Sabtu, 06 Oktober 2012

'Dari Asap dan Tulang'

Dsc09919
Judul : Dari Asap dan Tulang [Daughter of Smoke & Bone]

Pengarang : Laini Taylor

Penerjemah : Primadonna Angela

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 488 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan I, September 2012

Kategori : Remaja, Fantasi, Romance

Harga : Rp. 65.000,-

ISBN : 978-979-22-8781-3

 

Karou, seorang gadis remaja berusia 17 tahun yang menghabiskan hari-harinya sebagai siswi sekolah seni di Praha dan selalu membawa buku sketsa yang berisi gambar-gambar monster mengerikan—chimaera, yang Karou anggap sebagai keluarga. Selain itu Karou juga menjalani hidupnya sebagai pesuruh toko yang dijalankan oleh Brimstone sang Wishmonger—pengabul permohonan. Demi menjalankan tugas yang disuruh Brimstone, Karou sudah mengelilingi dunia melalui pintu-pintu portal yang terhubung dengan toko Brimstone.

Hingga suatu hari Karou ditugaskan untuk mengambil pasokan gigi lebih awal daripada yang dijadwalkannya—seminggu lebih cepat. Karou tidak pernah tahu bahwa banyak sosok asing berwajah rupawan turun ke bumi untuk memberi tanda pada pintu-pintu portal yang terhubung dengan toko Brimstone. Karou bertemu dengan sosok rupawan yang tanpa diduganya mengincar nyawanya. Akiva, nama sosok rupawan tersebut.

 

Wowwwwww!!!

Aku. Benar. Benar. Suka. Sekali. Buku. Ini!

Super sekali lah menurutku! Benar-benar cerita yang ga sesuai dugaanku banget. Ide penulis benar-benar hebat! Sinopsis di belakang buku ini jelas-jelas bercerita tentang malaikat dan iblis yang jatuh cinta dan kisah cinta mereka tidak berakhir indah. Iya memang benar begitu apa adanya, tapi novel ini berbeda sekali dengan tema-tema buku yang sudah aku baca sebelumnya. Biasanya yang berhubungan dengan malaikat dan iblis bercerita tentang surga dan neraka, tapi bukan itu yang ingin ditonjolkan penulis. Sesuatu yang lain. Dunia yang lain. Dunia yang berbeda. Makanya aku suka banget sama buku ini. :D

Adalah Karou tokoh utama novel ini. Selama hidupnya Karou tidak pernah tahu asal usulnya. Keluarga yang dia tahu adalah empat chimaera yang mengasuhnya. Adalah Issa, Yasri, Twiga dan Brimstone. Issa adalah sosok perempuan yang berwujud ular. Yasri adalah berparuh burung kakatua dan bermata manusia. Twiga adalah berleher jerapah. Brimstone yang menjadi sosok ayah bagi Karou berbadan besar yang mempunyai tanduk kambing jantan yang dijuluki Karou sebagai Wishmonger—pengabul permohonan.

Nah ketika tahu bahwa Brimstone adalah pengabul permohonan dan mempunyai toko juga yang ada dibenakku adalah manga xxxHolic! Mirip banget tapi beda tentu saja. Yang unik dari Brimstone pembayaran untuk setiap permohonan yang diberikan adalah gigi. Aduh berasa murah banget kan? Cuma gigi gitu dan unik! Kenapa musti gigi? Tapi apakah memang benar semurah itu? Gigi, bagaimanapun gigi adalah bagian terpenting dari makhluk hidup. Demi setiap permohonan yang diinginkan manusia-manusia serakah kepada Brimstone banyak sekali hewan-hewan yang menjadi korban. Karena sebagian gigi tidak berasal dari makhluk hidup yang sudah mati dan terkadang gigi-gigi tersebut dicabut paksa—termasuk gigi manusia. Inilah yang membuat Karou jijik dengan pekerjaan Brimstone.

