Senin, 31 Oktober 2016

[Review] Bersamamu

0



Judul : Bersamamu
Penulis : Sienta Sasika Novel
Penerbit : Grasindo
Genre : Romance
Terbit : 2014
Halaman : 240
ISBN : 978-602-251-774-0


“Cintailah dia dengan cara yang sempurna, meski dia yang kamu cintai tak lagi sempurna.”

“Mas takut akan melupakan kamu...,” ucapnya menahan napas di tenggorokan, terasa sesak dan mencekik. Laki-laki itu bukan menangis karena takdirnya, tapi menangis karena takut akan melupakan istrinya. Di saat seperti ini pun Rama masih saja memikirkannya. Hana dan Rama saling jatuh cinta lalu menikah dan bersama selamanya-IN THE END?
Tidak!
Pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan cinta.
Pernikahan adalah awal dari pembuktian cinta yang sesungguhnya.

*******

Sejak tidak pernah memenangkan loba yang diadakan penulis, saya lumayan penasaran ingin membaca tulisan penulis. Dan agak sedikit lega ketika akhirnya rasa penasaran saya terobati.
Kehidupan Hana dan Rama layaknya pengatin baru, mereka merasakan kebahagian setiap harinya. Hari-hari yang mereka lalui terasa begitu manis ketika hanya kebahagiaan yang terasa. Rama yang sukses menjalankan perusahaan sesuai bidangnya, arsitektur. Dan, Hana sebagai desainer muda yang mulai merintis karirnya.
Semuanya berjalan dengan baik dan sempurna. Sampai-sampai saya sedikit bosan karena cerita seputar itu-itu saja. Walau ada masa lalu kelam mereka sedikit disinggung tapi toh pasangan pengantin baru itu sangat bahagia.
Hingga kebiasaan-kebiasaan Rama yang suka melupakan hal ketika membuat saya curiga. Kejutan apa yang diberikan penulis? Ugh, walau saya sudah sedikit mengantisipasi saya pun sama seperti Hana yang terluka ketika diberi tahu suaminya terkena penyakit Alzaimer. Takut. Itulab perasaan yang dirasakan Hana.
Saya pun tidak tahu akan bersikap seperti apa seandainya berada di posisi. Naudzubillah, jangan sampai.
Cinta Hana di sini benar-benar sangat diuji. Hana yang sedang mengandung harus menerima kenyataan pahit mengenai kondisi suaminya. Dan di saat itu Daniel, lelaki yang dulu sangat dicintai Hana kembali hadir. Menawarkan kembali cinta yang sempat terputus.
Saya tidak pernah menyangka penulisan akan memberikan kejutan besar tentang penyakit Rama. Maksudku Alzaimer. Penyakit yang membuat lupa. Siapa yang akan tahan ketika dilupakan orang yang kita sayangi. Melupakan semua kenangan yang ada dan malah mengingat orang lain?
Sampai akhir saya malah tidak kuat tidak menitikkan air mata. Penulis jago sekali menggambarkan perasaan kedua pasangan ini. Kesetiaan cinta mereka benar-benar sangat diuji.
Ah, bacaan yang menyengkan walau sedih. Membuat saya berpikir ulang apa arti cinta dan kesetiaan. Rama, kamu memang sangat mencintai istrimu. :'(

[Review] Denting Lara

0



Judul Buku : Denting Lara
Penulis : K. Fischer
Penerbit : Bhuana Sastra (BIP)
Tebal : 334 Halaman
Tahun Terbit : Januari 2015
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi iJakarta


Esa tinggal hanya dengan ibu dan pengasuhnya dari kecil. Ibunya yang hanya memikirkan dirinya sendiri, membuat Esa tak merasakan kasih sayang.
Terlebih, ayahnya menikah lagi dengan wanita yang tak menginginkan "boncengan" dari suami barunya.
Di sekolah, karena beberapa kali menolak untuk diajak clubbing, Esa kehilangan sahabatnya Ia bahkan dijauhi teman-teman satu sekolah.
Saat Esa merasa sendirian, sosok Erik datang menemani hari-hari Esa. Dengan Erik, Esa menemukan jati dirinya. Namun saat Esa mulai mencintai Erik, ibunya malah melakukan hal di luar dugaannya. Keadaan semakin parah ketika ayahnya tahu Esa menjalin hubungan dengan lelaki yang berusia nyaris dua kali umur anaknya.

********

Ya ampun baca cerita buku ini beneran bin baper. Jadi iri sama Esa yang punya cowok seperti Erik. xp
Esa adalah gadis yang tinggal dengan ibunya setelah kedua orangtuanya bercerai. Sayangnya ibunya lebih memilih peduli pada pacar-pacarnya ketimbang dirinya. Esa yang harusnya seperti remaja kebanyakan malah disibukkan dengan pikiran uang belanja dan gaji untuk Bi Titin, pembantunya. Sedang ayahnya sama sekali tidak mau tahu keadaan Esa hanya karena kewajibannya memberi uang sudah gugur. Ayahnya hanya tahu Esa hanya cukup dikasih materi, tidak lebih.
Masalah Esa tidak cukup sampai di situ, selain rumahnya yang kacau Esa harus menerima kenyataan dijauhi oleh teman-teman di sekolahnya. Bahkan sahabatnya sendiri tega meninggalkan Esa. Esa berkali-kali bilang pada dirinya untuk tidak peduli. Tapi Esa hanyalah remaja biasa. Semua Esa curahkan perasaannya pada kontrabas kesayangannya. Dia bisa mengeluarkan semua kesedihannya ketika bermain kontrabas. Esa tidak tahu suara kontrabasnya terdengar oleh penyewa paviliuan di sebelah rumahnya. Dari sanalah Esa kemudian menemukan seseorang yang peduli pada dirinya. Erik yang benar-benar melihat dirinya. Erik yang perhatian.
Namun, sayangnya usia mereka berdua terpaut jauh. Bisa apa Esa ketika dirinya adalah remaja biasa? Sedangkan Erik jauh lebih tua dari dirinya.
Ah, lagi-lagi saya harus begadang hanya demi mengetahui akhir suatu cerita. Padahal saat ini saya mulai berjanji untuk tidak begadang lagi. Namun, kegagalan selalu terjadi ketika berjumpa dengan cerita yang bagus.
Saya salut pada Esa. Tidak mudah bagi remaja seperti Esa untuk bisa bertahan. Punya orangtua yang tidak memedulikannya, selalu bertindak seenaknya? Ugh, kadang kenyataan tidak punya orangtua malah lebih baik. Namun, Erik selalu memberi tahu Esa untuk jangan pernah menyerah pada orangtua Esa. Karena di masa depan hanya akan ada penyesalan. Walau hubungan mereka pada akhirnya tidak mendapat restu. Esa berusaha tegar.
Yah, cukup wajar ketika usia Erik yang 34 tahun bersanding dengan Esa yang 17 tahun. Orangtua mana yang tidak khawatir. Atau merujuk seperti yang Esa orangtua mana yang sok khawatir pada anaknya. Saya pribadi kurang suka dengan perbedaan usia mereka. Yah, alasan klise sih karena saya lebih suka lelakinya yang berondong. xp
Overall, buku yang bagus untuk dinikmati. Selamat membaca.

Minggu, 30 Oktober 2016

[Review] Homeless

0



Judul : Homeless
Pengarang : Zachira
Penerbit : Grasindo
Tahun Terbit : Cetakan pertama, September 2015
ISBN : 978-602-375-170-9
Tebal : xvii bab – 186 halaman
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi perpus online iJakarta


Sara sadar benar, rangkaian pilihan hidupnya sudah ditetapkan oleh Appa untuk mendampingi Yoo-Rim, kakak tirinya yang terobsesi menjadi bintang tenar di Korea.
Hanya saja Appa tidak tahu bahwa Yoo-Rim tidak pernah menginginkan Sara di dekatnya. Termasuk keinginan Yoo-Rim yang sering kali meminta Sara tidur di tempat lain selain di rumah.
Hingga suatu hari, setelah kembali ke rumah, Sara menemukan Yoo-Rim sudah tidak bernyawa karena overdosis pil antidepresan. Yoo-Rim mati bunuh diri dan Appa menuduh Sara sebagai adik yang tidak bertanggung jawab hingga Sara pun pergi dari rumah.
Dalam semalam, definisi 'ruma h' bagi Sara sudah menjadi sedemikian absurd. 'Rumah' baginya adalah base camp klub panjat dinding di kampusnya, sleeping bag, jjimjilbang, dan selimut milik Jae-Hoon, pemuda musisi yang ditemuinya di sauna. Hingga Sara pun menemukan kenyamanan pada sosok Yeong-Jun Sunbae, seniornya.
Sampai kapan pencarian 'rumah' bagi Sara akan berakhir? Berhasilkah Sara menemukan penyebab kematian Yoo-Rim?

******

Sesuai judul buku ininsang tokoh utama Sar tidak punya tempat tinggal. Selama kuliah Sara menumpang di rumah kakak tirinya Yoo-Rim. Karena menumpang Sara tidak bisa protes ketika Yoo-Rim menyuruh dirinya untuk mengungsi. Ada kalanya Yoo-Rim kedatangan tamu penting yang mengharuskan Sara mengungsi. Hingga suatu hari ketika Sara pergi kejadian malang menimpa Yoo-Rim. Tanpa sengaja Sara menemukan Yoo-Rim sudah tidak bernyawa. Sungguh malang nasib Sara ketika Ayah tirinya menuduh Sara yang menjadi sebab bunuh diri Yoo-Rim. Karena itu Sara diminta pergi dari kehidupan keluarga tirinya. Semakin lengkap kemalangan Sara ketika ibunya sendiri tidak membela dirinya sama sekali.
Dari awal saya sudah simpati dengan kehidupan Sara. Sara digambarkan sebagai orang Indonesia asli yang kemudian pindah ke Korea Selatan ketika ibunya menikah dengan pria Korea. Kehidupan Sara secara finansial memang menjadi lebih baik. Tapi hubungan Sara dengan keluarga tirinya tidak. Kakak tiri Sara menganggap Sara sebagai parasit. Tidak pernah sekalipun Yoo-Rim mau dekat dengan Sara.
Walau Sara sangat kesepian saya menyukai Sara yang tegar dan mandiri. Walaupun saat ini Sara tidak punya tempat tinggal Sara tidak pernah menyerah. Hingga pertemuaannya dengan Jae-Hoon mengubah segalanya. Sara mulai memikirkan ulang mengapa Yoo-Rim yang penug percaya diri harus bunuh diri. Sara berusaha untuk menguak misteri dibalik kematian Yoo-Rim.
Selain ada Jae-Hoon, pria yang dekat Sara adalah Yeong-Jun. Senior Sara di kampus. Yeong-Jun juga mendapat peran penting dalam membantu Sara setelah insiden kematian Yoo-Rim.
Nah, siapakah yang akan dipilih Sara? Jae-Hoon atau Yeong-Jun? Jangan lewatkan kisah Sara di buku Homeless ini. Selamat membaca.

