buku bacaanku. Serius. Bukan bermaksud lebay atau apa, buku ini memang bagus. Cerita kedua pasangan labil ini benar-benar membuatku terhibur dan sampai membuatku ngakak. Kangen juga dong saya dengan bacaan yang bener-bener bisa membuat tertawa lepas.
            Novel ini menceritakan tentang Dira dan Angga yang terpaksa menikah secara diam-diam dan tanpa memberitahukan pada siapa pun, bahkan sahabat-sahabat mereka. Alasan yang sepele sebenarnya, karena sebutan pasangan anjing dan kucing yang diberikan teman sekampus mereka. Bahkan track record bertengkar mereka itu bukan dimulai saat berkuliah tapi saat mereka masih ingusan, ada saja yang membuat mereka ribut. Makanya pernikahan mereka berdua dibuat serahasia mungkin. Tidak ada yang boleh tahu. Titik.
            Nah, dari situ juga sudah kerasa banget kan lucunya. Gimana mereka harus bersikap sesangar mungkin di kampus dan semesra mungkin ketika ada di apartemen mereka. Satu hal yang saling bertentangan. Ada saja tingkah konyol mereka berdua yang selalu membuat saya senyum-senyum sendiri. Dari yang Angga bersikap manja pada Dira, atau pun sebaliknya. Mereka berdua ini memang bikin gemas dan baper! xD

Duo Angga dan Dira versi Pasutri Gaje x)
            Dan, hal yang makin membuat saya menyukai novel ini adalah kekonyolan hubungan mereka berdua ini mengingatkan saya dengan komik favorit saya saat ini, Pasutri Gaje aka My Pre Wedding! Aseli beneran baca tingkah konyol Angga dan Dira pas lagi mesra-mesraan ini jadi teringat Mas dan Adek! Ada saja tingkah Angga yang sudah cool eh tiba-tiba kecentilan, bikin kerennya ilang dong, ya! Kelakuan gini nih yang bikin keingetan si Mas! xD
          Baca cerita mereka berdua itu rasanya nggak bakalan ngebosenin banget. Selalu ada aja tingkah ajaib yang dilakuin dari Dira ataupun Angga. Adegan konyol favoritku tentu saja ketika Dira ketahuan teman-teman kampus bahwa dia sudah menikah dengan Angga. Aseli ide konyol Angga ini bener-bener bikin saya puas ngakak. Dan closing yang diberikan Angga dengan lari-lari sambil tersenyum lebar ke arah Dira itu bikin saya langsung tereak: “Si Mas Adimas juga pasti bakalan ngelakuin hal kayak gini juga sama Adek!”
            Arggghhhh …. Baca novel ini emang bikin baper mampus pengin nikah! x)
Novel ini diceritakan dengan pov orang pertama. Saya suka sekali dengan sudut pandang yang diambil dari Dira. Kerasa sekali semua perasaan menggebu-gebu yang ada di diri Dira. Penulis sangat berhasil menuliskan segala kegalauan Dira. Maklum lah Dira dan Angga ini kan pasangan muda. Walau penulis tidak menulis secara pasti saya perkirakan umur Dira dan Angga ini kurang lebih 20 sampai 21 tahun lah. Bagaimana labilnya pasangan ini juga sangat kerasa sekali. Saya suka sekali dengan keputusan penulis yang fokus pada kekonyolan hubungan Dira dan Angga saja. Tidak ada masalah yang membuat depresi tentang rumah tangga mereka. Penulis lebih fokus pada bagaimana Dira harus menjalani hidupnya ketika dia hamil dan mengharuskan untuk segera memberi tahu sahabatnya agar tidak membencinya dan kekonyolan ketika masa-masa kehamilan yang dihadapi Dira dan Angga. Pokoknya kedua keluarga Dira dan Angga ini super heboh menghadapi cucu pertama mereka yang akan lahir ini.

Kelakuan Angga dan Dira model gini nih! xDDDD

            Saya dari awal baca tulisan penulis langsung jatuh cinta dan merasa takjub karena buku ini menggunakan bahasa non formal. Baik dalam narasi dan percakapan antar tokohnya. Memang tidak terlalu alay banget hanya seperti bahasa sehari-hari pada umumnya. Dan saya biasanya menolak keras pada novel jenis apa pun ketika narasi menggunakan bahasa non formal. Rasanya kesel sekali, tapi entahlah, novel ini bener-bener pengecualian. Tidak ada protes sedikitpun dariku. Saya malah menikmati setiap kalimat yang keluar dari pikiran para tokohnya. Pasti ini memang karena tulisan penulis yang memang sudah bagus dari sananya.
            Yah, karena buku ini lebih menekankan pada unsur komedinya, buku ini terkesan terlalu kurang realistis. Walau pastinya saya yakin ada pasangan seperti Dira dan Angga di luar sana. Mereka berdua sama-sama masih kuliah, bekerja pun belum, tapi sepertinya bahagia sekali dengan segala hal tentang pernikahan mereka berdua. Gimana nggak bikin baper, coba? x)
            Maklum juga sih, mereka terlahir dari kedua orangtua pengusaha, dan Angga sendiri pastinya akan mewarisi perusahaan kedua orangtuanya. Mau mikir apa lagi coba? Ya tinggal mikirin istrinya dan anget-angetan bareng! Suka deh istilah yang dipakai Angga ini. xD
            Well, buku ini super menghibur. Bacaan dikala penat dan suntuk atau apa pun suasana hatimu saat ini. Siap-siap dibikin baper dengan baca buku ini. Dan satu-satunya hal yang membuatku kesel adalah mengapa juga novel ini begitu tipis! Padahal kalau masa lalu Dira dan Angga dibahas pasti banyak sekali tingkah konyol mereka di masa lalu. Rasanya saya susah move on deh sama buku ini. Harus segera nyoba baca buku ini kalau mau tahu kekonyolan apa saja yang diperbuat Dira dan Angga. Super direkomendasikan! :)



Kredit : di sini

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan segan buat ngasih komen ya :)