Tetapi hanya meraka yang Karou punyai walaupun dengan perbedaan yang sangat mencolok bahwa dia adalah manusia sedangkan keluarganya adalah chimaera. Hal ini juga yang selalu timbul dibenak Karou, siapakah dirinya sebenarnya? Tapi Brimstone tidak pernah memberi jawaban—sedikitpun. Terkadang Brimstone memberikan tugas-tugas kepada Karou untuk mengumpulkan gigi dari para peniaganya. Imbalannya adalah permohonan-permohonan yang menurut Karou dengan tingkatan rendah. Nah aku suka sekali ide penulis dengan adanya tingkat permohonan dari Brimstone. Permohonan ini menggunakan koin yang dari tingkatan rendah disebut scuppy, shing, lucknow, gavriel, bruxis. Brimstone hanya mengijinkan Karou memiliki scuppy dan shing. Yah karena menurut Brimstone Karou anak nakal yang hanya memohon untuk hal-hal bodoh. Seperti:

-       Rambut biru : sembrono

-       Menghapus jerawat : egois

-       Mematikan saklar lampu menggunakan permohonan agar tidak harus turun dari tempat tidur : malas

-       Membuat bokong mantan pacar gatal-gatal : pendendam.

Nah iya kan aku pun punya pemikiran yang sama seperti Brimstone tapi kalau jadi Karou aku bakal melakukan hal seperti itu! xD . Tentang permohonan gatal ini nih yang lucu banget menurutku. Adalah Kaz—Kazimir, mantan pacar Karou yang menjadi model melepas jubah di kelas seni sekolah Karou. Karena Karou kesal sekali dengan Kaz yang masih dekat-dekat dengan Karou walau sudah putus. Dengan scuppy Karou memohon bokong Kaz gatal-gatal pada sesi pelukisan badan telanjangnya! Karou bener-bener bocah nakal! hahaha xD

Setelah kemunculan chimaera—yang disebut iblis—tentu saja aku menunggu datangnya malaikat. Adalah Akiva yang digambarkan pria muda tinggi bermata amber serupa macan, rupawan, dipunggungnya tampak sepasang pedang bersarung yang disilangkan, mempunyai lengan berbalut otot kencang dan tangan yang bertato garis hitam. Wow!! Penasaran sekali dengan wujud rupawan Akiva ini. Pertemuan Akiva dan Karou cukup heboh dengan adegan kejar-kejaran yang karena Akiva tahu bahwa Karou adalah gadis berambut biru pelayan Brimstone maka dengan tanpa ragu Akiva mengejar Karou yang tak diragukan lagi u
ntuk membunuhnya! Tetapi untungnya Karou diselamatkan oleh simbol hamsa di telapak tangan Karou. Dengan ketegangan diburu oleh Akiva pintu portal yang menghubungkan dengan toko Brimstone tidak mau terbuka yang mengakibatkan cerita lebih tegang dan membuatku deg-degan! Seru! Masalah pintu portal jugalah yang selalu Karou pikirkan. Karou selama menjalankan tugasnya selalu berandai-andai apa yang akan terjadi jika pintu portal tidak mau terbuka. Akan hidup dengan siapa dirinya nanti. Walau Karou selalu menjalani hidupnya dengan ceria tapi Karou kesepian. Takut seandainya pintu yang terhubung dengan toko Brimstone tidak mau terbuka. Keluarga yang Karou miliki hanya Brimstone seorang. Dan memang terjadilah hal itu. Nah cerita yang dari awal memang sudah seru semakin seru dengan pertanyaan-pertanyaanku, siapakah gerangan iblis yang jatuh cinta dengan malaikat? Berbagai spekulasi bermunculan di otakku dan semuanya salah! Aku sama sekali terkecoh oleh penulis! Ga ada satupun tebakanku yang benar dan semakin membuatku takjub sama sang penulis. Hal yang paling mendasar aku pikirkan adalah apakah dulunya Akiva dan Karou jatuh cinta kemudian Karou dihukum menjadi manusia? Jawaban yang kudapat setelah membaca bab-bab terakhir buku ini begitu membuatku tersentuh dan takjub kepada penulis. Hebat! Penulis menampilkan konsep baru tentang malaikat dan iblis sepanjang buku-buku yang sudah kubaca! Jalan cerita yang diberikan oleh penulis benar-benar tidak terduga dan semuanya terkuak ketika masa lalu Akiva dibeberkan dengan sangat detail. Dan aku suka sekali cerita bagaimana manisnya Akiva dulu melakukan pendekatan-pendekatan. Manis asli! Suka sekali aku sama Akiva! :D. Pengen banget cerita tapi takut jadi spoiler. >,<. Dan juga kenyataan tentang gigi yang diburu oleh Brimstone dan Karou. Semuanya berhubungan sekali dengan judul buku ini. Ada bagian yang mirip dengan masalah di film Underworld! Tapi aku suka sekali walau alasannya cukup klise dan memuakkan tapi karena memang aku juga suka sama film Underworld ya its ok lah! Hehe