[Review] Dearest

0



Judul : Dearest
Penulis : Zachira
Tahun Terbit :  May 2015
Penerbit : Grasindo
Tebal : 234 Halaman
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta


Dear Yui,
Kau ingat aku?
Mungkin tidak, tapi aku mengenalmu. Meski tak pernah bicara padamu.
Aku mengagumi sosokmu, tapi tak terlintas menjadikanmu milikku.
Karena sahabatku pun memilihmu.
Dan memaksa kami berjanji atas nama persahabatan, tak akan mendekatimu.
Cinta yang kami miliki membuat kami puas memandangimu dari jauh.
Dari sudut di dalam sebuah gerbong kereta.

My dearest Yui,
Hidup tidak akan selalu mendukungmu.
Keinginanmu tidak akan selalu terpenuhi.
Dan dunia kadang tidak adil padamu.
Saat itu, ingatlah pesanku.
Tetaplah kuat, Tetaplah bersinar.
Jadilah dirimu sendiri yang selalu aku kagumi.
Ah bukan 'Aku', melainkan 'kami'.
Ya... kami.

Salam sayang,
Yuuya & Toru

******

Begitu membaca blurp novel ini tetiba saya langsung jatuh cinta. Saya sangat penasaran dengan gadis seperti apa yang dicintai Yuuya dan Toru. Dan akan berakhir bagaimana kisah cinta mereka. Saya begitu terhanyut dengan perasaan kedua lelaki ini sampai-sampai melupakan kemungkinan kecil bahwa Yui bisa saja sudah bahagia dengan kekasihnya. Tanpa memedulikan dua lelaki yang sudah mencintainya sejak SMA.
Saya salut dengan Yuuya dan Toru karena 10 tahun terakhir tidak bisa melupakan perasaan mereka pada cinta pertama mereka, Yui. Mereka berdua belum bisa move-on dengan masa lalu mereka. Dan ketika akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Yui kenyataan pahit menimpa mereka. 
Mereka mendapat kabar Yui terserang penyakit kanker di tahun terakhir SMAnya. Perasaan kecewa dan kaget tentu saja meliputi mereka berdua. Tapi takdir tidak berhenti begitu saja ketika akhirnya keduanya bertemu. Dan di hadapkan Yui sudah memiliki kekasih yang sangat dicintainya.
Dari awal sampai akhir saya sangat penasaran dengan keputusan penulis Yu akan  berakhir dengan siapa nantinya. Dari lembar-lembar yang sudah saya baca, penulia sedikit sekali memberi bocoran. Hal ini membuat saya semakin penasaran. Dan, ketika mencapai akhir kisah mereka yang saya dapatkan hanya perasaan lega. Memang bukan akhir yang saya sukai, tapi saya menyukai keputusan penulis.
Bacaan yang sangat menyenangkan dan saya rekomendasikan. Selamat membaca.

[Review] Seven Wishes of My Youth

0



Judul : Seven Wishes of My Youth
Penulis : Valerie Aurellia 
Penerbit : Grasindo 
ISBN : 9786022512776 
Rencana Terbit : November 2013
Halaman : 184
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta

Ketika kau merasa kalau orang yang memperlihatkan salah satu keindahan dunia padamu mati karena ulahmu, beranikah kau memandang keindahan itu dengan wajah datar?
Itulah yang dirasakan Takashima Rei. Sejak kematian teman sekaligus cinta pertamanya. Ichihara Akito, ia tidak lagi berani memegang kuas maupun melihat lukisan, Lalu, muncullah Kaito Yuki- seorang pelukis berbakat yang berperilaku dingin seperti Rei. Keduanya saling membenci sejak pertama kali bertemu, sampai Yuki melihat kemampuan melukis gadis itu dan memaksanya untuk melihat kembali dunia yang sangat dirindukannya.

*******

Saya cukup menikmati cerita Rei. Rei gadis yang selama ini selalu terlibat perkelahian dan ujungnya diskors akhirnya bisa mengekang dirinya setelah dipaksa mengikuti klub melukis. Konsentrasi Rei terfokus hanya pada melukis dan teman barunya Akito. Namun, setelah kematian Akito, Rei tidak mau lagi berhubungan dengan melukis. Kenangan dengan Akito terlalu kuat hanya akan membuat Rei sedih.
Sayangnya takdir berkata lain, di tahun pertamanya di SMA Rei harus berhubungan lagi dengan melukis. Rei lagi-lagi dipaksa untuk mengikuti klub melukis. Kali ini oleh pelukis berbakat lain yang bernama Kaito Yuki.

Setting yang diambil oleh penulis adalah Negara Jepang. Saya sendiri tidak pernah peduli setting yang dipakai penulis, asal menggunakan gaya bahasa menyenangkan di mana pun tidak masalah. Dan, saya cukup akui penulis sangat bagus dalam membangun suasana seperti ada di Jepang.
Hubungan benci-suka antara Rei dan Yuki cukup menyenangkan untuk diikuti. Rei yang terpaksa mengikuti semua perintah Yuki menjadikannya mulai melukis lagi. Perubahan yang sangat berarti mengingat Rei masih berusaha untuk melupakan Akito.
Yang paling mengganggu mungkin twist akhir yang diberikan oleh penulis. Saya merasa sangat tidak penting banget dan kesannya seperti tempelan saja. Hanya buang-buang waktu saja deh. Mungkin maksud penulis ingin memperkuat cinta Rei dan Yuki tapi jatuhnya malah aneh. Tanpa hal itu muncul juga cerita masih akan lebih menarik buat saya.
Overall, saya cukup menikmati semua ceritanya. Tidak ada salahnya untuk mencicipi kisah cinta antara Rei dan Yuki. Selamat membaca.

[Review] Jurnalis Idola

0



Judul Buku: Jurnalis Idola
Penulis: Rara Indah NN
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Genre: Teenlit
Terbit: Agustus, 2014
ISBN: 978-602-03-0552-3
Tebal: 200 halaman
Harga: Rp. 39.000,-
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi iJakarta


Impian Ira memang menjadi seorang jurnalis yang andal. Itu sebabnya di SMA ia aktif di Klub Jurnalistik, dan bertugas sebagai reporter.
Tak disangka, di klub itu hatinya terpesona pada rekannya sendiri, Nico. Cowok itu tahu bahwa Ira menyukainya, tapi yang menyebalkan, kenapa dia diam saja ya? Mereka memang akrab, tapi Nico tidak pernah merespons perasaan Ira. Sementara itu, Ira mendapat tugas mewawancarai Nicky Rendra, artis muda yang sedang naik daun. Ira sudah lama mengidolakan Nicky, dan ia gugup sekali saat bertemu cowok itu.
Ternyata, sikap Ira yang gugup dan lucu justru membuat Nicky penasaran dan tertarik pada cewek itu. Lalu, apakah Ira akan melepaskan Nico?

*******

Sejujurnya saya kurang bisa menikmati cerita Ira. Saya merasa kesal dengan sifat Ira yang labil. Yah, namnya juga ababil sih sifatnya memang seperti itu. Apa lagi berhubungan dengan artis idola. Tidak bisa membedakan mana yang namanya cinta atau kagum belaka.
Pace yang diberikan penulis terlalu cepat. Dari mulai Ira berkenalan dengan sang artis. Beberapa kali jalan bareng dan tiba-tiba jadian. Ugh, saya kurang setuju sih bagian Ira jadian dengan sang artis. Terlalu cepat dan sangat tidak realistis. Tentunya sikap Ira yang menerima ajakan kencan sang idola sangat wajar, siapa sih yang tidak bahagia ketika diajak pacaran dengan artis idola?
Namun masalah tidak berhenti begitu saja. Perasaan Ira yang bercabang antara Ricky dan Nico membuat dirinya bingung untuk memilih. Siapa yang akhirnya akan dipilih Ira?
Silakan baca sendiri untuk memuaskan rasa penasaran kamu. Selamat membaca.

[Review] CallaSun

0



Judul : CallaSun
Penulis : Yuli Pritania
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2014
Tebal : 242 halaman
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta


IAN
Ada seorang wanita. Kiera. Kepada siapa aku menghabiskan nyaris separuh hidupku untuk jatuh cinta.
Lalu ada wanita ini, yang datang tiba-tiba, merangsek masuk tanpa peringatan, mengguncang semuanya. Dan mendadak saja… rencana untuk mendapatkan wanita yang kucintai, tidak lagi menarik mata.
CALLA
Sepuluh tahun awal kehidupanku berlalu tanpa mengenalnya, lima tahun kemudian habis untuk mengaguminya, lalu delapan tahun memendam rasa suka. Dan saat kemudian aku benar-benar berdiri di hadapannya, apa lagi yang bisa terjadi padaku selain jatuh cinta?

