Rabu, 11 November 2015

[Review] To All The Boys I've Loved Before






Judul : To All The Boys I’ve Loved Before
Pengarang : Jenny Han 
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Penerbit : Spring
Tebal : 380 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan II, September 2015
Kategori : Remaja, Romance, Family
ISBN : 978-602-71-5051-5
Harga : Rp. 70.500 ; Bisa dibeli di bukupediacom
Ratingku : 4/5


Apa yang akan kau rasakan ketika berada di posisi Lara Jean? Ketika semua surat cinta yang pernah kau tulis terkirim secara (tidak) sengaja kepada lelaki yang pernah kau cintai? Lara Jean tidak pernah membayangkan hal itu akan terjadi dalam hidupnya. Tanpa adanya insiden surat yang tersebar pun masalah Lara Jean sudah rumit. Lara Jean sudah berjanji pada kakak perempuannya, Margot, untuk belajar lebih bertanggung jawab. Karena sekarang Lara Jean adalah anak tertua keluarga Song setelah Margot pergi untuk melanjutkan kuliah di Skotlandia. Lara Jean perlu fokus untuk dapat mengurus segala hal yang ada di rumah. Rumah menjadi tanggung jawabnya. Begitu pun menjaga adik semata wayangnya, Kitty.
Gadis-gadis Song harus selalu bisa bersikap tegar. Karena itulah harapan ibu Lara Jean yang sudah meninggal. Namun, sanggupkah Lara Jean menghadapi semua masalahnya? Ketika satu-satunya orang yang selalu menjadi sandarannya berada jauh di Skotlandia?
Lara Jean bukanlah gadis Song seandainya tidak bisa mengatasi semua kemelut hidupnya.


 ***********************************


Akhirnya, setelah sepanjang tahun 2015 ini saya selalu berada di zona nyaman bacaan saya, buku terjemahan dewasa, saya bisa beralih ke genre buku lain. Yah, mau bagaimana lagi, buku bersegel itu selalu menggoda saya untuk segera menyobeknya. Makanya saya langsung saja menyobek segel buku ini dengan segere. lol
Nama Jenny Han sendiri bukan nama penulis baru yang pernah saya tahu, memang saya belum pernah membaca bukunya satu kali pun. Saya hanya pernah tahu bahwa ada penerbit lokal lain yang pernah menerjemahkan novelnya. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah kreatif sekali sang penulis dalam memberi judul-judul novelnya. Selalu panjang-panjang dan memang sangat berbau ‘remaja’ mengingat Jenny Han adalah penulis novel-novel remaja.
Novel To All The Boys I’ve Loved Before selain judulnya yang memang panjang dan walau sudah disingkat menjadi TATBILB, masih tetap kerasa panjangnya, adalah novel bergenre remaja yang diterbitkan oleh Penerbit Spring. Karena gencarnya promosi sang penerbit saya menjadi ngeh dan penasaran untuk membaca novel ini. Covernya jelas-jelas cantik dan manis, menjadi satu-satunya cover foto manusia yang terasa natural di mata saya. Dan yang paling membuat saya penasaran adalah blurb novel ini. Super membuat saya penasaran.

‘Aku tidak pernah punya pikiran apa pun tentang Peter sebelum ciuman itu. Dia terlalu cantik, terlalu mulus. Sama sekali bukan tipe cowok idamanku. Tapi setelah Peter menciumku, cuma dia yang ada di dalam pikiranku selama berbulan-bulan.’ (p.84-Lara Jean)