Buku ini memakai sudut pandang orang ketiga yang lebih leluasa untuk menceritakan berbagai tokoh yang ada di buku ini. Mengambil setting maju mundur yang dibutuhkan untuk menguak semua misteri yang ada di buku ini dan setting tempatnya adalah kota Praha. Semakin menambah keunikan tersendiri buku ini. Aku suka sekali dengan nama tokoh yang dibuat penulis, Karou dan Akiva, terasa manis kan? Hehe. Tokoh yang menjadi favoritku adalah Brimstone. Aku benar-benar ga kuat dengan tokoh yang di luar terlihat tidak peduli sama sekali tapi di dalam sebenarnya sangat peduli. Itulah yang dilakukan Brimstone kepada Karou, kasih sayang Brimstone kepada Karou begitu besar, bagi Brimstone Karou adalah harapannya, sesuai arti nama Karou sendiri. Tipe-tipe seseorang berhati lembut ini nih yang bikin aku meleleh dengan kelembutannya sama halnya dengan Profesor Snape di novel Harry Potter dan tanpa paksaan aku menjadi suka sekali kepadanya. Menurutku juga sebagai buku seri pertama dari tiga seri yang direncanakan, buku ini luar biasa hebat karena baru pertama kalinya aku sangat menikmati buku ke-1 sejak membaca halaman-halaman awal. Biasanya buku berseri yang kubaca, buku pertama dengan pengenalan-pengenalan yang lumayan membosankan tapi tidak dengan buku ini. Untuk terjemahan aku lumayan suka tetapi untuk typo lumayan banyak dan membuatku agak terganggu, aku tidak mengitungnya memang. Tapi aku suka sekali dengan cover yang dibuat Gramedia! Perpaduan warna biru, hitam, dan bulu yang jatuh. Soft! Cocok sekali dengan isi ceritanya. Dan entah aku yang telmi atau apa aku ga pernah menemukan alasan Karou putus dengan Kaz! >,<

Buku ini memang tidak sekedar bercerita tentang sebuah cinta terlarang antara malaikat dan iblis. Sebuah harapan. Harapan yang dimiliki oleh penghuni dua dunia. Harapan yang melebihi apapun. Melebihi sebuah permohonan dengan bantuan sihir. Komen terakhirku adalah ending-nya ituloh yang bikin penasaran sekali pake banget! Dan buku ke dua untuk edisi asli baru terbit bulan November nanti! Oh God! Masi lama banget dong edisi terjemahannya! >,<

Untuk tulang garpu aku kasih nilai 5 :D

 

Quotes yang aku sukai :)

Petuah dahsyat Brimstone untuk Karou xD hal 34

‘Aku tidak mengenal banyak aturan untuk pegangan hidup. Namun ada satu. Sederhana saja. Jangan masukkan hal-hal yang tidak penting ke dirimu. Jangan masukkan racun atau bahan kimia, asap atau rokok atau allkohol, benda tajam, jarum yang tidak perlu—narkoba atau tato—juga... penis yang tidak penting’