 Tidak ada namanya bahagia saat melihat orang yang kau cintai bahagia. Itu hanya berlaku di dalam cerita. Aku… harus mendapatkannya

*******

Lagi-lagi dengan tema perjodohan. Sepertinya tema seperti ini belum membuat saya bosan.
Saya awalnya menyangka cerita berlanjut setelah Calla dan Ian menikah. Hari-hari mengerikan yang akan dialami Calla ketika sang suami tidak mencintai dirinya. Ternyata saya salah. Di sini hanya diceritakan momen-momen pendekatan Calla pada Ian sebelum ikatan pernikahan mereka terlaksana. Cukup menyenangkan membaca cerita Calla meruntuhkan hati Ian. Ian yang awalnya tidak peduli pada dirinya. Ian terlalu mencintai sabahatnya sendiri. Yang mana sangat ironis ketika gadis yang disukainya malah jatuh cinta dan bertunangan dengan ayah Ian.
Saya rada skeptis dengan cerita  ini sebenarnya. Calla digambarkan sebagai gadis campuran yang cantik. Pikiran saya langsung negatif pasti ujungnya Ian akan jatuh cinta pada kecantikan Calla. Dan bla bla bla happy ending.
Namun, begitu saya sangat menyukai sifat terus terang Calla. Calla selalu bepikiran positif agar dirinya bisa dicintai Ian. Walaupun Ian tidak pernah bisa bersikap lembut pada Calla.
Hal lain mengapa saya menyukai Calla adalah karena seandainya saya berada di posisi Calla saya akan melakukan hal yang sama. Dari kecil Calla sudah diberitahu bahwa ketika dewasa nanti dirinya akan menikah dengan Ian. Setiap tahun dirinya dikirimi foto Ian. Walau Calla tidak tumbuh bersama Ian ketika setiap hari diberi tahu perkembangan kehidupan calon suami kita siapa yang tidak akan jatuh cinta? Ah, Calla dan saya ini memang tipe-tipe pemimpi. Makanya saya merasa paham betul semua tindakan Calla yang dianggap gila oleh Ian. Ketika akhirnya sedikit demi sedikit Ian bersikap lembut pada Calla, saya pun ikut bahagia. Walau lagi-lagi cobaan selalu menghadang mereka berdua.
Cerita yang pantas untuk dinikmati. Saya tidak menyesal bisa berkenalan dengan  Calla dan Ian. Calla selalu bisa menguarkan energi positif bagi siapa pun. Selamat membaca.

[Review] Love at The Rooftop

0



Judul : Love At The Rooftop
Penulis: Hana Sutresno
Penerbit: Bhuana Satsra (Imprint dari PT. BIP)
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal : 138 halaman
ISBN: 978-602-249-815-5
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi perpus online iJakarta


Sebuah kotak rahasia tersimpan dalam hati Jill, kotak yang bercerita tentang cintanya pada Vian.
Hanya Tuhan yang tahu, betapa Jill sangat mencintai partner bertengkar semasa SMA-nya itu.
Setelah delapan tahun, mereka bertemu lagi dalam acara bulanan penghuni apartemen mereka di rooftop. Sekarang Vian adalah tetangga sebelahnya. Mereka pun kembali akrab, dan tetap sering bertengkar seperti dulu.
Kini, harsukah Jill jujur tentang kotak rahasia di dalam hatinya itu? Atau, ia membiarkan kotak itu tetap berada di sudut hatinya setelah tahu bahwa
Hilly, sahabatnya, jatuh cinta dengan Vian?

******

Ketika membaca novel ini yang saya ingat adalah teman saya yang juga tinggal di apartemen. Tiap bulan sama seperti Hilly dan kawan-kawan semua penghuni apartemen mengadakan pertemuan guna saling mengakrabkan diri. Suatu tindakan yang membuat hubungan hangat menurutku. Jauh dari keluarga besar jika dengan tetangga terjalin hubungan kekeluargaan sangat menyenangkan bukan.
Hilly sendiri tidak pernah menyangka bahwa dari pertemuan di rooftop itu akan bertemu lagi dengan sahabat yang sudah puluhan tahun tidak pernah dia jumpai. Ehm, usut punya usut ternyata bukan sahabat biasa ternyata cinta pertama Hilly. Namun, bukannya suasana temu kangen Vian malah menuduh Hilly sebagai pembohong di awal perjumpaan mereka. Siapa pula yang tidak akan marah dikatakan pembohong. Akhirnya mereka malah saling adu mulut di pertemuan mereka.
Saya sangat menyukai adu mulut antara Hilly dan Vian. Ada saja yang mereka ributkan. Dari masalah sepele tetap tidak menghalangi mereka. Saya suka senyum-senyum sendiri ketika adu mulut mereka berbuah hal konyol. Kelakuan mereka sangat menghibur.
Walau tentunya kelakuan mereka sangat kenakak-kanakan. Mengingat dua orang yang sama-sama sudah dewasa, tapi masih berkelakuan seperti anak kecil. Mereka berdua memang selalu adu mulit, tapi saya yang membacanya malah merasa bahwa mereka sangat dekat. Saling mengerti satu sama lain. Hal itu yang membuat saya curiga apa di masa lalu pun mereka sebenarnya saling jatuh cinta.
Lambat laun mulai terkuak masa lalu mereka berdua. Lalu akan seperti apa hubungan mereka berdua? Pastinya haarus segera dibaca sendiri. Sangat meyenangkan membaca kisah Hilly dan Vian. Selamat membaca.

[Review] In The Lime Light

0



Judul : In The Lime Light
Penulis : Valerie Aurellia 
Penerbit : Grasindo 
ISBN : 9786023750627 
Rencana Terbit : Juli 2015
Halaman : 216
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta


Sejak kecil satu-satunya yang kutahu adalah berenang. Lebih tepatnya,mengikuti apa yang diinginkan oleh ayah dengan menjadi atlet renang. Belakangan ini aku merasa sangat lelah dengan kehidupanku yang selalu berada di dalam bayang-bayang nama besar ayah yang dikagumi banyak orang. Sampai akhirnya aku mengenal Ash. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menemukan sesuatu yang sangat ingin kulakukan : berakting bersama Ash di panggung yang sama. Meski itu berarti aku harus keluar dari zona nyamanku,serta membohongi semua orang di sekitarku. 

*******

Berenang adalah satu-satunya hal yang dipercaya Serena sebagai hal dia bisa. Dari kecil ayahnya selalu mengajarkan padanya untuk selalu fokus berlatih dan berlatih. Agar dirinya sama berhasil seperti kakaknya. Serena merasa perlakuan ayahnya sangat tidak adil. Seberusaha apa pun dirinya, di mata ayahnya hanya Tristan yang terhebat. Serena hanya akan selalu menjadi bayangan kakaknya. Ketika Serena cedera bahu, entah bisa dikatakan musibah atau keberuntungan. Serena akhirnya bisa lepas dari yang namanya kolam renang. Demi memuaskan kebebasannya Serena mencoba mengikuti ekskul drama. Ekskul yang baru-baru ini mencuri minatnya. Pertunjukan drama yang diperankan Ash membuat Serena tertarik untuk menjajal kemampuan aktingnya.

"Kadang orang tidak mengerti apa yang kita lalui meski sudah mendengar kisah kita. Bahkan ada yang keras kepala dan tidak mau menerima meski sudah mengetahui yang sebenarnya. Satu-satunya yang bisa mengerti perasaan kita hanyalah kita sendiri." (Serene - p.21)

Saya cukup menikmati kisah Serena dan Ash. Serena yang merasa tertekan bisa melepas stresnya begitu mengikuti klub drama. Walau saya merasa Serena begitu mudah mengikuti segala aktivitas klub drama. Yah, kemungkinan terbesar Serena punya bakat terpendam dalam akting selain jago berenang.
Saya diberitahu bahwa novel ini retelling dongeng Putri Duyung. Namun sayangnya saya hanya melihat kesamaan Serena yang suka berenang. Selain itu saya gagal paham kesamaan lainnya. Yah, mau bagaimana lagi Ash hanyalah remaja SMA biasa bukan pangeran dari negeri antah berantah.
Well, satu hal yang pasti saya sangat menikmati membaca novel ini. Silakan ikutan baca novel ini. Saya rekomendasikan untuk para remaja yang patah semangat mengejar mimpinya. Selamat membaca. 

[Review] Bukan Cinderella

0



Judul: Bukan Cinderella
Penulis: Ifa Avianty
ISBN : 9786021606872
Halaman: 320
Cetakan: I, February 2015
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 44.000,-
Bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi iJakarta



“Aku nggak setuju kamu kerja di sana.”
“Ke-kenapa, Ndra?” tanyaku gugup. Kenapa dia berubah pikiran? Kemarin dia setuju. Sorot matanya kali ini membuatku merinding.
“Aku ...nggak suka cara calon bosmu menatapmu.”
Aku bingung.
“Kamu beneran nggak ngerti?” ulangnya.
Aku menggeleng.
“Dia itu ...caranya menatapmu, menandakan ...dia menyukaimu, menyayangimu....”
Andra melipat kedua lengannya di dada. Aku jadi salah tingkah sendiri menyadari sikapnya. Dia lalu menggenggam jemariku.
“Tidak ada satu suami pun yang mau istrinya ditatap sedemikian rupa oleh laki-laki yang diam-diam atau terang-terangan memuja istrinya. Demikian juga aku, Laili. Aku suamimu.”
Tapi, aku cuma istrimu, Andra. Bukan wanita yang ada di hatimu. Dan kamu tidak pernah mencintaiku. Bukankah begitu?

