Senin, 07 Januari 2013

'Hallway'

8k7inq
sumber : disini
Judul : Hallway
Pengarang : Puti Andiyani
Editor : Muthia Esfand
Penerbit : Visimedia
Halaman : 152 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, Januari 2012
Kategori : Remaja, Thriller, Fiksi
Harga : Rp. 23.000,-
ISBN : 979-065-144-9
Bisa dibeli di bukupediacom

Caesar, Amar, Valida, Boni, dan Alia sama sekali tidak menyangka bahwa reuni yang mereka lakukan selama berpisah selama bertahun-tahun dalah dengan menghadiri pemakaman mantan sahabatnya Meri. Mereka mengatakan bahwa Meri adalah mantan sahabatnya karena mereka merasa Meri sudah kelewat di amabang batas dengan keangkuhannya yang menjadikan mereka tidak bersama kembali.
Kematian Meri yang sama sekali tidak wajar yaitu dengan tewas mengenaskan di lorong sekolahnya menjadikan mereka berlima merasa was-was dan ketakutan siapa yang tega melakukan semua ini kepada mantan sahabatnya. Kepanikan mereka berlima semakin menjadi ketika satu persatu diantara mereka menyusul kematian Meri dengan sama mengenaskan.
Apa yang sebenarnya yang terjadi dengan? Siapa sebenarnya yang mengincar kematian mereka?

Novel ini berisi tentang pembalasan dendam masa lalu yang sama sekali tidak disangka oleh para korbannya. Hal ini memang sesuai dengan tagline novel yang berbunyi dosa masa lalu adalah bumerang bagimu’. Aku lumyan menikmati isi buku ini apalagi bagian-bagian pembunuhan yang dilakukan. Penulis tidak ragu-ragu dalam menggambarkan proses kematian sang korban dan lumayan sadis juga. Tapi aku yang memang suka sekali dengan genre misteri seperti novel ini merasa hambar dan biasa saja. Entahlah saya juga bingung apa yang menyebabkannya. Padahal Penulis cukup bisa menggambarkan detail yang ada tapi berasa kurang greget bacanya. Mungkin hal ini disebabkan oleh sedikitnya konflik yang ada, memang hal ini juga tidak dapat disalahkan melihat ketipisan novel ini. Dan terlalu fokus dengan tema balas dendam inilah yang memungkinkan kita merasa bosan karena toh kita bakalan tahu gimana ujung cerita sang korban yang tinggal menghitung jari kematiannya. Adanya tagline di depan cover pun menjadi kelemahan buku ini. Tanpa membaca buku ini pun pembaca pasti langsung tahu kalau buku ini berisi pembunuhan yang motifnya balas dendam. Entah kenapa aku jadi ingat film-film horor lokal yang banyak bermunculan di bioskop dengan tema sama yaitu hantunya balas dendam karena dia dibunuh. Kesalahan masa lalu kan.
Novel ini menggunakan alur maju tapi entah kenapa berasa lambat ketika aku membacanya. Aku pernah baca tapi lupa dimana kelemahan novel thriller itu terletak pada alurnya. Semakin cepat alurnya semakin bagus semakin lambat ya bikin orang bosen. Typo di buku ini juga hanya sedikit. Kebingunganku lagi adalah ga ada tokoh utama yang menonjol dalam buku ini malah aku bingung siapa tokoh utama dalam novel ini? Enam mantan sahabat itu? Atau pembunuh yang mengejar-ngejar mereka. Menurutku semuanya jadi terasa kabur karena Penulis lagi-lagi terlalu fokus dengan tema balas dendam.
Tapi untuk covernya duileh ciamik abis dah! Aku suka banget ama covernya. Background putih dengan katana berdarah-darah keren abis! Cocok dengan keseraman katana yang ada di novel ini. Sayangnya penerbit ga menyediakan bonus pembatas buku. Kalau bonus pembatas bukunya berbentuk pedang katana pasti tambah ciamik dah :D.
Intinya novel ini cocoklah untuk sekedar mengisi waktu dan ingin bacaan yang sekali baca langsung habis. Untuk yang ingin novel berisi pembunuhan kejam.
Well, untuk aku yang jadi pengan punya pedang katana aku kasih nilai 2,5 :)

Tentang Penulis
Dc1cc5df21962cc52d6c203fadc84177
sumber: disini
Penulis yang dilahirkan di Jakarta pada tanggal 28 November 1994 yang biasa dikenal cerewet selalu dikira senang menulis cerita romance padahal penulis lebih menyenangi film-film thriller. Saat
novel ini terbit penulis masi berstatus pelajar SMA Cahaya Madani Banten Boarding School. Penulis yang mengaku jatuh cinta pada karya-karya Dan Brown, Andrea Hirata, J. K. Rowling, dan Raditya Dika biasa dihubungi di @puteecanthropus dan tumblr: http://princessaputee.tumblr.com

3 komentar:

  1. Kerennnn emmmm...i like ittt🤗😚

    BalasHapus
  2. Waktu tahun 2019 baru nemu bukunya. Dari gaya bahasanya dramatis namun terkesan ketinggalan zaman. Wajar karena buku ini rilis sebelum tahun 2019.

    BalasHapus

Jangan segan buat ngasih komen ya :)