 

Brimstone hal 173

‘Aku berharap, Nak, tapi aku tidak membuat permohonan. Ada bedanya. Permohonan itu palsu. Harapan itu nyata. Harapan menciptakan sihirnya sendiri'

 

Tentang Penulis

 

Lt
Laini Taylor menetap di Portland, Oregon USA bersama suaminya yang ilustrator bernama Jim Di Batolo dan anak perempuannya yang bernama Clementine Pie. Karya-karya Laini Taylor sebelumnya adalah Dreamdark’s series dan Lips Touch. Website resmi Penulis bisa dikunjungi disini :)

Beberapa cover dari buku ini versi beberapa penerbit :)

Daughter_of_smoke_and_bone_pbDosab_hbfront51ktilxatrlDsb-shrinkDaughter_of_smoke_and_boneDsb_final_6_1

 

Lainnya

Senang sekali aku bisa mendapatkan buku ini secara gratis. Semua itu aku dapat dengan mengikuti sayembara resensi buku yang diadakan oleh Yes24. Kalau teman-teman tertarik untuk mengikuti sayembara ini silahkan untuk registrasi terlebih dahulu disini :)

Untuk tata caranya bisa dilihat pada gambar di bawah ini :)

Eventhead_resensi_20120731_mirza

'Eragon'

Eragon
Judul : Eragon [Inheritance #1]

Pengarang : Christopher Paolini

Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaya

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 568 Halaman

Tahun Terbit : Cetakan IX, Mei 2010

Kategori : Remaja, Fantasi, Romance

Harga : Rp. 65.000,-

ISBN : 978-979-22-0862-7

 

Setelah menjalani perburuan rusa di pengunungan spine selama berhari-hari untuk cadangan makanan di musim dingin nanti, tanpa sengaja Eragon menemukan sebuah batu. Eragon tidak pernah tahu bahwa semenjak membawa pulang Batu berwarna biru tua berbentuk oval dan panjangnya sekatar tiga puluh sentimeter akan berubah kehidupannya. Seorang petani biasa menjadi seorang Penunggang Naga. Batu yang ditemukan Eragon adalah telur naga. Dengan didampingi seorang pencerita tua Brom, Eragon menjani petualangan barunya. Demi membalaskan dendam pamannya Garrow yang dibunuh oleh Ra’zac. Tanpa Eragon tahu bahwa balas dendam hanyalah bagian kecil dari takdir besarnya.

 

Sudah lama sekali aku ingin membaca buku ini. Sejak aku menonton film Eragon the movie yang walaupun filmnya tidak begitu memuaskanku mau tidak mau setelah tahu based on novel, aku ingin membaca novelnya. Adalah Eragon tokoh utama novel ini. Remaja berusia yang masih sangat muda dan juga dengan kelabilannya setelah mengetahui ia bukan anak pamannya setelah melakukan perburuan di Pengunungan Spine, ia menemukan sebuah batu. Begitulah pikir Eragon mulanya. Tanpa dia tahu bahwa sebenarnya yang dia bawa adalah telur naga. Yang menarik dari buku ini selain bercerita tentang naga adalah naga yang dipunyai Eragon berjenis kelamin betina. Selama ini baik buku ataupun film yang sudah pernah ku tonton jarang sekali ketemu dengan naga betina. Kombinasi remaja dengan naga betina sangat menarik menurutku walaupun mereka berdua mempunyai tingkat kelabilan yang sangat tinggi. Eragon yang masih begitu muda harus menjalani takdirnya sebgai Penunggang. Tentu saja Eragon tidak sendirian. Adalah Brom yang menemani perjalanan Eragon untuk mengejat Ra’zac. Yah memang menurutku Eragon ini terlalu naif, hanya karena dia mempunyai seekor naga dengan semangat ’45 dia berniat mengejar Ra’zac untuk membala dendam kematian pamannya. Ya memnag siapa sih yang ga takut sama naga, tapi plis deh Eragon kan Cuma petani biasa ga ada tampang prajurit sama sekali. Mau melawan pakai apa? Apa mau pake biji-bijian buat ngebunuh Ra’zac? Tapi segalanya berubah memang dengan adanya Brom. Dia melatih teknik berpedang dan sihir kepada Eragon. Eragon adalah Penunggang Naga, maka dia diberi keistimewaan dengan bakat-bakat melimpah karena takdirnya itu.