******

Begitu pasangan sang tokoh wanita adalah berondong, udah deh nggak usah banyak mikir sudah pasti bakalan menjadi cerita kesukaan saya. lol
Saya langsung jatuh cinta dengan cerita Laili dan Andra. Selain alasan berondong, Andra adalah tipe suami idaman. Ganteng dan mapan. Apa lagi yang dicari? Paket komplit, kan? Sayangnya kehidupan pernikahan Laili kurang sempurna, Andra dengan jelas mengatakan bahwa bukan keinginannya untuk menikah. Hanya demi menggugurkan kewajiban pada orangtua Andra terpaksa menerima perjodohannya. Hati siapa yang tidak sakit ketika suami kita mengatakan belum bisa menjadi suami sempurna sebelum jatuh cinta pada sang istri?
Ugh, sudah tahu bakalan sakit hat, Laili termasuk masokis juga. Laili terlanjur jatuh cinta dari dulu pada sabahat adiknya ini.
Sampai akhirnya kehidupan pernikahan mereka mulai ada perubahan sedikit demi sedikit, sayangnya masa lalu Andra harus datang. Laili yang pasrah sungguh tidak rela ketika suaminya harus kembali ke masa lalunya.
Saya sangat salut pada Laili. Laili ini istri idaman, melayani suami dengan baik. Segala hal bisa, dari memasak, mengurus hal-hal domestik hingga memanjakan Andra. Andra ini karena anak tunggal manjanya nggak ketulungan. Tapi ya mau bagaimana lagi manja pada istri kan tidak dilarang. xD
Well, terlepas dari segala drama keplinplannya Andra, saya sangat menikmati membaca novel ini. Makin membuat saya kepengin menikah! lol

[Review] Stalker

0



Judul : Stalker
Penulis : Donna Widjajanto
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Terbit: Juni 2015
Tebal: vi + 210 hlm
ISBN: 978-602-1383-53-7
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta

Hari-hari Khila tak sama lagi sejak rumahnya pindah menjauhi sekolah. Semua jadi berantakan! Waktu dan tenaganya habis di jalan. Tugas-tugas sekolah terbengkalai, hubungan dengan sahabat dan gebetan juga memburuk.
Satu-satunya hal menyenangkan buat Khila saat ini adalah Leon.
Cowok yang dikenalnya dari sharing taksi ini membuat Khila mensyukuri jauhnya rumah dari sekolah. Leon ganteng dan super-perhatian, nggak seperti Saka, gebetan Khila yang tak kunjung menyatakan perasaannya. Tapi, apa Leon memang sebaik yang Khila duga?
Sebuah tragedi yang memicu adrenalin Khila mulai menyingkap hal sebenarnya. Perasaan deg-degan karena bahagia sedikit demi sedikit berubah menjadi ketegangan.
Sejak itu, teror menakutkan terus-menerus menyerang Khila. Ia tak lagi punya tempat aman untuk berlindung, bahkan di rumahnya sendiri!

******

Dari judulnya sendiri buku ini sudah sangat spoiler. Stalker. Sudah jelas pasti bercerita tentang tokoh utamanya yang akan dikuntit. Sepanjang membaca walau dibuat jengkel dengan sifat tokoh utama, Khila, saya sabar banget menanti-nanti bakalan seperti apa adegan kuntit-menguntit.
Yup, saya kurang suka dengan Khila. Gadis ini sangat super menyebalkan. Tipe gadis cantik populer yang belagu atau kalau bukan belagu keras kepala. Yah, namanya juga ababil. Begitulah sifat mereka kebanyakan. Selalu merasa dirinya yang paling benar.
Semua kejadian bermula karena Khila harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke rumahnya. Jarak sekolah dan rumah Khila memang jauh. Setelah keluarganya memutuskan untuk pindah. Khila tidak sengaja diajak untuk berbagi taxi untuk menghemat ongkos. 1 orang pemuda dan 2 orang ibu-ibu. Tampak tidak mencurigakan, apa lagi Khila agak sedikit naksir dengan Leon. Pemuda ganteng yang berbagi taxi dengan Khila.
Well, dari sini sudah dapat diduga siapa yang menjadi tersangka yang akan menguntit Khila. Saya cukup menikmati ketegangan yang ada di buku ini. Khila bersama keluarga dan teman-temannya berusaha untuk menghindari aksi dramatis Leon. Leon yang gila seakan tidak memedulikan apa pun hanya Khila yang menjadi tujuan akhirnya.
Awalnya saya bertanya-tanya akan seperti apa akhir untuk Leon nantinya. Saya cukup menikmati twist yang diberikan penulis. Keputusan besar yang mengubah hidup Khila. Cukup memuaskan walau bukan menjadi akhir yang saya sukai.
Bagi yang suka membaca cerita penuh ketegangan buku ini sangat patut dicoba. Selamat membaca.

[Review] You, Me, & 1000 Paper Cranes

0



Judul : You, Me, & 1000 Paper Cranes
Penulis : Valerie Aurellia 
Penerbit : Grasindo 
ISBN : 9786022517399 
Rencana Terbit : Oktober 2014
Tebal : 158 halaman
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta

Astrid Pierce mungkin bukan gadis yang menonjol di antara siswi sekolahnya, tapi ia boleh kan bermimpi untuk menjadi pacar salah satu cowok terkeren di sekolah? Setelah pernyataan cintanya ditujukan pada orang yang salah, sekarang Astrid mendapat kesempatan untuk membuat pemuda yang ditaksirnya, Christian Walker, menyukainya balik dengan bantuan saudara kembar Christian, Daniel Walker. Namun, tidak semua bantuan datang tanpa menuntut bayaran. Sekarang Astrid harus bertaruh dengan Daniel jika ingin pemuda itu membantunya. Selama Daniel mencoba untuk membuat Christian menyukai Astrid, di antara mereka berdua tidak ada yang boleh jatuh cinta pada lawannya atau orang itu akan kalah dan berhutang permintaan. Awalnya Astrid mengira dirinya pasti akan menang. Namun, setelah menghabiskan waktu bersama Daniel, mungkinkah kebersamaan itu berubah jadi cinta?

*******

Bagi gadis biasa seperti Astrid ketika sang pujaan hati mengajaknya mengobrol hal itu membuatnya sangat bahagia. Namun kebahagiannya kandas ketika yang mengajaknya mengobrol adalah kembaran Christian, Daniel. 
Setelah mengatakan akan membantu kisah cinta Astrid yabg dilakukan Daniel malah hanya jalan-jalan berdua. Bukannya mendekatkan Astrid dengan Christian.
Saya cukup menyukai gaya bahasa penulis. Makanya saya sangat menikmati membaca novel ini. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya mengenai semua tindakan Daniel. Kenapa Daniel begitu berbeda dengan kembarannya. Dan maksud di balik tindakan Daniel yang mendekati Astrid.
Hal itu cukup terlupakan karena saya sama seperti Astrid larut dengan semua tindakan yang dilakukan Daniel. Daniel adalah cowok periang yang mampu menghidupkan suasana. Bersama Daniel, Astrid bersenang-senang dan mulai melupakan Christian. Sudah bisa ditebak sebenarnya akan seperti apa akhir kisah mereka berdua. 
Namun, ternyata saya salah menebak akhir dari kisah cinta mereka. Ah, walau saya kurang setuju dengan akhir yang diberikan penulis, saya merasa bahwa mungkin akhir seperti itulah yang pantas untuk mereka.

[Review] Honesty

0



Judul: Honesty
Penulis: Mitha Juniar dan Ari Keling
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: Juli 2014
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iJakarta

"Mereka bercerita dengan HATI yang paling JUJUR."
Ya, Mikhaela dan Azriel menceritakan satu sama lain dengan hati yang paling jujur, tapi ... dari belakang!
H O N E S T Y
"Mereka bercerita dengan HATI yang paling JUJUR."
Dadaku berdesir ketika tahu kau yang akan memilikiku. Dan dengan hati, aku ingin jujur. Aku menyukai rencana orang tua kita, seperti aku menyukaimu.
(Mikhaela)
"Jangan terlalu percaya diri! Kepada semua perempuan aku berbuat begitu. Jadi kamu bukanlah yang teristimewa," ucapku membatin.
(Azriel)
Novel yang dikisahkan dengan sudut pandang berbeda! Kamu boleh memulainya dari sudut pandang Mikhaela atau Azriel, yang jelas, lebih asyik dibaca secara bergantian.
Misal, dimulai dari bab satu Mikhaela, setelah itu baca bab satu Azriel. Begitu seterusnya.

*******

Perasaan saya setelah menamatkan buku ini adalah apa-apaan.
Karena novel ini dibuat oleh dua orang saya tidak tahu kalau novel ini memakai dua sudut pandang. Penulis perempuan sesuai jenis kelaminnya menceritakan bagian tokoh wanita, begitupun sebaliknya. Cerita saya mulai dari sudut pandang Mikhaela. Sama seperti Mikha saya ikut senang ketika dia dijodohkan dengan lelaki tampan pilihan kedua orangtuanya. Seakan jalan mereka berdua ini sangat mulus. Akhirnya kedua belah pihak diputuskan untuk saling bertunangan. Baik Mikha maupun Ziel tidak ada yang keberatan apa yang lagi ingin ditunggu. Begitulah pikiran kedua belah pihak. Kemunculan Sam sahabat Mikha pun semakin menambah konflik. Saya pun sudah menduga-duga kemungkinan nanti Sam akan menjadi bumbu-bumbu penghalang cinta Mikha dan Ziel.Well, begitulah yang saya pikirkan. Hingga menamatkan cerita bagian Mikha saya memikirkan ulang konsep perjodohan yang awalnya tidak pernah mengganggu bagi saya. Baca akhir cerita Mikha begitu membuat saya sedih. Dan saya benaran tidak bisa menerima akhir yang disuguhkan penulis.
Namun, ketika membaca bagian Ziel, lewat sudut pandangnya saya semakin mengerti mengapa tindakan-tindakan Ziel seperti itu. Walau tetap Ziel bukan lah tokoh favorit saya. Yang bisa saya sukai pada cerita ini adalah Sam. Sahabat Mikha yang menyayangi Mikha dengan tulus.