Bisa-bisanya tokoh utama buku ini mengalami nasib yang sungguh sial dengan tidak sengaja terkirimnya surat cinta untuk semua laki-laki yang pernah dicintainya. Konyol, menurutku. Ide penulis ini bener-bener fresh dan membuat saya yang baca blurb novel ini ikutan miris, sedih sekaligus membuat saya kepengin ketawa keras. Sorry Lara Jean, saya tahu nasib kamu memang bukan untuk ditertawakan. xD
Harapan saya untuk novel ini sangat besar karena baru kali ini saya peduli dan tertarik pada sebuah novel setelah membaca blurb-nya. Dulu mah saya tidak pernah peduli tentang blurb. Makanya novel ini agak istimewa dan mendapat prioritas utama saya untuk segera membacanya begitu sudah ada di tangan.
Awal buku ini menceritakan tentang kehidupan Lara Jean. Siapa itu Lara Jean dan sahabatnya dan segala hal tentang keluarga Lara Jean. Saya sendiri merasa agak jenuh dengan segala hal yang berbau keluarga Lara Jean. Dari awal saya menginginkan alur cepat tentang surat-surat Lara Jean yang tersebar. Makanya saya sempat kesal ketika novel ini harus secara mendetail menceritakan sang Ayah, Margot (Nama anak perempuan yang super aneh!), Josh (Pacar kakak Lara Jean), dan Kitty (Adik Lara Jean yang usil). Tapi, walaupun saya merasa kesal anehnya saya tidak pernah bisa melepas novel ini. Saya begitu terhipnotis dengan tulisan Jenny Han. Banyak sekali yang berkomentar bahwa tulisan Jenny Han ini enak untuk diikuti, ceritanya mengalir dan membuat pembaca tidak bisa berhenti membaca tulisannya. Dan ya, memang benar seperti itu yang terjadi pada saya. Ditambah lagi Penerbit Spring tepat sekali ketika memilih penerjemah untuk mengerjakan novel ini. Terjemahannya bagus sekali dan bisa mengimbangi tulisan Jenny Han yang memang sudah bagus sekali. Dan pemilihan penulis pun sangat tepat dengan memilih sudut pandang Lara Jean. Sudut pandang yang selalu akan saya sukai.
Akhirnya setelah lembar demi lembar sampailah pada bagian ke-5 surat Lara Jean yang tersebar. Sama seperti Lara Jean, saya pun merasa kacau dan tidak tahu harus bagaimana. Apalagi salah satu yang menerima surat cinta Lara Jean adalah Josh. Mantan pacar Margot. Dilema yang super bagi Lara Jean. Lara Jean yang sudah ikhlas menerima kenyataan bahwa Josh lebih memilih Margot daripada dirinya harus membuka luka lama ketika menghadapi kenyataan bahwa sikap Josh berubah setelah menerima surat cinta Lara Jean. Masalah semakin pelik ketika Lara Jean memilih jalan keluar dengan menjadi pacar pura-pura Peter K untuk menghindari Josh dan menyelamatkan harga dirinya. Fyi, Peter K adalah salah satu penerima surat cinta Lara Jean.
Saya suka sekali dengan adanya konflik pacar pura-pura Lara Jean ini. Semuanya selalu menebak bahwa pasti akhirnya Lara Jean dan Peter K akan menjadi sepasang kekasih benaran. Hanya saja saya suka sekali denga lika-liku yang disuguhkan oleh Jenny Han. Penulis tidak serta merta memuluskan kisah cinta Lara Jean dan Peter K. Banyak sekali tanda-tanda yang menjerumus apakah Lara Jean akan berakhir dengan Peter K atau malah dengan Josh. Saya sih cenderung menyukai Josh. Josh digambarkan sebagai anak laki-laki yang selalu ada untuk Lara Jean dan menjadi orang yang selalu menaruh perhatian lebih pada Lara Jean. Sedangkan Peter K, saya tidak pernah bisa menyukainya. Karena dari awal Peter K selalu masih menyimpan rasa pada mantan pacarnya. Peter K yang sama-sama mengambil untung untuk memanas-manasi mantan pacarnya Gen, Genevieve. Yah, saya tahu hubungan Lara Jean-Peter K memang sama-sama tidak tulus, tapi mau bagaimana lagi saya lebih condong untuk tidak bisa menyukai Peter K.

‘Menurutku sebuah hubungan tidak hanya berkaitan dengan sentuhan fisik. Selalu ada cara untuk menunjukkan bahwa kau menyayangi seseorang, tidak hanya dengan menggunakan bibirmu. Atau bagian tubuh lainnya.’ (p.128-Lara Jean)