Buku ini mengambil sudut pandang orang ketiga dan dengan alur maju yang menurutku agak lambat. Tapi dengan kejutan-kejutan yang diberikan ketika perjalanan Eragon membuat buku ini lebih menarik dengan filmnya. Eragon yang bertambah kuat sejalan dengan semakin jauhnya perjalanan yang ditempuhnya menjadikannya berbeda sekali dengan Eragon di movie yang terlihat sangat lemah! Bagian favoritku adalah ketika Eragon pertama kali menunggang naganya—Saphira. Penggemar novel fantasi pasti selalu terpesona pada naga—begitu juga aku. Nah aku pun selalu berkhayal seandainya aku punya naga pasti rasanya begitu menakjubkan karena aku bisa terbang melintasi langit luas. Tapi tidak setelah membaca pengalaman awal Eragon. Maksudku ternyata terbang dengan naga itu tidak semudah kelihatannya. Aku melupakan angin yang bakal aku tembus ketika aku terbang nanti. Angin yang menerjang langsung di mukaku. Dan sisik-sisik naga yang begitu keras membuat tubuhku terluka. Yah namanya juga mengkhayal jadi mana mungkin aku berkhayal yang ga enaknya. Hehe. Tapi memang bener sih susah banget melawan angin, contoh yang sepele banget ketika kita naik motor yang dengan kecepatan 60/80 kalau kita tidak memakai helm pasti mata kita akan berair. Dan terasa tidak enak sekali. Membaca novel Eragon mempunyai sensasi tersendiri buatku. Terasa begitu menyenangkan. Setelah begitu banyak novel-novel modern dengan kecanggihan teknologi yang kubaca selama ini novel Eragon dengan keterbatasan teknologi masa lalu menjadikanku releks. Ga ada lagi berbau teknologi. Eragon dengan keterbatasan hidupnya dan gambaran-gambaran gunung dan pedesaan. Entah lah membuatku merasa tenang. Yah walau harus kuakui karena aku hidup di dunia serba instan aku tidak pernah menginginkan hidup seperti Eragon. Tapi manusia pandai beradaptasi kan? Hehe

Buku seri pertama adalah pengenalan-pengenalan untuk melangkah lebih jauh ke buku berikutnya. Dan aku cukup menikmatinya dan sudah bisa ditebak aku penasaran dengan buku keduanya. Takdir Eragon yang semakin terlihat titik temunya walau masih sangat samar. Ada bagian ayang membuatku kecewa sih karena Saphira masi terlalu muda akhirnya belum bisa mengeluarkan api dari awal cerita. Aku kan ingin seklai meilhat keganasan Saphira! :D

Untuk warna biru kulit Saphira aku kasih nilai 4 :)

 

Quotes yang aku sukai :)

Jeod Hal 223

‘Banyak yang bisa kau pelajari dari buku-buku dan gulungan-gulungan perkamen. Buku-buku ini teman-temanku, pendampingku. Mereka membuatku tertawa, menangis, dan menemukan arti hidup ini.’

 

Tentang Penulis

2610a259bb541c56b6e17b037864f0fa98efce47

Christopher Paolini adalah penulis buku Eragon ketika dia baru lulus SMA. Ketika dia berusia 15 tahun. Buku ini awalnya direncanakan 3 buku. Tetapi menjadi 4 buku. Website resmi seri warisan bisa dikunjungi disini :)