[Review] Cupcake Love Story

0



Judul: Cupcake Love Story
Penulis: Agustina Sugianto
Penerbit: Elexmedia 
Tahun terbit: April 2016
Tebal: 320 Halaman
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iKaltim

Reinier dan Mariana, keduanya melarikan diri dari sesuatu di Jakarta. Mariana dari masa lalunya dan Rein dari masa depannya. Mereka dipertemukan di negara Singapura saat mobil Rein tidak sengaja membuat mobil Mariana yang sedang mengangkut cupcake menubruk pohon. Insiden tersebut membuat Rein terpaksa harus membantu Mariana mengantar pesanan-pesanan cupcake sampai mobil Mariana selesai diperbaiki. Perlahan perasaan suka pun tumbuh dalam hati mereka. Namun mereka tidak tahu, apa perasaan itu bisa terus dipupuk atau tidak. Karena Mariana terus dibayangi oleh masa lalunya yang buruk dan Rein terus dikejar oleh masa depannya yang merepotkan.

*****

Ah, membaca novel ini semakin membuat saya penasaran dengan seperti apa rasa cupcake. Sampai detik ini saya belum juga diberi kesempatan untuk mencicipinya. Dan semakin ngiler ketika Mariana sangat jago membuat cupcake.
Saya sangat menyukai cerita Mariana dan Rein. Pertemuan pertama mereka walaupun dengan kejadian super klise yaitu tabrakan tidak sengaja. Namun cukup mencuri hati saya.
Setelah insiden super klise tersebut Mariana dengan berani meminta lelaki super sibuk seperti Rein untuk mengantar pesanan cupcake yang harus diantar Mariana. Menurutku berani-beraninya Mariana meminta Rein. Dan, bukan tidak ada maksud tersembunyi ketika dengan cuma-cuma Rein menerima tawaran Mariana. Ada udang di  balik batu, sudah jelas Rein tertarik pada Mariana.
Bisa dibilang cerita Mariana dan Rein agak membosankan karena berkisah sekelumit mengantar pesanan cupcake, tapi entahlah saya tidak merasakan kebosanan. Ada saja kejadian-kejadian kecil yang justru semakin mendekatkan mereka berdua.
Hingga masa lalu keduanya terungkap. Alasan di balik mengapa mereka berdua melarikan diri ke Singapura. Kedekatan mereka berdua harus diuji.
Bacaan menyenangkan dan menghibur. Cocok dibaca siapa pun. Selamat membaca.

[Review] Postcard from Neverland

0



Judul Buku: Postcard from Neverland
Penulis: Rina Suryakusuma
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 280 Halaman
Genre: Romance 
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iKaltim

Hidup identik dengan kesulitan. Paling tidak, itulah yang dialami Ami Siswoyo. Gadis cantik, single, muda, tapi dari keluarga kurang mampu. Ami terpaksa putus kuliah di tengah jalan, bekerja jadi pelayan kafe, dilecehkan dan ditawar-tawar orang seperti barang. Memuakkan!
Hanya satu hal yang memberi Ami kekuatan untuk tetap bermimpi dan bisa mengubah nasib, yaitu kartu-kartu pos kiriman almarhum ayahnya yang meninggal di tahun terakhir studi di Jerman.
Sampai pada satu kesempatan, Ami bekerja sebagai pelayan di tempat Joshua Leinard. Pria bule berusia 44 tahun yang peduli padanya ketika semua orang menyudutkannya. Pria yang menghargainya ketika semua orang menyepelekannya. Pria yang mencintainya tanpa pamrih dan memberinya kebahagiaan tanpa batas.
Dan hidup Ami berubah!
Hanya saja, mampukah mereka bertahan dari sejuta rintangan?
Mereka hidup di dua dunia yang berbeda. Sanggupkah mereka
membangun jembatan untuk menyatukan cinta mereka?

*****

Baru kali ini saya menemukan tokoh utama yang kewalahan ketika diberi anugrah oleh penulis penampilan fisik yang sempurna. Ami adalah gadis berusia 21 tahun yang terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarganya setelah sang ayah meninggal. Ami bertekad untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin demi mencukupi kebutuhan sehari-hari keluargnya dan biaya pendidikan sang adik. Ami yang terpaksa putus kuliah berusaha keras agar adiknya tidak mengalami hal seperti dirinya. Namun, sekeras apa pun Ami berusaha dia kesulitan untuk mencari pekerjaan. Ami tidak mau memanfaatkan kecantikannya demi uang dan Ami juga lebih baik dipecat daripada dilecehkan ketika bekerja. Hingga pertemuannya dengan lelaki bule yang ingin membantu gadis secerdas Ami. Josh ingin membantu Ami. Menurut Josh, Ami pasti bisa mewujudkan cita-citanya. Menjadi pelayan di rumah Josh hanyalah sebagai batu loncatan. Begitulah yang selalu dikatan Josh pada Ami.
Bisa dibilang saya kurang berminat membaca novel ini. Hanya karena tokoh utama pria yang jauh lebih tua dari tokoh utama wanita. Hanya masalah selera sebenarnya. Ami ini tipe gadis yang berpegang teguh pada pendapatnya. Bagus sih sebenarnya. Ami tidak serta merta tergiur dengan uang hingga menjual dirinya. Hal praktis ketika yang dibutuhkan oleh Ami adalah uang yang banyak.
Entahlah saya yang membaca novel terkesan kurang realistis hidup Ami yang memang bisa dikatakan merana ya menurutku tidak merana banget. Karena toh tiba-tiba Ami seperti ketiban rezeki ada yang mau membantu dirinya. Menjadi seorang pelayan dengan gaji super besar. Apa Ami sama sekali nggak curiga tuh. Bisa saja ada maksud terselubung dari Josh. Yah, ini sih kemungkinan besar saya yang lagi nyinyir saja. Banyak prasangka jelek. xp
Terlepas dari semua itu sebenarnya setelah akhirnya Ami dan Josh mulai memadu kasih, konflik dalam buku ini baru terkuak ketika kedatangan masa lalu Josh. Dimulai kemunculan anak Josh dan mantan istri Josh. Cinta Ami dan Josh mulai diuji dan akan seperti apa akhir cinta mereka berdua.
Hal yang sangat disayangkan lagi adalah judul novell ini yang kurang nyambung. Yah, memang kenangan akan ayah Ami memang kuat, cuman ya sama sekali kurang cocok menurutku. Mengingat buku ini dominan menceritakan kisah Josh dan Ami.
Well, bacaan yang cukup menghibur dikala senggang. Selamat membaca.

[Review] Winter

0



Judul: Winter [The Lunar Chronicles #4]
Pengarang: Marissa Meyer
Penerbit: Spring
Penerjemah: Yudith Listiandri 
Tahun Terbit : Cetakan I, Agustus 2016
Tebal : 900 halaman
Harga : Rp. 139.000,-



Putri Winter dikagumi oleh penduduk Bulan karena kebaikan hatinya. Meskipun ada luka di wajahnya, banyak orang Bulan yang mengatakan bahwa Sang Putri lebih cantik daripada Ratu Levana.
Iri dengan Sang Putri yang dianggapnya lemah dan gila, Levana memerintahkan Jacin Clay, pengawalnya, untuk mengawasi Winter agar tidak mempermalukan sang Ratu dan kerajaannya. Namun Winter menyukai Jacin, hal itu justru membuatnya semakin terlihat lemah.
Hanya saja, Winter tidak selemah yang Levana kira. Bersama dengan Cinder, Sang Mekanik, dan para sekutunya, mereka bahkan mungkin bisa membangkitkan sebuah revolusi dan memenangkan perang yang sudah berkecamuk terlalu lama.
Dapatkah Cinder, Scarlet, Cress, dan Winter mengalahkan Levana dan mendapatkan kebahagiaan mereka selamanya?

*****

Akhirnya. Seri Lunar yang sempat mencuri hati saya tamat juga. Sedih rasanya ketika saya harus berpisah dengan Cinder dkk. Banyak sekali petualangan seru yang dialami mereka. Walau sedikit apa pun harapan mereka kemauan mereka yang tidak mau menyerah itu lah yang patut diacungi jempol.
Mungkin kali ini saya tidak akan terlalu membahas isi buku. Karena isi buku ini sudah jelas. Pertempuran terkahir Cinder melawan Levena. Bagaimana akhirnya nanti nasib Bumi dan Bulan nantinya. Akan seperti apa perjuangan Cinder dkk. Dan kemunculan Sang Putri Gila, Winter. 
Winter. Gadis gila favorit saya dan semua orang. Saya memang jatuh cinta dengannya. Sangat mudah bagi semua orang untuk jatuh cinta dengannya. Walau kadang pikirannya sangat tidak rasional tapi itula pesona Winter. Dari Winterlah Cinder mendapat dukungan penuh untuk menggulingkan Levena. Bagaimana aksi Cinder dkk menggulingkan Levena diracik dengan baik oleh penulis di buku terakhir ini.
Saya mengenal seri Lunar dari review teman BBI bernama Sulis sekitar akhir tahun 2015. Kebetulan Mbak Sulis diberi kesempatan untuk menjadi salah satu pembaca pertama oleh penerbit. Perasaan saya saat itu adalah iri. Saya juga sangat ingin membaca seri Lunar. Waktu itu saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya juga ingin membaca seri Lunar sampai tamat. Dan seri Lunar ini menjadi wistlist nomor satu saya di tahhun 2016 nantinya.
Dan, saat itu juga saya memilih untuk menunggu saja sampai buku terakhir diterbitkan baru saya mulai mengoleksinya. Namun, sayangnya takdir berkata lain saya diberi kesempatan oleh penerbit untuk menjadi host blogtour novel Cinder. Waktu itu saya uring-uringan karena hanya baru bisa membaca buku ke-1. Saya penasaran berat dengan kelanjutan seri Lunar lainnya.
Alhamdulillah, saya akhirnya bisa  menggenapi seri Lunar saya. Ada harapan kecil yang saya ingin saya sampaikan pada penerbit. Semoga Penerbit Spring berkenan untuk menerbitkan novella Seri Lunar yang berjudul Stars Above. Agar saya bisa melanjutkan lagi perjalanan cerita Cinder dkk sedikit lagi. Karena saya merasa kisah Cinder belum berakhir. Kurang sedikit lagi jika belum membaca Stars Above.
Sedikit saran untuk penerbit, diantara ke-4 Seri Lunar yang sudah terbit saya menyukai terjemahan buku ke-2 dan ke-3. Entalah buku pertama dan terakhir ini saya kurang cocok. Karena diterjemahkan oleh orang yang sama perasaan yang didapat pun sama. Paling bagus menurut saya adalah terjemahan Jia Effendi di buku ke-3. Buku ke-3 itu yang membuat perasaan saya menggebu-gebu menyukai seri Lunar. Yah, apa mau dikata walau seprotes apa pun terjemahan seri Lunar sudah selesai. Mungki kedepannya menjadi pertimbangan penerbit. Semoga saja.
Well, bagi siapa pun yang mencari bacaan retelling dongeng yang keren, seri Lunar patut dicoba. Tidak akan menyesal ketika sudah mengenal dunia Cinder. Selamat membaca. 