Mungkin hal ini karena gaya pacaran Gen-Peter K dulu. Mereka sudah pacaran dari SMP dan selalu bersama sampai mereka putus. Entah sudah melakukan apa saja Gen-Peter K ini selama mereka pacaran. Saya mikirnya dari SMP, gitu. Masih sangat bau kencur. Bias, memang. Mengingat budaya barat dan timur berbeda. Saya merasa sangat tidak worth it seandainya Lara Jean berakhir dengan Peter K.
Namun, terlepas dari semua itu saya sangat menyukai hubungan pura-pura Lara Jean-Peter K. Mereka berdua menjadi pribadi yang lebih baik ketika bersama-sama. Mereka berdua sama-sama keluar dari zona nyaman mereka. Dunia Lara Jean yang hanya perporos pada keluarganya dan Peter K dengan dunia Gen. Mereka berdua menjadi sadar bahwa tidak selamanya baik tinggal di zona nyaman. Banyak sekali hal baru yang mereka temukan ketika bersama-sama.
Dan inilah, saya memang tidak pernah bisa menyukai Peter K, tapi entah kenapa saya juga tidak pernah bisa membencinya. Hubungan pacar pura-pura mereka berdua terasa manis sekali dengan sama-sama mengusung rasa saling pengertian. 
Dan, dalam hal tokoh yang paling saya sukai di novel ini sebenarnya saya sendiri pun ragu sebenarnya siapa tokoh yang paling saya sukai. Hampir semua tokoh yang ada di novel ini sulit saya sukai. Seperti contohnya Peter K di atas. Paling hanya ada tokoh yang paling berkesan bagi saya, yaitu Lara Jean. Lara Jean itu masih SMA, kelas 1. Yah, mau bagaimana lagi namanya juga masih ABG, Lara Jean ini sifatnya labil sekali, kadang dia itu nyebelin, kadang kelewat polos sekali untuk ukuran anak SMA. Kadang Lara Jean begitu dewasa. Tapi, tetiba saya ingat adik bungsu saya yang masih SMA dan sadar bahwa dia juga sama-sama masih labil seperti Lara Jean. lol
Tak sedikit juga banyak pembaca yang menyukai Kitty. Saya sendiri sih kadang merasa sebal sekali pada Kitty yang sifat 'agak' menindas Lara Jean. Apa lagi Kitty itu masih berumur 9 tahun. Duh, bisa-bisanya sifat Kitty ini ajaib banget. Rasanya tidak akan pernah ada bocah yang berumur 9 tahun sedewasa Kitty. Peran Lara Jean dan Kitty ini berasa terbalik. Habis mau bagaimana lagi terkadang Kitty lebih dewasa dari Lara Jean. Dan sifat ini lah yang tidak saya sukai. Apa sayanya saja yang terlalu cemburu karena tidak bisa sedewasa Kitty? lol
Seperti yang sudah saya katakan di awal, kaver buku ini manis dan saya sangat menyukainya. Terima kasih untuk Penerbit Spring yang berani membayar lebih dengan mempertahankan kaver asli novel ini. Saya pernah diberi tahu bahwa memakai kaver asli biasanya dikenakan biaya lebih dalam pengambilan right suatu buku. Saya tidak pernah tidak menyukai kaver-kaver pilihan Penerbit Spring dkk, hanya saja kesan Lara Jean seandainya menggunakan kaver berbeda akan terasa kurang. Good Job, Penerbit Spring!
Bisa dibilang saya terpuaskan membaca novel ini. Hanya saja ada beberapa hal yang mengganjal. Saya tahu maksud baik Penerbit Spring dengan menyediakan catatan kaki untuk segala hal yang dirasa baru dan tidak umum bagi masyarakat Indonesia. Hanya saja catatan kaki sebanyak itu? Ugh, agak sedikit mengganggu dan membuat saya malas membacanya. Mungkin ada baiknya Penerbit Spring lebih selektif lagi dengan pemilihan kata apa saja yang memang sangat perlu untuk diberi catatan kaki.
Novel ini sangat cocok dibaca untuk para remaja yang sedang mencari jati diri sama seperti Lara Jean. Hanya saja tema yang diusung novel ini adalah kekeluargaan. Jadi, jangan berharap untuk mendapatkan kisah cinta Lara Jean yang menggebu-gebu. Pembaca akan dikecewakan seperti saya, mau bagaimana lagi, saya lebih menginginkan hubungan cinta Lara Jean yang menggebu-gebu bukan condong kepada kisah keluarga Lara Jean. Makanya novel ini memang cocok dibaca untuk segala umur, mengingat saya pun bukan remaja lagi. lol 
Dan, ending buku ini yang super ngegemesin yang dipilih oleh penulis membuat saya takjub sendiri dengan hubungan cinta Lara Jean. Yah, walau bagaimanapun saya salut sih dengan keputusan penulis memilih ending seperti itu. Dan karena novel ini berseri, tentunya saya penasaran dengan apa lagi keunikan-keunikan kehidupan yang nanti akan terjadi pada Lara Jean di buku ke-2 nanti. Untungnya saya sudah mempunyai buku ke-2 seri ini. Jadi, bisa langsung lanjut baca. Jangan ragu untuk segera membaca kisah tentang Lara Jean ini. Dijamin akan puas seperti saya. Dan selamat dibuat penasaran dengan hubungan cinta Lara Jean! Pastikan untuk membaca sendiri seandainya ingin tahu kepada siapa saja Lara Jean menulis surat cintanya. :D


Seri Buku ini :
1. To All The Boys I’ve Loved Before
2. P.S. I Still Love You



Tentang Penulis


Jenny Han adalah penulis dari buku-buku terlaris New York Times, ‘To All The Boys I’ve Loved Before’ dan trilogi ‘The Summer I Turned Pretty’. Jenny juga sudah menulis dua novel middle-grade, ‘Shug’ dan ‘Clara Lee and the Apple Pie Dream’. Jenny adalah rekan penulis ‘Burn’ bersama Siobhan Vivian. Dia tinggal di Brooklyn, New York. Kunjungi Jenny Han di dearyjennyhan.com.


Kabarnya seri novel ini akan segera diangkat ke layar lebar. Walau belum ada kepastian yang jelas, tentu saya sangat berharap seandainya memang terlaksana. Sangat menanti kehadiran Lara Jean di layar kaca!


Kredit : Penerbit Spring

2 komentar:

  1. YES aku setuju banget kalo keputusan penerbit spring buat membeli hak cover aslinya adalah hal yang tepat. Pernah tuh mereka nerbitin Fangirl-nya Rainbow Rowell and it doesn't sell much. Menurutku sih gara2 covernya nggak secantik aslinya.

    BalasHapus
  2. Sepertinya emang ngaruhnya juga sih cover fangirl itu
    Cuman karna aku belum baca, lumayan penasaran juga :D

    BalasHapus

Jangan segan buat ngasih komen ya :)