Sabtu, 29 Oktober 2016

[Review] Kembar Dizigot

0



Judul : Kembar Dizigot
Penulis : Netty Virgiantini
Penerbit : GPU
Tebal : 208 Halaman
Terbit : Maret 2015
Bisa dibaca di aplikasi perpus online iKaltim

Nadhira stres berat ketika pergelangan tangan kanannya cedera akibat ulah Kemal, si Onta Padang Pasir! Ke mana-mana ia harus menggendong tangannya yang dibalut slab gips. Apa-apa pun harus dibantu. Yang lebih menyakitkan, Ayah melarangnya pacaran dengan Narotama, dan kesempatan itu justru dimanfaatkan oleh kembarannya, Bashira, untuk mendekati cowok yang sama-sama mereka sukai itu. Nggak fair! Dasar saudara kembar pengkhianat!
Mentang-mentang Bashira lebih cantik dan lebih pintar, ya?
Ketika tangannya sembuh, Nadhira semakin galau mendapati kenyataan ia tak bisa menggambar seperti dulu lagi. Arggh! ternyata begini risikonya jatuh cinta, cemburu, patah tangan sekaligus patah hati kuadrat. Sakitnya nggak cuma di sini "menunjuk dada" tapi di mana-mana.
Untung ada anak-anak "Pintu Belakang" yang terus menyemangati Nadhira berlatih. Hingga akhirnya ia punya kesempatan membalas dendam lewat ilustrasi di majalah sekolah. Ia bertekad membuat Bashira dan Narotama bertekuk lutut!

*******

Buku ini adalah lanjutan novel Lho, kembar kok beda? Cerita masih seputar kehidupan sehari-hari Nadhira. Bonus kisah patah hati Nadhira. 
Dhira sebagai anak yang berbakti, menuruti keinganan ayahnya untuk tidak pacaran selama masa sekolah. Walau Dhira merasa keputusan sang ayah sangat tidak adil. Hanya karena nilai Shira anjlok. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Dhira. Tidak seandainya bukan karena Shira patah hati karena Tama lebih memilih Dhira.
Saya pun ikutan kesal dengan keputusan ayah mereka. Bisa-bisanya melarang Dhira. Kalau posisinya dibalik tentu sang ayah tidak akan peduli. Yah, ini sih prasangka buruk saya.
Saya masih tetap menikmati kisah Dhira. Di buku ini Dhira lebih dewasa. Dan lebih terbuka dengan saudara kembarnya. Intinya mereka berdua ini kurang komunikasi. Hubungan apa pun jika sudah miskomunikasi hasilnya tidak akan pernah berjalan mulus.
Di buku ini juga terkuak alasan sebenarnya mengapa Kemal sangat tergila-gila pada Dhira. Kelanjutan hubungan Tama dan Dhira yang masih menggantung. Walau banyak drama. Apakah akhirnya Tama memilih Dhira atau Shira. 
Saya cukup puas dengan membaca seri ini. Ada bagian-bagian yang membuat saya tersenyum konyol, sedih, bahagia. Paket komplit deh. Semuanya bisa didapat ketika membaca novel ini. Selamat membaca.

[Review] Lho, Kembar Kok Beda?

0



Judul: Lho, Kembar Kok Beda?
Penulis: Netty Virgiantini
Penerbit: GPU
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 216 halaman
Terbit : Juli 2014
Cover : Softcover
ISBN : 978-602-03-0696-4
Bisa dibaca di aplikasi perpus online iKaltim


Sejak membaca novel Jodoh Terakhir, saya semacam menjadi ketagihan membaca tulisan penulis. 
Buku ini berkisah tentang Nadhira dan Bashira adalah remaja kembar tidak identik. Karena tidak identik inilah fisik keduanya sangat berbeda jauh. Bashira lebih cantik, pintar, tinggi dan dengan kulit putih mulus. Sedangkan Nadhira, yah kebalikannya Bashira. Walau begitu Nadhira yang sudah terbiasa dibanding-bandingkan membuat dirina hanya bisa pasrah dengan keadaan. Nadhira sudah tidak peduli ketika orang-orang berkata "Lho, kembar kok beda?" Nadhira sudah kebal karena bahkan ayahnya sendiri selalu lebih menyayangi Baashira.
Namun, yang membedakan Nadhira dan Bashira adalah kecintaan Nadhira dalam hal menggambar. Walau hobinya ini sangat ditentang oleh sang ayah, baagi Nadhira menggambar adalah satu-satunya kesenangan bagi Nadhira.
Selama ini Nadhira tidak pernah peduli jika Bashira lebih segalanya dari dirinya. Hingga ketika Bashira sama-sama menyukai Narotama. Cowok yang juga disukai Nadhira.

*****

Begitu membaca awal cerita ini saya langsung jatuh cinta dengan Nadhira. Dhira tipe gadis biasa-biasa saja yang kebetulan punya saudara kembar identik yang lebih segala-galanya dari dirinya. Perbedaan fisik mereka saja sudah menjadi momok terbesar ditambah lagi ayah Dhira selalu memojok-mojokkan Dhira. Ugh, saya sangat mengerti perasaan Dhira. Siapa pun tidak akan pernah sudah dibanding-bandingkan. Terlebih menjadi seorang Dhira. Karena itu juga lah yang membuat Dhira menjadi cewek tangguh. 
Saya suka sekali ikatan persahabatan yang dijalin Dhira dan kelompoknya. Mereka sangat mengerti satu sama lain dan saling menguatkan ketika salah satu tertimpa masalah. Walau dalam hal ini hanya Dhira yang terjangkit masalah.
Tokoh Narotama sendiri menurutku agak kabur di buku ini. Karena porsinya hanya muncul sekilas-kilas. Hampir tidak ada percakapan yang muncul. Kalau bukan cowok yang disukai Dhira, saya tidak akan mengenal siapa itu Narotama. Bagian untuknya hanya muncul menjelang akhir.
Tokoh yang paling menarik bagi saya adalah Kemal. Cowok ini sangat menyukai Dhira tapi dengan cara yang salah. Walau begitu kehadirannya membuat cerita semakin menarik karena selalu ada hal-hal konyol yang terjadi.
Karena ini adalah buku pertama, cerita tiba-tiba dihentikan begitu saja. Membuat pembaca penasaran untuk segera membaca buku lanjutannya.
Well, buku yang sangat menarik dan menghibur. Patut dicoba. Selamat membaca.

[Review] Telaga Rindu

0



Judul Buku : Telaga Rindu
Penulis : Netty Virgiantini
Penerbit : Grasindo
Tebal : 162 Halaman
Terbit : April 2014
Bisa dibaca secara gratis di apliksi iJakarta

Setelah tiga bulan lamanya pergi tanpa kabar dan alasan yang jelas, Dipa tiba-tiba menghubungi Nala. Ia berjanji untuk datang menemui Nala di suatu tempat yang telah mengukir kenangan indah mereka berdua ketika menautkan hati.
Dalam suasana syahdu Telaga Sarangan, sepanjang hari Nala terbelenggu rasa resah dan gelisah. Menanti-nantikan saat ia dapat melihat kembali sosok yang selalu membayangi hari-harinya, dalam belitan rasa rindu yang selama ini coba diredamnya dalam diam.
Entah mengapa, tiba-tiba ada ragu yang terasa mengganggu. Menyelinap begitu saja bercampur keresahan dan kegundahan. Dalam luapan rasa suka yang sempat mencerahkan hati Nala, ada satu pertanyaan serupa firasat yang mengusik batinnya, sampai waktu menjelang tengah malam tiba.
Apakah Dipa akan menepati janjinya…?

*******

Perasaan saya ketika membaca buku ini adalah novel rasa cerpen. Habis mau bagaimana lagi. Buku ini sangat tipis. Konflik yang digalih pun sangat sedikit. Membuat saya teringat betapa dulu saya sangat menyukai membaca cerpen-cerpen di majalah.
Buku ini berkisah mengenai Nala dan Dipa. Dua remaja yang menjalin kasih namun takdir berkata lain ketika Dipa harus pindah karena masalah orangtuanya. Nala yang bersedih bertanya-tanya mengapa Dipa begitu tega tidak memberi kabar pada dirinya. Padahal dirinya sangat merindukan kebersamaan mereka berdua. Nala juga ingin kepastian tentang hubungan mereka berdua. Hingga akhirnya Dipa meminta dirinya untuk bertemu. Nala yang begitu gembira menyetujui ajakan Dipa. Pertemuan yang sangat dinanti oleh keduanya. Pertemuan yang akan membuat rindu mereka akhirnya berakhir.
Karena dari awal diceritakan betapa Nala patah hati setelah kepergian Dipa suasana yang dibangun penulis penuh dengan kesedihan. Saya yang membacanya pun ikut sedih seperti Nala. Dan ikut bergembira pula ketika akhirnya mereka berdua akan bertemu.
Buku ini mengambil alur maju mundur. Karena pemilihan alur seperti ini lah membuat saya kebingungan di awal. Saya bertanya-tanya mengapa Nala selalu bersedih tentang Dipa. Alasan Dipa menjauh. Di kepala saya sudah terjalin skenario terburuk tentang sifat-sifat jelek Dipa. Cowok seperti apa yang tega meninggalkan pacarnya. Namun, kenyataan yang terjadi bukan seperti itu.
Walau saya sempat menebak-nebak akhir yanh diberikan penulis, saya cukup dikejutkan dan terhipnotis. Ah, akhir yang seperti itu memang lebih cocok seperti judul novel ini.
Well, bacaan yang sangat menarik dan menghibur. Selamat membaca.

[Review] Inseparable

0


Judul : Inseparable
Penulis : Laili Muttamimah
Penerbit : Ice Cube
Terbit : Januari 2014
Tebal :  vi + 285 hlm.
ISBN : 978-979-91-0651-3
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iKaltim

“Nggak! Bukan begitu!” elakku.
“Menurutku aneh aja kalau ada cowok yang suka baca dongeng.”
“Maksudmu Tristan dan Isolde?” tanyanya,
Aku mengangguk cepat, “kenapa kamu baca itu?”
Sudut bibir Tristan terangkat semakin lebar, “Kalau kamu mau tahu, baca aja sendiri.”
Calya percaya bahwa dirinya mencintai pacarnya, Gav. Hingga suatu hari dia bertemu dengan Tristan, teman sekelas yang tak pernah terpikir olehnya. Di bawah siraman matahari, Calya melihat Tristan tidur di salah satu meja perpustakaan. Tetapi yang menarik perhatiannya adalah sebuah buku dongeng yang terbuka di dekat Tristan. Tristan dan Isolde.
Sejak itu Tristan mulai mulai merasuk ke pikiran sampai-sampai mampu menggoyahkan cintanya pada Gav. Walaupun perasaan bertatut, mereka tahu bahwa kisah ini harus berakhir seperti cerita di buku dongeng itu.

*******

Sejujurnya novel ini tipe yang sangat saya benci. Calya. Tokoh utama dalam novel ini sudah mempunyai pacar bernama Gav. Sudah 1 tahun lamanya mereka bersama. Dan hanya karena Calya sudah tidak sekelas lagi dengan Gav, tiba-tiba dia terpesona dengan lelaki lain. Dan sudah bisa dipastikan akan seperti apa jalan ceritanya sampai akhir.
Well, terlepas sikap Calya yang memang plin plan tidak bisa memilih antara Gav dan Tristan. Entah kenapa saya lumayan menikmati membaca cerita Calya. Saya tiba-tiba memaklumi kegalauan Calya yang tidak bisa memilih. Dan tiba-tiba saya condong ke Tristan. Saya lebih memilih Calya berakhir bersama Tristan.
Hubungan Calya dan Tristan terasa lebih natural dan manis. Walau mereka berdua terkesan terlalu cepat jatuh cinta. Tapi saya mendukung mereka berdua. 
Saya juga menyukai keputusan penulis untuk tidak segera mematikan tokoh Gav. Gav yang sudah jelas marah akan sikap Calya tidak serta merta pasrah dengan keadaan. Sikap Gav yang ingin mempertahankan Calya membuat cerita tidak membosankan.
Saya sangat menyukai keputusan penulis mengenai akhir cinta Calya. Walau bagaimana pun akhir seperti itu memang sudah seharusnya dilakukan. Hal realistis yang harusnya memang terjadi. 
Well, cerita Calya cukup menghibur bagi saya. Jika ada yang penasaran juga silakan dibaca sendiri. Selamat membaca.

[Review] Rainy's Days

0



Judul : Rainy’s Days
Penulis : Fita Chakra
Penerbit : Ice Cube
Terbit : 2014
Tebal :  viii + 227 hlm.
ISBN : 978-979-91-0652-0
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi iKaltim


“Hujan itu tak berarti sedih, Rainy,” kata lelaki itu.
“Meski hujan selalu datang di saat-saat buruk?” tanyanya seperti bocah yang menuntut penjelasan.
Rainy percaya kalau hujan dan dirinya tidak pernah akur. Momen-momen terburuknya selalu dihiasi oleh rintik-rintik air hujan yang seolah berpesta merayakan kesedihannya.
Bertolak belakang dengan Kian yang selalu bersyukur akan datangnya hujan. Bunga-bunga di kebunnya seakan menyambut limpahan air dari langit itu dengan sukacita.
Mereka bertemu, bertengkar, lalu berteman.
Namun, karena luka masing-masing mereka memutuskan untuk menyimpan rasa cinta yang mulai tumbuh. Sampai suatu hari... ketika cinta itu terungkap tanpa kata, salah satu dari mereka pun terdiam tanpa tahu kapan akan bersuara lagi.

******

Rainy rela pindah kampus dan tempat kosan demi menghindari pacarnya yang posesif. Selama ini Rainya tidak punya keberanian untuk pergi. Hingga akhirnya Rainy memutuskan untuk pergi. Rainy tidak tahan lagi dengan sifat pacarnya yang suka main kekerasan ketika keinginannya tidak dituruti. Walau begitu Rainy tidak serta merta lolos dari kekejaman pacarnya. Melarikan diri bukan jalan terbaik yang dipilih Rainy. Karena sang mantan pacar malah memburu Rainy di apartemen barunya. Untungnya Rainy mempunyai tetangga yang mau menolong dirinya. Walau Rainy tidak pernah mau membuka diri, Kian berusaha untuk selalu dekat dengannya. Ketika Rainy mulai membuka diri sayang Rainy sudah tidak dapat melarikan diri dari masa lalunya.

"To Rainy: Hanya mau bilang, hujan itu justru menghapus kesedihan" (Kian)

Setelah menamatkan tiga seri Bluestoberi ini saya mulai bertanya-tanya sebenarnya kesamaan dari tiap seri dalam hal apa. Saya merasa tidak ada kesamaan yang mencolok antara ketiganya. Dari segi cerita pun berbeda. Apa kemungkinan dari tiap akhir ceritanya? Kalau saya beberkan di sini akan menjadi spoiler. Yah, biarlah menjadi teka-teki. xp
Dari awal saya menganggap Kian sebagai pemuda yang aneh dan narsis. Karena memakai 2 sudut pandang antara Rainy dan Kian saya menjadi tahu pribadi masing-masing tokoh utamanya. Dari sudut pandang Rainy saya menjadi tahu bahwa Rainy adalah pribadi yang kurang rasa percaya dirinya. Sedangkan Kian dia ini terlalu percaya diri. Malah sangat sadar diri bahwa dirinya sangat menarik dan dipuja oleh banyak gadis. Ugh. Sifat yang bikin saya sebal. Untungnya Kian tidak menunjukkan rasa percaya dirinya dengan sikap arogan, Kian malah terkesan alim dan polos. Nah, bingung kan? xp
Dalam hidupnya Kian tidak pernah mau dekat dengan siapa pun. Masa lalu Kian dengan kedua orangtunya membuat Kian selalu berhati-hati. Namun, perasaan Kian berubah ketika bertemu Rainy. Kian jatuh cinta pada Rainy. Kian berusaha untuk dekat dengan Rainy. Walau hal itu tidak mudah tentunya. Sikap dingin Rainy akhirnya runtuh dan hubungan yang sedikit mulus harus menghadapi cobaan.
Saya cukup terhibur membaca novel ini. Memang terkesan suram ketika memakai sudut pandang Rainy. Beban hidupnya membuat dirinya terkesan rapuh. Rainy merasa tidak ada seorang pun yang memedulikan dirinya. Baik orangtua maupun kekasihnya. Hal ini sangat diimbangi dengan pribadi Kian yang ceria. Sudut pandang Kian yang digambarkan begitu riang membuat cerita tidak semakin suram. Porsinya pas.
Yang mengejutkan bagi saya adalah akhir kisah Rainy dan Kian. Saya hanya bisa merasa kesal dan melongo kenapa pula harus seperti itu? Saya sangat tidak terima dengan keputusan penulis. Seakan-akan penulis asal-asalan memberikan akhir cerita mereka. 
Yah, cukup menghibur bagi saya. Bagi yang ingin tahu kisah Rainy dan Kian, jangan sungkan untuk membacanya. Selamat membaca.

[Review] Someone To Remember

0



Judul: Someone to Remember
Penulis: Nathalia Theodora
Penerbit: Ice Cube Publisher
Halaman: 214 halaman
Terbitan: Februari 2014


"Apa kamu ini nyata? Atau cuma ada dalam pikiranku saja?"
"Aku nyata," kata Henry.
"Aku memang kembali untukmu."
"Aku nggak ngerti," kataku.
"Rasanya beban pikiranku terlalu banyak sampai aku nggak bisa mengerti apa pun."
Regina terbangun dari koma dan menyadari bahwa ada sesuatu yang terasa salah dalam hidupnya. Kehilangan sebagian ingatan membuatnya bertanya-tanya tentang apa yang salah itu. Seperti bercermin di air yang keruh, Regina terus menerus mencari potongan ingatannya yang hilang itu. Tanpa bantuan siapa pun, kecuali Alex, cowok yang ditemuinya di taman tak lama setelah dia pulih dari kecelakaan yang menimpanya.
Bersama Alex, sedikit demi sedikit ingatannya datang kembali melalui sekelebat bayangan. Dan seiring itu juga hatinya mulai terbiasa dengan perhatian dan keisengan Alex. Hingga suatu hari, ketika potongan ingatannya terkumpul semua, Regina sadar bahwa ada yang salah dengan Alex.

*****

Novel ini bercerita tentang Regina yang kehilangan ingatan pasca kecelaakan. Saya cukup menyukai gaya bahasa penulis. Cara penulis bercerita membuat saya merasakan bagaimana kacaunya perasaan Regina setelah kehilangan sebagian ingatannya. Regina begitu frustasi ingin sekali mengingat mengapa kecelakaan itu bisa terjadi. Bersama siapa pula dirinya sewaktu mengalami kecelakaan. Ibu dan sahabatnya sama sekali tidak mau membantu. Jika Regina mengingat dengan paksa yang didapat hanyalah sakit kepala hebat. 
Hingga kemunculan Alex secara tiba-tiba yang mengatakan akan membantu memulihkan ingatan Regina. Lelaki yang sama sekali Regina tidak kenal. Dia baru berkenalan dengan Alex ketika sedang merenung di taman dekat rumahnya. Bisa apa seseorang yang baru dikenalnya? Sedangkan ibu dan sahabatnya sama sekali tidak mau membantu. Namun, kedekatan Regina dan Ale sedikit demi sedikit mampu mengembalikan ingatan Regina. Dari Alex lah Regina mampu mengingat kecelakaan naas yang menimpa dirinya
Dari awal sampai akhir, perasaan saya membaca novel ini adalah hanyalah kesedihan yang dirasakan oleh sang tokoh utama, Regina. Betapa dirinya sangat kesepian ketika kehilangan ingatannya. Regina merasa hidupnya hampa dan sama sekali tidak tahu harus melakukan apa. Satu hal yang kemudian Regina putuskan, ingatannya harus kembali. Dirinya akan merasa jika ingatan yang hilang itu kembali.
Sepanjang membaca saya menduga-duga akan berakhir seperti apakah ketika ingatan Regina telah kembali. Apa ceritanya semakin menyedihkan atau bagaimana. Karena jujur suasana yang dihadirkan oleh penulis memang terasa sedih dan suram. Walau akhirnya Regina dekat dengan Alex. Hal-hal menyenangkan pun dialami Regina dari kedekatan mereka. Tapi seakan selalu membayangi lagi-lagi selalu muncul suasana sedih. 
Walau sudah menebak-nebak dari awal bagaimana akhir dari cerita Regina, saya cukup dikejutkan dengan keputusan penulis. Saya lumayan dikagetkan dengan akhir yang seperti itu.
Saya cukup terhibur membaca cerita Regina. Kemampuan bercerita penulis yang enak membuat saya tidak bosan membacanya. Bagi yang tertarik dan penasaran silakan baca sendiri cerita Regina. Selamat membaca.

[Review] Evergreen

0



Judul Buku : Evergreen
Penulis : Prisca Prismasari
Penerbit : PT. Grasindo
Terbit : 2013
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iJakarta

Konichiwa! Selamat datang di EVERGREEN, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu� Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel! Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku, itu bagus!
Apa enaknya sih kerja jadi editor? Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?

*******

Rachel menjadi depresi ketika dirinya dipecat. Padahal selama ini Rachel selalu membanggakan dirinya sebagai seorang editor handal. Bagaimana bisa dirinya dipeca? Rachel yang tidak bisa menerima kenyataan hanya marah. Marah pada semuanya.
Rachel semakin depresi ketika sahabat-sahabatnya pun ikut menjauhinya. Tidak ada seorang pun sahabatnya yang mau mendengar keluh kesahnya. Tidak ada satupun yang bisa menjadi tempat keluh kesah Rachel, membuat dirinya mencoba untuk melamar disemua penerbitan yang ada. Namun sayang kabar bahwa dirinya dipecat secara tidak terhormat, membuat tak satupun penerbitan yang mau menerima dirinya. 
Dalam perjalanan pulang Rachel tidak sengaja mengunjungi sebuah kafe. Kafe yang akan mengubah hidup Rachel. 

******

Awalnya saya bertanya-tanya ada hubungan apa kafe Evergreen dengan Rachel. Cerita akan terlihat sangat sederhana sekali ketika Rachel hanya berakhir menjadi pelayan kafe. Saya penasaran bakal ada kejutan apa yang diberikan penulis. Karena setelah membaca French Pink, saya sangat menantikan kisah-kisah unik yang akan diceritakan oleh penulis.
Evergreen masih mengambil Negara Jepang sebagai setting cerita. Suasana Jepang yang digambarkan penulis sangat terasa sekali. Itulah yang selalu saya sukai.
Banyak sekali tokoh yang dimunculkan dalam cerita ini. Saya sempat bertanya-tanya siapa sebenarnya sang tokoh utama. Banyak sekali tokoh penting dalam cerita Rachel. Hampir semua tokoh berperan penting dalam mengubah sikap Rachel. Perubahan sikap Rachel setelah menjadi pelayan di Evergreen sangat natural. Lambat laun Rachel menyadari betapa penting orang di sekitarnya. Rachel tidak melulu memedulikan dirinya sendiri.
Dan, seperti yang sudah diduga twist yang diberikan penulis di akhir cerita membuat kejutan besar bagi saya. Dan saya pun mulai mengerti semuanya. Dari awal sampai akhir, hubungan Rachel dan Evergreen bukan kebetulan semata. Melainkan takdir.
Ah, pokoknya membaca novel Evergreen sangat menyenangkan. Saya dibuat bahagia seperti Rachel. Kehangatan yang diberikan para penghuni Evergreen sangat terasa sekali. Good job. Bacaan yang wajib dibaca. Selamat membaca.

[Review] Insecure

0



Judul Buku : Insecure
Penulis : Seplia
Penerbit : GPU
Tebal : 240 Halaman
Terbit : Mei 2016
Bisa dibaca secara gratis di aplikasi perpus online iKaltim

- Zee -
Jangan menatap luka dan memar di tubuhku. Jangan berani bertanya apa yang terjadi. Menjauh saja dariku. Hanya dengan begitu, aku merasa aman.
- Sam -
Meski orang lain menganggap otak gue nggak guna, setidaknya tubuh gue selalu siap menjadi tameng untuk melindungi orang-orang yang gue sayang.
Buat gue, itu lebih dari sekadar berguna!
Zee Rasyid dan Sam Alqori satu bangku di tahun terakhir SMA mereka. Sikap Zee yang tertutup perlahan melunak dengan kehangatan yang ditawarkan Sam.
Apalagi ketika Zee melihat kondisi keluarga Sam yang sederhana, berbeda jauh dari kehidupannya dengan sang mama.
Pelan-pelan kedekatan Zee dan Sam membuat kepribadian masing-masing berubah. Hidup yang mereka jalani tak lagi terasa aman.

******

Beberapa teman blogger menyukai buku ini karena walau novel teenlit tapi tema yang diangkat begitu tabu menjadikan banyak yang bilang novel ini tidak biasa. Saya pribadi ikut penasaran. Tema kekerasaan memang sangat jarang dipakai. Apa lagi dalam novel ini yang melakukan kekerasan adalah seorang wanita. Menjadikan novel ini mungkin sedikit berbeda.
Saya tidak pernah menyangka bahwa yang memukuli Zee Rasyid adalah ibunya sendiri. Saya pikir seperti kebanyakan, yang melalukan kekerasan adalah seorang pria. Zee yang sudah jelas tersakiti justru selalu membela ibunya. Setiap kali Guru BP di sekolahnya mencoba menyelamatkan dirinya Zee langsung bersikap dingin dan tak peduli. Zee selalu bilang memar-memar yang didapatkannya hanya dari luka akibat dirinya yang ceroboh terjatuh ketika mandi. Padahal bukan itu yang terjadi. Zee terlalu mencintai ibunya. Zee sadar bahwa setelah ayahnya meninggalkan ibu dan dirinya. Yang dipunya Zee hanyalah ibunya seorang. Makanya selama ini Zee mau bertahan.
Awalnya Zee akan terus tutup mulut mengenai prilaku ibunya. Namun, kedekatannya dengan Sam Alqori membuatnya sadar kalau bukan hanya dirinya yang perlu bantuan. Ibunya pun perlu bantuan agar dirinya bisa kembali hidup normal bersama ibu yang sangat dia cintainya.
Sesungguhnya saya kurang begitu menyukai cerita Zee dan Sam. Entahlah. Seperti ada hal-hal yang kurang. Awal yang kurasakan itu adalah saya kurang menyukai gaya bahasa penulis. Ada beberapa kalimat yang saya anggap kurang pas dan aneh. Setelah itu saya baru tahu kalau penulis tinggal di luar Jawa. Ada beberapa kalimat yang saya pikir kemungkinan terbawa-bawa dengan logat bahasa ibu penulis. 
Walau begitu saya semakin tahu alasan kenapa korban kekerasan susah untuk buka mulut walaupun selalu tersakiti. Karena pelaku adalah orang yang sangat kita kasihi hingga membuat kita menutup mata. Dan selalu ada ketakutan dalam diri korban akan seperti apa nantinya jika sang pelaku di penjara. Akan seperi apa hidupnya nanti. Ketakutan tidak akan bisa menghidupi dirinya sendiri. Padahal jelas cepat atau lambat ketik kita selalu babak belur disakiti hanya kematian yang akan menunggu. Zee selalu merasa bisa memaafkan semua kekerasan yang dilakukan ibunya. Menyalahkan diri sendiri yang tidak cukup baik untuk ibunya. Berusaha hati-hati untuk selalu menyenangkan hati ibunya. Walau usahanya tidak pernah berhasil. Zee selalu menjadi korban yang tersakiti.
Berkali-kali pun saya disuguhkan kekerasan yang dilakukan ibu Zee. Membenci kenapa bisa seorang ibu memukul anaknya. Yang bisa saya pikirkan hanya ibu Zee tidak waras, sakit.
Namun, saya agak sedikit lega dengan akhir yang disuguhkan penulis. Apa yang dilakukan ibu Zee dengan menyakiti anaknya memang sangat tidak termaafkan. Saya bertanya-tanya akan bagaimana nasib ibu Zee nantinya. Dan saya cukup semua keputusan yang diambil penulis.
Well, bacaan yang sangat menginspirasi bagi saya. Tentang remaja yang awalnya hanya pasrah dengan segala kekerasaan yang dilakukan oleh orangtuanya. Tentang seorang remaja yang peduli ketika melihat orang terkasih disakiti. Recomended. Selamat membaca.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com